Ibadah Doa Malang, 10 Juni 2021 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 13:5-6
13:5. Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.
13:6. Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat nama-Nya dan kemah kediaman-Nya dan semua mereka yang diam di sorga.

Ayat 5 = keadaan dari antikris, yaitu setan memberikan kuasa kepada antikris, sehingga antikris memiliki kuasa dalam perkataan untuk menyombongkan diri/ membual, berdusta, menjelekkan yang lain, memfitnah, sampai menghujat Allah.
Orang membual artinya menonjolkan perkara-perkara jasmani untuk menarik simpati.
Ini terjadi mulai sekarang sampai nanti puncaknya saat antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

Ayat 6 = siapa yang dihujat?
  1. Allah.
  2. Nama-Nya.
  3. Kemah kediaman-Nya (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 08 Juni 2021).
  4. Semua mereka yang diam di Sorga.

Malam ini kita pelajari antikris menghujat kemah kediaman-Nya/ Tabernakel.
Tabernakel jasmani dibuat oleh Musa menurut contoh kerajaan Sorga, untuk menjadi tempat kediaman Allah di bumi pada zaman Taurat.
Tabernakel jasmani sudah hancur. Sekarang yang ada pada kita adalah Tabernakel rohani, itulah pengajaran Tabernakel yang membentuk kehidupan kita menjadi tempat kediaman Allah di bumi, dan suatu saat kita ditempatkan di takhta Yerusalem Baru (Tabernakel kekal selamanya).

Jadi, yang dihujat oleh antikris adalah pengajaran Tabernakel. Antikris menghalangi pengajaran Tabernakel, supaya kita tidak menjadi tempat kediaman Allah di bumi tetapi tempat kediaman antikris di bumi, berarti menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan selamanya di neraka.

Oleh sebab itu, hari-hari ini kita harus mendengar dan dengar-dengaran pada pengajaran Tabernakel. Supaya kita dibentuk, disucikan dan diubahkan, menjadi tempat kediaman Allah untuk ditempatkan di Yerusalem Baru selamanya.
Apa pun keadaan kita, yang penting kita menjadi tempat kediaman Tuhan. Ini yang harus kita pikirkan.

Praktik sehari-hari menjadi tempat kediaman Allah di bumi:
  1. Seluruh hidup harus suci.
    Keluaran 25:8-9
    25:8.Dan mereka harus membuat tempat kudus bagi-Ku, supaya Aku akan diam di tengah-tengah mereka.
    25:9.Menurut segala apa yang Kutunjukkan kepadamu sebagai contoh Kemah Sucidan sebagai contoh segala perabotannya, demikianlah harus kamu membuatnya."

    Keluaran 25:8 [terjemahan lama]
    25:8. Maka hendaklah mereka itu memperbuatkan Daku sebuah baitulmukadis, supaya Aku duduk di antara mereka itu.

    Tabernakel adalah Kemah Suci/ baitulmukadis.
    Artinya seluruh kehidupan kita harus suci. Hati, pikiran, perasaan, perbuatan, pergaulan, dan nikah harus suci.

    Keluaran 29:1a
    29:1a."Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imambagi-Ku:

    Kalau hidup kita suci, kita akan diangkat menjadi imam dan raja/ pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan masing-masing.
    Kita beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar.

    1 Petrus 2:5
    2:5.Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidupuntuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

    Imam dan raja yang suci, setia, dan benar, sama dengan batu hidup yang dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna/ mempelai wanita Sorga.

    Batu hidup artinya kita hidup dari belas kasih dan kemurahan Tuhan, sehingga kita bisa hidup di mana saja, kapan saja, dan situasi apa saja, sampai hidup kekal.

    Asalkan ada tanda-tanda kita menjadi tempat kediaman Tuhan, yaitu suci, setia, dan benar, maka kita pasti hidup.
    Contoh: Daniel tetap hidup sekalipun di gua singa.

    Sebaliknya, kalau pelayan Tuhan tidak suci, ia akan menjadi tempat kediaman antikris, sehingga menjadi batu kilangan.
    Kalau tidak suci, pasti tidak setia dan benar dalam pelayanan, mulai dari nikah.
    Batu kilangan artinya keras hati, hidup dalam dosa, gampang tersandung dan menjadi sandungan bagi orang lain.

    Akibatnya adalah hidupnya letih lesu, beban berat, susah payah, dan air mata, sampai dipakai dalam pembangunan Babel, mempelai wanita setan yang akan ditenggelamkan di lautan dunia dan lautan api dan belerang selamanya.

    Wahyu 18:21
    18:21.Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi.

  2. Bersaksi.
    Keluaran 38:21
    38:21.Inilah daftar biaya untuk mendirikan Kemah Suci, yakni Kemah Suci, tempat hukum Allah, yang disusun atas perintah Musa, oleh orang Lewi di bawah pimpinan Itamar, anak imam Harun.

    Keluaran 38:21[terjemahan lama]
    38:21. Maka inilah bilangan segala perkara kemah sembahyang, yaitu
    kemah assyahadat, yang dibilang dengan pesan Musa oleh orang-orang Lewi, di bawah perintah Itamar bin Harun yang imam.

    Tabernakel adalah kemah assyahadat atau kemah kesaksian.
    Artinya tugas seorang imam adalah bersaksi, bukan bergosip, memfitnah, dan menghujat.

    Apa yang disaksikan?
    1 Petrus 2: 9-10
    2:9.Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib:
    2:10. kamu, yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya, yang dahulu tidak dikasihani tetapi yang sekarang telah beroleh belas kasihan.

    Kita bersaksi tentang perbuatan ajaib dari Tuhan yang memanggil kita dari gelap menuju terang-Nya yang ajaib. Ini sama dengan terang keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Kita juga boleh bersaksi tentang mujizat jasmani yang kita alami, tetapi bukan ini pokok utamanya karena setan bisa meniru. Tetapi terang keubahan hidup tidak bisa ditiru oleh setan. Oleh karena itu, kesaksian mujizat jasmani harus bersumber pada keubahan hidup. Kesaksian mujizat jasmani tanpa keubahan hidup akan tersesat pada tanda ajaib palsu dari antikris, sehingga bisa menyembah antikris.

    Contoh kesaksian yang benar adalah kesaksian dari perempuan Samaria.
    Yohanes 4:28-30,39,42
    4:28.Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ:
    4:29."Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?"
    4:30.Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
    4:39.Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuanitu, yang bersaksi: "Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat."
    4:42.dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia."

    Perempuan Samaria ini sudah hancur dan busuk tetapi diubahkan oleh Tuhan menjadi kehidupan di dalam terang, yaitu kembali pada nikah yang benar, sehingga banyak orang percaya Yesus karena kesaksiannya.

    Orang yang percaya Yesus karena kesaksian orang lain masih riskan, karena saat menghadapi pencobaan, ia bisa tidak percaya Yesus lagi. Karena itu itu harus ditingkatkan menjadi pengalaman keubahan hidup secara pribadi lewat mendengar dan dengar-dengaran pada firman ('Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia').

    Ini adalah keyakinan yang teguh, yang tidak bisa diombang-ambingkan oleh pencobaan, ajaran palsu, bahkan maut sekalipun.

    Inilah perkataan kesaksian yang mengalahkan maut/ setan, sehingga kita sekeluarga bisa diselamatkan bahkan sempurna.
    Wahyu 12: 11
    12:11.Dan mereka mengalahkan dia oleh darah Anak Domba, dan oleh perkataan kesaksian mereka. Karena mereka tidak mengasihi nyawa mereka sampai ke dalam maut.

    Mengalahkan setan artinya kita mengalami damai, semua menjadi enak dan ringan.

  3. Suka berkorban dan menyembah.
    Keluaran 38:21
    38:21.Inilah daftar biaya untuk mendirikan Kemah Suci, yakni Kemah Suci, tempat hukum Allah, yang disusun atas perintah Musa, oleh orang Lewi di bawah pimpinan Itamar, anak imam Harun.

    Keluaran 38:21[terjemahan lama]
    38:21. Maka inilah bilangan segala perkara kemah sembahyang, yaitu kemah assyahadat, yang dibilang dengan pesan Musa oleh orang-orang Lewi, di bawah perintah Itamar bin Harun yang imam.

    Tabernakel adalah kemah sembahyang.
    Artinya rumah tempat berdoa dan mempersembahkan korban.

    Dari mana dorongan menyembah Tuhan dan mempersembahkan korban bagi Tuhan? Dari hati yang rela atau suka berkorban dan menyembah.
    Kalau terpaksa dalam berkorban untuk Tuhan, pasti terpaksa untuk menyembah Tuhan.

    Kalau semua dilakukan dengan terpaksa, suatu waktu kita akan dipakai antikris untuk menyembah dia.

    Kita tinggal memilih mau menjadi rumah doa atau sarang penyamun.
    Kalau menjadi rumah doa, ada Roh Kudus. Kalau menjadi sarang penyamun, ada roh jual beli.

    Syarat menjadi rumah doa adalah disucikan dari roh jual beli, yaitu:
    • Roh jual beli adalah kikir dan serakah.
      Dari kikir disucikan menjadi memberi.
      Dari serakah disucikan menjadi suka mengembalikan milik Tuhan yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

    • Roh jual beli adalah jatuh bangun dalam dosa sampai enjoydalam dosa dan puncaknya dosa.
      Kita disucikan sehingga mengalami kelepasan dari dosa bahkan membenci dosa.

    • Roh jual beli adalah cap 666, tetap menjadi manusia daging sekalipun beribadah melayani Tuhan, sampai puncaknya tidak taat dengar-dengaran.
      Kita disucikan menjadi taat dengar-dengaran.

      Ini adalah rumah Allah yang dipenuhi dengan Roh Suci.

    Roma 8:26-28
    8:26.Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27.Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28.Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Roh Kudus yang menolong kita untuk menyembah Tuhan dengan keluhan tak terucapkan, artinya menyembah dengan bahasa roh seperti bayi yang hanya menangis. Saat berada di puncak ketidakberdayaan, kesalahan, kelemahan, kepahitan, kemustahilan dan sebagainya, biar kita tetap bertahan untuk mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kuasa Roh Kudus yang tak terbatas.

    Hasilnya adalah:
Tuhan memberkati.