Ibadah Doa Malang, 13 Juni 2017 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2

6:1Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
6:2Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Pembukaan meterai pertama sama dengan penghukuman Allah Roh Kudus yang pertama atas dunia, yaitu terjadi kegerakan kuda putih, sama dengan kegerakan Roh Kudus hujan akhir, sama dengan penghukuman atas dosa. Yang dihukum adalah dosa sehingga kita tidak masuk dalam penghukuman Tuhan.

Kegerakan kuda putih/ kegerakan Roh Kudus hujan akhir adalah kegerakan cahaya anak panah, yaitu firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua. Ini sama dengan kegerakan dalam Kabar Mempelai untuk menyucikan sidang jemaat sampai sempurna, tidak bercacat cela. Dosa dihukum dan tidak berkuasa lagi atas hidup kita.

Apa yang harus disucikan oleh cahaya anak panah (Kabar Mempelai)?
  1. Anak panah menembus jantung hati, empedu dan ginjal.
  2. Anak panah menembus punggung.

Ayub 20:25

20:25Anak panah itu tercabut dan keluar dari punggungnya, mata panah yang berkilat itu keluar dari empedunya: ia menjadi ngeri.

Anak panah menembus punggung menunjuk pada penyucian punggung yang bungkuk seperti perempuan yang bungkuk 18 tahun di bait Allah.

Roma 11:10

11:10 Dan biarlah mata mereka menjadi gelap, sehingga mereka tidak melihat, dan buatlah punggung mereka terus-menerus membungkuk."

Punggung bungkuk artinya pandangan hanya pada perkara dunia, sama dengan mata gelap/ buta. Praktiknya:
  1. Beribadah melayani hanya untuk mencari perkara jasmani (uang, kedudukan, jodoh, dll).
  2. Tidak setia sampai tinggalkan ibadah pelayanan karena mencari perkara dunia.
  3. Mengorbankan perkara rohani untuk mendapatkan perkara jasmani. Contoh: Esau.
Akibatnya adalah dicap 666, menjadi sama dengan antikris yang akan dibinasakan.

Cahaya anak panah sanggup menyucikan punggung yang bungkuk sehingga menjadi tegak kembali untuk memuliakan Tuhan, memiliki pandangan yang rohani.

Ibrani 12:2

12:2Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.

Pandangan rohani adalah pandangan yang hanya tertuju pada Yesus yang duduk di sebelah kanan tahta Allah Bapa. Praktiknya:
  1. Kita mengalami pelayanan pendamaian oleh Yesus sebagai Imam Besar.
    Kita bisa mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakan. Maka darah Yesus menghapus dosa-dosa kita sehingga kita mengalami damai sejahtera, semua enak dan ringan.

  2. Kita menjadi imam-imam dan raja-raja.
    Kolose 3:1
    3:1Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah.

    Kita menjadi hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari semua perkara di dunia, setia dan benar, setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan (tidak mau sampai tidak bisa dihalangi oleh apa pun).

    Yesaya 11:5

    11:5Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggang tetap terikat pada pinggang.

    Ini sama dengan menjadi pelayan Tuhan yang berikat pinggang.

    Lukas 17:7-8

    17:7"Siapa di antara kamu yang mempunyai seorang hamba yang membajak atau menggembalakan ternak baginya, akan berkata kepada hamba itu, setelah ia pulang dari ladang: Mari segera makan!
    17:8Bukankah sebaliknya ia akan berkata kepada hamba itu: Sediakanlah makananku. Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai selesai aku makan dan minum. Dan sesudah itu engkau boleh makan dan minum.

    Kita memberi makan minum kepada Tuhan, memuaskan hati Tuhan.
    Hasilnya adalah urusan makan minum adalah urusan Tuhan. Tuhan memelihara kita secara berlimpah, sampai mengucap syukur. Tuhan memberi kepuasan Surga. Kita tidak mencari kepuasan semu di dunia, tidak jatuh dalam dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.
    Kita dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh Kristus, mulai dalam nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh Kristus yang sempurna.

  3. Menyembah Yesus sebagai Imam Besar, Raja segala raja.
    Ini sama dengan memandang wajah Yesus yang bersinar bagaikan matahari di atas gunung. Sinar matahari menunjuk kemurahan dan kebaikan Tuhan, anugerah Tuhan yang besar. Hasilnya:
    • Tuhan sanggup mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Ini mujizat rohani, mujizat terbesar.
      Takut/ kuatir diubahkan menjadi takut akan Tuhan, yaitu membenci dosa dan dusta. Wajah takut, pucat, muram, diubahkan menjadi wajah berseri.

    • Mujizat jasmani juga terjadi. Jika mendung/ awan gelap disinari, akan muncul pelangi. Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil.

    • Sinar matahari juga sanggup menembusi lembah-lembah yang gelap. Kita diangkat dari lembah kejatuhan dalam dosa, lembah kegagalan, lembah air mata, lembah maut. Semua menjadi berhasil, indah dan bahagia pada waktunya.

    Sampai kita diubahkan menjadi sempurna untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali, kita memandang Dia muka dengan muka.

Tuhan memberkati.