[cetak]
Ibadah Doa Malang, 24 Mei 2011 (Selasa Sore)

Pembicara: Pdt. Mikha

Matius 7:15
7:15. "Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas.

Pekerjaan nabi palsu adalah untuk menghancurkan gereja yang benar.

Ciri-ciri nabi palsu adalah sebagai berikut:
  1. Orang-orang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah.
    Yudas 1:4
    1:4. Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

    Arti dari menyalahgunakan kasih karunia Allah adalah sebagai berikut:
    • Melayani Tuhan tapi tidak bertobat.
    • Melayani Tuhan tapi tidak setia dan tidak taat.
    • Salah dalam melayani Tuhan karena tahbisannya salah atau tidak sesuai kehendak Tuhan atau tidak sesuai Firman Tuhan = melayani Tuhan tanpa kasih.

  2. Hidup tanpa Roh Kudus.
    Yudas 1:19
    1:19. Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus.

    Artinya adalah menjadi manusia daging seperti binatang, tanpa Roh Kudus dan tanpa iman, tetapi hidup hanya berdasarkan insting.
    Kejadian 6:3
    6:3. Berfirmanlah TUHAN: "Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja."

    Yudas 1:10
    1:10. Akan tetapi mereka menghujat segala sesuatu yang tidak mereka ketahui dan justru apa yang mereka ketahui dengan nalurinya seperti binatang yang tidak berakal, itulah yang mengakibatkan kebinasaan mereka.

    Hal itu sama artinya dengan tidak ada kasih,  mereka hanya hidup dalam kedurhakaan yang mengakibatkan perpecahan. Akibatnya, mereka hanya menunggu untuk dibinasakan.
Jadi, mereka hidup tanpa Allah Tritunggal tapi dikuasai oleh Setan tritunggal untuk menuju kebinasaan.

Jalan keluarnya adalah lewat kewaspadaan kita, yaitu:
  1. Berjuang untuk mempertahankan iman yang benar.
    Yudas 1:3
    1:3. Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.

    Proses untuk mendapat dan mempertahankan iman yang benar adalah sebagai berikut:
    Roma 10:17
    10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.

    1. Mendengar Firman Tuhan dalam urapan Roh Kudus dengan sungguh-sungguh sampai kita dapat mengerti.
    2. Percaya Firman tanpa ada kebimbangan sehingga kita mendapat iman yang benar dari pendengaran akan Firman Kristus.
    3. Mempertahankan iman.

  2. Membangun diri kita di atas dasar iman yang paling suci.
    Yudas 1:20
    1:20. Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus.

    Kita mendapatkannya lewat jalan berikut:
    Ibrani 4:12
    4:12. Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.

    1. Menerima firman yang tajam, yang mampu menyucikan kita, terutama hati kita, dari dosa-dosa, sehingga kita mendapatkan iman yang murni.
      Matius 15:19
      15:19. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat(1), pembunuhan(2), perzinahan(3), percabulan(4), pencurian(5), sumpah palsu(6) dan hujat(7).

    2. Mempertahankan iman yang murni lewat tidak berbuat dosa walaupun ada kesempatan.

  3. Berusaha untuk mendapat iman yang sempurna.
    Yakobus 2:22
    2:22. Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

    Iman yang sempurna adalah iman yang disertai perbuatan iman, yaitu ketaatan.

    Contohnya adalah Abraham yang mempunyai iman yang sempurna lewat ketaatannya.
    Kejadian 22:1-3
    22:1. Setelah semuanya itu Allah mencoba Abraham. Ia berfirman kepadanya: "Abraham," lalu sahutnya: "Ya, Tuhan."
    22:2. Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
    22:3. Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak, anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia dan pergi ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya.


    Untuk mendapat iman yang sempurna, kita harus berkorban apa saja, kecuali firman pengajaran yang benar.

    Jika kita punya ketaatan, kita memiliki gambar Allah dalam hidup kita.
    Kejadian 1:26-27
    1:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
    1:27. Maka Allah
    menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

    Hasilnya adalah sebagai berikut:
    1. Kita memiliki kuasa penciptaan untuk menciptakan yang tidak ada menjadi ada, atau untuk membuat hal yang mustahil menjadi tidak mustahil, untuk melakukan mujizat dalam kehidupan kita.
    2. Kita memiliki kuasa kemenangan atas ikan-ikan di laut (gambaran dari antikris dengan kuasa mammon atau kuasa uang), atas burung-burung di udara (gambaran Setan dengan roh najis, dalam bentuk perselingkuhan, percabulan, kenajisan), dan atas binatang yang merayap di bumi (gambaran dari nabi palsu dengan dusta-dusta).

      Kejadian 1:28
      1:28. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."

    3. Kita mempunyai kuasa penyempurnaan.
      Kejadian 1:31
      1:31. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam.

      Kita diciptakan untuk menjadi sangat baik atau sempurna, sekalipun kita sudah menjadi sangat buruk.
      Kehidupan yang sempurna dipersiapkan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai untuk masuk pesta nikah Anak Domba, kerajaan seribu tahun damai, dan Yerusalem Baru, di mana tidak ada lagi kebimbangan ("tidak ada lagi laut" = tidak ada kebimbangan).

      Wahyu 21:1
      21:1. Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

      Kita hidup dalam damai dan bahagia bersama Tuhan.
Tuhan memberkati.