[cetak]
Ibadah Doa Surabaya, 11 Mei 2015 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita masih berada dalam Wahyu 2-3, dalam susunan Tabernakel, menunjuk pada tujuh kali percikan darah di depan Tabut Perjanjian.
Ini sama dengan penyucian terakhir yang dilakukan oleh TUHAN kepada tujuh sidang jemaat bangsa kafir (sidang jemaat akhir zaman), supaya sidang jemaat bangsa kafir menjadi sempurna, tidak bercacat cela seperti Yesus dan menjadi tubuh Kristus yang sempurna/mempelai wanita Sorga yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai dan bersama TUHAN selamanya.

Tujuh sidang jemaat bangsa kafir yang mengalami percikan darah adalah:

  1. sidang jemaat EFESUS (Wahyu 2: 1-7) (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 07 September 2014). Sidang jemaat Efesus harus kembali pada kasih mula-mula supaya bisa kembali ke Firdaus.


  2. sidang jemaat di SMIRNA (Wahyu 2: 8-11) yang mengalami penderitaan, tetapi TUHAN katakan untuk tidak takut dalam penderitaan dan setia sampai mati (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 September 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 09 November 2014).


  3. sidang jemaat di PERGAMUS (Wahyu 2: 12-17) yang harus meninggalkan ajaran-ajaran sesat (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 17 November 2014 sampai Ibadah Raya Surabaya, 28 Desember 2014).


  4. sidang jemaat di TIATIRA (Wahyu 2: 18-29) yang harus mengalami penyucian hati dan pikiran sampai pikiran yang terdalam (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 04 Januari 2015 sampai Ibadah Raya Surabaya, 18 Januari 2015).


  5. sidang jemaat di SARDIS (Wahyu 3: 1-6) disucikan untuk mengalami kebangunan rohani dan kuat rohaninya, supaya tetap berjaga-jaga (diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 21 Januari 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 04 Maret 2015).


  6. sidang jemaat di FILADELFIA (Wahyu 3: 7-13) disucikan untuk mengalami 3 penampilan Yesus dan 3 perkara besar yang dilakukan oleh Yesus (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015).

Kita mempelajari Wahyu 3: 7-13, sidang jemaat yang keenam, yaitu SIDANG JEMAAT FILADELFIA.
Kita masih berada pada ayat 7-8.
Wahyu 3: 7
3: 7 "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.

Ada 3 macam penampilan Yesus kepada sidang jemaat di Filadelfia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 08 Maret 2015):

  1. Yesus sebagai 'Yang Benar' = membenarkan,
  2. Yesus sebagai 'Yang Kudus' = menyucikan,
  3. Yesus sebagai 'Yang memegang kunci Daud'.

Kita masih mempelajari YESUS TAMPIL SEBAGAI 'YANG MEMEGANG KUNCI DAUD'.

Yesus tampil sebagai 'Yang memegang kunci Daud', untuk melakukan 3 perkara yang besar/dahsyat, bagi sidang jemaat Filadelfia; sekarang bagi kita:

  1. Wahyu 3: 8
    3:8 Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

    Pekerjaan besar yang pertama: membuka pintu-pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapapun juga, sampai pintu sorga terbuka (sudah diterangkan diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 09 Maret 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 15 April 2015).


  2. Wahyu 3: 9
    3:9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

    Pekerjaan besar yang kedua: untuk memberikan kemenangan atas jemaah iblis (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surbaya, 19 April 2015 sampai Ibadah Doa Surabaya, 06 Mei 2015).


  3. Wahyu 3: 10
    3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Pekerjaan besar yang ketiga: melindungi kita dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 10 Mei 2015).

AD. 3 MELINDUNGI KITA DARI HARI PENCOBAAN YANG AKAN DATANG ATAS SELURUH DUNIA

Wahyu 3: 10
3:10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Pada akhir zaman, menjelang kedatangan Yesus kedua kali, akan terjadi pencobaan-pencobaan yang melanda seluruh manusia di bumi, termasuk kita semua gereja TUHAN akhir zaman.

Kemarin, kita mempelajari gereja TUHAN akan mengalami pencobaan-pencobaan seperti yang dialami oleh Yusuf--menghadapi kebencian, isteri Potifar (kenajisan) dan penjara (ketidak adilan). Tetapi, Tuhan sudah menolong lewat kunci Daud, yaitu kemurahan dan kebajikan Tuhan (Mazmur 23: 6).

Malam ini kita mempelajari contoh yang lain, yaitu gereja TUHAN akan mengalami pencobaan-pencobaan seperti yang dialami oleh Daniel.

Daneil 6: 5-6, 11-12
6:5. Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.
6:6. Maka berkatalah orang-orang itu: "Kita tidak akan mendapat suatu alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali
dalam hal ibadahnya kepada Allahnya!"
6:11. Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam
kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
6:12. Lalu orang-orang itu bergegas-gegas
masuk dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya.

Daniel menghadapi pencobaan yang menyangkut 3 hal:

  1. Yang pertama, yaitu di ayat 5: 'dalam hal pemerintahan'= pencobaan menyangkut hal-hal yang jasmani, yaitu pekerjaan, studi, ekonomi, kesehatan, dan lain-lain.
    Ini yang akan kita manusia di dunia, termasuk melanda kita gereja TUHAN akhir zaman.


  2. Yang kedua, yaitu di ayat 6: 'dalam hal ibadahnya kepada Allahnya'= pencobaan menyangkut hal-hal yang rohani, yaitu pencobaan tentang ibadah pelayanan yang puncaknya doa penyembahan.

    2 Timotius 3: 12
    3:12. Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya,

    Ini awasan bagi kita! JANGAN mencari ibadah yang enak bagi daging. Kalau mencari ibadah yang enak bagi daging, maka kita tidak akan mampu dan akan meninggalkan ibadah pelayanan kepada TUHAN saat pencobaan dan aniaya menimpa kita.

    Kalau sekarang dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN kita sudah merasakan sengsara daging/salib, itu sudah benar. Ini juga merupakan latihan untuk menghadapi pencobaan yang akan melanda dunia dalam bentuk aniaya.

    Sekarang ditandai dengan sengsara--pulang kuliah/pulang kerja harus masuk ibadah, dalam ibadah firmannya lama dan keras. Inilah tanda salib.

    Jadi, ibadah pelayanan kita harus ditandai dengan salib--sengsara bagi daging--, sebagai latihan untuk menghadapi pencobaan dan aniaya yang akan datang, sehingga kita tetap beribadah dengan setia dan berkobar-kobar sampai garis akhir--meninggal dunia atau sampai TUHAN Yesus datang kembali kedua kali--, tidak mundur setapakpun.


  3. Ayat 11-12: 'masuk dan mendapati Daniel di kamarnya'; masuk ke kamar. Kamar menunjuk pada nikah; sesuatu yang bersifat pribadi, tetapi pencobaan juga sampai di situ.

    Yang ketiga: pencobaan menyangkut nikah dan buah nikah/rumah tangga; banyak terjadi kehancuran nikah dan buah nikah di akhir zaman.

    Setan tahu bahwa nikah yang benar, suci, dan dalam kesatuan akan mencapai perjamuan kawin Anak Domba Allah, kembali ke Firdaus sampai masuk ke Yerusalem baru. Oleh sebab itu, setan berusaha menghancurkan nikah dan buah nikah, supaya tidak masuk perjamuan kawin Anak Domba, tetapi binasa selama-lamanya.

    Kita--sebagai suami, isteri, anak dan orang tua--mohon kekuatan TUHAN untuk bisa bertahan dalam nikah yang benar dan suci, sampai mencapai kesatuan nikah untuk mencapai perjamuan kawin Anak Domba, sehingga kembali ke Firdaus sampai masuk kerajaan Sorga yang kekal.

Inilah 3 macam pencobaan yang dialami oleh Daniel; pencobaan di bidang jasmani, rohani, sampai nikah dan buah nikah.

Pencobaan-pencobaan yang dilancarkan oleh setan--dulu kepada Daniel; sekarang kepada kita--, tujuannya adalah untuk memasukkan Daniel--sekarang kita semua--ke gua singa, supaya kita mati rohani, gugur dari iman, bahkan binasa untuk selamanya.

Jalan keluar
untuk menghadapi pencobaan di bidang jasmani, rohani dan nikah-buah nikah yang berakhir pada gua singa: tekun dalam doa penyembahan.

Daniel 6: 11-12
6:11. Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
6:12. Lalu orang-orang itu bergegas-gegas masuk dan mendapati
Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya
Kita tekun dalam ibadah doa penyembahan baik secara pribadi, berkeluarga, maupun berjemaah. Bisa juga dalam bentuk doa satu jam, doa puasa, dan doa semalam suntuk.

Jika kita bertekun dalam doa penyembahan, maka kita akan mengalami proses perobekan daging. Singa itu makan daging, kalau dagingnya sudah dirobek, apanya yang mau dimakan?
Hasilnya: kita mengalami mujizat, yaitu pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

Waktu Yesus bangkit dalam tubuh yang rohani, Ia tidak bisa diapa-apakan. Kita juga mengalami hal yang sama, yaitu mengalami pembaharuan lewat perobekan daging, bentuknya adalah takut akan TUHAN; tidak takut pada gua singa, raja atau siapapun.
Dulu, saat perintah raja dikeluarkan, banyak yang takut menyembah TUHAN, tetapi Daniel tidak takut.
Banyak menyembah, sehingga daging dirobek dan kita mengalami keubahan hidup menjadi manusia baru, yaitu takut akan Tuhan.

Hari-hari ini, kita akan menghadapi pencobaan seperti dialami oleh Daniel sampai berakhir pada gua singa; mati rohani sampai kebinasaan selama-lamanya.
Hadapi dengan doa penyembahan sampai kita takut akan TUHAN.

Praktik takut akan TUHAN:

  1. Amsal 8:13
    8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

    Praktik pertama takut akan Tuhan: membenci kejahatan sampai membenci dusta, sehingga kita bisa hidup benar dan hidup suci.

    Sengaja berbuat dosa sampai berdusta sama dengan berani menantang TUHAN. Inilah yang akan diterkam oleh singa dan binasa, karena dagingnya terlalu besar.

    Kalau takut akan TUHAN, dagingnya sudah tidak ada lagi dan singa tidak bisa menerkam kita. Selama kita hidup benar dan suci, di manapun kita berada, singa tidak bisa menerkam kita, karena TUHAN selalu beserta kita.


  2. Yosua 24: 14
    24:14. Oleh sebab itu, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Jauhkanlah allah yang kepadanya nenek moyangmu telah beribadah di seberang sungai Efrat dan di Mesir, dan beribadahlah kepada TUHAN.

    Praktik kedua takut akan Tuhan:


    • beribadah dan melayani TUHAN dengan setia dan tulus ikhlas; tanpa pamrih, tanpa tujuan tertentu apalagi yang jasmani, dan tidak mau dihalangi oleh apapun juga.
      Terlalu banyak halangan untuk kita beribadah kepada TUHAN.

      "Guru dan gembala saya mengatakan: ada penginjil besar berkata, 'kalau kita mencari alasan untuk tidak beribadah, setan sudah menyediakan sekeranjang alasan.'"


    • Pengkhotbah 12: 13
      12:13. Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Allah dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang.

      Takut akan TUHAN juga berarti taat dengar-dengaran apapun resiko yang kita hadapi, sampai daging tidak bersuara.

      Yesus taat sampai mati terkutuk di kayu salib. Sebab itu, kita harus taat sampai daging tidak bersuara.

Amsal 19: 23a
19:23a. Takut akan Allah mendatangkan hidup

Kalau kita takut akan TUHAN--suci, setia, tulus dan taat dengar-dengaran--, maka kita tidak akan mati sekalipun ada di gua singa. Ini sudah dibuktikan oleh Daniel.

Daniel 6: 21, 27
6:21. dan ketika ia sampai dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara yang sayu. Berkatalah ia kepada Daniel: "Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan engkau dari singa-singa itu?"
6:27. Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai
orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.

'hamba Allah yang hidup'= takut akan TUHAN mendatangkan hidup, artinya menjadikan kita hamba dari TUHAN yang hidup. Seperti TUHAN hidup kekal, maka kita juga hidup kekal.

Mari kita berdoa menyembah dan memohon kepada TUHAN, supaya kita menjadi pelayan TUHAN yang hidup; pelayan TUHAN yang suci, setia, tulus, dan taat dengar-dengaran.
Kita menjadi pelayan/hamba dari TUHAN yang hidup, artinya kita hidup dari kunci Daud; kita hidup dalam tangan kebajikan dan kemurahan TUHAN.

Inilah arti dari TUHAN tampil sebagai 'yang memegang kunci Daud' kepada sidang jemaat Filadelfia untuk melindungi dari pencobaan-pencobaan yang akan melanda dunia. Ini yang kita pegang hari-hari ini, jangan bergantung kepada yang lain, tetapi kita hanya hidup dari tangan kemurahan dan kebajikan TUHAN.

"Saya sebagai hamba TUHAN tidak bergantung pada jemaat. Saya sudah mengalami. Sebelum dipercaya sidang jemaat, saya hidup, padahal saya sudah meninggalkan pekerjaan, dan semuanya, saya hidup. Setelah diberi hanya beberapa jemaat di kota kecil, saya juga tetap bisa hidup. Setelah pindah ke Malang, jemaat mulai bertambah, saya juga hidup, ditambah di Surabaya, saya hidup. Berarti, saya hidup bukan dari jemaat, tapi dari kemurahan dan kebajikan TUHAN. Bapak, ibu, saudara boleh punya gaji besar atau kecil, punya toko, dan lain-lain, tetapi kita tetap mengakui bahwa kita hidup dalam tangan kemurahan dan kebajikan TUHAN; kunci Daud."

Hasilnya
:

  1. Daniel; sekarang kita bisa hidup di dalam gua singa dengan singa yang lapar.
    Artinya, kita bisa hidup di manapun, kapanpun, dalam situasi apapun sampai situasi yang mustahil sekalipun, bahkan sampai hidup kekal selamanya; tangan kemurahan dan kebajikan TUHAN sanggup memelihara kita secara ajaib. Yang penting, kita menjadi hamba Tuhan yang hidup.

    Mari malam ini, TUHAN rindu hamba dan pelayan TUHAN yang seperti Daniel. Memang harus menghadapi pencobaan, tidak mungkin tidak. Oleh sebab itu kita harus tekun menyembah Tuhan, ditambah dengan doa puasa atau doa semalam suntuk, sampai mengalami perobekan daging; kita menjadi pelayan TUHAN yang takut akan TUHAN--suci, setia, tulus, dan taat dengar-dengaran. Ini sudah cukup.
    Ini adalah hamba dari TUHAN yang hidup, kita hidup dalam tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan; tangan yang memegang kunci Daud.


  2. Daniel 6: 24, 29
    6:24. Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.
    6:29. Dan Daniel ini
    mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

    Hasil kedua: tangan kemurahan dan kebajikan TUHAN sanggup mengangkat kita dari gua singa, artinya


    1. Tangan kemurahan dan kebajikan TUHAN sanggup menyelesaikan semua masalah kita sampai yang mustahil sekalipun.
    2. 'Daniel diberi kedudukan tinggi'= Tangan kemurahan dan kebajikan TUHAN sanggup memberikan masa depan yang berhasil dan indah pada waktunya.
    3. Tangan kemurahan dan kebajikan TUHAN sanggup menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia. Dan jika Yesus datang kedua kali, kita diangkat ke awan-awan yang permai untuk bersama Dia selama-lamanya.

Memang harus menghadapi pencobaan. Yusuf sudah pernah mengalami, Daniel juga sudah mengalami. Kita juga akan mengalami, baik secara jasmani maupun rohani dan nikah rumah tangga.
Jangan banyak komentar atau mengadu pada orang lain, tetapi mengadu pada TUHAN.

Kita tekun dalam doa penyembahan kepada TUHAN sampai mengalami penyaliban daging; sampai mengalami pembaharuan, yaitu takut akan TUHAN--hidup benar dan suci, dosa-dosa diakui, setia dan tulus ikhlas dalam ibadah pelayanan, tanpa pamrih,, dan taat dengar-dengaran. Sudah cukup.

Kita menjadi hamba Tuhan yang hidup, hidup dalam tangan kemurahan dan kebajikan TUHAN. TUHAN bisa memelihara kita di dalam gua singa, mengangkat kita dari gua singa--menyelesaikan masalah kita secara ajaib, memberi masa depan yang berhasil dan indah, sampai mengangkat di awan-awan yang permai, bersama-sama dengan Dia selamanya.

Jangan ragu melayani TUHAN dengan sungguh-sungguh. Tangan kemurahan dan kebajikan TUHAN diulurkan di tengah-tengah kita sekalian.

TUHAN memberkati.