Ibadah Doa Semalam Suntuk Session I Malang, 12 Agustus 2014 (Selasa Malam)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.
Kita mempelajari tentang kaki dian emas/ pelita emas/ kandil, terdiri dari 2 bagian:
  1. kaki dian dari emas
  2. pelita/ lampu.
Kita mempelajari pelita/ lampu.
Keluaran 25:37
25:37Haruslah kaubuat pada kandil itu tujuh lampu dan lampu-lampu itu haruslah dipasang di atas kandil itu, sehingga diterangi yang di depannya.

Yang penting pada pelita/ lampu adalah api dan minyak. Api menunjuk Roh Kudus yang mencurahkan kasih Allah, minyak menunjuk urapan Roh Kudus.
Ada 3 aktifitas api Roh Kudus:
  1. Memberi panas, menghangatkan kerohanian kita, sehingga selalu setia dan berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan. Jika api padam, akan mengalami dingin rohani, seperti Petrus.
    Lukas 22:54-55
    22:54Lalu Yesus ditangkap dan dibawa dari tempat itu. Ia digiring ke rumah Imam Besar. Dan Petrus mengikut dari jauh.
    22:55Di tengah-tengah halaman rumah itu orang memasang api dan mereka duduk mengelilinginya. Petrus juga duduk di tengah-tengah mereka.

    Praktek dingin rohani: mengikut Yesus dari jauh (sama dengan tidak setia dalam ibadah pelayanan); berdiang pada api asing (pergaulan dunia yang tidak baik, api hawa nafsu/ keinginan daging, api dosa sampai puncaknya dosa: dosa makan minum dan kawin mengawinkan); sampai menyangkal Tuhan. Ini sama dengan pelita yang padam.
    Namun Petrus masih tertolong oleh kokok ayam, sama dengan firman penggembalaan yang disampaikan oleh seorang gembala, dengan setia dan diulang-ulang. Firman penggembalaan mengandung pandangan belas kasih Tuhan yang menyadarkan akan dosa, sehingga bisa menyesal dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi. Kita akan mengalami hangatnya api Roh Kudus yang mencurahkan kasih Allah.

  2. Memberi terang, tidak ada yang disembunyikan. Jangan menyembunyikan sesuatu di dalam pelayanan, akan membuat pelita padam.
    2 Samuel 12:12-13, 11
    12:12Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.”
    12:13Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada TUHAN.” Dan Natan berkata kepada Daud: “TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.
    12:11Beginilah firman TUHAN: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari.

    Contoh: Raja Daud menyembunyikan dosa perzinahan dan pembunuhan (kenajisan dan kejahatan).
    Daud melakukan dosa secara tersembunyi, tetapi Tuhan akan menyatakan terang-terangan dan Daud dipermalukan. Namun Daud bisa menerima teguran firman dari nabi Natan, sehingga bisa menyesal dan mengaku dosa.

    Yudas juga menyembunyikan dosa keinginan akan uang sehingga kikir (tidak bisa memberi untuk sesama yang membutuhkan, untuk pembangunan tubuh Kristus) dan serakah. Yudas menolak teguran Tuhan, tidak mau mengaku dosa malah menyalahkan orang lain, dosanya tertimbun dalam perut hati. Akibatnya, perutnya pecah dan isi perutnya terburai, dosa-dosanya dinyatakan terang-terangan tetapi tanpa pengampunan, binasa selamanya.

  3. Memberi energi/ kekuatan.
    Untuk dapat melakukan apa saja dalam pelayanan, di mana saja, kapan saja, situasi apa saja.
    Untuk dapat kuat dan teguh hati, tidak lemah, tidak gampang tersandung/ tersinggung. Tidak bimbang menghadapi angin pencobaan dan ajaran palsu.

    Matius 14:28-30

    14:28Lalu Petrus berseru dan menjawab Dia: “Tuhan, apabila Engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.”
    14:29Kata Yesus: “Datanglah!” Maka Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus.
    14:30Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!”

    Petrus bimbang saat menghadapi angin dan gelombang, bimbang terhadap kuasa Tuhan.
    Akibatnya: Petrus mulai tenggelam.
    Namun masih ada kuasa pengangkatan dari Tuhan, kuasa pemulihan, yang gagal menjadi berhasil.

    Kuat dan teguh hati juga artinya tidak kecewa/ putus asa, tidak tawar hati, tetap menyembah Tuhan, tetap bergumul bersama Tuhan.

    1 Tawarikh 28:20

    28:20Lalu berkatalah Daud kepada Salomo, anaknya: “Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, dan lakukanlah itu; janganlah takut dan janganlah tawar hati, sebab TUHAN Allah, Allahku, menyertai engkau. Ia tidak akan membiarkan dan meninggalkan engkau sampai segala pekerjaan untuk ibadah di rumah Allah selesai.

    Maka Tuhan akan mengulurkan tangan untuk menyertai, mempedulikan, bergumul bersama kita untuk menyelesaikan segala masalah, yang mustahil menjadi tidak mustahil.
    Kita disucikan dan diubahkan sampai menjadi tubuh Kristus yang sempurna.

Tuhan memberkati.