[cetak]
Ibadah Doa Puasa Session 1 Malang, 21 Oktober 2008 (Selasa Pagi)

Markus 3: 13-19= tentang panggilan dan pilihan.
Disini, Yesus naik keatas bukit dahulu= Yesus naik ke bukit Joljuta (korban Kristus).
Jadi, harga panggilan dan pilihan itu seharga korban Kristus. Dan kita bangsa kafir bisa menerima panggilan dan pilihan itu lewat jalur KEMURAHAN TUHAN.

ay. 13= Yesus memanggil orang yang dikehendakiNya= panggilan dan pilihan itu sesuai dengan kehendak Tuhan.
Kalau kita melayani dengan kemurahan dan kehendak Tuhan, maka kita tidak akan pernah berkhianat seperti Yudas.

Permulaan berkhianat adalah TIDAK SETIA atau MALAS.
Jadi, dalam pelayanan, kita harus setia atau rajin. Dan inipun masih bisa dibedakan, yaitu rajin karena disuruh atau karena inisiatif sendiri. Rajin dengan inisiatif sendiri, itulah yang benar.

Kalau sudah malas dan tidak setia, itu sudah GAGAL, BERKHIANAT. Kalau setia, itu adalah keberhasilan. Keberhasilan dalam ibadah pelayanan menentukan keberhasilan sampai masuk kerajaan Surga.

Sekarang soal LEMPINEL (Lembaga Pendidikan Elkitab).

  • 'Lembaga'= suatu badan yang bermaksud untuk melakukan suatu penyelidikan. Di Lempinel adalah penyelidikan terhadap Firman Allah.
    Lembaga itu juga bisa berarti balai. Sistem Lempinel adalah sistem penggembalaan (seperti balai dalam kitab Ester).

    Ester 2: 3
    Sistem penggembalaan, itu sistem pembendungan daging dengan segala hawa nafsunya. Seperti Ester, sudah di dalam Benteng, masih di taruh di dalam balai perempuan (tidak sembarangan lagi dalam hubungan dengan laki-laki).
    Disini, balai itu dijaga oleh Hegai (seorang gembala). Karena itu, guru-guru Lempinel adalah gembala-gembala (guru pelajaran pokok) dan juga orang-orang yang tergembala (guru pelajaran tambahan).

    TUJUAN LEMPINEL DENGAN SISTEM PENGGEMBALAAN adalah mempersiapkan kita jadi hamba Tuhan yang dipakai Tuhan sampai dengan menjadi mempelai wanita Tuhan (seperti Ester menjadi Ratu).

    SASARAN SISTEM PENGGEMBALAAN adalah hati, bukan otak. Contohnya adalah Musa. Orang pandai, tapi hatinya harus dikerjakan, supaya bisa jadi hamba Tuhan.

    Kisah Rasul 7: 22
    Musa dididik di Mesir, tapi melayani 2 orang saja, tidak mampu dan malah membunuh.

    Keluaran 3: 1
    = Musa harus masuk dalam sistem penggembalaan, untuk bisa di persiapkan jadi hamba Tuhan. Kitapun harus tergembala untuk bisa dipakai oleh Tuhan.

    Contoh lain adalah Petrus.
    Kisah Rasul 4: 13
    Yohanes 21: 15-17
    = lewat dialog inilah, Petrus tergembala, sampai namanya tertulis di Yerusalem Baru. Sebelum tergembala, Petrus menyangkal Tuhan.

    Ester 2: 12
    PROGRAM LEMPINEL adalah seperti Ester juga. Tapi di Lempinel programnya 9 bulan.
    3 bulan pertama: memantapkan panggilan pilihan lewat ujian. Dan ini juga terjadi pada pelayan-pelayan Tuhan. Untuk memantapkan panggilan pilihan itu lewat ujian-ujian.
    3 bulan kedua: pembenaran atau dibetulkan dari kerusakan-kerusakan, kelemahan dan kekurangan. Dan ini juga dialami sidang jemaat.
    3 bulan terakhir: dimuliakan oleh Tuhan, dipakai oleh Tuhan sampai dipermuliakan untuk selama-lamanya jadi mempelai wanita Tuhan.

  • 'Elkitab'= menggunakan ejaan lama, karena didirikan pada tahun 1968. Jadi, yang diajarkan di Lempinel adalah Alkitab, bukan buku lain. Alkitab yang benar terdiri dari 66 buku.

    Imamat 24: 5-6
    = meja roti sajian, ada 12 roti, disusun jadi 2 susun, 6 dan 6. Inilah bukti I, kalau Alkitab adalah 66 buku.
    Bukti II, kalau melihat pelita emas, ada 6 cabang dengan 1 pokok. 1 cabang berisi 3 rangkaian (kelopak, tombol, bunga) sebanyak 3 rangkap. Jadi jumlahnya: 3 x 3 x 9= 54. Sedangkan pokoknya ada 4 rangkap. Jadi jumlahnya: 3 x 4= 12.
    Kalau dijumlah: 54=12=66.
    Bukti III, dilihat dari kitab nabi Yesaya yang terdiri dari 66 pasal.

  • 'Pendidikan'= pendidikan atau pengajaran.
    Efesus 1: 13 = pemberitaan Firman penginjilan yang memberitakan kedatangan Yesus pertama kali untuk menyelamatkan orang-orang berdosa.
    2 Korintus 4: 3-4 = pemberitaan Firman pengajaran yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali untuk menyempurnakan.
    Ibrani 4: 12-13
    Firman pengajaran itu Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.
    Tajam yang pertama: untuk mengajar.
    Tajam yang kedua: untuk mendidik.
    Karena itu disebut Lembaga Pendidikan Elkitab.
    Kalau sudah ada pengajaran dan pendidikan, bisa berbuat baik.

2 Timotius 3: 16-17
Jadi lewat Firman pengajaran, tujuannya supaya bisa berbuat baik, bukan berbuat jahat. Kalau berbuat jahat, artinya luput dari pedang. Dan menolak pedang Firman, sama dengan kena pedang penghukuman.

Tajam dalam pengajaran = menyucikan kehidupan kita dari hati sampai mulut.

Matius 5: 27-37

  • hati disucikan.
  • mata kanan disucikan, hanya memandang pada Yesus Imam Besar.
  • tangan kanan disucikan, perbuatan-perbuatan yang berkenan pada Yesus Imam Besar.
  • tabiat disucikan, tidak ada kebenaran sendiri (cerai disebabkan karena kebenaran diri sendiri).
  • mulut disucikan, tidak ada dusta dan hanya berbicara jujur.

Selama ada dusta, Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa!
Kalau jujur, maka doa kita akan dijawab oleh Tuhan, ditolong oleh Tuhan.

Amsal 15: 8
Tajam dalam mendidik = membentuk karakter menjadi taat dengar-dengaran. Contohnya adalah Yesus yang taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib.
Inilah kunci keberhasilan, yaitu taat dengar-dengaran apapun resikonya dan yang harus kita korbankan.

Kejadian 37: 13
Yusuf adalah contoh kehidupan yang taat dengar-dengaran sekalipun ia tahu dimusuhi oleh saudara-saudaranya.
Taat dengar-dengaran=penyerahan diri sepenuh pada Tuhan. Yang diserahkan adalah yang disukai. Kalau mau taat, yang harus diserahkan adalah apa yang kita sukai. Misalnya: suka tidur, suka makan, dan sebagainya.
Orang taat itu juga mau menerima apa yang tidak disukai.

Hasilnya: Yusuf mendapat jubah maha indah. Inilah potensi yang lebih dari apapun, yaitu karunia Roh Kudus dan jabatan-jabatan. Disaat itulah hidup kita menjadi indah.
Jangan dilepaskan. Kalau dilepaskan, maka hidup itu tidak indah lagi! dan malah telanjang.
Kalau kita sudah melayani, jangan lepaskan jubah pelayanan itu! Kalau kita pakai jubah, mau tidak mau, Tuhan akan memperindah hidup kita.

PENYELENGGARAAN LEMPINEL adalah secara cuma-cuma sesuai Wahyu 22: 17, sebab Firman itu tidak bisa dibeli dengan apapun. Cuma-cuma itu juga berarti dibayar dengan darah Yesus, sesuai kasih karunia kemurahan Tuhan. Kita hidup dalam sistem kemurahan Tuhan.

Seperti Yusuf yang sudah masuk dalam liang tutupan. Tapi ia bisa dipermuliakan.
Ester, mau menghadap raja. Kalau tidak ada tongkat emas, ia mati. Tapi saat raja mengulurkan tongkat emasnya, ia tidak mati dan jadi ratu.
Ini semua karena kasih karunia kemurahan Tuhan.
Musa, hidup juga karena kemurahan Tuhan. Waktu bayi, ia sudah dibuang di sungai Nil dan sampai di tangan putri Firaun (Keluaran 2: 6). Seharusnya ia mati. Tapi ia menangis (doa penyembahan). Itulah yang menarik belas kasihan Tuhan, apalagi disertai dengan puasa. Saat-saat puasa, jangan lagi mengajukan kekuatan daging lagi.
Diakhir hidupnya, Musa divonis tidak bisa masuk ke Kanaan. Suatu kegagalan total bagi Musa. Tapi untunglah di atas gunung di Kanaan, ia kembali menyembah bersama dengan Tuhan dan Elia dan ia bisa menginjakkan kakinya di tanah Kanaan.

Jangan lepas dari kemurahan Tuhan. Kasih karunia Tuhan mampu menghapus segala kemustahilan, sampai kita ditampilkan sebagai mempelai wanita Tuhan.

Tuhah memberkati.