[cetak]
Ibadah Doa Puasa Malang Session II, 08 September 2009 (Selasa Siang)

Musa berpuasa di atas Gunung Sinai untuk menerima 2 hal, yaitu perintah untuk membangun Tabernekel dan dua loh batu yang berisi 10 hukum Allah (angka 10: kasih Allah). Ini sekarang menunjuk pada kita sedang menerima pengajaran Tabernakel dan Mempelai, yang diilhamkan Tuhan pada Pdt. van Gessels (alm.), sesuai yang diterima Musa di atas Gunung Sinai, sesuai yang tertulis di Alkitab.

DUA LOH BATU.
Keluaran 31:18, dua loh batu ini menunjuk pada pengajaran Mempelai, puncaknya pengajaran Tabernakel.
Ada 2 macam dua loh batu:
  1. Dua loh batu yang mula-mula.
    Keluaran 32:19, dua loh batu mula-mula ini berasal dari Allah dan kemudian dipecahkan oleh Musa, ini menunjuk pada pribadi Yesus (wujud kasih Allah) yang disalibkan di atas Golgota untuk:
    1. Melepaskan kita dari hukuman Tuhan, menyelamatkan kita.
    2. Menghancurkan kuasa dosa dan kutukan dosa (lembu emas digiling habis).
    3. Memberi kesempatan terbentuknya dua loh batu yang baru, yang sama dengan yang mula-mula.
      Artinya adalah manusia berdosa bisa dibentuk menjadi sama mulia dengan Yesus.

  2. Dua loh batu yang kedua.
    Keluaran 34:1, dua loh batu ini batunya berasal dari bumi, dan dipahat menjadi sama dengan yang mula-mula. Batu dari bumi ini menunjuk pada manusia yang keras hati dan berdosa, yang diproses untuk menjadi sama dengan Tuhan Yesus.

    Ada 2 macam proses:
    1. Harus dipahat, artinya kehidupan manusia berdosa harus disucikan oleh firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua, firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus, untuk membuang segala sesuatu yang tidak berkenan kepada Tuhan.
      Penyucian ini adalah mulai dari hati. Sasaran Lempinel adalah hati, bukan otak. Kalau hati disucikan, maka seluruh hidup akan bisa disucikan.

      Matius 15:19, penyucian dalam hati adalah dari segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu (dusta), dan hujat.
      Kalau hati disucikan dan seluruh hidup disucikan, maka ada harapan untuk kita bisa jadi sampai sempurna tak bercacat cela seperti Tuhan, dua loh batu yang baru dipahat sampai serupa dengan dua loh batu yang mula-mula.

    2. Harus ditulisi dengan 10 hukum Allah.
      Angka 10 menunjuk pada kasih. Kesucian ini setingkat dengan kasih; makin kita disucikan, makin kita ditulisi kasih.

      Roma 8:35-37, posisi gereja Tuhan di akhir zaman adalah seperti domba sembelihan yang tidak berdaya dan menghadapi maut, yang kita butuhkan hanyalah kasih Allah.

      Kegunaan kasih Allah:
      • Memberi kekuatan ekstra untuk menghadapi segala tantangan rintangan di dunia.
      • Menjadikan kita lebih dari pemenang, artinya kita tidak berdaya, tapi kita menang atas segala pencobaan yang dahsyat, karena kasih Allah yang berperang ganti kita. 
      • Membaharui, mengubahkan kehidupan kita, dari kemuliaan menuju kemuliaan yang lebih besar, sampai menjadi sama mulia dengan Tuhan Yesus, menjadi Mempelai Wanita yang siap menyambut kedatangan Tuhan kedua kali.
Tuhan memberkati.