Ibadah Doa Surabaya, 08 Juli 2009 (Rabu Sore)

Matius 24: 32-35 = NUBUAT TENTANG POHON ARA/ISRAEL.
Pohon ara ini ditampilkan dari jaman ke jaman:
  1. jaman Allah Bapa = menampilkan pohon ara di taman Eden.
  2. jaman Allah Anak = menampilkan pohon ara di pinggir jalan.
  3. jaman Allah Roh Kudus = menampilkan nubuat tentang pohon ara.
Ad. 2. POHON ARA DI PINGGIR JALAN
Matius 21: 18-19
Kehidupan ini sudah melayani Tuhan, tapi tidak berbuah, sehingga jadi kering dan masuk dalam kebinasaan.
Pohon ara tidak berbuah, sebab ditanam dipinggir jalan= tidak tergembala, beredar-edar.

Seharusnya, pohon ara ini ditanam di bait Allah atau ditanam di tepi aliran air, supaya bisa berbuah. Artinya, kita harus tergembala, supaya kita bisa berbuah dan memuaskan Tuhan.

Tapi kita sudah pelajari dalam Lukas 13: 6-8, dimana ada pohon ara yang ditanam di kebun anggur, tapi masih tidak berbuah. Ini adalah suatu kewaspadaan bagi kita. Artinya, sudah tergembala dalam kabar mempelai, tetapi tidak berbuah. Mengapa?
Jawab: karena memiliki akar yang tidak baik baik(ay. 8).

Ibrani 12: 15
= akar yang tidak baik itu adalah akar kepahitan. Praktiknya pahit hati, sakit hati, dendam, kebencian, dll. Ini yang membuat tidak bisa berbuah.
Kalau ada pahit hati, akibatnya jauh dari kasih karunia Tuhan, sehingga kering rohani, buta rohani, sampai tidak bisa melihat Tuhan.

Tidak bisa melihat Tuhan= tidak bisa menyembah Tuhan. Dan satu waktu tidak bisa melihat Tuhan yang datang kedua kali di awan-awan. Dan itu artinya kebinasaan yang sungguh-sungguh.

Sebab itu, Tuhan mau periksa akar hati kita malam ini.
Jadi, penggembalaan itu menentukan kita berbuah atau tidak. Tapi setelah tergembala, kita masih harus memperhatikan akar yang ada pada kita.

Jalan keluar untuk menghadapi akar kepahitan ini adalah dengan berdamai dengan Tuhan dan sesama. Ini artinya, kita kembali pada salib, kembali pada kasih karunia Tuhan.

1 Yohanes 1: 7, 9
Mengaku dosa pada Tuhan dan sesama itu harus secara tuntas. Artinya adalah:

Kalau kita mengaku dosa dengan tuntas, maka darah Yesus akan aktif dalam 2 hal:

  1. darah Yesus mengampuni segala dosa kita, menutupi segala dosa kita sampai tidak ada bekas, sehingga kita dibenarkan dan hidup dalam kebenaran. Kalau tetap dalam kebenaran, maka kita akan diselamatkan. Inilah kasih karunia Tuhan yang menyelamatkan kita.

    Yesaya 32: 17
    Kalau sudah dibenarkan dan hidup dalam kebenaran, maka kita mengalami damai sejahtera, hati tenang, tidak ada lagi kepahitan.
    Selama hati masih ada kepahitan, hidup itu belum selamat.

    Tapi ada juga hidup yang tidak benar, tapi damai. Ini bukan dari Tuhan, tapi dari setan. Sebab ia mengulang-ulang dosa terus, sehingga dosa itu jadi kebiasaan dan tidak merasa apa-apa lagi. Ini yang berbahaya, sebab hati nuraninya sudah mati!

    Yang benar adalah hidup benar dan damai sejahtera.

  2. darah Yesus menyucikan segala dosa kita, dan kita mengalami kelepasan dari dosa dan hidup suci, mulai dari hati kita yang suci.

Sebab itu, hari-hari ini jangan jauh dari kasih karunia dan salib Tuhan!

Ibrani 12: 14
Kalau ada damai dan suci, maka kita bisa melihat Tuhan, dan tidak buta lagi.
Bisa melihat Tuhan, artinya kita bisa menyembah pada Tuhan.

Mazmur 123: 1-2
Hari-hari ini, biarlah kita menjaga hati kita, supaya kita bisa selalu memandang pada Tuhan. Jangan lagi menyimpan kepahitan hati!
Kita memandang Tuhan/menyembah Tuhan, sampai mengalami kasih karunia Tuhan.

Jangan berhenti-henti dalam menyembah Tuhan. Inilah kunci Daud. Jangan putus asa saat pertolongan Tuhan belum datang. Tapi yang penting kita memelihara hati damai dan hati suci. Jangan malas memandang Tuhan. Tapi biarlah kita memandang Tuhan, sampai belas kasihan Tuhan jatuh atas hidup kita.

Hasil kalau sudah mengalami belas kasihan Tuhan:

  1. Markus 1: 41= kita mengalami kuasa kesembuhandari penyakit kusta. Artinya: kita mengalami kesembuhan secara jasmani, tapi juga kesembuhan secara rohani (penyucian dari dosa-dosa, sampai kita tidak bercacat cela).

  2. Markus 8: 1-2= kita dipelihara dari kelaparanjasmani dan rohani (kelaparan akan firman yang mengakibatkan kejatuhan-kejatuhan dalam dosa).
    Ini Tuhan memberi makan 4000 orang (pemecahan roti kedua). Artinya, Tuhan memakai kita dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir. Diluar ini, artinya masuk dalam tubuh Babel.

  3. Lukas 7: 13-15= kita dibangkitkan dari kematian. Artinya, ada kuasa untuk menghapus segala kemustahilan, baik jasmani maupun rohani. Apapun persoalan kita, mungkin sudah terasa mati, Tuhan mampu pulihan, begitu juga dengan masa depan.

    Secara rohani, Tuhan mampu mengubahkan kitadari manusia daging menjadi manusia yang sama mulia dengan Tuhan Yesus saat Yesus datang kedua kali. Ini suatu kemustahilan.

Tuhan memberkati.