Ibadah Doa Malang, 22 Januari 2019 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 2:1-3
2:1 Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi;
2:2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.
2:3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil;

Musa dilahirkan sebagai anak laki-laki yang cantik.
Artinya kita harus mengalami kelahiran baru, supaya selamat, diberkati, dan dipakai oleh Tuhan.
Prosesnya adalah tanda darah, tanda air, dan tanda roh.

Tanda darah yaitu percaya Yesus sebagai satu-satunya Juru Selamat dan bertobat.
Tanda air adalah baptisan air.
Tanda roh adalah baptisan Roh Kudus.
Jadi, kita harus lahir baru dari air dan roh, sehingga menerima hidup baru, yaitu hidup dalam kebenaran. Sehingga kita selamat, diberkati, dan dipakai oleh Tuhan sebagai senjata kebenaran.

Tetapi sekalipun Musa sudah lahir cantik, tetap dikejar oleh Firaun untuk dibunuh.
Demikian juga kita, sekalipun kita sudah lahir baru, selamat, dipakai dan diberkati Tuhan, tetapi tetap dikejar oleh setan dengan kuasa maut. Yaitu lewat pencobaan-pencobaan yang mustahil, dosa-dosa sampai puncaknya dosa, ajaran palsu, kebencian, aniaya, sampai pembunuhan besar-besaran pada jaman antikris berkuasa di bumi selama 3.5 tahun.

Tetapi puji syukur kepada Tuhan, dalam kitab Keluaran Tuhan memberikan cara untuk melepaskan diri dari maut.
  1. [Keluaran 2:2] Musa disembunyikan selama 3 bulan.
  2. [Keluaran 2:3] Musa dibuang ke sungai Nil.
Kita membahas yang kedua.
Musa dibuang ke sungai Nil menunjuk pada pengalaman kematian, yang merupakan hikmat dan kuasa Tuhan yang lebih tinggi dari logika/ pengetahuan/ ilmu apa pun di dunia.

Ibrani 2:14-15
2:14.Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia juga menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-NyaIa memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut;
2:15.dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan merekayang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
1 Korintus 1:23-24
1:23.tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan,
1:24.tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.
Jika dua ayat ini digabungkan, Kristus Yesus yang sudah mati di kayu salib adalah merupakan hikmat dan kuasa Tuhan untuk mengalahkan maut. Jika maut dikalahkan, berarti semua musuh dikalahkan. Juga merupakan hikmat dan kuasa Tuhan untuk melepaskan kita dari maut, untuk menyelamatkan, memberkati, dan memakai hidup kita sebagai senjata kebenaran.
Ibadah pelayanan yang benar harus ditandai salib/ pengalaman kematian. Kita harus masuk pintu yang sempit sehingga bebas dari maut. Dan ini berarti masuk pintu Kerajaan Sorga.
Ibadah pelayanan tanpa salib, yang enak bagi daging, sama dengan masuk pintu lebar. Ini sama dengan dikuasai maut dan menuju kebinasaan selamanya.

Praktek salib/ pengalaman kematian dalam kehidupan kita sehari-hari:
  1. Rela sengsara daging untuk berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan, untuk melakukan kehendak Tuhan, untuk taat dengar-dengaran.
    1 Petrus 4:1-2
    4:1 Jadi, karena Kristus telah menderita penderitaan badani, kamupun harus juga mempersenjatai dirimu dengan pikiran yang demikian, --karena barangsiapa telah menderita penderitaan badani, ia telah berhenti berbuat dosa--,
    4:2 supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah.

    1 Petrus 1:22
    1:22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Jika kita taat dengar-dengaran pada kehendak Tuhan, maka kita bisa hidup dalam kesucian. Maka kita bisa saling mengasihi dengan tulus ikhlas, dan bisa mengasihi musuh, membalas kejahatan dengan kebaikan.

    Efesus 4:11-12
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kalau kita hidup suci dan saling mengasihi, maka kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus (jubah indah). Sehingga kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Mulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh Kristus yang sempurna.

    Hasilnya adalah hidup kita tertata rapi dan indah.
    Tertata rapi artinya sudah tidak boleh sembarangan lagi, tidak boleh seenaknya sendiri melayani, mulai dari dalam nikah. Kalau sudah tertata rapi, maka pasti akan indah.

  2. Rela sengsara daging tanpa dosa.
    1 Petrus 4:12-14
    4:12 Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
    4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
    4:14 Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Bentuknya:
    • Rela sengsara daging karena pemberitaan Injil/ firman pengajaran yang benar.
      2 Timotius 2:9
      2:9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.

    • Rela sengsara karena ibadah pelayanan kepada Tuhan, termasuk doa penyembahan satu jam, doa puasa, doa semalam suntuk. Juga dihina, difitnah, dll.
      2 Korintus 6:4-5, 8
      6:4.Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
      6:5. dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah, dalam berjaga-jaga dan berpuasa;
      6:8. ketika dihormati dan ketika dihina; ketika diumpat atau ketika dipuji; ketika dianggap sebagai penipu, namun dipercayai,

    Mengapa Tuhan ijinkan terjadi? Supaya Roh kemuliaan/ Roh Kudus ada pada kita.
    Kegunaan Roh kemuliaan:
    • Roh kemuliaan engubahkan/ membaharui kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus. Kita menjadi kuat dan teguh hati, tidak kecewa, tidak putus asa, tidak tinggalkan Tuhan menghadapi apa pun juga, bahkan menghadapi maut. Kita tetap berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar. Kita tetap setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir. Kita tetap berbahagia di tengah penderitaan, tetap mengucap syukur kepada Tuhan. Wajah selalu berseri. Kita tetap percaya dan berharap Tuhan.

      1 Tawarikh 19:13
      19:13 Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

      Jika kita kuat dan teguh hati, maka Tuhan akan melakukan yang baik di mata-Nya. Apa yang hancur akan menjadi baik.

    • Roh kemuliaan sanggup mengadakan mujizat jasmani, yang tidak ada menjadi ada, untuk memelihara kehidupan jasmani kita sampai kelimpahan. Sehingga kita selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
      Keluaran 16:7-8
      16:7 Dan besok pagi kamu melihat kemuliaan TUHAN, karena Ia telah mendengar sungut-sungutmu kepada-Nya. Sebab, apalah kami ini maka kamu bersungut-sungut kepada kami?"
      16:8 Lagi kata Musa: "Jika memang TUHAN yang memberi kamu makan daging pada waktu petang dan makan roti sampai kenyang pada waktu pagi, karena TUHAN telah mendengar sungut-sungutmu yang kamu sungut-sungutkan kepada-Nya--apalah kami ini? Bukan kepada kami sungut-sungutmu itu, tetapi kepada TUHAN."

    • Roh kemuliaan sanggup menjadikan yang mustahil menjadi tidak mustahil.
      Yohanes 11:40,43-44
      11:40 Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
      11:43 Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!"
      11:44 Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."

      Roh kemuliaan sanggup menyelesaikan semua masalah kita, sanggup membebaskan kita.
      Sampai jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama sempurna seperti Dia. Kita bisa terangkat ke awan-awan yang permai untuk bersama Dia selamanya.

Tuhan memberkati.