Ibadah Doa Malang, 18 November 2021 (Kamis Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 14 terkena pada tujuh percikan darah di depan Tabut Perjanjian. Ini menunjuk pada sengsara daging gereja Tuhan bersama dengan Yesus, yang merupakan penyucian terakhir bagi gereja Tuhan untuk mencapai kualitas tidak bercela, kesempurnaan.

Wahyu 14 terbagi menjadi tiga bagian:
  1. Ayat 1-5 = pengikutan gereja Tuhan terhadap Yesus sebagai Anak Domba Allah (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 15 Agustus 2021sampai Ibadah Doa Malang, 14 Oktober 2021).

  2. Ayat 6-13 = pemberitahuan tentang penghakiman (diterangkan pada Ibadah Raya Malang, 17 Oktober 2021).
    Ini merupakan kasih sayang Tuhan. Sebelum hukuman datang, Tuhan sudah memberitahukan lebih dulu supaya kita jangan masuk hukuman. Sejak zaman Nuh dan Lot, saat Tuhan memberitahukan, malah diolok-olok. Begitu juga di akhir zaman Tuhan memberitahukan lebih dulu.
    Jadi kalau ada pelayan Tuhan masuk hukuman Tuhan sampai binasa, itu adalah salahnya sendiri karena keras hati.

  3. Ayat 14-20 = penuaian di bumi.
ad. 2.
Ayat 6-11 = tiga macam penghukuman:
  1. Ayat 6-7 = malaikat pertama memberitakan penghukuman bagi kehidupan yang menolak Injil yang kekal (firman penginjilan dan firman pengajaran), sehingga tidak takut akan Tuhan, tidak memuliakan Tuhan, dan tidak menyembah Tuhan tetapi menyembah ciptaan Tuhan.

  2. Ayat 8 = malaikat kedua memberitakan penghukuman bagi kehidupan yang mabuk dengan anggur hawa nafsu percabulan Babel, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.

  3. Ayat 9-11 = malaikat ketiga memberitakan penghukuman atas kehidupan yang menyembah antikris dan menerima cap 666 pada dahi dan tangannya.

Semua penghukuman Tuhan ini menuju pada api neraka selamanya.

Wahyu 14:12-13

14:12.Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allahdan iman kepada Yesus.
14:13.Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."

Kita berusaha supaya tidak mengalami penghukuman Tuhan lewat 'ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus'.
Artinya kita harus mengalami peningkatan rohani dari iman, pengharapan, sampai kasih (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 16 November 2021).

Iman = pribadi Yakobus.
Pengharapan = pribadi Petrus.
Kasih = pribadi Yohanes.

Matius 17:1
17:1.Enam hari kemudian Yesus membawa Petrus, Yakobus dan Yohanessaudaranya, dan bersama-sama dengan mereka Ia naik ke sebuah gunung yang tinggi. Di situ mereka sendiri saja.

'mereka sendiri saja' = di Injil lain disebutkan mereka berdoa.
Pelayan Tuhan yang memiliki iman, pengharapan, dan kasih adalah seperti Yakobus, Petrus, dan Yohanes yang dibawa Yesus naik ke gunung yang tinggi untuk menyembah.

Jadi, pelayan Tuhan yang memiliki iman, pengharapan, dan kasih sehingga tidak mengalami penghukuman adalah pelayan Tuhan yang gemar menyembah Tuhan.

Kapan Yesus membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes? 'enam hari kemudian' = terlepas dari enam hari.
Angka enam sama dengan angka daging.
Jadi, doa penyembahan adalah proses perobekan atau kelepasan dari daging, yaitu:
  1. Hawa nafsu daging yang membuat pelayan Tuhan tidak taat pada hukum Allah.
    Roma 8:6-7
    8:6.Karena keinginan dagingadalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
    8:7.Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.

    Keinginan daging ini yang membuat tidak damai, tetapi dalam keadaan letih lesu, susah payah, suasana kutukan.

  2. Tabiat daging:
    1. Kemunafikan yang dipicu oleh ajaran palsu (ragi).
      Lukas 12:1
      12:1.Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikanorang Farisi.

    2. Takut pada sesuatu di dunia sampai melawan Tuhan.
      Lukas 12:4
      12:4.Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap merekayang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.

    3. Tamak/ serakah.
      Lukas 12:15
      12:15.Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

      Serakah = mencuri milik orang lain terutama milik Tuhan, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus.

    4. Kekhawatiran yang membuat kita tidak percaya Tuhan, sehingga bergantung pada yang lain.
      Lukas 12:22
      12:22.Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatirakan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.

    5. Tidak setia (Lukas 12:35)
      Tidak setia sama dengan tidak berguna sampai hidup dalam kegelapan.

  3. Perbuatan daging, yaitu perbuatan dosa sampai puncaknya dosa.
    Galata 5:19-21
    5:19.Perbuatan dagingtelah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
    5:20.penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
    5:21.kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu--seperti yang telah kubuat dahulu--bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Oleh sebab itu doa penyembahan harus ditingkatkan, supaya kita cepat mengalami perobekan daging sampai sepenuhnya, dan pintu tirai terobek. Ini sama seperti Yesus yang taat sampai mati di kayu salib untuk mengulurkan tangan kepada kita.
Bagi kita sekarang, kita harus taat sampai daging tidak bersuara.
Kalau taat, Tuhan yang menanggung resikonya. Kalau tidak taat, kita akan menanggung sendiri.

Taat sama dengan mengulurkan tangan iman kepada Tuhan, percaya mempercayakan diri sepenuh pada Tuhan.
Iman ditambah dengan belas kasih Tuhan akan menghasilkan mujizat.

Hasilnya adalah:
  1. 'Terjadi gempa bumi, bukit batu terbelah'.
    Matius 27: 51-53
    27:51.Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelahdua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah,
    27:52. dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit.
    27:53. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang.

    Bagi kita, artinya terjadi kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir untuk menghancurkan kehidupan yang berdosa, untuk disucikan sampai sempurna.

  2. 'Kuburan-kuburan terbuka'.
    Artinya terlepas dari ikatan maut, yaitu:
    • Keinginan akan uang. Kita menjadi kehidupan yang bisa mengembalikan milik Tuhan. Kita bisa lebih berbahagia memberi daripada menerima, sampai menyerahkan seluruh hidup kepada Tuhan.

    • Ikatan Sodom Gomora. Kita terlepas sehingga pandangan kita tertuju pada Yerusalem baru.

    Kuburan juga menunjuk pada ketidakpuasan, artinya hati yang tidak pernah puas sehingga mengomel, bergosip, dan sebagainya.

    Amsal 30:15-16

    30:15.Si lintah mempunyai dua anak perempuan: "Untukku!" dan "Untukku!" Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: "Cukup!"
    30:16.
    Dunia orang mati, dan rahim yang mandul, dan bumi yang tidak pernah puas dengan air, dan api yang tidak pernah berkata: "Cukup!"

    Kalau puas dalam Tuhan, kita akan selalu mengucap syukur dan bersaksi.

  3. Kita mengalami pelayanan Yesus sebagai Imam Besar yang membuka jalan yang baru dan yang hidup.
    Ibrani 10:19-21
    10:19.Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
    10:20.karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidupbagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
    10:21.dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

    Secara jasmani, saat Israel menghadapi laut Kolsom, Tuhan perintahkan Musa mengangkat tangan, sehingga mereka bisa berjalan di tanah kering di tengah-tengah lautan.
    Artinya tangan belas kasih Tuhan sanggup untuk membuka jalan keluar dari segala masalah yang mustahil. Yang mati jadi hidup, sakit disembuhkan, ada masa depan berhasil dan indah.

    Secara rohani, jalan menuju Yerusalem baru terbuka.
    Artinya kita mengalami pembaharuan terus-menerus dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus, yaitu jujur.
    Kalau taat, pasti jujur dan setia. Kita menjadi rumah doa, dan doa kita dijawab oleh Tuhan.
Kalau ini sudah kita alami, dan kita meninggal dunia, kita akan dibangkitkan dalam kemuliaan saat Yesus datang kembali. Kalau kita hidup sampai Tuhan datang, kita akan diubahkan dalam sekejap mata dalam tubuh kemuliaan.
Keduanya akan menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk Firdaus dan Yerusalem baru selama-lamanya.



Tuhan memberkati.