[cetak]
Ibadah Doa Malang, 18 Juli 2019 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 9:13-21 tentang sangkakala yang keenam atau hukuman Anak Allah yang keenam atas manusia di dunia, yakni sepertiga dari manusia akan mati binasa tubuh jiwa rohnya karena peperangan besar.
Binasa artinya tidak bisa kembali ke Firdaus, tidak bisa masuk kerajaan Sorga yang kekal selamanya, samadengan binasa di neraka selamanya.

Pemicu peperangan adalah 4 malaikat peperangan yaitu setan, antikris, nabi palsu, dan hamba Tuhan yang dikuasai oleh setan tritunggal.
Ciri hamba Tuhan yang dikuasai oleh setan tritunggal adalah paling sedikit ada benci dan dusta.

Wahyu 9:15
9:15 Maka dilepaskanlah keempat malaikat yang telah disiapkan bagi jam dan hari, bulan dan tahun untuk membunuh sepertiga dari umat manusia.

Empat malaikat peperangan siap menggunakan setiap jam untuk membinasakan manusia di bumi. Karena itu kita juga harus menggunakan setiap jam perpanjangan sabar Tuhan (perpanjangan umur) untuk peperangan rohani yaitu bertobat (menyelesaikan dosa, bukan menambah dosa) dan bekerja di kebun anggur.

Matius 20:6,12
20:6 Kira-kira pukul lima petang ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula, lalu katanya kepada mereka: Mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?
20:12 katanya: Mereka yang masuk terakhir ini hanya bekerja satu jam dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari.

Bekerja satu jam di kebun anggur merupakan kesempatan dan kemurahan Tuhan bagi bangsa Kafir untuk melayani pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
Pelayanan pembangunan tubuh Kristus dimulai dari dalam nikah/ rumahtangga, dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh Kristus yang sempurna.

Bekerja satu jam di kebun anggur artinya melayani pembangunan tubuh Kristus yang sempurna melalui berjaga dan berdoa, yakni ibadah dan pelayanan kepada Tuhan yang memuncak pada doa penyembahan selama satu jam sehingga kita tidak gugur (tidak menyangkal Tuhan).

Lukas 9:28-29
9:28. Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
9:29 Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

Ibadah pelayanan harus semakin meningkat (naik), maka yang jasmani juga akan meningkat (naik).
Murid yang dibawa Yesus naik ke gunung hanya 3 murid dari 12 murid, jadi hanya seperempat (25%) yang bisa naik. Perumpamaan tentang tanah yang baik juga cuma 25%, yakni hanya 1 tanah yang baik dari 4 tanah yang ada. Ini merupakan awasan bagi kita!

Pengajaran benar mendorong penyembahan benar, yakni menyembah Yesus dengan "Haleluya" sampai di awan-awan yang permai.
Penyembahan palsu yakni penyembahan antikris, hanya mengejar yang jasmani sehingga semakin merosot (turun) sampai binasa di neraka selamanya.

Hasil penyembahan yang benar adalah keubahan hidup .
Markus 13:26-28
13:26 Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan-awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
13:27 Dan pada waktu itupun Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dan akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung bumi sampai ke ujung langit.
13:28. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara. Apabila ranting-rantingnya melembut dan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

Keubahan hidup mulai dari hati diubahkan menjadi hati lembut, belajar pada Yesus yang lemah lembut.

Matius 21:5
21:5 "Katakanlah kepada puteri Sion: Lihat, Rajamu datang kepadamu, Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda."

Hati lembut dimulai dari membuang segala yang kotor yakni kejahatan (cinta akan uang), kenajisan, dan kepahitan hati (iri, benci, dendam), sehingga menjadi hati suci yang bisa menerima firman pengajaran yang benar dan mempraktekkan firman. Maka hati akan dipenuhi kasih Allah.

Yakobus 1:21-22
1:21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.
1:22 Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri.

Hati yang dipenuhi kasih Allah bisa mengasihi Tuhan lebih dari semua (mengutamakan Tuhan lebih dari semua, mengutamakan perkara rohani lebih dari yang jasmani), dan mengasihi sesama seperti diri sendiri sampai mengasihi musuh.

Hati yang lembut tidak akan pernah mengalami musim dingin karena kasih Allah selalu menghangatkan.

Amsal 15:4
15:4. Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati.

Lanjut lidah diubahkan menjadi lidah lembut. Mulai dari jujur (tidak dusta, tidak curang), tidak bergosip, tidak menghujat, sampai tidak salah dalam perkataan.

Hati lembut dan lidah lembut menjadi tempat bagi Roh Kudus (ada sungai air kehidupan).

Wahyu 22:1
22:1. Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Yehezkiel 47:8-10
47:8 Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
47:9 sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.
47:10 Maka penangkap-penangkap ikan penuh sepanjang tepinya mulai dari En-Gedi sampai En-Eglaim; daerah itu menjadi penjemuran pukat dan di sungai itu ada berjenis-jenis ikan, seperti ikan-ikan di laut besar, sangat banyak.

Roh Kudus sebagai sungai air kehidupan sanggup memberi kehidupan jasmani dan rohani secara ajaib. Secara jasmani, Roh Kudus mampu memelihara hidup kita yang kecil ini di tengah kesulitan dunia yang besar. Secara rohani, Roh Kudus membuat kita bisa setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.

Yohanes 4:14-18
4:14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."
4:15 Kata perempuan itu kepada-Nya: "Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air."
4:16 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini."
4:17 Kata perempuan itu: "Aku tidak mempunyai suami." Kata Yesus kepadanya: "Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami,
4:18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar."

Jika dalam nikah sampai berani bercerai, maka harus siap untuk tidak menikah lagi, agar tidak masuk dosa kawin cerai.

Untuk bisa bertahan di dunia yang kering ini, kita harus minum air kehidupan supaya puas (tidak haus lagi). Sampai kita bisa menyembah Tuhan. Sehingga kita selamat, tidak jatuh dalam dosa sampai puncak dosa, dan bisa dipakai untuk bersaksi bagi Tuhan.

Yohanes 4:46-52
4:46 Maka Yesus kembali lagi ke Kana di Galilea, di mana Ia membuat air menjadi anggur. Dan di Kapernaum ada seorang pegawai istana, anaknya sedang sakit.
4:47 Ketika ia mendengar, bahwa Yesus telah datang dari Yudea ke Galilea, pergilah ia kepada-Nya lalu meminta, supaya Ia datang dan menyembuhkan anaknya, sebab anaknya itu hampir mati.
4:48 Maka kata Yesus kepadanya: "Jika kamu tidak melihat tanda dan mujizat, kamu tidak percaya."
4:49 Pegawai istana itu berkata kepada-Nya: "Tuhan, datanglah sebelum anakku mati."
4:50 Kata Yesus kepadanya: "Pergilah, anakmu hidup!" Orang itu percaya akan perkataan yang dikatakan Yesus kepadanya, lalu pergi.
4:51 Ketika ia masih di tengah jalan hamba-hambanya telah datang kepadanya dengan kabar, bahwa anaknya hidup.
4:52 Ia bertanya kepada mereka pukul berapa anak itu mulai sembuh. Jawab mereka: "Kemarin siang pukul satu demamnya hilang."

Roh Kudus sanggup menyucikan dan mengubahkan hidup kita, mulai dari jujur dan percaya (jernih seperti kristal).

Jujur mulai dari mengakui segala kekurangan dan kelemahan dengan hancur hati. Kita percaya bahwa Tuhan sanggup menolong. Maka mujizat terjadi. Mujizat jasmani terjadi yakni tidak ada menjadi ada, semua selesai. Saat Tuhan datang kedua kali, puncak mujizat rohani adalah kita diubahkan menjadi sama mulia seperti Dia.
Semakin disucikan, semakin diubahkan, semakin naik sampai ke awan-awan yang permai bertemu Yesus, bersama Dia selamanya.



Tuhan memberkati.