[cetak]
Ibadah Doa Malang, 22 Oktober 2013 (Selasa Sore)

Bersamaan dengan Ibadah Doa Puasa Session III

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Matius 6:16-17
6:16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.
6:17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

Tanda doa puasa yang salah [ay 16]:
  1. Hanya menonjolkan perkara-perkara jasmani.
  2. Muram mukanya, mempertahankan hati yang tidak suci.
  3. Munafik, mempertahankan tabiat daging.

Tanda puasa yang benar [ay 17]:
  1. Minyakilah kepalamu, artinya pikiran diurapi Roh Kudus.
  2. Cucilah mukamu, artinya hati disucikan oleh firman Allah.
Jadi puasa yang benar adalah memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada firman Allah dalam urapan Roh Kudus (firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua) untuk menyucikan hati dan pikiran kita. Ini yang menentukan kebahagiaan hidup kita, sampai hidup kekal.
Jika hati dan pikiran disucikan, maka kita akan melihat Tuhan. Kita bisa melihat Tuhan dan hanya melihat Tuhan. Melihat Tuhan sama dengan melihat pengajaran yang benar. Sama dengan memiliki pandangan yang rohani.
Pandangan ini yang menentukan indah tidaknya hidup kita. Contoh Hawa yang memandang buah yang dilarang Tuhan, akibatnya jatuh dalam dosa dan kutukan. Esau yang hebat namun memiliki pandangan daging, akibatnya mencucurkan air selama-lamanya. Yudas adalah rasul, bendahara, namun karena memandang uang, hidupnya hancur dan binasa.

Pandangan rohani sama dengan pandangan iman.
2 Korintus 5:7
5:7 --sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat--

Contoh Abraham yang memiliki pandangan iman sehingga bisa taat saat disuruh keluar dari negerinya ke tempat yang tidak diketahui sebelumnya. Abraham juga taat saat disuruh mempersembahkan Ishak, anaknya.
Pandangan iman bukan dari melihat, tapi dari mendengar dan melakukan firman pengajaran yang benar.

Praktek memiliki pandangan rohani/ pandangan iman:
  1. Tabah/ tahan uji.
    2 Korintus 5:8
    5:8 tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk menetap pada Tuhan.

    Artinya, tidak bimbang menghadapi ajaran palsu tetapi tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar. Tidak bimbang, tidak kecewa/ bersungut menghadapi pencobaan dan penderitaan, tetapi tetap mengucap syukur, tetap percaya dan berharap Tuhan. Menghadapi dosa sampai puncaknya dosa, kita bisa tetap hidup benar dan suci.

    1 Petrus 1:5-7
    1:5 Yaitu kamu, yang dipelihara dalam kekuatan Allah karena imanmu sementara kamu menantikan keselamatan yang telah tersedia untuk dinyatakan pada zaman akhir.
    1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
    1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

    Tuhan mengijinkan ujian supaya iman kita meningkat menjadi iman yang sempurna bagaikan emas murni (buli-buli emas berisi manna).

    Ibrani 11:1, 3

    11:1 Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.
    11:3 Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

    Iman yang sempurna untuk menjadikan yang tidak ada menjadi ada, yang mustahil menjadi tidak mustahil. Dan untuk bisa menyambut kedatangan Yesus kedua kali.

    1 Petrus 1:7

    1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.


  2. Berusaha supaya hidup kita selalu berkenan kepada Tuhan.
    2 Korintus 5:9
    5:9 Sebab itu juga kami berusaha, baik kami diam di dalam tubuh ini, maupun kami diam di luarnya, supaya kami berkenan kepada-Nya.

    Hidup berkenan kepada Tuhan, artinya:
    1. Takut berbuat dosa dan hidup dalam kebenaran.
      Kisah Rasul 10:35
      10:35 Setiap orang dari bangsa manapun yang takut akan Dia dan yang mengamalkan kebenaran berkenan kepada-Nya.

    2. Menjadi imam-imam dan raja-raja, pelayan Tuhan yang berkenan kepada Tuhan.
      1 Petrus 2:5
      2:5 Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah.

      Yohanes 4:34

      4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

      Pelayanan yang berkenan kepada Tuhan adalah taat dengar-dengaran pada firman Tuhan dan setia sampai akhir. Sama dengan pelayanan yang memuaskan Tuhan, bagaikan memberi makan dan minum kepada Tuhan. Maka Tuhan juga akan memuaskan kita, urusan makan minum merupakan urusan Tuhan, kita hidup dari kemurahan Tuhan. Kita bisa hidup di mana saja, kapan saja, situasi apa saja, sampai hidup kekal selama-lamanya.
      Namun jika tidak taat dan setia, akan dimuntahkan seperti jemaat Laodikia.


  3. Siap untuk menghadapi tahta pengadilan Kristus.
    2 Korintus 5:10
    5:10 Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidupnya ini, baik ataupun jahat.

    Untuk mempertanggungjawabkan dosa-dosa yang sudah dilakukan. Supaya siap menghadap tahta pengadilan Kristus, hari-hari ini kita harus berdamai, menyelesaikan dosa yang sudah pernah kita perbuat, kita katakan, kita pikirkan.
    Berdamai artinya mengaku kepada Tuhan dan sesama, jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Mengampuni dosa orang lain dan melupakan.
    Sampai hati damai sejahtera, tidak tertuduh dan tidak menuduh. Tidak merasa apa-apa lagi yang daging rasakan, hanya merasakan kasih Tuhan. Hati tenang, mengalami perhentian dalam Roh Kudus, diurapi dan dipenuhi Roh Kudus, menjadi tempat Roh Kudus.

    Jika hati menjadi tempat Roh Kudus, hasilnya:
    1. Roh Kudus sanggup menjadikan semua yang letih lesu dan beban berat, menjadi enak dan ringan.

    2. Roh Kudus membuat kita bisa bersaksi.
      Yohanes 15:25-27
      15:25 Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
      15:26 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
      15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

      Bersaksi tentang Kabar Baik kepada orang berdosa supaya diselamatkan, dan bersaksi tentang Kabar Mempelai kepada orang yang sudah selamat supaya disucikan sampai disempurnakan.

    3. Roh Kudus menyucikan dan mengubahkan bangsa kafir (anjing dan babi) menjadi dombanya Tuhan.
      Roma 15:16
      15:16 yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

      Sampai kita menjadi mempelai wanita Tuhan.
      Jika mujizat rohani terjadi, maka Roh Kudus juga mampu melakukan mujizat jasmani. Apa yang sudah hancur bisa dipulihkan. Sampai saat Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Tuhan, kita bersama Tuhan selamanya.



Tuhan memberkati.