Ibadah Doa Malang, 11 Oktober 2018 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 25:10-11
25:10. "Haruslah mereka membuat tabut dari kayu penaga, dua setengah hasta panjangnya, satu setengah hasta lebarnya dan satu setengah hasta tingginya.
25:11 Haruslah engkau menyalutnya dengan emas murni; dari dalam dan dari luar engkau harus menyalutnya dan di atasnya harus kaubuat bingkai emas sekelilingnya.

Tabut perjanjian terdiri dari dua bagian, yaitu tutupan pendamaian dan peti tabut perjanjian.

Peti tabut perjanjian menujuk gereja Tuhan yang sempurna, yakni mempelai wanita Tuhan yang sempurna.
Peti tabut perjanjian terbuat dari kayu penaga yang keras, hitam dan bergetah, artinya manusia daging yang keras hati dan berdosa, dengan segala tabiat dosa yang tersembunyi di dalam.

Jadi, manusia daging yang keras hati dan berdosa dapat diubahkan menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna lewat disalut dengan emas murni (tabiat Yesus) bagian luar dan bagian dalam sampai tidak kelihatan lagi kayunya.

Getah (tabiat dosa) tersembunyi di dalam, seringkali tidak terlihat saat kondisi baik, tapi saat disayat (diganggu, dirugikan, disakiti) akan keluar getah-nya.

Praktek disalut dengan emas murni adalah:
  1. Hidup oleh iman dan memiliki sifat tabiat Kristus.
    Galatia 2:20
    2:20 namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.

    Galatia 3:27
    3:27 Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.

    Permulaan penyalutan dengan emas adalah melalui baptisan air yang benar, sehingga saat keluar dari baptisan air, kita bisa hidup oleh iman dan memiliki sifat tabiat Kristus.

    Baptisan air adalah dasar, oleh karena itu harus benar, supaya mencapai penyalutan terakhir yaitu menjadi mempelai wanita Tuhan yang sempurna seperti Yesus

    1 Petrus 3:3-6
    3:3 Perhiasanmu janganlah secara lahiriah, yaitu dengan mengepang-ngepang rambut, memakai perhiasan emas atau dengan mengenakan pakaian yang indah-indah,
    3:4 tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.
    3:5 Sebab demikianlah caranya perempuan-perempuan kudus dahulu berdandan, yaitu perempuan-perempuan yang menaruh pengharapannya kepada Allah; mereka tunduk kepada suaminya,
    3:6 sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menamai dia tuannya. Dan kamu adalah anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman.

    Tabiat Kristus (tabiat Mempelai):
    • Manusia batiniah yang tersembunyi artinya penyalutan bagian dalam, yaitu lemah lembut dan pendiam (tentram).
      Lemah lembut artinya bisa menerima firman Allah yang lebih tajam dari pedang bermata dua sekeras apa pun itu, sehingga kita bisa disucikan.
      Jika kita bisa menerima firman, maka kita juga bisa menerima sesama dalam kekurangan/ kelemahan. Prakteknya adalah bisa mengampuni dosa sesama dan melupakannya.

      Pendiam artinya banyak berdiam diri/ koreksi diri lewat ketajaman pedang firman Allah. Jika ditemukan dosa, maka kita bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama, dan tidak berbuat dosa lagi.
      Pendiam juga artinya tidak banyak komentar, tidak banyak bergosip.
      Jika pendiam pasti tentram/ damai.

    • Berdandan menunjuk penyalutan bagian luar, yaitu penurut (tunduk, taat/ dengar-dengaran) sampai daging tidak bersuara, meneladan Yesus yang taat sampai mati di kayu salib.

      Orang yang suka melawan (tidak tunduk) pada firman yang benar, suatu saat pasti akan jatuh, hidup penuh susah payah karena selalu menghadapi pintu tertutup sampai pada pintu Sorga tertutup (binasa selamanya).

      Sebaliknya, bila dalam kelemahan bahkan yang mustahil bagaikan pintu tertutup, tetapi jika masih mau disalut emas (melembut, pendiam, dan taat) maka pintu akan dibukakan Tuhan. Tuhan sanggup membukakan segala pintu, pintu masa depan sampai pintu Sorga, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.
  1. Bersalut Tuhan Yesus Kristus sebagai senjata perang.
    Roma 13:12-14
    13:12 Hari sudah jauh malam, telah hampir siang. Sebab itu marilah kita menanggalkan perbuatan-perbuatan kegelapan dan mengenakan perlengkapan senjata terang!
    13:13 Marilah kita hidup dengan sopan, seperti pada siang hari, jangan dalam pesta pora dan kemabukan, jangan dalam percabulan dan hawa nafsu, jangan dalam perselisihan dan iri hati.
    13:14 Tetapi kenakanlah Tuhan Yesus Kristus sebagai perlengkapan senjata terang dan janganlah merawat tubuhmu untuk memuaskan keinginannya.

    Bersalut Tuhan Yesus Kristus sebagai senjata perang adalah lewat tekun tergembala dalam 3 macam ibadah pokok (Ruangan Suci).
    Prosesnya:
    • Ketekunan dalam Ibadah Doa penyembahan (Medzbah Dupa Emas), yaitu persekutuan dengan Allah Bapa di dalam kasihNya. Kita disalut kasih Allah sehingga mengalami kasih yang bertambah-tambah sampai kasih yang sempurna, sampai memiliki terang matahari.
    • Ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci (Meja Roti Sajian), yaitu persekutuan dengan Anak Allah di dalam firman dan korban Kristus. Kita disalut firman dan korban Kristus, mengalami penebusan dan penyucian yang terus menerus sampai memiliki penebusan yang sempurna, sampai mempunyai terang bulan.
    • Ketekunan dalam Ibadah Raya (Pelita Emas), yaitu persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam urapan dan karuniaNya. Kita disalut urapan Roh Kudus dan karuniaNya sampai memiliki karunia yang sempurna, sampai memiliki mahkota 12 bintang.
    Wahyu 11:19
    11:19 Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat.

    Wahyu 12:1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Penyalutan emas dalam penggembalaan (ketekunan dalam 3 macam ibadah) menghasilkan mempelai wanita Tuhan yang sempurna.

    Wahyu 12:2
    12:2 Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan.

    Pada akhir jaman ini, kita akan menghadapi kegoncangan di bumi. Kita membutuhkan penyalutan dari Tuhan. Kita berperang bersama Tuhan lewat doa penyembahan kepada Tuhan. Kita mengeluh dan mengerang, menangis kepada Tuhan.
    Roh Kudus yang menolong supaya kita bisa berdoa menyembah Tuhan dengan hancur hati, berserah dan percaya sepenuh kepada Tuhan.

    Roma 8:26-28
    8:26. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.
    8:27 Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus.
    8:28 Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

    Hasil berdoa menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh adalah:
    • Tuhan mengulurkan tangan belas kasihan untuk menjadikan semua baik.
    • Terjadi kelahiran baru, yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
      Tandanya (prakteknya):
      • Kuat dan teguh hati, yaitu tidak kecewa, tidak putus asa, tidak tinggalkan Tuhan, tetap mengucap syukur, tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan.
      • Sabar menunggu waktu Tuhan, tidak mencari jalan sendiri di luar firman. Kita tetap mengikuti jalan firman yang pasti dan tepat waktu. Kita berserah kepada Tuhan, maka yang mustahil menjadi tidak mustahil.

Tuhan memberkati.