[cetak]
Ibadah Doa Malang, 30 Mei 2017 (Selasa Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Wahyu 6:1-2
6:1 Maka aku melihat Anak Domba itu membuka yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar yang pertama dari keempat makhluk itu berkata dengan suara bagaikan bunyi guruh: "Mari!"
6:2 Dan aku melihat: sesungguhnya, ada seekor kuda putih dan orang yang menungganginya memegang sebuah panah dan kepadanya dikaruniakan sebuah mahkota. Lalu ia maju sebagai pemenang untuk merebut kemenangan.

Hukuman meterai yang pertama adalah penghukuman atas dosa.

Yesus mati di kayu salib untuk menanggung segala dosa, kutukan dosa, hukuman atas dosa, sehingga manusia berdosa yang percaya kepada Yesus tidak dihukum dan tidak dibinasakan.

Wahyu 5:5
5:5 Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

Singa dari suku Yehuda sama dengan Yesus yang layak untuk membukakan rahasia firman Allah.

Amos 3:7-8
3:7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
3:8 Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?"

Auman singa suku Yehuda sama dengan pembukaan rahasia firman Allah, sama dengan firman nubuat, firman pengajaran yang benar, Kabar Mempelai. Firman nubuat memberitakan segala sesuatu yang belum terjadi tetapi pasti akan terjadi. Terutama tentang dua hal:
  1. Kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja, Mempelai Pria Sorga, untuk menyucikan gerejanya menjadi mempelai wanita Sorga yang siap menyambut kedatanganNya di awan-awan yang permai.
  2. Tentang penghukuman yang akan datang. Kabar Mempelai mengungkapkan hukuman yang akan datang sampai neraka selamanya.
Sebelum Tuhan menghukum dunia, Tuhan lebih dulu menyatakan keputusannya kepada kita lewat Kabar Mempelai. Kabar Mempelai sekaligus memberikan jalan keluar dan tempat perlindungan.

Contohnya adalah hukuman air bah pada jaman Nuh.
Kejadian 6:5-8
6:5 Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata,
6:6 maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.
6:7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka."
6:8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN.

Mengapa Tuhan menghukum dunia dengan air bah? Sebab hati manusia termasuk anak Tuhan cenderung jahat, sehingga hanya menghasilkan perbuatan dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan kawin-mengawinkan. Perbuatan yang memilukan Tuhan, memedihkan hati orang tua, dan membuat gembala berkeluh-kesah. Sehingga Tuhan harus menghukum manusia di bumi.
Tetapi sebelum penghukuman datang, Tuhan menyatakan keputusannya kepada Nuh. Sekaligus Tuhan memberikan jalan keluar dan tempat perlindungan, yaitu bahtera Nuh. Sehingga terbukti 8 orang selamat.

Sekarang, di akhir jaman, sebelum penghukuman datang, maka Tuhan menyatakan jalan keluar lewat Kabar Mempelai serta memberikan tempat perlindungan, yaitu bahtera Nuh secara rohani. Artinya:
  1. Kehidupan yang sudah mati terhadap dosa harus dikuburkan dalam air bersama Yesus, untuk bangkit bersama Yesus dalam hidup baru, yang memiliki hati nurani yang baik.
    1 Petrus 3:20-21
    3:20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
    3:21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

    Kita hidup dalam kebenaran dan kebaikan, bisa berbuat benar dan baik.

    1 Tawarikh 29:17-18
    29:17 Aku tahu, ya Allahku, bahwa Engkau adalah penguji hati dan berkenan kepada keikhlasan, maka akupun mempersembahkan semuanya itu dengan sukarela dan tulus ikhlas. Dan sekarang, umat-Mu yang hadir di sini telah kulihat memberikan persembahan sukarela kepada-Mu dengan sukacita.
    29:18 Ya TUHAN, Allah Abraham, Ishak dan Israel, bapa-bapa kami, peliharalah untuk selama-lamanya kecenderungan hati umat-Mu yang demikian ini dan tetaplah tujukan hati mereka kepada-Mu.

    Prakteknya adalah bisa memberi dengan tulus hati untuk pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Juga memberi kepada sesama yang membutuhkan. Hati yang tulus ikhlas menampung kasih karunia, sehingga selamat dan diberkati oleh Tuhan sampai ke anak cucu, dan menjadi berkat bagi orang lain.

  2. Tabernakel.
    Kejadian 6:16
    6:16 Buatlah atap pada bahtera itu dan selesaikanlah bahtera itu sampai sehasta dari atas, dan pasanglah pintunya pada lambungnya; buatlah bahtera itu bertingkat bawah, tengah dan atas.

    Bahtera terdiri dari 3 ruangan, sama dengan Tabernakel terdiri dari 3 ruangan.
    Kita harus menjadi kehidupan yang tergembala dengan benar dan baik. Syaratnya:
    1. Harus berada dalam kandang penggembalaan, yaitu ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok.
      Di dalam kandang penggembalaan, tubuh jiwa roh kita melekat pada Allah Tritunggal. Sehingga kita tidak bisa dijamah oleh apa pun juga.
    2. Tergembala pada firman pengajaran yang benar/ pokok anggur yang benar.

    Sehebat apa pun seorang hamba Tuhan, jika tidak digembalakan, maka akan menjadi seperti Petrus.

    Yohanes 21:15-19
    21:15 Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:16 Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku."
    21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.
    21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19 Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    Petrus tergembala dengan benar dan baik, tekun dalam kandang penggembalaan, maka Petrus mengalami pelayanan Gembala Agung. Hasilnya adalah:
    1. Sedih hati Petrus, yaitu pembaharuan hati nurani yang keras menjadi hati yang baik.
      Praktek hati nurani yang baik adalah bisa mengakui dosa-dosa dan kekurangan kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Hati nurani menjadi damai sejahtera.

      Yohanes 21:18
      21:18 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmu dan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."

      Hati nurani yang baik adalah hati yang taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.

      1 Yohanes 3:21
      3:21 Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah,
      3:22 dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.

      Hati tidak menuduh sama dengan ada keberanian percaya untuk menyembah Tuhan, berseru dan berserah kepada Tuhan.
      Maka tangan anugerah Tuhan yang besar diulurkan kepada kita.

    2. Tangan Gembala Baik diulurkan untuk memberi jaminan kepastian pemeliharaan hidup sekarang di jaman yang sulit, masa depan yang berhasil dan indah, sampai hidup kekal selamanya.

      Yohanes 10:27-28
      10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
      10:28 dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.


      Tangan Gembala Baik menyelesaikan segala masalah yang mustahil. Yang mati jadi hidup, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

      Ibrani 13:20-21
      13:20 Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita,
      13:21 kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin.

      Tangan anugerah yang besar dari Gembala Agung memperlengkapi kita dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus, sehingga kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Semakin dipakai, semakin indah hidup kita.

      1 Petrus 5:4
      5:4 Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.

      Kita disucikan dan diubahkan sehingga tidak layu, melainkan tetap setia dan berkobar-kobar sampai garis akhir. Jika Yesus datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, menerima mahkota mempelai, untuk layak menyambut kedatanganNya kedua kali.


Tuhan memberkati.