[cetak]
Ibadah Doa Malang, 08 Agustus 2017 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 4:23-24
4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Doa penyembahan yang benar didorong oleh kebenaran dan roh.

Yohanes 17:17

17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Kebenaran adalah firman yang menyucikan kita.

Jadi doa penyembahan yang benar didorong oleh firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus. Firman pengajaran yang benar sanggup menyucikan kehidupan kita, mulai dari hati yang merupakan gudangnya dosa.

Markus 7:21-23

7:21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan,
7:22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan.
7:23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang."

Hati disucikan dari keinginan jahat, keinginan najis, serta kepahitan hati.

Kisah Rasul 2:37

2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"

Jika hati disucikan/ ditusuk oleh pedang firman, maka hati bisa terharu.

Ada 2 sikap terhadap penyucian oleh pedang firman:
  1. Sikap negatif yaitu keras hati.
    Contohnya adalah Yudas Iskariot, punya kedudukan rohani (rasul, bendahara), tetapi selalu mengelak dari tusukan pedang firman. Akibatnya adalah perut hatinya tetap kotor, kering rohani, tidak bisa menyembah Tuhan, sampai binasa.
    Contoh lain adalah Raja Herodes, punya kedudukan jasmani, tetapi menolak penyucian oleh pedang firman, justru marah sampai memenggal kepala Yohanes Pembaptis. Akibatnya adalah tidak bisa menyembah Tuhan, tidak mengalami lahir baru, tetap manusia darah daging yang berdosa, sampai binasa.

  2. Sikap yang benar yaitu terharu, hati lembut, hancur hati.
    Kisah Rasul 2:37-38
    2:37 Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
    2:38 Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

    Kita bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita bisa masuk baptisan air yang benar sehingga menerima hidup baru, memiliki hati nurani yang baik.

Kita bergumul dengan hancur hati untuk menghadapi 3 hal:
  1. Kejatuhan dalam dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.
    Mazmur 51:1-3,18-19
    51:1 Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud, (51-2) ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba. (51-3) Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
    51:18  Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
    51:19 Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

    Contohnya adalah Raja Daud mengaku dosa dengan hancur hati, sehingga berharga di mata Tuhan.
    Jika kita mengaku dosa dengan sungguh-sungguh, maka darah Yesus mengampuni dosa kita sehingga kita bisa hidup benar, semua dipulihkan oleh Tuhan.

  2. Menghadapi penyakit yang sudah mustahil.
    Yesaya 38:1-5
    38:1 Pada hari-hari itu Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Lalu datanglah nabi Yesaya bin Amos dan berkata kepadanya: "Beginilah firman TUHAN: Sampaikanlah pesan terakhir kepada keluargamu, sebab engkau akan mati, tidak akan sembuh lagi."
    38:2 Lalu Hizkia memalingkan mukanya ke arah dinding dan ia berdoa kepada TUHAN.
    38:3 Ia berkata: "Ah TUHAN, ingatlah kiranya, bahwa aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan dengan tulus hati dan bahwa aku telah melakukan apa yang baik di mata-Mu." Kemudian menangislah Hizkia dengan sangat.
    38:4 Maka berfirmanlah TUHAN kepada Yesaya:
    38:5 "Pergilah dan katakanlah kepada Hizkia: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu. Sesungguhnya Aku akan memperpanjang hidupmu lima belas tahun lagi,

    Tuhan memperhatikan setiap tetesan air mata karena penyerahan hidup kepada Tuhan. Dan Tuhan sanggup untuk menyembuhkan secara jasmani dan rohani.

  3. Menghadapi Lazarus yang mati 4 hari.
    Yohanes 11:32-35
    11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
    11:33 Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata:
    11:34 "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
    11:35 Maka menangislah Yesus.

    Maria menangis karena iman kepada Yesus. Yesus menangis karena belas kasihan. Maka terjadi mujizat, Lazarus dibangkitkan. Artinya terjadi mujizat rohani, mulai dari jujur. Maka mujizat jasmani juga terjadi, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    Sampai kita diubahkan menjadi sempurna untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.


Tuhan memberkati.