[cetak]
Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada dalam kitab Wahyu 3.
Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan tujuh surat yang Tuhan lakukan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir = penyucian terakhir yang dilakukan oleh Tuhan kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama Tuhan selamanya.

Kelebihan, kehebatan apapun yang kita miliki, kalau ada satu saja cacat cela, semuanya percuma, tidak bisa sempurna dan menyambut kedatangan Yesus kedua kali/tertinggal saat Yesus datang kedua kali, maka itu berarti kebinasaan.
Perkataan ini bukan kesombongan, tetapi keharusan. Kita harus disucikan sampai tidak bercacat cela.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikkan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi Tuhan katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015).

Kita masih berada pada penyucian terakhir terhadap sidang jemaat di SARDIS, yang berada dalam keadaan dikatakan hidup padahal mati dan hampir mati, semua disucikan sampai menang.

Wahyu 3: 5-6
3: 5. Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya.
3: 6. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat."

JANJI TUHAN kepada sidang jemaat di Sardis yang menang/mau mengalami penyucian terakhir:

  1. 'dikenakan pakaian putih'= Tuhan mengenakan pakaian putih (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 22 Februari 2015 sampai dengan Ibadah Raya Surabaya, 01 Maret 2015).


  2. 'Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan'= nama tertulis dalam kitab kehidupan (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 02 Maret 2015).

AD. 2. NAMA TERTULIS DALAM KITAB KEHIDUPAN
Malam ini, kita masih belajar syarat supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan.

Wahyu 21: 27
21: 27 Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta, tetapi hanya mereka yang namanya tertulis di dalam kitab kehidupan Anak Domba itu.

Syarat supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan dan bisa masuk dalam kerajaan Sorga selama-lamanya yaitu kita harus mengalami pelayanan pendamaian Imam Besar, sehingga dosa-dosa diselesaikan.

Dalam Perjanjian Lama, imam besar Harun masuk ke Ruangan Suci satu tahun satu kali dengan membawa dupa dan darah binatang untuk melakukan pelayanan pendamaian.

Tapi, dalam Perjanjian Baru, Imam Besar Yesus membawa dupa (doa syafaat) dan darah-Nya sendiri yang tertumpah di kayu salib, untuk melakukan pelayanan pendamaian.

  1. DUPA
    1 Yohanes 2: 1-2
    2: 1 A
    nak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil.
    2: 2 D
    an Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.

    Dupa = doa syafaat.
    'Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa'= doa syafaat.
    Doa syafaat dinaikkan siang dan malam bagi kita oleh Yesus sebagai Imam Besar dan Gembala Agung yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.
    Doa syafaat juga dinaikkan oleh seorang gembala manusia yang dipercaya oleh Tuhan di dunia ini.

    Jadi, doa syafaat ini dobel. Doa seorang gembala yang dipercaya oleh Tuhan menjunjung kita dari bawah, sedangkan doa Yesus dari takhta Sorga menarik kita ke atas, supaya kita tidak jatuh ke dalam dosa.

    "Doa syafaat dinaikkan oleh seorang yang dipercaya oleh Tuhan, bukan yang tidak dipercaya. Banyak orang mengangkat diri menjadi gembala. Sudah bisa mendirikan gereja, kemudian mengaku sebagai gembala. Belum tentu. Jabatannya yang dilihat, salah satunya adalah memberi makan domba-domba."

    'namun jika seorang berbuat dosa'= sebenarnya kita sudah tidak bisa jatuh, karena sudah ditarik dari atas dan dijunjung dari bawah. Tetapi, apabila kita jatuh dalam dosa karena kekerasan hati, maka masih ada doa syafaat/doa pengampunan, baik dari Yesus maupun dari doa penyahutan seorang gembala manusia, supaya kita tidak masuk ke dalam penghukuman, tetapi diberi kemurahan dan kesempatan untuk mengaku dosa dan bertobat (tidak berbuat dosa lagi).

    Sebagai contoh pohon ara.
    Pohon ara yang tertanam di pinggir jalan, jika berbuat dosa (tidak berbuah), maka langsung kering, tidak ada kesempatan lagi.
    Berbeda dengan pohon ara yang tertanam di kebun anggur (tergembala). Sekalipun jatuh dalam dosa, tetapi masih ada doa penyahutan dari seorang gembala manusia. Tuannya sudah berkata: 'Poting saja!', karena sudah 3 tahun tidak berbuah. Tetapi ada penjaganya, itulah gembala manusia yang masih menaikkan doa penyahutan, sehingga diberi kesempatan satu tahun lagi. Tetapi, kalau tetap tidak berbuah, maka akan ditebang.

    Ini pelajaran bagi kita, KESEMPATAN DAN KEMURAHAN TUHAN UNTUK BISA MENGAKU DOSA, BERTOBAT, BERUBAH DAN BERBUAH ADA BATAS WAKTUNYA.
    Oleh sebab itu, biarlah kita sekarang memanfaatkan waktu dari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Kalau sudah lewat batas waktu dan belum berbuah, yang ada hanya hukuman.

    Jangan berbuat dosa! Kalaupun sudah berbuat dosa, cepat akui dan bertobat. Itu saja. Jangan pertahanan dosa!


  2. DARAH
    2 Korintus 4: 16-17
    4: 16 Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
    4: 17 S
    ebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

    Darah = percikan darah, yaitu penderitaan ringan karena Yesus, supaya kita mengalami Shekinah Glory/kemuliaan besar (penderitaannya ringan, tetapi mengalami kemuliaan yang besar).

    Dikatakan 'penderitaan ringan', karena dibandingkan dengan kurban Kristus. Mungkin orang berkata, 'kasihan...', tetapi tidak sebanding dengan kurban Kristus.
    Penderitaan ringan yang Tuhan ijinkan kepada kita tidak akan melebihi kekuatan kita dan tidak sebanding dengan penderitaan Yesus di kayu salib.

    Jadi pelajaran bagi kita, jika menghadapi penderitaan apapun, cepat bandingkan dengan penderitaan Yesus di kayu salib, supaya menjadi penderitaan yang ringan dan menghasilkan kemuliaan besar.
    Kalau tidak, nanti kehidupan itu akan membesar-besarkan penderitaan karena Tuhan, sehingga tawar hati/kecewa.

    Kemuliaan besar yaitu keubahan hidup/pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

    Efesus 4: 23-28
    4: 23 supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu,
    4: 24 d
    an mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.
    4: 25 Karena itu
    buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.
    4: 26 Apabila kamu menjadi
    marah, janganlah kamu berbuat dosa: janganlah matahari terbenam, sebelum padam amarahmu
    4: 27 dan janganlah beri kesempatan kepada Iblis.
    4: 28 Orang yang
    mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan.

    Dibandingkan dengan Wahyu 27: 21 di atas: 'Tetapi tidak akan masuk ke dalamnya sesuatu yang najis, atau orang yang melakukan kekejian atau dusta'; supaya nama tertulis dalam kitab kehidupan dan masuk kota Yerusalem baru, maka tidak boleh ada kenajisan, kekejian/kejahatan dan dusta.

    Tanda manusia baru:


    • Tidak ada dusta = perkataan yang benar dan baik (menjadi berkat).
    • Ayat 26: Tidak marah tanpa kasih = tidak ada kebencian tanpa alasan, tetapi hanya ada saling mengasihi.
      Kalau marah tanpa kasih (marah sampai matahari terbenam), itu perbuatan jahat/keji.


    • Ayat 28: Tidak mencuri milik sesama dan milik Tuhan (perbuatan jahat/keji), tetapi bisa memberi (saling mengasihi).
    • Kolose 3: 5-6
      3: 5 Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala,
      3: 6 se
      muanya itu mendatangkan murka Allah (atas orang-orang durhaka).

      Perikop: Manusia baru.
      Tanda yang keempat: Tidak ada kenajisan/percabulan.

Kalau kita mengalami pelayanan pendamaian oleh Imam Besar (ada doa syafaat dinaikkan oleh Tuhan dan gembala manusia, kita mau mengalami percikan darah/penderitaan ringan, sehingga mengalami kemuliaan besar/keubahan hidup), maka posisi kita ada di dalam tangan Imam Besar yang setia dan berbelas kasihan.
Dupa dan darah ada di dalam tangan Imam Besar.
Artinya: kalau kita mau menerima dupa dan darah, maka kita juga berada di dalam tangan Imam Besar (kita dipeluk oleh tangan Imam Besar).

Yang melayani adalah Yesus, tinggal kita mau atau tidak. Tuhan yang memegang kita dan kita tinggal menerima hasilnya. Betapa enaknya kalau kita sungguh-sungguh mengerti. Memang ada penderitaan, tetapi itu hanya penderitaan ringan, supaya kita mengalami keubahan hidup dan berada di dalam tangan Imam Besar yang setia dan berbelas kasihan.

Hasilnya:

  1. Ibrani 2: 17-18
    2: 17 Itulah sebabnya, maka dalam segala hal Ia harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Besar yang menaruh belas kasihan dan yang setia kepada Allah untuk mendamaikan dosa seluruh bangsa.
    2: 18 S
    ebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.

    'mendamaikan dosa seluruh bangsa'= pelayanan pendamaian lebih dahulu, kita jadi manusia baru dulu, baru ada ayat 18.
    'dapat menolong': tidak dibatasi oleh apapun, yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Ibrani 4: 16
    4: 16 Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.

    'pada waktunya': tepat pada waktunya.

    Hasil pertama: tangan Imam Besar yang setia dan berbelas kasihan dapat dan tepat waktu untuk menolong kita, menyelesaikan segala masalah bahkan sampai yang mustahil sekalipun. Jangan ragu-ragu!


  2. Yeremia 29: 11
    29: 11 Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

    Hasil kedua: tangan Imam Besar yang setia dan berbelas kasih mampu memberikan masa depan yang penuh harapan = masa depan yang berhasil dan indah pada waktunya.

    Mari, tugas kita sekarang ini hanya menerima pelayanan pendamaian oleh Imam Besar. Ada doa Imam Besar, supaya kita tidak jatuh dalam dosa. Tapi, sekalipun keras hati sampai jatuh dalam dosa, cepat sadar dan bertobat! Lalu, terima darah/percikan darah, supaya kita berubah; penderitaan ringan jika dibanding dengan penderitaan Yesus di kayu salib.

    Kalau sekarang kita mengalami penderitaan, ini adalah kesempatan untuk kita berubah (tidak ada dusta, kejahatan/kekejian, tidak boleh membeci tetapi mengasihi, tidak boleh mencuri tetapi memberi dan tidak boleh ada kenajisan, percabulan dan keserakahan).


  3. Hasil yang ketiga, nama kita sedang di tulis dalam kitab kehidupan.
    Sebelum ada Tabernakel, waktu bangsa Israel menyembah lembu emas, makan minum, dan kawin-mengawinkan, ini dosa yang besar dan seharusnya seluruh umat Israel musnah.
    Dosa yang besar ini untuk memperlihatkan besarnya pelayanan pendamaian.

    Karena belum ada Tabernakel, maka Musa naik untuk melakukan pelayanan pendamaian sampai ia mempertaruhkan namanya.

    Keluaran 32: 30-34
    32: 30 Keesokan harinya berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Kamu ini telah berbuat dosa besar, tetapi sekarang aku akan naik menghadap TUHAN, mungkin aku akan dapat mengadakan pendamaian karena dosamu itu."
    32: 31 L
    alu kembalilah Musa menghadap TUHAN dan berkata: "Ah, bangsa ini telah berbuat dosa besar, sebab mereka telah membuat allah emas bagi mereka.
    32: 32 Tetapi sekarang, kiranya Engkau mengampuni dosa mereka itu--dan
    jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis."
    32: 33 Tetapi TUHAN berfirman kepada Musa: "
    Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku.
    32: 34 Tetapi pergilah sekarang, tuntunlah bangsa itu ke tempat yang telah Kusebutkan kepadamu; akan berjalan malaikat-Ku di depanmu, tetapi pada hari
    pembalasan-Ku itu Aku akan membalaskan dosa mereka kepada mereka."

    'jika tidak, hapuskanlah kiranya namaku dari dalam kitab yang telah Kautulis'= doa syafaat seorang gembala sampai mempertaruhkan namanya sendiri. Tetapi Tuhan katakan, 'Siapa yang berdosa kepada-Ku, nama orang itulah yang akan Kuhapuskan dari dalam kitab-Ku'.
    Kalau gembala manusia tidak bisa tukar-tukar. Kalau Yesus bisa; Dia manusia tidak berdosa tetapi ditukar dengan kita yang berdosa. Kalau gembala manusia tidak bisa, tetapi hanya menaikkan doa untuk memberi kesempatan dan kemurahan supaya tidak dihukum oleh Tuhan. Inilah tugas seorang gembala.

    Kalau tetap berbuat dosa, maka namanya akan dihapus dari dalam kitab kehidupan dan masuk dalam penghukuman Tuhan (pembalasan Tuhan: ayat 34).

    Sebaliknya, kalau kita mau memanfaatkan doa syafaat Imam Besar dan gembala manusia, sekalipun dosa kita sangat besar, masih ada kesempatan. Mari kita gunakan, supaya nama ditulis dalam kitab kehidupan.

    Tuhan sedang menuliskan nama kita di dalam kitab kehidupan = Tuhan sedang mengampuni dosa-dosa kita sampai dosa yang besar. Kalau semua dosa sudah diperdamaikan, maka nama kita tertulis lengkap di dalam kitab kehidupan.

    Bukti nama ditulis dalam kitab kehidupan adalah ada damai sejahtera (namanya tadi adalah pelayanan pendamaian).

    Kalau hati kita marah, jangan diteruskan.
    Ketika hati tidak damai, nama nama kita keluar dari dalam kitab kehidupan. Kalau waktu itu dipanggil Tuhan, habis.
    Kalau kita marah, dalam ketakutan, diperlakukan tidak adil atau lainnya yang membuat hati tidak damai, sebut 'darah Yesus! Tuhan tolong, saya serahkan hidupku pada-Mu', sampai kita merasa damai. Kita memang harus berjuang.

    Damai sejahtera = tidak merasakan apa-apa lagi yang daging rasakan (kekecewaan, ketakutan, putus asa, kenajisan, kejahatan dan sebagainya), tetapi hanya mengasihi Tuhan lebih dari semua.

    Tuhan sedang mengampuni dosa kita (menuliskan nama kita dalam kitab kehidupan), dan kita juga menulis di dalam hati kita, 'Aku mengasihi Engkau, Tuhan'.

    Kalau nama ditulis, maka masa depan yang indah juga ditulisi oleh Tuhan, semua masalah selesai dan Tuhan menolong kita semua.

Mari, kita pulang dengan hati damai, dan nama ditulis dalam kitab kehidupan. Yakinlah bahwa masa depan yang indah sedang diukir oleh Tuhan, dan masalah sedang diselesaikan oleh Tuhan.

Tuhan memberkati.