[cetak]
Ibadah Doa Malang, 16 Agustus 2011 (Selasa Sore)

Bersamaan Penataran Imam-Imam & Calon Imam II

Matius 26:20-25
26:20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
26:21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku."
26:22 Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: "Bukan aku, ya Tuhan?"
26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
26:24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan."
26:25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

Dalam Perjanjian Lama, makan Perjamuan Paskah adalah makan roti tidak beragi dan daging panggang.
Dalam Perjanjian Baru, makan Perjamuan Paskah adalah makan firman pengajaran yang benar dan murni (roti tidak beragi) dan Perjamuan Suci (daging panggang).

Firman pengajaran yang benar dan Perjamuan Suci mengandung kuasa penyucian atas dosa-dosa sampai dosa-dosa yang tersembunyi di dalam hati, yaitu keinginan jahat dan najis yang juga tersembunyi dalam perut hati Yudas. Yudas tetap menyembunyikan dosa-dosa dalam perut hatinya sampai binasa selamanya.

Keinginan jahat adalah keinginan akan uang, yang mengakibatkan kikir (tidak bisa memberi) dan serakah (merampas hak orang lain, menjadi pencuri).  Mulai dari mencuri milik Tuhan, yaitu perpuluhan dan persembahan khusus. Juga mencuri milik sesama.

Keinginan najis adalah dosa makan-minum dan dosa percabulan (dosa kawin-mengawinkan). Dosa percabulan ini termasuk juga nikah yang salah, percabulan, pertengkaran, perceraian.

Keinginan jahat dan keinginan najis ini betul-betul bertahan dalam perut hati, merupakan dosa yang sangat mengikat kehidupan imam-imam dan pelayan-pelayan Tuhan.

Wahyu 9:20-21
9:20 Tetapi manusia lain, yang tidak mati oleh malapetaka itu, tidak juga bertobat dari perbuatan tangan mereka: mereka tidak berhenti menyembah roh-roh jahat dan berhala-berhala dari emas dan perak, dari tembaga, batu dan kayu yang tidak dapat melihat atau mendengar atau berjalan,
9:21 dan mereka tidak bertobat dari pada pembunuhan, sihir, percabulan dan pencurian.

Wahyu 18:2
18:2 Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,

Kehidupan yang mempertahankan keinginan jahat dan najis ini akan mengarah pada pembangunan Babel.

Tahun ini adalah tahun pemisahan. Kehidupan yang mau disucikan akan makin jelas, kehidupan yang tidak mau disucikan juga akan makin jelas.

Firman pengajaran yang benar dan Perjamuan Suci akan menyucikan kita dari segala kejahatan dan kenajisan, sehingga kita bisa hidup dalam kesucian dan tidak terpisah.

Keluaran 29:1
29:1. "Inilah yang harus kaulakukan kepada mereka, untuk menguduskan mereka, supaya mereka memegang jabatan imam bagi-Ku: Ambillah seekor lembu jantan muda dan dua ekor domba jantan yang tidak bercela,

Jika kita mau disucikan dan hidup dalam kesucian, maka kita bisa ditahbiskan menjadi imam-imam dan raja-raja, hamba Tuhan atau pelayan Tuhan.

Imamat 21:12
21:12 Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Imam-imam dan raja-raja harus berada di Ruangan Suci.
Ruangan Suci ini sama dengan kandang penggembalaan. Di dalamnya terdapat 3 macam alat yang menunjuk pada ketekunan dalam 3 macam ibadah:
  • Pelita Emas --> ketekunan dalam Ibadah Raya.
  • Meja Roti Sajian --> ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci.
  • Medzbah Dupa Emas --> ketekunan dalam Ibadah Doa Penyembahan.

Hasil berada dalam Ruangan Suci:
  1. Mempertahankan dan meningkatkan kesucian.
    Efesus 4:11-12
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kalau kita hidup suci, maka Tuhan akan memperlengkapi hidup kita dengan jabatan pelayanan, sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus.

  2. Mengalami minyak urapan Roh Kudus.
    Kegunaan minyak urapan Roh Kudus:
    • Roh Kudus memberikan karunia-karunia Roh Kudus = kemampuan ajaib yang lebih dari apapun juga (ijazah, pengalaman, kekayaan, dll.) sehingga kita bisa melayani sesuai dengan jabatan pelayanan.

      Kalau kita melayani pekerjaan Tuhan dengan karunia Roh Kudus, maka akan bernilai rohani. Ini yang membedakan pelayanan pekerjaan Tuhan dengan pekerjaan di dunia.
      Pelayanan dalam urapan Roh Kudus juga akan tertib dan teratur, tersusun rapi.

      1 Timotius 4:14
      4:14 Jangan lalai dalam mempergunakan karunia yang ada padamu, yang telah diberikan kepadamu oleh nubuat dan dengan penumpangan tangan sidang penatua.

      Karunia-karunia Roh Kudus ini kita dapatkan dari penumpangan tangan seorang gembala.

      Lalai menggunakan karunia = terkutuk.
      Setia dan bertanggung jawab menggunakan karunia = kebahagiaan Sorga.

    • Roh Kudus mencurahkan kasih Allah, sehingga kita kuat dan teguh hati
      Roma 5:5
      5:5 Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

      Kuat dan teguh hati artinya tidak putus asa, tidak kecewa, tidak tinggalkan pelayanan apapun yang dihadapi; tetapi tetap setia dan berkobar-kobar sampai garis akhir, sampai meninggal dunia atau sampai kedatangan Yesus kedua kali.

    • Roh Kudus membaharui, mengubahkan kehidupan kita, dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Tuhan.
      Titus 3:5
      3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

      Ini adalah mujizat rohani, mujizat terbesar yang tidak bisa ditiru siapapun. Keubahan ini dimulai dari hati yang taat dengar-dengaran.
      Ketaatan adalah permulaan keberhasilan dan keindahan hidup kita.
      Tidak taat adalah permulaan kegagalan dan kehancuran seperti Yudas.

      Roh Kudus juga mampu melakukan mujizat jasmani, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Ketaatan akan memberikan jalan keluar dan pertolongan. Tidak taat adalah jalan buntu. 

      Sampai mujizat terakhir saat Tuhan datang, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, menjadi mempelai wanita Tuhan yang siap menyambut kedatanganNya kedua kali.

Tuhan memberkati.