[cetak]
Ibadah Doa Malang, 20 Agustus 2019 (Selasa Sore)

Rekaman Ibadah Doa di Medan.

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 9: 28-29
9:28. Kira-kira delapan hari sesudah segala pengajaran itu, Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa.
9:29. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.


Yesus mengajar, setelah itu Ia membawa murid-murid naik ke atas gunung untuk menyembah.
Jadi, doa penyembahan yang benar didorong oleh firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus sehingga bisa naik ke hadirat Tuhan dan berkenan kepadaNya.

Wahyu 19:6
19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.

Doa penyembahan yang benar akan memuncak pada doa penyembahan di awan-awan yang permai dengan sorak sorai "Haleluya", untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga.
Sesudah itu kita masuk Firdaus dan Yerusalem baru, kerajaan Sorga selamanya. Kita menyembah Tuhan selama-lamanya.

Inilah doa penyembahan yang benar, yang diteladankan Yesus di atas gunung.
Tetapi hati-hati, ada doa penyembahan palsu.

Wahyu 13: 11-12
13:11. Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga.
13:12. Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh.

'sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga'= nabi palsu.
'binatang yang pertama'= antikris.

Doa penyembahan palsu didorong oleh ajaran palsu dan tanda-tanda mujizat palsu, tanpa penyucian dan keubahan hidup.
Doa penyembahan palsu akan memuncak pada penyembahan antikris yang akan dibinasakan di neraka selamanya.

Biarlah doa penyembahan kita sungguh-sungguh didorong oleh firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus sampai puncaknya, kesempurnaan di Sorga selamanya.

Hasil doa penyembahan yang benar:

  1. Meneguhkan panggilan dan pilihan Tuhan atas hidup kita.
    Lukas 9: 35
    9:35. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata: "Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia."

    Yaitu:
    • Teguh dalam firman pengajaran yang benar, tidak goyah oleh ajaran palsu termasuk gosip-gosip.
    • Teguh dalam kebenaran dan kesucian, tidak goyah dan tidak tergoda oleh dosa-dosa.
    • Teguh dalam jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Jangan seperti Yudas yang meninggalkan jabatan pelayanan, sehingga jubahnya diambil orang lain. Yudas menjadi telanjang, perutnya pecah, dan binasa selamanya.

    1 Timotius 1: 12
    1:12. Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku--

    Contoh kehidupan yang teguh dalam panggilan dan pilihan Tuhan, teguh dalam jabatan pelayanan adalah rasul Paulus.
    Teguh dalam jabatan pelayanan artinya:
    • Setia dan dapat dipercaya.
    • Setia dan tanggung jawab.
    • Setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan sampai garis akhir.

    Kehidupan yang semacam ini akan menjadi bintang-bintang bercahaya, yang dipakai oleh Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna dan layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    Kalau menjadi bintang bercahaya, hasilnya adalah bercahaya, artinya hidup kita berhasil dan indah sampai layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali dan masuk kerajaan Sorga selamanya.

    Waspada! Ada bintang yang gugur.
    Wahyu 12:4a
    12:4a. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi.

    Oleh karena itu seorang imam harus banyak menyembah Tuhan, supaya teguh dalam panggilan dan pilihan Tuhan, karena sepertiga bintang akan gugur oleh ekor naga.
    Artinya:
    • Tidak teguh dalam pengajaran yang benar.
    • Tidak teguh dalam kebenaran dan kesucian, mulai berbuat dosa.
    • Tidak teguh dalam jabatan pelayanan, tidak setia berkobar-kobar lagi sampai meninggalkan jabatan pelayanan seperti Yudas.
    Akibatnya adalah gelap, artinya hancur, gagal, bahkan binasa selamanya.

  2. Kebahagiaan yang dikaitkan dengan Tabernakel (tiga kemah), yaitu Halaman, Ruangan Suci, dan Ruangan Maha Suci, yaitu kebahagiaan Sorga.
    Lukas 9:33
    9:33. Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

    Dalam doa penyembahan kita merasakan kebahagiaan Sorga, yaitu:
    • Kebahagiaan yang tidak terpengaruh oleh keadaan dunia. Mungkin kita tidak terlalu banyak harta, kurang sehat, tetapi tetap bahagia.
      Waktu Petrus melihat mujizat lima roti dua ikan untuk lima ribu orang dia tidak berkata: "betapa bahagianya kami". Tetapi di atas gunung yang tinggi dan dingin, tidak ada apa-apanya, dia bisa berkata: "betapa bahagianya kami". Inilah kebahagiaan yang tidak terpengaruh oleh keadaan dunia.

    • Kebahagiaan dalam penderitaan karena Yesus. penderitaan karena kebenaran, pelayanan.
      Kisah Rasul 5: 41
      5:41. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena Nama Yesus.

    Kebahagiaan Sorga akan memuncak pada kebahagiaan kekal di Sorga selamanya.
    Lukas 9: 32-33
    9:32. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur dan ketika mereka terbangun mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya: dan kedua orang yang berdiri di dekat-Nya itu.
    9:33. Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada-Nya: "Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia." Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu.

    Tetapi hati-hati, Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya karena ia tidur dalam doa penyembahan.
    Artinya tidur secara jasmani, malas/ tidak berkobar-kobar dalam doa penyembahan, cenderung bosan dalam doa penyembahan, tersiksa atau terpaksa dalam penyembahan. Ini yang harus dijaga.

    Akibatnya:
    • Tidak mengerti bahkan tidak mengalami kebahagiaan, kehilangan kebahagiaan, sehingga banyak mengalami penderitaan, menderita di tengah kebahagiaan.
    • Mulai goyah dalam panggilan dan pilihan, mulai tidak teguh dalam pengajaran, kebenaran, dan ibadah pelayanan.

  3. Kita mengalami mujizat rohani yang terbesar, yaitu keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Lukas 9:29
    9:29. Ketika Ia sedang berdoa, rupa wajah-Nya berubah dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan.

    Mulai dari pembaharuan wajah. Wajah Yesus bersinar bagaikan matahari.
    Wajah menunjuk pada hati. Pembaharuan wajah sama dengan pembaharuan hati yang keras menjadi:
    • Hati yang lembut.
    • Hati yang menampung kasih Allah, hati hanya berisi kasih Allah. Matahari menunjuk pada kasih Allah.
    • Hati damai sejahtera, artinya tidak merasakan lagi apa-apa yang daging rasakan (kebencian, ketakutan, iri, kejahatan, dan lain-lain), tetapi hanya merasakan kasih Allah.
    • Hati yang taat dengar-dengaran.
    • Hati yang percaya berharap Tuhan, tidak ada kebimbangan, hanya mengulurkan tangan kepada Tuhan, berseru dan berserah kepada Dia.

    Kalau hati lembut, wajah kita akan berseri.
    Apapun keadaan kita mari berseru dan berserah kepada Tuhan, biar Dia yang menanggung semuanya. Wajah kita akan berseri.

    Selanjutnya, Tuhan akan mengulurkan tangan kasih dan kuasa-Nya kepada kita untuk mengadakan mujizat jasmani, yaitu:
    • Pemeliharaan kehidupan kita secara berlimpah, sampai mengucap syukur kepada Tuhan, dan menjadi berkat bagi orang lain.
      Menjelang kematiannya, Musa divonis Tuhan bahwa ia tidak boleh masuk Kanaan. Tetapi lewat doa penyembahan Musa bisa menginjakkan kakinya di tanah Kanaan yang penuh susu dan madu, menunjuk pada pemeliharaan.

    • Kuasa untuk menghapus kemustahilan.
      Musa tidak mungkin bisa masuk Kanaan, tetapi lewat doa penyembahan ia bisa menginjakkan kaki di tanah Kanaan.
      Semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh kuasa Tuhan dalam doa penyembahan, apalagi ditambah dengan doa puasa dan doa semalam suntuk.

    • Kuasa Tuhan untuk menjadikan semua berhasil dan indah pada waktunya.
      Musa sebenarnya sudah gagal karena tidak boleh masuk Kanaan, tetapi lewat doa penyembahan hidupnya bisa berhasil dan indah.

    Kita terus mengalami mujizat sampai saat Yesus datang kembali kedua kali kita akan diubahkan menjadi sma mulia dengan Tuhan. Wajah kita bersinar bagaikan matahari terik untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersama Dia selamanya.


Tuhan memberkati.