Ibadah Doa Malang, 30 Maret 2021 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 13:1
13:1.Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat.

Binatang buas yang keluar dari dalam laut adalah Antikris.

Kita akan mempelajari antikris berkepala tujuh, artinya melawan Yesus sebagai Kepala.
Yesus adalah Kepala dalam urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya.

Yesaya 11:1-3a
11:1.Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.
11:2.Roh TUHAN(1)akan ada padanya, roh hikmat(2)dan pengertian(3), roh nasihat(4)dan keperkasaan(5), roh pengenalan(6)dan takut akan TUHAN(7);
11:3a. ya, kesenangannya ialah takut akan TUHAN.

Bukti minyak urapan di atas kepala adalah takut akan Tuhan.
'kesenangannya ialah takut akan TUHAN' = perasaannya takut akan Tuhan.

Antikris berkepala tujuh berarti tidak memiliki Roh Kudus dengan tujuh manifestasinya, sama dengan tanpa urapan Roh Kudus, tidak takut akan Tuhan tetapi melawan Tuhan.

Hati-hati! Gereja Tuhan yang dikuasai oleh antikris berarti tanpa urapan Roh Kudus, sehingga melawan Tuhan. Dari ujung rambut sampai telapak kaki tidak ada yang benar dan baik, termasuk perasaannya.
Ini adalah kehidupan di bawah kuasa dosa.

Roma 3:9-18
3:9.Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
3:10.seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak.
3:11.Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah.
3:12.Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak.
3:13.Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa.
3:14.Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,
3:15.kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
3:16.Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
3:17.dan jalan damai tidak mereka kenal;
3:18.rasa takut kepada Allah tidak ada pada orangitu."

Ini bicara soal manusia di luar Yesus, tetapi kalau gereja Tuhan yang sudah ditebus lalu dikuasai antikris, keadaannya akan sama seperti orang di luar Tuhan.

Praktik sehari-hari dikuasai antikris:
  1. 'tidak berakal budi' = tidak bijaksana, artinya:
    • Tidak taat dengar-dengaran pada Tuhan, termasuk pada orang tua dan gembala yang benar.
      Ini berarti mentaati yang salah.
    • Tidak setia dalam nikah dan tidak setia kepada Tuhan.
    • Bebal = tidak bisa dinasihati orang benar.
    • Tidak tahu batas.

  2. Perbuatan dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan (nikah yang salah, kawin campur, kawin cerai, perselingkuhan, penyelewengan).

  3. Ayat 13-14 = perkataan dosa, yaitu dusta, gosip, memfitnah, merayu, sampai menghujat.
    Menghujat = menyalahkan firman pengajaran yang benar dan orang benar.

  4. Ayat 15 = perjalanan hidup menumpahkan darah, artinya menyakiti dan merugikan orang lain, menimbulkan masalah, kebencian, permusuhan, pertengkaran, dan perpecahan, tidak mau saling mengaku dan mengampuni, tetapi saling menghakimi.

Gereja Tuhan dengan praktik di atas ini tidak akan bisa menyembah Tuhan, tetapi ia mau berkuasa dan disembah dengan menghalalkan segala cara seperti antikris.

Oleh sebab itu, kita harus mengalami urapan Roh Kudus. Kita menjaga supaya minyak urapan ada di kepala, supaya tidak berkepala tujuh.
Bagaimana caranya? Kita harus berada di ruangan suci.

Imamat 21:12
21:12.Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

Ruangan suci menunjuk pada ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok/ kandang penggembalaan:
Kita harus tergembala dengan benar dan baik, artinya tergembala pada firman pengajaran yang benar.
Di dalam kandang penggembalaan, tubuh, jiwa, dan roh kita melekat pada Allah Tritunggal seperti ranting melekat pada pokok anggur yang benar sehingga:
  1. Tubuh, jiwa, dan roh kita selalu mengalami penyucian secara terus-menerus.
    Kita hidup dalam kesucian, sehingga minyak urapan selalu ada di kepala. Kita mengalami urapan Roh Kudus dengan tujuh manifestasi untuk melawan antikris yang berkepala tujuh.
    Artinya kita menjadi takut akan Tuhan, yaitu menbenci dosa sampai membenci dusta.

    Begitu tidak ada minyak urapan, saat itu yang ada adalah antikris dengan tujuh kepala.

  2. Cepat atau lambat kita pasti berbuah manis, yaitu:
    • Buah bibir yang memuliakan Tuhan, yaitu perkataan yang jujur, benar, dan baik.
      Ibrani 13:15

      13:15.Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.

      Ibrani 13:15 [terjemahan lama]
      13:15. Sebab itu dengan jalan Yesus itu hendaklah kita senantiasa mempersembahkan kepada Allah korban puji-pujian, yaitu buah-buahan bibir mulut yang mengaku nama-Nya.

      Kita jujur terutama soal firman pengajaran yang benar, setelah itu jujur soal keuangan, nikah, dan dalam segala hal termasuk dalam mengaku dosa. Kalau tidak jujur dalam firman pengajaran yang benar, tidak akan bisa tegas soal keuangan.

    • Buah perbuatan benar dan baik = bisa memberi untuk pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.
      Ibrani 13:16
      13:16.Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.
Kegunaan Roh Kudus adalah:
  1. Roh Kudus sanggup membaharui kita terus-menerus dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.
    Titus 3:5
    3:5.pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

    Keubahan hidup dimulai dari kuat dan teguh hati, supaya kita bisa berbuah lebat dan tetap.
    Kuat dan teguh hati artinya:
    1. Tetap hidup benar dan suci apa pun yang kita korbankan.
    2. Tidak kecewa, tidak putus asa, dan tidak meninggalkan Tuhan, tidak menyalahkan Tuhan dan sesama, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan sepenuh.

    Saat-saat menghadapi saib, jangan salahkan Tuhan dan sesama!
    Kuat dan teguh hati adalah suasana Firdaus/ suasana damai sejahtera apa pun yang kita hadapi. Kita tidak akan pernah menyangkal Tuhan. Semua enak, ringan, dan bahagia.

  2. Mujizat jasmani terjadi. Kuasa Roh Kudus sanggup membelah laut Kolsom.
    Keluaran 14:21
    14:21.Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu.

    Roh Kudus sanggup memberi jalan keluar dari segala masalah yang mustahil.
    Kita mengalami kuasa pemeliharaan di tengah kesulitan dunia sampai saat antikris berkuasa kita disingkirkan ke padang gurun sampai hidup kekal.

    Roh Kudus memberikan masa depan yang berhasil dan indah sekalipun tidak mungkin bagi kita, dan kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir.

    Jika Yesus datang kembali, kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk Firdaus dan Yerusalem baru selamanya.

Tuhan memberkati.