Ibadah Doa Malang, 10 Oktober 2023 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 21 dalam susunan tabernakel menunjuk tentang shekinah glory/ sinar kemuliaan.

Bagaimana bisa terjadi shekinah glory?
Imamat 16:12-16
16:12 Dan ia harus mengambil perbaraan berisi penuh bara api dari atas mezbah yang di hadapan TUHAN, serta serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian yang digiling sampai halus, lalu membawanya masuk ke belakang tabir.
16:13 Kemudian ia harus meletakkan ukupan itu di atas api yang di hadapan TUHAN, sehingga asap ukupan itu menutupi tutup pendamaian yang di atas hukum Allah, supaya ia jangan mati.
16:14 Lalu ia harus mengambil sedikit dari darah lembu jantan itu dan memercikkannya dengan jarinya ke atas tutup pendamaian di bagian muka, dan ke depan tutup pendamaian itu ia harus memercikkan sedikit dari darah itu dengan jarinya tujuh kali.
16:15 Lalu ia harus menyembelih domba jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa bagi bangsa itu dan membawa darahnya masuk ke belakang tabir, kemudian haruslah diperbuatnya dengan darah itu seperti yang diperbuatnya dengan darah lembu jantan, yakni ia harus memercikkannya ke atas tutup pendamaian dan ke depan tutup pendamaian itu.
16:16 Dengan demikian ia mengadakan pendamaian bagi tempat kudus itu karena segala kenajisan orang Israel dan karena segala pelanggaran mereka, apa pun juga dosa mereka. Demikianlah harus diperbuatnya dengan Kemah Pertemuan yang tetap diam di antara mereka di tengah-tengah segala kenajisan mereka.

Imam besar Harun setahun sekali masuk ruangan maha suci dengan membawa:
  1. Darah lembu jantan untuk dipercikkan.
  2. Serangkup penuh ukupan dari wangi-wangian (dupa).
Maka segala dosa bangsa Israel disucikan dan menerima hidup baru.


Sekarang pelayanan pendamaian oleh Imam Besar Yesus adalah setiap saat. Kita mengaku dosa, disucikan oleh darah Yesus dan mengalami hidup baru.

Praktik mengalami pelayanan pendamaian adalah saat kita mengalami percikan darah/ sengsara daging karena Yesus (masalah mustahil di segala bidang, fitnah, ancaman, ibadah pelayanan, dll), kita harus meningkatkan doa penyembahan kepada Tuhan.

Maka akan terjadi shekinah glory, yaitu segala dosa diampuni, segala masalah diselesaikan. Kita mengalami hidup baru di dalam Tuhan.

Markus 14:35-36
14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

Lukas 22:41,43
22:41 Kemudian Ia menjauhkan diri dari mereka kira-kira sepelempar batu jaraknya, lalu Ia berlutut dan berdoa, kata-Nya:
22:43 Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepada-Nya untuk memberi kekuatan kepada-Nya.

Contoh: Yesus menghadapi Getsemani, Yesus berdoa menyembah Tuhan sampai peluhnya seperti titik darah = pemerasan daging. Ada malaikat memberi kekuatan sehingga Yesus tetap menerima kehendak Bapa untuk disalib, tetapi dibangkitkan dan dimuliakan selama-lamanya.

Demikian juga saat kita menghadapi percikan darah, kita harus meningkatkan doa kepada Tuhan yaitu:
  1. 8 murid duduk, menunjuk doa di halaman tabernakel, yaitu mezbah korban bakaran = doa permohonan.
    Markus 14:32

    14:32 Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: "Duduklah di sini, sementara Aku berdoa."

    Artinya doa yang semata-mata memohon untuk kepentingan daging/ jasmani sehingga daging masih berkuasa, masih bisa berbuat dosa.

  2. Doa 3 murid, menunjuk doa di ruangan maha suci, yaitu mezbah dupa emas = doa penyembahan.
    Markus 14:33
    14:33 Dan Ia membawa Petrus, Yakobus dan Yohanes serta-Nya. Ia sangat takut dan gentar,

    Yakobus = iman, Petrus = pengharapan/ penyucian, Yohanes = kasih.

    Yaitu doa penyembahan yang dinaikkan dengan iman, pengharapan dan kasih, bukan untuk kepentingan jasmani/ daging, tetapi untuk mengalami perobekan daging sampai daging tidak berkuasa. Tetapi daging masih bersuara, yaitu perasaan daging (sedih, takut, gentar sampai mau mati rasanya), dan keinginan daging (ambillah cawan ini, tidak mau disalib).

    Yakobus 1:13-15
    1:13 Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapa pun.
    1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
    1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.

    Keinginan daging mempunyai kekuatan untuk memikat dan menyeret supaya keluar dari kehendak Tuhan sehingga kita mengalami pencobaan, sehingga melahirkan dosa = jatuh dalam pencobaan. Artinya saat dalam pencobaan masih berbuat dosa, menggunakan jalan sendiri.

  3. Doa Yesus Imam Besar di ruangan maha suci = doa yang sempurna, selalu berhasil, tidak pernah gagal.
    Markus 14:35-36
    14:35 Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.
    14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

    Lukas 22:44
    22:44 Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.

    Yaitu doa penyembahan dengan sungguh-sungguh sampai peluhNya seperti darah = terjadi perobekan daging sepenuh sampai daging tidak bersuara lagi, sehingga kita bisa menerima seluruh kehendak Allah sekalipun tidak cocok/ tidak enak bagi daging.

    Maka shekinah glory/ Roh Kemuliaan/ Roh Kudus dicurahkan.

    Titus 3:5
    3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Hasilnya adalah Roh Kudus mengubahkan dari manusia daging menjadi manusia rohani, yaitu kuat dan teguh hati. Kita tidak kecewa/ putus asa/ tinggalkan Tuhan menghadapi apapun karena kita mengalami anggur baru/ kebahagiaan Surga di tengah penderitaan. Kita selalu mengucap syukur. Kita taat dengar-dengaran sehingga tidak berbuat dosa, hidup benar, suci, diberi jabatan, dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

    Daniel 3:16-19,24-25
    3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
    3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
    3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
    3:19 Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar, air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego; lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lebih panas dari yang biasa.
    3:24 Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
    3:25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

    Juga kuat dan teguh hati menghadapi api yang dipanaskan 7 kali = pencobaan di segala bidang yang semakin meningkat sampai antikris berkuasa di bumi 3,5 tahun.

    Roh Kudus sanggup melindungi dan memelihara di tengah kemustahilan yang kita hadapi. Roh Kudus menyelesaikan semua masalah yang mustahil dalam hidup kita.

    Daniel 3:30
    3:30 Lalu raja memberikan kedudukan tinggi kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego di wilayah Babel.

    Roh Kudus sanggup memberi masa depan berhasil indah.

    Daniel 3:28-29
    3:28 Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka.
    3:29 Sebab itu aku mengeluarkan perintah, bahwa setiap orang dari bangsa, suku bangsa atau bahasa mana pun ia, yang mengucapkan penghinaan terhadap Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego, akan dipenggal-penggal dan rumahnya akan dirobohkan menjadi timbunan puing, karena tidak ada allah lain yang dapat melepaskan secara demikian itu."

    Kita dipakai menjadi saksi Tuhan, memuliakan Tuhan.

    Roh Kemuliaan sanggup memuliakan kita = mengubahkan kita sampai sempurna untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

Tuhan memberkati.