[cetak]
Ibadah Doa Surabaya, 12 Januari 2011 (Rabu Sore)

Disertai dengan puasa
Doa penyembahan adalah proses perobekan daging. Kalau ditambah puasa, akan MEMPERCEPAT proses perobekan daging sampai daging tidak bersuara lagi (pintu tirai terobek)= penghancuran buli-buli tanah liat dan dibangun menjadi buli-buli emas berisi manna.

Matius 24: 22
24:22. Dan sekiranya waktunya tidak dipersingkat, maka dari segala yang hidup tidak akan ada yang selamat; akan tetapi oleh karena orang-orang pilihan waktu itu akan dipersingkat.

Mengapa kita perlu doa dan puasa?
Sebab waktu kedatangan Yesus kedua kali akan dipersingkat.
Jadi, kita berpacu dengan waktu, sehingga saat Tuhan datang kembali, semua daging sudah dirobek (buli-buli tanah liat sudah hancur semua).

Kalau berlambat-lambat, memang kita berubah, tapi kalau Tuhan datang kembali dan daging kita masih ada, maka kita akan tertinggal.

Lukas 12:
= terkena pintu tirai.
= ada 5 tabiat daging yang harus dirobek supaya daging tidak bersuara lagi (tirai terobek):
  1. ay. 1.
    12:1. Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.

    Tabiat pertama: kemunafikan= kepura-puraan atau tidak sungguh-sungguh= menyembunyikan sesuatu, sehingga dari luar kelihatan baik.

    Kemunafikan ini terutama tidak sungguh-sungguh dalam menerima Firman pengajaran yang benar, sehingga tetap menyembunyikan dosa.
    Contohnya adalah Yudas yang digembalakan oleh Yesus sendiri.
    Kelihatannya, ia menerima Firman, tetapi sesungguhnya, ia tidak sungguh-sungguh dan menyembunyikan keinginan akan uang.

    Akibatnya, Yudas menjadi seperti buli-buli tanah liat yang hancur binasa.

    Kalau kemunafikan dirobek, kita akan jujur dan taat pada Firman pengajaran yang benar, sehingga kita benar-benar disucikan. Tidak ada yang tersembunyi dalam kehidupan kita.

  2. ay. 4-5.
    12:4. Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
    12:5. Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu,
    takutilah Dia!

    Tabiat kedua: ketakutan, artinya: takut akan sesuatu di dunia ini, sehingga tidak takut akan Tuhan (melawan Tuhan dan mengorbankan pengajaran yang benar).

    Kalau ketakutan dirobek, kita menjadi kehidupan yang takut akan Tuhan, artinya takut berbuat dosa, apapun resikonya dan takut melawan pengajaran yang benar.

    Amsal 8: 13
    8:13. Takut akan TUHAN ialah membenci kejahatan; aku benci kepada kesombongan, kecongkakan, tingkah laku yang jahat, dan mulut penuh tipu muslihat.

  3. ay. 15.
    12:15. Kata-Nya lagi kepada mereka: "Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu."

    Tabiat ketiga: ketamakan, artinya: bergantung pada harta atau terikat pada uang, sehingga menjadi kikir dan serakah.
    Ketamakan ini juga berjalan bersama dengan kenajisan.

    Kalau ketamakan dirobek, kita bisa memberi, bahkan lebih bahagia memberi daripada menerima.

  4. ay. 35.
    12:35. "Hendaklah pinggangmu tetap berikat dan pelitamu tetap menyala.

    Perikop ayat ini adalah: kewaspadaan.
    Tabiat keempat: lengah= tidak waspada= tidak berjaga-jaga= tidak setia dalam ibadah pelayanan.

    Kalau lengah dirobek, kita menjadi kehidupan yang setia dalam ibadah pelayanan, tidak mau terhalang oleh apapun.

  5. ay. 22.
    12:22. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai.

    perikop ayat ini adalah: kekuatiran.
    Tabiat kelima: kekuatiran.
    Kekuatiran ini sering menghantui kita, sehingga timbul banyak pertanyaan, banyak masalah dan banyak air mata.

    Yang dikuatirkan ini, terutama tentang kebutuhan hidup sehari-hari dan untuk masa depan.

    Kalau kekuatiran dirobek, kita bisa menyerahkan segala kekuatiran kepada Tuhan.

    Praktiknya:
    • Lukas 12: 32
      12:32. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.

      Praktik pertama: tergembala dengan baik.
      'kawanan kecil'= penggembalaan.

      1 Petrus 5: 7
      5:7. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.

      Tergembala dengan baik= taat dengar-dengaran pada Firman penggembalaan dan hidupnya dipelihara langsung oleh Gembala Agung.

    • menyembah Tuhan.
      KALAU KITA MENGALAMI KEKUATIRAN/KETAKUTAN, BIARLAH KITA BANYAK MENYEMBAH TUHAN= percaya dan mempercayakan diri sepenuh kepada Tuhan= memandang Tuhan dan berkata-kata dengan Tuhan sampai bisa mengulurkan tangan kepada Tuhan.
      Dan Tuhan akan mengulurkan Tangan belas kasihNya kepada kita, terutama saat kita doa dan puasa.
Hasilnya:
  • Mazmur 17: 15
    17:15. Tetapi aku, dalam kebenaran akan kupandang wajah-Mu, dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

    Hasil pertama: semua menjadi kenyang/puas (bahagia).
    Artinya, Tangan belas kasih Tuhan mampu memelihara kita secara jasmani dan rohani.
    Buktinya adalah banyak bersaksi dan memuji Tuhan.

    Kalau kosong, kehidupan itu justru banyak bersungut-sungut.

  • Mazmur 16: 8
    16:8. Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

    Hasil kedua: kita tidak goyah, artinya: kuat dan teguh hati, tidak kecewa/putus asa menghadapi sesuatu dan tegas untuk berpegang pada pengajaran yang benar.

    1 Tawarikh 19: 13
    19:13. Kuatkanlah hatimu dan marilah kita menguatkan hati untuk bangsa kita dan untuk kota-kota Allah kita. TUHAN kiranya melakukan yang baik di mata-Nya."

    Dengan kuat dan teguh hati, Tangan belas kasihan Tuhan akan menjadikan segala sesuatu baik di MataNya.

  • 2 Tawarikh 20: 12, 3, 17, 24
    20:12. Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."
    20:3. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya
    berpuasa.
    20:17. Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana
    TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu."
    20:24. Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah
    semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.

    Raja Yosafat tidak berdaya, tetapi ia berpuasa.
    Hasil ketiga: Tuhan yang berperang ganti kita.
    Sebab itu, jangan menolak puasa. Justru disini, raja Yosafat ditolong karena ia berpuasa ditengah ketidak berdayaannya.

    Dan semua masalah yang hebat akan menjadi bangkai.
    Tangan belas kasihan Tuhan menjadikan semua selesai pada waktunya.

    Sebaliknya, Maria dan Marta menghadapi Lazarus yang sudah jadi bangkai. Tetapi lewat tersungkur dan menyembah Tuhan, bangkai bisa dipulihkan kembali.

    Malam ini, mungkin hidup kita seperti bangkai. Dengan menyembah Tuhan, Ia sanggup memulihkan hidup kita secara rohani dan jasmani.
    Sampai satu waktu, buli-buli tanah liat akan menjadi buli-buli emas. Kita akan melihat Dia muka dengan muka di awan-awan yag permai.
Tuhan memberkati.