Ibadah Doa Malang, 14 April 2009 (Selasa Sore)

Matius 24:31adalah keadaan ketiga saat kedatangan Tuhan kedua kali, yaitu terdengar sangkakala yang dahsyat bunyinya untuk menampilkan gereja Tuhan dalam kemuliaan sebagai Mempelai Wanita di awan-awan yang permai. Suara sangkakala = firman penggembalaan.

Imamat 25:8-10.
Sangkakala ditiup pada tahun Yobel. Pada tahun ini terjadi pembebasan / penebusan, yaitu segala tanah / harta benda yang sudah dijual harus kembali kepada pemiliknya tanpa syarat.
Artinya, pada tahun Yobel, saat sangkakala berbunyi, Tuhan mengembalikan apa yang sudah hilang dari kita.

Yang sudah hilang dari manusia adalah:
Malam ini, kita masih melanjutkan kehilangan damai sejahtera.

Roma 3:23.
Sejak Adam dan Hawa berbuat dosa, maka seluruh manusia berbuat dosa (hilang pakaian dan damai sejahtera), manusia menjadi takut untuk bertemu Tuhan, sehingga terpisah dari Tuhan(Yesaya 59:1-2).
Jika pemisahan ini dibiarkan, maka akan bertambah lebar, sampai dipisahkan oleh jurang maut = berada dalam kebinasaan untuk selama-lamanya. Mulai sekarang, pemisahan ini dimulai dengan tidak beribadah, sampai nanti terpisah saat Yesus datang kedua kali (tertinggal dibumi), dan terpisah selamanya (masuk neraka).

Jalan keluarsupaya manusia bisa mendapatkan apa yang hilang (damai sejahtera), sehingga tidak terpisah dari Tuhan adalah lewat korban pendamaian = korban Kristus(1 Yohanes 4:9-10).

Proses untuk berdamai di dalam korban Kristus, yaitu:
  1. Mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama dengan sejujur-jujurnya dan berani menanggung resiko apapun. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.
  2. Mengampuni orang yang mengaku dosa pada kita dengan setulus-tulusnya dan jangan diungkit-ungkit lagi.
Hasil pendamaian:
  1. Roma 3:24-25, 6:18, kita dibenarkan oleh darah Yesus, selanjutnya kita harushidup dalam kebenaran = menjadi hamba kebenaran.
    Hamba kebenaran akan melayani dengan setia dan benar, mulai dari nikah, lanjut dalam penggembalaan, kunjungan-kunjungan. Kita harus menjaga kebenaran yang seharga darah Yesus ini di mana pun kita berada.

    Yesaya 32:17.
    Kalau kita benar, maka akan datang damai sejahtera. Kebenaran itu juga yang melindungi kita dari murka Allah saat terjadi penghukuman dunia ini (Amsal 11:4).

    Biarlah cita-cita kita yang tertinggi adalah menjadi orang benar!

  2. Ibrani 10:8-10, 12:14,kita disucikan oleh darah Yesus dan mengalami damai sejahtera.
    Suci dan damai = melihat Tuhan / menyembah Tuhan, ini adalah hubungan yang paling erat dengan Tuhan, tidak terpisah dari Tuhan. Orang suci dan damai bisa naik ke gunung = menyembah Tuhan (Mazmur 24:3-4), seperti saat Tuhan naik ke atas gunung bersama Musa dan Elia (Matius 17:1-3).

    Hasil menyembah Tuhan (di gunung):

    • Mazmur 24:5, hujan berkat = pemeliharaan Tuhansampai di zaman antikris.
      Yakobus 5:17-19, ini diwakili oleh Elia.

    • Menghapus segala kemustahilan, untuk menyelesaikan segala masalah kita, sampai yang mustahil sekalipun.
      Ini diwakili oleh Musa. Ia divonis oleh Tuhan tidak boleh masuk tanah Kanaan, dan sampai mati ia tidak masuk Kanaan. Tetapi di Matius 17, Musa bisa menginjakkan kakinya di Gunung Tabor di tanah Kanaan. Ini semua hanya karena doa penyembahan.

    • Mengalami keubahan hidup, dari manusia daging menjadi manusia rohani, seperti Yesus.
      Filipi 2:5,7-8, mulai dari taat dengar-dengaran seperti Yesus, sampai taat sampai mati di kayu salib; taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara. Sampai suatu saat kita diubahkan menjadi MempelaiNya.
Tuhan memberkati.