[cetak]
Ibadah Doa Surabaya, 08 Januari 2014 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus.
Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 1: 10-12
1:10 Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala,
1:11 katanya: "Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat ini: ke Efesus, ke Smirna, ke Pergamus, ke Tiatira, ke Sardis, ke Filadelfia dan ke Laodikia."
1:12 Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Dan setelah aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas.

Rasul Yohanes mengalami sengsara daging karena Firman dan kesaksian Yesus di pulau Patmos, sehingga bisa mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring yang menjadi wujud 7 kaki dian emas.
Dalam sengsara daging, kita bisa jelas melihat sangkakala yang nyaring.

Jika kita beribadah melayani Tuhan dengan tanda sengsara daging (tanda salib), kita juga bisa mendengar dan melihat suara sangkakala yang nyaring yang menjadi wujud 7 kaki dian emas.
Artinya: kita bisa mendengar dan melihat Firman penggembalaan yang mengandung bobot pengajaran yang benar, keras, dan tajam, sehingga bisa menyucikan dan mengubahkan kita menjadi sempurna seperti Yesus (menjadi mempelai wanita Surga= menjadi pelita emas yang tetap bercahaya).

Tugas dari gereja Tuhan/mempelai wanita Tuhan:

  1. bersaksi,
  2. mengundang.

Malam ini, kita pelajari BERSAKSI.
Kisah Rasul 1: 8
1:8. Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi."

Yang disaksikan adalah:

  1. 'Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi'= bersaksi tentang injil keselamatan (kabar baik) untuk membawa orang-orang berdosa supaya percaya Yesus dan diselamatkan.


  2. cahaya injil tentang kemuliaan Kristus= kabar mempelai= injil yang memberitakan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan sebagai Mempelai Pria Surga dan Raja segala raja untuk menyucikan dan menyempurnakan orang-orang yang sudah selamat.

'Roh Kudus turun ke atas kamu'= kalau tidak ada Roh Kudus, kita tidak bersaksi, malah menyangkal, bergosip, dan sebagainya.
Jadi, kekuatan untuk bersaksi adalah Roh Kudus.
Roh Kudus= minyak yang membuat pelita tetap bercahaya.
Kalau minyak habis, pelita akan padam.
Minyak inilah yang harus dijaga supaya pelita tetap bercahaya.

Zakharia 4: 2-6
4:2. Maka berkatalah ia kepadaku: "Apa yang engkau lihat?" Jawabku: "Aku melihat: tampak sebuah kandil, dari emas seluruhnya, dan tempat minyaknya di bagian atasnya; kandil itu ada tujuh pelitanya dan ada tujuh corot pada masing-masing pelita yang ada di bagian atasnya itu.
4:3. Dan
pohon zaitun ada terukir padanya, satu di sebelah kanan tempat minyak itu dan satu di sebelah kirinya."
4:4. Lalu berbicaralah aku, kataku kepada malaikat yang berbicara dengan aku itu: "Apakah arti semuanya ini, tuanku?"
4:5. Maka berbicaralah malaikat yang berbicara dengan aku itu, katanya kepadaku: "Tidakkah engkau tahu, apa arti semuanya ini?" Jawabku: "Tidak, tuanku!"
4:6. Maka berbicaralah ia, katanya: "Inilah firman TUHAN kepada Zerubabel bunyinya: Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan
dengan roh-Ku, firman TUHAN semesta alam.

'kandil'= pelita.
'tujuh corot'= tujuh selang untuk mengalirkan minyak.
Disini, Roh Kudus digambarkan sebagai kandil dengan minyaknya.

2 hal yang harus diperhatikan supaya minyak tetap dalam pelita emas dan pelita emas tetap menyala:

  1. tempat minyaknya (yang ada ukiran pohon zaitun)= harus selalu berada di bagian atas pelita emas ('tempat minyaknya di bagian atasnya').
    'tempat minyak'= sumbernya minyak= Kurban Kristus yang harus selalu diatas, bagaikan buah zaitun yang diperas dan menghasilkan minyak urapan.
    Waktu di taman Getsemani, Yesus bagaikan buah zaitun yang diperas dan menghasilkan minyak.

    Yohanes 16: 7
    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    'jika Aku pergi'= Yesus mati, bangkit dan naik ke Surga.

    Tempat minyak harus selalu diatas= kita harus selalu menghargai Kurban Kristus, sehingga Kurban Kristus terukir di hati kita (tadi, tempat minyak diukir dengan pohon zaitun). Dan kita akan mengalami minyak urapan Roh Kudus.

    Praktik mengharga Kurban Kristus:


    • saling mengaku (mengaku dosa pada Tuhan dan sesama, jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi) dan saling mengampuni (mengampuni dosa orang lain dan melupakan).
      Kalau ada dosa, minyak tidak dicurahkan.
      Kalau dosa diselesaikan oleh darah Yesus, maka minyak urapan dicurahkan kepada kita.


    • 1 Petrus 4: 12-14
      4:12. Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi atas kamu.
      4:13. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
      4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab
      Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

      Praktik kedua: rela mengalami percikan darah (sengsara daging bersama Yesus).
      Bentuknya: doa puasa, doa semalam suntuk, difitnah, dan sebagainya.
      Jangan takut! Kalau kita mengalami percikan darah, urapan akan semakin kuat.

      Saat mengalami percikan darah, kita akan mengalami seperti buah zaitun yang diperas dan akan keluar minyak.


  2. corot harus terpasang dengan baik (kalau selangnya buntu, pelita tidak bisa menyala).
    Artinya: hubungan kita dengan Yesus harus tetap baik sampai permanen lewat ketekunan dalam kandang penggembalaan (ketekunan dalam 3 macam ibadah pokok):


    • pelita emas= ketekunan dalam Ibadah Raya,
    • meja roti sajian= ketekunan dalam Ibadah Pendalaman Alkitab dan Perjamuan Suci,
    • mezbah dupa emas= ketekunan dalam Ibadah Doa.


    Hari-hari ini, kita harus tekun dalam penggembalaan.
    Kalau bisa tekun dalam penggembalaan, inilah pemandangan yang hebat dan langka.

    Imamat 21: 12
    21:12. Janganlah ia keluar dari tempat kudus, supaya jangan dilanggarnya kekudusan tempat kudus Allahnya, karena minyak urapan Allahnya, yang menandakan bahwa ia telah dikhususkan, ada di atas kepalanya; Akulah TUHAN.

    Kalau tidak tekun dalam penggembalaan, tanpa disadari, kehidupan itu akan kering.

    Kalau kita tekun dalam penggembalaan, kita akan mengalami penyucian demi penyucian sehingga minyak urapan selalu mengalir dalam kehidupan kita dan tidak pernah kering.

Kalau ada minyak, pelita tetap menyala dan kita bisa menghadapi kegelapan apapun juga.

Kegunaan minyak urapan Roh Kudus:

  1. Roma 5: 5
    5:5. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.

    Kegunaan pertama: Roh Kudus mencurahkan kasih Allah kepada kita yang memberikan kekuatan extra, sehingga kita tidak putus asa/keceewa menghadapi apapun juga (tahan uji) untuk tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan dan untuk bersaksi.

    Daging ini rapuh dan cepat kecewa atau bangga. Kalau kecewa atau bangga, pelita akan padam.
    Tetapi kalau ada Roh Kudus, pelita tidak akan padam.


  2. Kisah Rasul 13: 2, 5, 7, 12
    13:2. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
    13:5. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.
    13:7. Ia adalah kawan gubernur pulau itu, Sergius Paulus, yang adalah orang cerdas. Gubernur itu memanggil Barnabas dan Saulus, karena ia ingin mendengar firman Allah.
    13:12. Melihat apa yang telah terjadi itu, percayalah gubernur itu; ia
    takjub oleh ajaran Tuhan.

    Kegunaan kedua: dengan adanya minyak urapan, kita dikhususkan (Imamat 21: 12= 'ia telah dikhususkan')=


    • dipakai dalam tugas khusus, yaitu pelayanan pembangunan tubuh Kristus.
    • menjadi biji mata Tuhan (dipelihara dan ditolong secara langsung oleh Tuhan secara ajaib, semua diselesaikan oleh Tuhan tepat pada waktuNya sekalipun sudah mustahil).


  3. Keluaran 15: 23-25
    15:23. Sampailah mereka ke Mara, tetapi mereka tidak dapat meminum air yang di Mara itu, karena pahit rasanya. Itulah sebabnya dinamai orang tempat itu Mara.
    15:24. Lalu bersungut-sungutlah bangsa itu kepada Musa, kata mereka: "Apakah yang akan kami minum?"
    15:25. Musa berseru-seru kepada TUHAN, dan TUHAN menunjukkan kepadanya
    sepotong kayu; Musa melemparkan kayu itu ke dalam air; lalu air itu menjadi manis. Di sanalah diberikan TUHAN ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturan kepada mereka dan di sanalah TUHAN mencoba mereka,

    'sepotong kayu'= salib/Kurban Kristus.
    Kegunaan ketiga: Roh Kudus mengandung kuasa untuk membaharui kita:


    • dari pahit menjadi manis,
    • dari hancur menjadi baik,
    • dari gagal menjadi berhasil,
    • dari bersungut-sungut menjadi bersyukur pada Tuhan (banyak menyembah Tuhan),
    • dari manusia daging menjadi manusia rohani.


    Ini merupakan mujizat terbesar.
    Dan jika Yesus datang kedua kali, terdengar bunyi sangkakala yang terakhir, kita akan diubahkan jadi sama mulia dengan Tuhan untuk menyambut kedatanganNya di awan-awan dengan 'haleluya'. Kita bersama Dia selama-lamanya.

Tuhan memberkati.