[cetak]
Ibadah Doa Malang, 29 November 2016 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 12:14

12:14 Kepada perempuan itu diberikan (dikaruniakan, TL) kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

Antikris akan berkuasa di bumi selama 3,5 tahun, membuat krisis ekonomi yang dahsyat di dunia, menganiaya dan membunuh pengikut Kristus yang tidak memiliki dua sayap burung nasar yang besar.

Wahyu 12:17

12:17 Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

Yang menjadi sasaran antikris adalah gereja Tuhan/ anak Tuhan yang memiliki hukum Allah (meja roti sajian) dan kesaksian Yesus (pelita emas), tetapi tidak memiliki mezbah dupa emas. Artinya, tidak mau menyembah Tuhan, penyembahannya terpaksa, penyembahannya tidak mencapai ukuran yaitu sampai daging tidak bersuara (tirai terobek).

Tuhan ijinkan masuk aniaya antikris supaya bisa memenuhi ukuran doa penyembahan yaitu sampai daging tidak bersuara, lewat pemancungan kepala. Oleh karena itu, kita harus menggunakan kasih karunia Tuhan untuk meningkat dalam doa penyembahan sampai daging tidak bersuara, sehingga kita mendapat dua sayap burung nasar yang besar untuk menyingkirkan kita dari antikris.

Yohanes 4:23-24

4:23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Doa penyembahan yang benar harus didorong oleh Roh dan kebenaran.

Yohanes 17:17

17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Kebenaran adalah firman Allah yang menyucikan, firman pengajaran yang benar. Jadi penyembahan yang benar didorong oleh firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus.

Mazmur 43:3-4

43:3 Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan (kebenaran, TL)-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
43:4 Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

Firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus menyucikan kita semakin bertambah/ meningkat (seperti naik gunung) untuk bisa meningkat dalam doa penyembahan, sampai daging tidak bersuara (= sudah berada di puncak gunung).

Mazmur 24:3-4

24:3 "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
24:4 "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

Hati disucikan dari keinginan jahat dan najis. Keinginan najis mengarah pada dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan. Keinginan jahat adalah keinginan akan uang, menyebabkan kikir dan serakah.
Perbuatan disucikan menjadi perbuatan benar, suci dan baik.
Perkataan disucikan menjadi jujur, perkataan yang benar dan baik.

Ayub 39:30

39:30 Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?

Jika kesucian meningkat, penyembahan meningkat, maka sayap burung nasar akan membesar.
Dua sayap burung nasar merupakan pelukan dua tangan anugerah Tuhan. Hasilnya:
  1. Tangan Tuhan sanggup memelihara dan melindungi kita yang tidak berdaya, sampai ke anak cucu, mulai sekarang sampai jaman antikris.

  2. Tangan Tuhan sanggup memberi ketenangan, damai sejahtera, sehingga semua enak dan ringan, semua berhasil, indah dan bahagia pada waktunya.

  3. Tangan Tuhan sanggup menolong kita untuk menghargai korban Kristus, rela menderita bersama Yesus.
    Ayub 39:32-33
    39:32 Dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati;
    39:33 anak-anaknya menghirup darah, dan di mana ada yang tewas (bangkai, TL), di situlah dia."

    Yaitu kuat dan teguh hati untuk menghadapi badai di lautan dunia dan untuk menanti kedatangan Tuhan kedua kali. Kita tidak kecewa/ putus asa apa pun yang kita hadapi. Kita tetap setia dan berkobar dalam ibadah pelayanan. Kita tetap percaya dan berharap Tuhan.

    Contohnya adalah Sadrakh, Mesakh, Abednego kuat dan teguh hati.

    Daniel 3:16-18, 24-25, 28
    3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
    3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
    3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
    3:24 Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
    3:25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"
    3:28 Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka.

    Maka ada penyertaan Tuhan untuk menyelamatkan dan memuliakan kita, memakai kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Tangan Tuhan mengubahkan kita sedikit demi sedikit sampai sempurna, layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

    2 Tesalonika 1:7

    1:7 dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,



Tuhan memberkati.