Ibadah Doa Malang, 18 Juni 2019 (Selasa Sore)

Rekaman Ibadah Doa di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Yohanes 8:44
8:44.Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta.

Ada dua sumber kehidupan rohani:
  1. Sumber yang positif, yaitu Tuhan Yesus sebagai satu-satunya sumber kebenaran di dalam dunia.
    Yohanes 15: 1
    15:1."Akulah pokok anggur yang benardan Bapa-Kulah pengusahanya.


  2. Sumber yang negatif, yaitu setan sebagai sumber ragi dosa/ ketidakbenaran, mulai dari dusta, kebencian, sampai puncaknya dosa, yang mengkhamirkan, menghancurkan, dan membinasakan.
    1 Korintus 5: 11
    5:11.Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5)atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

    Enam dosa yang mendarah-daging, mengikat tubuh, jiwa, dan roh manusia:
    • Mengikat tubuh:
      1. Mabuk = dosa makan-minum, yaitu merokok, mabuk, dan narkoba.
      2. Cabul = dosa kawin-mengawinkan, yaitu percabulan dan nikah yang salah, kawin campur, kawin cerai, sampai kawin-mengawinkan.

    • Mengikat jiwa:
      1. Kikir.
      2. Pemfitnah.
      3. Penipu.

    • Mengikat roh: penyembah berhala.
      Yaitu menyembah patung dan sebagainya, selain dari Tuhan. Atau mengasihi sesuatu lebih dari Tuhan, mengutamakan sesuatu di dunia lebih dari Tuhan, lebih dari ibadah pelayanan kepada Tuhan.
    Enam ragi dosa yang mengikat tubuh, jiwa, dan roh akan menghancurkan persekutuan dengan sesama (tubuh Kristus) dan persekutuan dengan Tuhan. Sehingga terbuang dan binasa untuk selamanya.

Oleh sebab itu, lebih baik membuang ragi dosa, daripada kita terbuang selamanya.

1 Korintus 5:7-8
5:7.Buanglah ragi yang lamaitu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus.
5:8.Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan ragi yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.

Ragi dosa hanya bisa dibuang dengan kekuatan darah Yesus di kayu salib. Yesus adalah satu-satunya manusia yang tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia.

Amsal 28: 13
28:13.Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinyadan meninggalkannyaakan disayangi.

Proses membuang ragi dosa:
  1. Kita harus memiliki ketetapan dan keteguhan hati untuk hanya mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, yang menunjuk dosa-dosa yang tersembunyi dan mendarah daging dalam hidup kita. Sehingga kita bisa menyadari, menyesali, dan mengakui dosa-dosa kepada Tuhan dan sesama.
    Hasilnya adalah darah Yesus akan mengampuni segala dosa atau menutupi dosa-dosa kita sampai tidak ada bekasnya, seperti tadinya tidak pernah berbuat dosa itu.
    Kita juga bisa mengampuni dosa orang lain dan melupakan.

  2. Kita harus memiliki ketetapan dan ketegasan hati untuk meninggalkan dosa-dosa yang sudah diampuni oleh darah Yesus. Kita bisa hidup dalam kebenaran dan kemurnian, sehingga:
    1. Kita mengalami suasana pesta Sorga di tengah dunia yang terkutuk.

    2. Kita bisa menyeru nama Tuhan, menyembah Tuhan, mengulurkan tangan kepada Tuhan, berserah dan berseru hanya kepada Dia.
      2 Timotius 2:19
      2:19.Tetapi dasar yang diletakkan Allah itu teguh dan meterainya ialah: "Tuhan mengenal siapa kepunyaan-Nya" dan "Setiap orang yang menyebut nama Tuhanhendaklah meninggalkan kejahatan."

      Maka Tuhan akan mengulurkan tangan kasih dan kuasa-Nya kepada kita.
      Hasilnya:
      1. Kita mengalami kuasa kesembuhan.
        Markus 1: 40-42
        1:40.Seorang yang sakit kustadatang kepada Yesus, dan sambil berlututdi hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
        1:41.Maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."
        1:42.Seketika itu juga lenyaplah penyakit kusta orang itu, dan ia menjadi tahir.

        Membuang ragi dosa = membuang penyakit.
        1. Secara jasmani, penyakit apa pun yang sudah mustahil bisa disembuhkan.

        2. Penyakit kusta rohani yaitu:
          1. Kebenaran diri sendiri (putih tetapi kusta).
            Kebenaran sendiri artinya sudah berbuat dosa tetapi tidak mau mengaku, malah menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan. Ini yang menghancurkan nikah dan buah nikah.

            Kalau disembuhkan dari kebenaran sendiri, maka kita bisa saling mengaku dan mengampuni, sehingga darah Yesus menyelesaikan dosa. Kita hidup dalam kebenaran dari Tuhan.

          2. Bersungut, disembuhkan sehingga bisa mengucap syukur kepada Tuhan.

      2. Kita mengalami kuasa kebangkitan untuk membangkitkan apa yang sudah mati.
        Lukas 7:12-17
        7:12.Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
        7:13.Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
        7:14.Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"
        7:15.Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.
        7:16. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya."
        7:17. Maka
        tersiarlah kabar tentang Yesusdi seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

        1. Secara jasmani, mati menjadi hidup artinya:
          1. Tangan Tuhan mampu memelihara kehidupan jasmani kita yang tidak berdaya di tengah kesulitan dunia sampai kemustahilan dunia pada zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
          2. Kuasa untuk menghapus kemustahilan= semua masalah yang mustahil akan diselesaikan.

        2. Secara rohani, kuasa untuk menyucikan dan mengubahkan kita dari manusia daging yang binasa menjadi manusia rohani yang mulia seperti Yesus, mulai dari tidak boleh ada dusta dan tidak boleh ada kebencian. Kita bisa mengasihi sesama seperti diri sendiri mulai dari dalam nikah, bahkan mengasihi orang yang memusuhi kita supaya mereka bisa diselamatkan dan diberkati Tuhan.

        3. Nikah dan buah nikah akan dipulihkan, disatukan kembali, dan bahagia.
          'Jangan menangis!' artinya air mata dihapus oleh Tuhan.

        4. 'tersiarlah kabar tentang Yesus'= kita dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kita menjadi saksi Tuhan di mana-mana.

        Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, tidak salah dalam perkataan, hanya berseru "Haleluya" untuk menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya.
Tuhan memberkati.