Ibadah Doa Surabaya, 13 September 2023 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 20: 1-6 menunjuk pada kerajaan Seribu Tahun Damai; Firdaus yang akan datang.

Wahyu 19: 9
19:9.Lalu ia berkata kepadaku: "Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba." Katanya lagi kepadaku: "Perkataan ini adalah benar, perkataan-perkataan dari Allah."

Perjamuan kawin Anak Domba adalah pintu masukke dalam kerajaan Seribu Tahun Damai.
Perjamuan kawin Anak Domba adalah pertemuan antara Yesus yang datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--Kepala--dengan gereja Tuhan yang sempurna sebagai mempelai wanita sorga--tubuh--di awan-awan yang permai. Sesudah itu masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan kerajaan sorga selamanya.

Hubungan antara Yesus dengan sidang jemaat yang sempurna; hubungan Kepala dengan tubuh adalah leher--doa penyembahan.
Jadi, pintu masuk kerajaan Seribu Tahun Damai adalah doa penyembahan.

Doa penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala keinginan, hawa nafsu, dan tabiatnya. Karena itu dalam doa penyembahan kita butuh hadirat Tuhan.
Doa penyembahan adalah proses salib. Salib tanpa hadirat Tuhan akan sia-sia dan terlalu sakit. Tetapi kalau salib dengan hadirat Tuhan kita akan bisa bersukacita.

Bagaimana mengundang hadirat Tuhan?Doa penyembahan perlu didahului dengan:
  1. Menyanyikan puji-pujian dengan sungguh-sungguh sehingga mengundang hadirat Tuhan dalam urapan Roh Kudus.
    Roh Kudus inilah yang memberi kemampuan untuk menghadapi salib.

  2. Pemberitaan firman pengajaran yang benar, yang menunjuk dosa-dosa, sehingga kita bisa sadar, menyesal, dan mengaku dosa-dosa kepada Tuhan dan sesama. Kita mengalami pengampunan dosa, sehingga hidup dalam kebenaran; tidak berbuat dosa lagi.
    Dosa adalah penghalang hubungan kita dengan Tuhan.

    Ini berarti sudah memenuhi syarat doa penyembahanyaitu ada Roh dan kebenaran--firman.
    Yohanes 4: 24
    4:24.Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

    Roh Kudus tanpa firman bisa sesat.
    Contoh: saat Yesus lahir, ada bintang timur--Roh Kudus--, tetapi tanpa firman, justru datang ke Herodes. Setelah tiba di Herodes, baru firman dibukakan, sehingga bintang timur bisa menunjukkan arah ke ke tempatnya Yesus.

    Firman Allah tanpa urapan Roh Kudus juga tidak berguna.
    Jadi, firman dan Roh Kudus sama-sama dibutuhkan.
Jadi, dasar penyembahan yang benar adalah Roh dan kebenaran.

Doa penyembahan yang benar masih diukur.
Wahyu 11: 1-2
11:1.Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkatpengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlahBait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadahdi dalamnya.
11:2.Tetapi kecualikan pelataran Bait Suciyang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

'beribadah'= menyembah.
Ayat 1= mezbah di sini adalah mezbah dupa emas karena sudah di dalam Bait Suci.

Doa penyembahan diukur dengan tongkat gembala, yaitu firman penggembalaan--firman pengajaran yang diulang-ulang.
Artinya: kita harus mengalami keubahan hidup yang sesuai dengan firman pengajaran yang benar, yaitu daging tidak bersuara lagi--tirai terobek.

Ada dua kemungkinan dalam pengukuran doa penyembahan:
  1. Ayat 2= doa penyembahan belummemenuhi ukuran, yaitu daging masih bersuara.
    Suara daging yang paling keras adalah tidak setia dan tidak taat.

    Akibatnya: Tuhan izinkan untuk masuk aniaya Antikris selama tiga setengah tahun.
    Saat itu masih ada dua kemungkinan:

    1. Banyak yang tidak tahan menghadapi siksaan, sehingga menyembah Antikris dan jadi sama dengan Antikris, yang akan dibinasakan saat Yesus datang kembali.

    2. Hanya sedikit yang bertahan untuk tetap menyembah Tuhan sekalipun disiksa sampai dipancung kepalanya.
      Wahyu 20: 4-6
      20:4.Lalu aku melihat takhta-takhta dan orang-orang yang duduk di atasnya; kepada mereka diserahkan kuasa untuk menghakimi. Aku juga melihat jiwa-jiwa mereka, yang telah dipenggal kepalanya karena kesaksian tentang Yesus dan karena firman Allah; yang tidak menyembah binatang itu dan patungnya dan yang tidak juga menerima tandanya pada dahi dan tangan mereka; dan mereka hidup kembali dan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Kristus untuk masa seribu tahun.
      20:6.Berbahagia dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya.

      Inilah orang mati syahid. Bersama-sama dengan orang yang mati dalam Yesus sejak zaman Habel semuanya akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan saat Yesus datang kembali untuk masuk perjamuan kawin Anak Domba dan kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang).

  2. Ayat 1= doa penyembahan yang mencapai ukuran, yaitu taat dan setiasampai daging tidak bersuara lagi--tirai terobek.
    Ini yang diukur oleh Tuhan--ukuran penggembalaan.

    Ukuran Tabernakel--penggembalaan--adalah 100 x 50 hasta.
    100= 10 x 10= mendengar dan dengar-dengaran pada firman.
    50= Pentakosta; urapan Roh Kudus yang membuat kita setia.
Taat dan setia sama dengan mengulurkan tangan kepada Tuhan, dan Dia akan mengulurkan tangan kemurahan dan kebajikan-Nya--kunci Daud.
Wahyu 3: 7-8
3:7."Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
3:8.Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku(taat)dan engkau tidak menyangkal nama-Ku(setia).

Tuhan memberikan kunci Daud kepada kita yang tidak bisa apa-apa dan tidak punya kekuatan apa-apa.
Mari, banyak memuji Tuhan, mendengar firman, dan menyembah Tuhan untuk mencapai ukuran yaitu taat dan setia sampai daging tidak bersuara lagi. Saat menghadapi sesuatu yang sudah mustahil, masih ada kunci Daud. Pegang itu! Jangan bersungut!

Hasilnya:
  1. Wahyu 3: 9
    3:9.Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan tersungkur di depan kakimu dan mengaku, bahwa Aku mengasihi engkau.

    Hasil pertama: tangan kemurahan dan kebajikan Tuhan sanggup memberikan kemenangan atas jemaah Iblis/pendusta.

    Pendusta artinya berkata tidak benar: gosip, fitnah, dan termasuk tidak taat.
    1 Yohanes 2: 4
    2:4.Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendustadan di dalamnya tidak ada kebenaran.

    Kita menjadi sidang jemaat yang jujur dan taat. Kita menjadi rumah doa. Kita dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan.

    Kita mengalami kemenangan atas Setan, sumber segala masalah yang mustahil, sehingga semua masalah yang mustahil selesai pada waktunya.

    Tangan Tuhan juga sanggup mengangkat kita dari dosa untuk hidup dalam kebenaran.
    Contoh: Daud jatuh dengan Batsyeba, tetapi ia jujur mengaku, sehingga mengalami pengangkatan dari dosa dan puncaknya dosa.

  2. Wahyu 3: 10
    3:10.Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datangatas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

    Hasil kedua: kemurahan dan kebajikan Tuhan sanggup melindungi dan memelihara kitasecara jasmani di tengah kesulitan dunia sampai Antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    Secara rohani, kemurahan dan kebajikan Tuhan sanggup melindungi kita dari ajaran palsu dan dosa serta puncaknya dosa, sehingga kita tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran. Kita tetap hidup dalam kesucian.

    Efesus 4: 11-12
    4:11.Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12.untuk memperlengkapi orang-orang kudusbagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Kalau hidup suci, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna,

    Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Kalau tidak dipakai Tuhan, akan dipakai Babel. Mari layani sesuai dengan gerakan dari Tuhan!

    Kisah Rasul 20: 24
    20:24.Tetapi aku tidak menghiraukan nyawaku sedikitpun, asal saja aku dapat mencapai garis akhirdan menyelesaikan pelayanan yang ditugaskan oleh Tuhan Yesus kepadaku untuk memberi kesaksian tentang Injil kasih karunia Allah.

    Setelah dipakai Tuhan, kita harus setia sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.

    Wahyu 3: 11
    3:11.Aku datang segera. Peganglah apa yang ada padamu, supaya tidak seorangpun mengambil mahkotamu.

    Kalau setia sampai garis akhir kita akan menerima mahkota.
    2 Timotius 4: 7-8
    4:7.Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhirdan aku telah memelihara iman.
    4:8.Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaranyang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya.

    Yang mati dalam Yesus akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan. Yang hidup akan diubahkan dalam tubuh kemuliaan.
    Keduanya akan menerima mahkota kehidupan saat Yesus datang kembali.

  3. Wahyu 3: 12
    3:12.Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokogurudi dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

    Hasil ketiga: kemurahan dan kebajikan Tuhan sanggup membaharui kitadari manusia daging menjadi manusia rohani, yaitu kuat teguh hati--'sokoguru'.
    Artinya: tidak kecewa, putus asa, bangga, dan tinggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi tetapi kita hanya mengucap syukur; tetap percaya dan berharap Tuhan.

    Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Banyak yang kita butuhkan, tetapi yang terutama adalah kemurahan dan kebajikan Tuhan yang kita dapatkan dalam penggembalaan.
Lembah apapun yang kita alami, hadapi dengan kunci Daud.

Tuhan memberkati.