[cetak]
Ibadah Doa Malang, 06 November 2012 (Selasa Sore)

Disertai Penataran Imam dan Calon Imam I.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 27 adalah tentang 7 percikan darah di atas Tabut Perjanjian. Sekarang artinya sengsara yang dialami oleh Yesus sampai mati di kayu salib untuk menyelamatkan, menyucikan, sampai menyempurnakan kita semua.

Kita mempelajari cerita yang ke-7 yaitu kubur Yesus dijaga.

Matius 27:62-66
27:62 Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus,
27:63 dan mereka berkata: "Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit.
27:64 Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama."
27:65 Kata Pilatus kepada mereka: "Ini penjaga-penjaga bagimu, pergi dan jagalah kubur itu sebaik-baiknya."
27:66 Maka pergilah mereka dan dengan bantuan penjaga-penjaga itu mereka memeterai kubur itu dan menjaganya.

Imam-imam kepala dan orang Farisi memeterai kubur Yesus, dan menjaga dengan serdadu-serdadu dari Pilatus.
Artinya mereka tidak percaya kebangkitan Yesus, mereka menolak kebangkitan Yesus.

Roma 8:11
8:11 Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Kebangkitan Yesus adalah oleh kuasa Roh Kudus.
Jadi, imam-imam kepala dan orang Farisi adalah gambaran dari hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang menolak kuasa kebangkitan Yesus, menolak Roh Kudus. Sama dengan melayani tanpa Roh Kudus.

Ayub 34:14-15
34:14 Jikalau Ia menarik kembali Roh-Nya, dan mengembalikan nafas-Nya pada-Nya,
34:15 maka binasalah bersama-sama segala yang hidup, dan kembalilah manusia kepada debu.

Sehebat apapun manusia di dunia, tanpa Roh Kudus hanya seperti debu. Sekarang lebih mendasar lagi, sehebat apapun hamba Tuhan, tanpa Roh kudus hanya seperti debu.
Debu adalah gambaran manusia darah daging yang hanya hidup menuruti naluri daging, keinginan daging, dan hawa nafsu daging sehingga hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba, dll.) dan dosa kawin-mengawinkan (percabulan, penyimpangan seks, nikah yang salah, kawin-cerai, dll.).

Kejadian 3:14
3:14 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu.

Debu tanah hanya menjadi makanan ular. Artinya manusia darah daging tanpa Roh Kudus hanya binasa untuk selama-lamanya.

Jadi, kesimpulannya hamba Tuhan atau anak Tuhan mutlak membutuhkan Roh Kudus.


Yohanes 16:7

16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Bagaimana kita bisa menerima Roh Kudus?
  • Dari pihak Tuhan: Yesus harus pergi artinya Yesus harus mati di kayu salib, bangkit, dan naik ke Sorga untuk mencurahkan Roh Kudus untuk kita semua.
  • Dari pihak kita: kita harus menghargai salib atau korban Kristus.
    Praktek menghargai salib:
    1. Percaya Yesus, bertobat, dan lahir baru dari air dan roh.
    2. Doa puasa, yaitu proses penyaliban daging sampai daging tidak bersuara lagi, maka Roh Kudus akan dicurahkan atas kita.

Kegunaan kuasa kebangkitan Roh Kudus:
  1. Roh Kudus mematikan segala perbuatan daging yang mengakibatkan kematian rohani (kering rohani) dan kebinasaan untuk selama-lamanya.
    Roma 8:13
    8:13 Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup.

    Galatia 5:19-21
    5:19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
    5:20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
    5:21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.

    Jika Roh Kudus mematikan perbuatan-perbuatan daging, maka kita menjadi hidup secara rohani, yaitu hidup dalam kebenaran (semua aspek hidup kita benar) dan melayani dengan setia dan benar, melayani dengan setia dan berkobar-kobar.

    Apa yang tidak benar harus dibuang, biar Roh Kudus yang menolong kita.

    Melayani dengan setia dan benar, suci, berkobar-kobar sama dengan menjadi biji mata Tuhan yang tidak bisa dijamah oleh apapun. Kita mengalami perlindungan Tuhan dari antikris dan Babel (kenajisan).


  2. Roh Kudus menyucikan bangsa Kafir supaya menjadi persembahan yang berkenan dan berbau harum kepada Tuhan. Ini sama dengan melayani dengan bau harum.
    Roma 15:16
    15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

    Tanpa Roh Kudus, bangsa Kafir bagaikan binatang haram yang tidak boleh dipersembahkan kepada Tuhan, seperti anjing dan babi tidak boleh dipersembahkan kepada Tuhan. Tanpa Roh Kudus, bangsa Kafir tidak boleh melayani.
    Keistimewaan anjing adalah lidah yang menjilat muntah, yaitu perkataan sia-sia, berdusta, menjelekkan orang, gosip yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, memfitnah, melemahkan iman orang lain. 
    Keistimewaan babi adalah kembali ke kubangan, yaitu perbuatan yang jahat dan najis.
    Kehidupan yang tanpa Roh Kudus (seperti anjing dan babi) tidak boleh melayani, sebab pasti akan berbau busuk.

    Ibrani 13:15-16
    13:15 Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.
    13:16 Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.

    Jika Roh Kudus menyucikan bangsa Kafir dari sifat anjing dan babi, maka bangsa Kafir menghasilkan:
    • Perkataan-perkataan yang memuliakan Tuhan, mulai dari bisa mengaku dosa, tidak berdusta, bisa bersaksi, sampai menyembah Tuhan.
    • Perbuatan-perbuatan benar, suci, dan baik, sampai bisa memberi dan mengunjungi anggota tubuh Kristus yang membutuhkan.

    Bangsa Kafir yang disucikan oleh Roh Kudus menjadi persembahan yang berbau harum di hadapan Tuhan.

    Kejadian 8:20-22
    8:20 Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.
    8:21 Ketika TUHAN mencium persembahan yang harum itu, berfirmanlah TUHAN dalam hati-Nya: "Aku takkan mengutuk bumi ini lagi karena manusia, sekalipun yang ditimbulkan hatinya adalah jahat dari sejak kecilnya, dan Aku takkan membinasakan lagi segala yang hidup seperti yang telah Kulakukan.
    8:22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."

    Hasilnya adalah:
    • Tuhan berhadirat di tengah kita untuk menghapus segala kutukan, letih lesu dan beban berat, sehingga semua menjadi enak dan ringan.
      Kalau pelayanan enak dan ringan, maka kita tidak akan pernah meninggalkan pelayanan apapun goncangan yang terjadi di bumi.
    • Tuhan memberkati hidup kita secara terus-menerus seperti pohon yang ditanam di tepi air, tidak bergantung pada musim atau keadaan di dunia.
    • Tuhan memakai kita dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.


  3. Roh Kudus menyucikan bangsa Kafir, membaharui manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu taat dengar-dengaran.
    Titus 3:5
    3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Yesus melayani dengan ketaatan sampai mati di kayu salib. Kita harus meningkatkan pelayanan kita kepada Tuhan sampai bisa melayani dengan ketaatan sampai daging tidak bersuara lagi.

    Hasil taat dengar-dengaran:
    1. Berada di dalam tangan Tuhan yang kuat, yaitu:
      • Bisa menghancurkan segala halangan dan rintangan.
        Yohanes 10:27-28
        10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
        10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

        Kisah Rasul 28:30-31

        28:30 Dan Paulus tinggal dua tahun penuh di rumah yang disewanya sendiri itu; ia menerima semua orang yang datang kepadanya.
        28:31 Dengan terus terang dan tanpa rintangan apa-apa ia memberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.

        Kita bisa melayani Tuhan tanpa rintangan, sebab tangan Tuhan sudah memberi kemenangan atas segala rintangan.

      • Memberikan jaminan kepastian untuk hidup di dunia sampai hidup kekal selama-lamanya.


    2. Tangan Tuhan yang kuat membuka pintu Sorga, berarti membuka semua pintu di dunia.
      Matius 7:21
      7:21 Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.

      Artinya:
      • Memberi jalan keluar dari segala masalah, sampai yang mustahil menjadi tidak mustahil.
      • Memberi masa depan yang indah, bahagia, dan berhasil.
      • Tangan yang kuat itu menyucikan dan mengubahkan kita terus-menerus, sampai sama sempurna seperti Dia dan kita terangkat naik ke Sorga bersama Dia untuk selama-lamanya.


Tuhan memberkati.