Ibadah Doa Malang, 14 November 2019 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 10:1-3
10:1 Dan aku melihat seorang malaikat lain yang kuat turun dari sorga, berselubungkan awan, dan pelangi ada di atas kepalanya dan mukanya sama seperti matahari, dan kakinya bagaikan tiang api.
10:2 Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi,
10:3 dan ia berseru dengan suara nyaring sama seperti singa yang mengaum. Dan sesudah ia berseru, ketujuh guruh itu memperdengarkan suaranya.

Tujuh kali percikan darah di atas tutup pendamaian adalah gambaran sengsara Yesus sampai mati di kayu salib untuk mendamaikan, menolong, dan menaungi kita yang percaya kepadaNya, sampai sempurna dan menjadi milikNya selamanya (tak terpisahkan).

Karena Yesus mengalami tujuh kali percikan darah, maka Yesus mengalami tujuh sinar kemuliaan, untuk menyinari gereja Tuhan yang banyak kelemahan dan kekurangan, sampai suatu waktu bisa menjadi sama mulia dan sempurna dengan Dia.

Penampilan pribadi Yesus dalam tujuh sinar kemuliaan:
  1. [Wahyu 10:1] Berselubungkan awan.
  2. [Wahyu 10:1] Pelangi ada di atas kepalanya.
  3. [Wahyu 10:1] Mukanya sama seperti matahari.
  4. [Wahyu 10:1] Kakinya bagaikan tiang api.
  5. [Wahyu 10:2] Dalam tangannya ia memegang sebuah gulungan kitab kecil yang terbuka.
  6. [Wahyu 10:2] Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya di atas bumi.
  7. [Wahyu 10:3] Berseru dengan suara nyaring seperti singa yang mengaum.
Yesus tampil dengan tujuh sinar kemuliaan untuk menyinari manusia berdosa yang hina untuk menjadi sempurna dan sama mulia dengan Dia.

ad. 6. Ia menginjakkan kaki kanannya di atas laut dan kaki kirinya diatas bumi.
Ini menunjuk kewibawaan dan kekuasaan Tuhan untuk mengalahkan musuh-musuh.

Wahyu 13:1-3,5
13:1 Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.
13:2 Binatang yang kulihat itu serupa dengan macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kepadanya kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar.
13:3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu.
13:5 Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya diberikan juga kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya.

Binatang buas keluar dari laut adalah gambaran antikris.

Jadi Yesus menginjakkan kaki kananNya diatas laut artinya kewibawaan dan kekuasaan Tuhan dalam mengalahkan antikris.

Antikris tampil dengan kematian palsu dan kebangkitan palsu sehingga menghasilkan kemuliaan palsu, yakni kemuliaan duniawi/ daging yang hanya menonjolkan kemakmuran dan hiburan duniawi yang membawa pada kebinasaan kekal di neraka selamanya.

Awasan, banyak hamba-anak Tuhan merasa beribadah dan melayani Tuhan, tapi kenyataannya sedang menyembah antikris. Ini ditandai dengan ibadah dan pelayanannya hanya untuk (mengarah pada) mencari kemuliaan duniawi/ daging, yakni kemakmuran dan hiburan duniawi, tanpa salib. Sehingga tanpa penyucian dan tanpa pembaharuan, akibatnya menjadi sama dengan antikris.

Tuhan berusaha menolong, dengan cara Yesus harus lahir sebagai manusia tanpa dosa, mati disalib, dan bangkit ke Sorga, sehingga menghasilkan kemuliaan sejati (kemuliaan Sorga).

2 Timotius 2:8
2:8 Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku.

Matius 22:42-44
22:42 "Apakah pendapatmu tentang Mesias? Anak siapakah Dia?" Kata mereka kepada-Nya: "Anak Daud."
22:43 Kata-Nya kepada mereka: "Jika demikian, bagaimanakah Daud oleh pimpinan Roh dapat menyebut Dia Tuannya, ketika ia berkata:
22:44 Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.

Yesus lahir, mati dan bangkit untuk:
  1. Mengalahkan antikris.

  2. Memberi teladan kematian dan kebangkitan yang sejati, supaya kita mengikut jejakNya memperoleh kemuliaan sejati (kemuliaan Sorga).
    1 Petrus 2:21-25
    2:21 Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristus pun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
    2:22 Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
    2:23 Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
    2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.
    2:25 Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu.

    Praktek mengikut jejakNya:
    • Masuk baptisan air yang benar.
      Roma 6:4
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat (mati terhadap dosa) harus dikubur dalam air bersama Yesus , supaya bangkit bersama Yesus untuk mendapatkan hidup baru, yakni hidup dalam kebenaran.

      Berbuat dosa pasti merugikan (menyakiti) orang lain.
      Mati dari dosa artinya berhenti/ tidak berbuat dosa. Prakteknya adalah tidak lagi merugikan (menyakiti) orang lain maupun Tuhan, tidak dusta (tidak menipu), tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, sampai puncaknya bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.

      Mati bersama Yesus adalah tidak berbuat dosa, bukan miskin atau menderita.
      Bangkit bersama Yesus adalah hidup dalam kebenaran dan kesucian, bukan kaya atau sukses.

    • Masuk dalam penggembalaan yang benar, yakni tekun dalam 3 macam ibadah pokok, sehingga tubuh jiwa roh melekat pada Allah Tritunggal. Setan tritunggal tidak bisa menjamah. Hidup terpelihara sampai kelimpahan (selalu mengucap syukur) dan sempurna (layak menyambut kedatangan Tuhan yang kedua kali).
  3. Mencurahkan Roh Kudus bagi kita.
    Yohanes 16:7
    16:7 Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    Kegunaan Roh Kudus:
    • Memberi kekuatan.
      Yohanes 14:16-18
      14:16 Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,
      14:17 yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu.
      14:18 Aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim piatu. Aku datang kembali kepadamu.

      Tanpa Roh Kudus, sehebat apa pun manusia hanya seperti yatim piatu. Artinya tidak dapat mengalami keubahan hidup, tetap manusia daging, yang tidak bisa taat kepada firman yang benar.

      Ingat, ketaatan akan firman yang benar adalah permulaan keberhasilan dan keindahan.

    • Memberi kepuasan sejati.
      Yohanes 4:9,15-18
      4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)
      4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
      4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
      4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
      4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."

      Semua yang ada di dunia ini tidak dapat memberi kepuasan sejati, hanya Roh kudus yang sanggup memuaskan.

      Oleh Roh Kudus, kita bisa bersyukur, bersaksi dan menyembah Tuhan sampai mengalami kebahagiaan Sorga.

    • Menyelesaikan segalanya.
      2 Raja-raja 4:1-7
      4:1 Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: "Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya."
      4:2 Jawab Elisa kepadanya: "Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah." Berkatalah perempuan itu: "Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak."
      4:3 Lalu berkatalah Elisa: "Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit.
      4:4 Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!"
      4:5 Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.
      4:6 Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: "Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi," tetapi jawabnya kepada ibunya: "Tidak ada lagi bejana." Lalu berhentilah minyak itu mengalir.
      4:7 Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: "Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu."

      Roh Kudus sanggup membereskan semua masalah sampai yang mustahil, sanggup memulihkan (menjadikan baik dan indah), sanggup menyucikan dan mengubahkan sampai menjadi sempurna seperti Dia, layak menyambut kedatanganNya, bersama Dia dan berbahagia selamanya.

Tuhan memberkati.