Ibadah Doa Semalam Suntuk Session II Malang, 09 Maret 2016 (Rabu Dini Hari)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Keluaran 4:10-12
4:10 Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah."
4:11 Tetapi TUHAN berfirman kepadanya: "Siapakah yang membuat lidah manusia, siapakah yang membuat orang bisu atau tuli, membuat orang melihat atau buta; bukankah Aku, yakni TUHAN?
4:12 Oleh sebab itu, pergilah, Aku akan menyertai lidahmu dan mengajar engkau, apa yang harus kaukatakan."

Setelah menerima 3 tanda (bertobat, lahir baru, dan urapan Roh Kudus), maka Musa mengenal diri sendiri dengan segala kekurangannya. Demikian juga, kita harus mengenal diri sendiri dengan segala kekurangan dan kelemahannya. Kita bisa mengemukakan kekurangan kita kepada Tuhan, tetapi jangan menolak perintah Tuhan hanya karena kekurangan kita. Tidak ada alasan untuk menolak perintah/ pekerjaan Tuhan, karena Tuhan selalu menyertai kita dan menolong kita justru di dalam kekurangan dan kelemahan kita. Permulaan keberhasilan adalah jika kita merasa tidak mampu dan tidak bisa. Sebab hal ini akan mendorong kita untuk semakin menyerah kepada Tuhan, dan Tuhan yang akan bekerja.

Sumber kekurangan dan kelemahan kita adalah dalam tiga indra, yaitu telinga, lidah, dan mata.
  1. Telinga.
    Telinga yang baik adalah untuk mendengar firman pengajaran yang benar, yang menghasilkan iman dan taat dengar-dengaran kepada firman pengajaran yang benar. Inilah permulaan keberhasilan dalam pelayanan dan dalam segala hal.

  2. Mata.
    Mata yang baik adalah hanya untuk melihat pribadi Tuhan dan ladang Tuhan.

    Amsal 20:12
    20:12 Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN.

    Kalau telinga baik dan mata baik, maka kita adalah hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang dikhususkan oleh Tuhan, dan kita mengalami kuasa penciptaan dari tidak ada menjadi ada, dari mustahil menjadi tidak mustahil.

    Yesaya 42:18-19
    42:18 Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!
    42:19 Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN?

    Hati-hati, banyak hamba Tuhan/ pelayan Tuhan yang tuli dan buta. Ini berarti berada dalam kegelapan dan kehancuran.

  3. Lidah.
    Lidah yang baik menghasilkan perkataan yang ada artinya, yaitu perkataan yang benar dan baik. Benar artinya sesuai dengan firman. Baik artinya menjadi berkat dan kesaksian bagi orang lain.

    Markus 7:37
    7:37 Mereka takjub dan tercengang dan berkata: "Ia menjadikan segala-galanya baik, yang tuli dijadikan-Nya mendengar, yang bisu dijadikan-Nya berkata-kata."

    Kalau lidah baik dan telinga baik, maka semuanya baik. Tuhan sanggup menciptakan segala-galanya baik.

    Markus 9:20-22,25
    9:20 Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, anak itu segera digoncang-goncangnya, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa.
    9:21 Lalu Yesus bertanya kepada ayah anak itu: "Sudah berapa lama ia mengalami ini?" Jawabnya: "Sejak masa kecilnya.
    9:22 Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api ataupun ke dalam air untuk membinasakannya. Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami."
    9:25 Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegor roh jahat itu dengan keras, kata-Nya: "Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah dari pada anak ini dan jangan memasukinya lagi!"

    Kalau bisu dan tuli, maka akan terkena penyakit ayan.
Pagi ini, biar kita menjaga telinga, mata, dan lidah, sampai yang mustahil menjadi tidak mustahil, semua menjadi baik bahkan sempurna saat kedatanganNya kedua kali.



Tuhan memberkati.