[cetak]
Ibadah Doa Surabaya, 15 Juli 2015 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari TUHAN senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita berada pada Wahyu 2-3 (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 27 Juli 2014).

Kita berada dalam kitab Wahyu 3: 14-22--tentang sidang jemaat di LAODIKIA. Ini adalah jemaat terakhir--jemaat ke tujuh--dalam kitab Wahyu yang menunjukkan keadaan gereja TUHAN akhir zaman (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 14 Juni 2015).

Wahyu 3: 16-19
3:16. Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.
3:17. Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang,
3:18. maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau
membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.
3:19. Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!

KEADAAN ROHANI jemaat di Laodikia adalah SUAM-SUAM KUKU.

Praktik suam-suam kuku: ayat 17= 'Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa'= hanya puas dengan perkara jasmani/berkat jasmani, tetapi keadaan rohaninya melarat, malang, miskin, buta dan telanjang; keadaan rohaninya benar-benar terpuruk.
Akibatnya: dimuntahkan oleh TUHAN; tidak berguna, jijik, najis, terkutuk, sampai binasa selama-lamannya.

Oleh sebab itu, di ayat 18-19, TUHAN menegor dan menasihati, supaya jemaat Laodikia--kita semua--membeli kekayaan Sorga dari Sorga.
Jika tegoran dan nasihat diabaikan, maka TUHAN menghajar jemaat Laodikia--kita semua--, supaya membeli kekayaan Sorga.

Ada 3 kekayaan Sorga yang harus dibeli--dimiliki--oleh jemaat Laodikia--sekarang kita semua:

  1. emas yang dimurnikan dalam api (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 12 Juli 2015).
  2. Pakaian putih.
  3. Minyak untuk melumas mata.

AD. 1. EMAS YANG DIMURNIKAN DALAM API.
1 Petrus 1: 6-7
1:6. Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
1:7. Maksud semuanya itu ialah untuk
membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.

Emas yang dimurnikan dalam api sama dengan iman yang murni atau iman yang permanen atau iman yang sempurna, yang layak untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan yang permai.

Bagaimana caranya supaya kita mendapatkan emas yang dimurnikan dalam api--iman yang sempurna?
Kita sudah mempelajari, bahwa iman harus bertambah-tambah sampai sempurna (diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Juli 2015).

Yakobus 2: 21-22
2:21. Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
2:22. Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

Supaya iman kita menjadi sempurna, maka iman harus bekerjasama dengan perbuatan iman.
Contoh iman yang sempurna adalah iman dari Abraham.
Tadinya, Abraham juga sama seperti kita yang percaya kepada TUHAN, tetapi pada akhirnya, iman Abraham dengan perbuatan iman menjadi sempurna; tidak gugur dari iman.

Proses perkembangan iman Abraham sampai mencapai iman yang sempurna:

  1. Ibrani 11: 8 => saksi-saksi iman
    11:8. Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya, lalu ia berangkat dengan tidak mengetahui tempat yang ia tujui.

    'dipanggil'= Abraham mendengar, bukan melihat.

    Proses perkembangan iman Abraham yang pertama: iman Abraham adalah iman yang benar, yaitu berasal dari mendengar firman Allah/firman Kristus/firman yang diurapi Roh Kudus.

    Roma 10: 17
    10:17. Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus

    Bukti kalau iman kita benar--iman karena mendengar, bukan karena melihat, seperti Abraham yang tidak tahu dan tidak melihat tempat yang akan dituju:


    • Abraham mengalami kelepasan dari negerinya; ia keluar dari negerinya, rumah bapanya dan sanak saudaranya. Ini sama dengan mengelami kelepasan dari dosa-dosa sampai puncaknya doa--dosa makan minum dan kawin-mengawinkan--, sehingga bisa hidup dalam kebenaran.
      Jadi, iman yang benar mampu melepaskan kita dari dosa-dosa, bahkan kita bisa meninggalkan dosa-dosa.


    • Abraham mengalami berkat TUHAN sampai anak cucu, bahkan sampai kepada kita bangsa kafir.
      Kalau iman kita benar, maka kita bisa mengalami kelepasan dari dosa. Setelah itu, kita akan mengalami berkat TUHAN. Kalau dasarnya sudah kuat, berkat akan datang sendiri; kita dikejar oleh berkat, bukan mengejar berkat. Percayalah, sebab TUHAN yang memerintahkan berkat.

      Kalau iman yang tidak benar--iman karena melihat--, akan mencari berkat.

      Abraham mengalami berkat TUHAN sampai berkelimpahan--sampai tidak cukup--, sehingga sampai kepada bangsa kafir.

      "Saya ingat perkataan almarhum Pdt In Juwono. Beliau dari jemaat yang sedikit, kemudian diberkati oleh TUHAN. Tidak muat, beliau dipindahkan. Tidak dapat menampung lagi, beliau dipindahkan ke tempat yang lebih besar lagi. Tidak bisa menampung lagi, beliau diutus ke luar. Tidak bisa menampung lagi, sudah internasional. Sampai seperti itu berkat TUHAN. Yang penting iman dan hidupnya benar dulu."


    • Setelah diberkati, jangan lupa mengembalikan persepuluhan milik TUHAN.
      Kejadian 14: 19-21, 23
      14:19. Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
      14:20. dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu
      Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
      14:21. Berkatalah
      raja Sodom itu kepada Abram: "Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu."
      14:23.
      Aku tidak akan mengambil apa-apa dari kepunyaanmu itu, sepotong benang atau tali kasutpun tidak, supaya engkau jangan dapat berkata: Aku telah membuat Abram menjadi kaya.

      Persepuluhan adalah


      1. pengakuan bahwa kita sudah diberkati oleh TUHAN--kita hidup dari TUHAN--, bukan dari Sodom Gomora.
      2. Ayat 21, 23= bukti kita terlepas dari Sodom--gambaran dunia atau setan.


    Inilah proses untuk bisa mendapatkan iman yang sempurna. Yang pertama, permulaan imannya harus benar, yaitu dari mendengar, bukan melihat.
    Iman yang benar berasal dari mendengar. Artinya, hanya satu yang didengar, sehingga bisa menjadi satu iman--satu suara. Kalau tidak, tidak akan bisa menjadi satu iman. Kalau suami isteri satu iman, maka dasar rumah tangganya menjadi kuat sekali, sehingga bisa terlepas dari dosa--hidup benar--, diberkati oleh TUHAN dan mengaku bahwa kita hidup dari TUHAN--Sodom Gomora tidak bisa menjamah kita.


  2. Roma 4: 18-21
    4:18. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu."
    4:19. Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.
    4:20. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah,
    4:21. dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

    Proses perkembangan iman Abraham yang kedua: Abraham mengalami ujian iman.

    TUHAN berjanji untuk memberikan anak kepada Abraham. Ditunggu-tunggu, tetapi tidak ada; mulai dari Abraham berumur 75 tahun sampai 100 tahun. Isterinya sudah mandul dan mati haid. Saat menghadapi ini, iman Abraham tidak menjadi lemah, tetapi semakin kuat; Abraham lulus dari ujian iman.

    Untuk bisa mencapai iman yang sempurna, maka iman yang benar harus melewati ujian iman lebih dulu. Ujian iman adalah saat-saat kita menghadapi sesuatu yang mustahil.

    Kalau imannya tidak benar, tidak perlu diuji, karena imannya tidak berasal dari TUHAN, tetapi dari Sodom Gomora. Kalau imannya benar, pasti mengalami ujian dalam berbagai bidang--jodoh, pekerjaan, nikah, studi dan sebagainya.

    Abraham tidak bimbang terhadap janji Allah--firman pengajaran yang benar--saat menghadapi ujian, sekalipun ia menghadapi kemustahilan--usianya 100 tahun, isterinya mandul dan mati haid.
    Saat menghadapi ujian iman dan kita tidak bimbang, maka kita akan mendapatkan iman yang teguh, yaitu


    • tetap percaya bahwa Allah sanggup menggenapi janji-janji-Nya apapun yang sedang kita alami hari-hari ini. Mungkin mata kita memandang sudah mustahil, tetapi biarlah kita tetap percaya.


    • Tetap percaya bahwa Allah sanggup menghapus kemustahilan.


    Hasilnya: Ishak lahir; artinya tidak ada yang mustahil bagi TUHAN.


  3. Yakobus 2: 21-22
    2:21. Bukankah Abraham, bapa kita, dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya, ketika ia mempersembahkan Ishak, anaknya, di atas mezbah?
    2:22. Kamu lihat, bahwa
    iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna.

    Kejadian 22: 2, 9-14

    22:2. Firman-Nya: "Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak, pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu."
    22:9. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
    22:10. Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya.
    22:11. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: "Abraham, Abraham." Sahutnya: "Ya, Tuhan."
    22:12. Lalu Ia berfirman: "Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku."
    22:13. Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya.
    22:14. Dan Abraham menamai tempat itu: "TUHAN menyediakan"; sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: "Di atas gunung TUHAN, akan disediakan."

    Proses perkembangan iman Abraham yang pertama: Abraham melakukan perbuatan iman, yaitu mempersembahkan Ishak di gunung Moria; gunung Moria adalah tempat Salomo membangun bait Allah.

    Bagi kita sekarang, perbuatan iman adalah tidak menolak apa yang TUHAN minta--rela berkorban apapun juga untuk pembangunan bait Allah rohani/pembangunan tubuh Kristus yang sempurna--dulu, gunung Moria menjadi dasar pembangunan bait Allah Salomo.

    Semua harus dikorbankan untuk pembangunan tubuh Kristus, kecuali firman pengajaran benar tidak boleh dikorbankan; firman pengajaran benar adalah pribadi Yesus sebagai kepala yang sudah mati di bukit tengkorak. Sangat mengerikan kalau tubuh tanpa kepala: Lebih baik tidak ....., daripada tanpa firman pengajaran benar.

    Kalau sudah tahu itu bukan pengajaran benar, jangan lakukan, baik dalam hal menikah, fellowship dan sebagainya. Dalam fellowship, kita harus lihat pengajarannya, bukan tidak boleh fellowship. Kita harus fellowship, tetapi jangan korbankan pengajaran benar--pribadi Yesus. Harus ada ketegasan hari-hari ini!

    Kalau ada perbuatan iman--tidak menolak apa yang TUHAN minta/rela berkorban apa saja untuk pekerjaan TUHAN--, maka semuanya tidak sia-sia dan tidak hilang.
    Pada pelajaran tentang keledai, TUHAN berkata: 'lepaskan keledai! Aku memerlukannya, nanti Aku segera mengembalikannya'. TUHAN tidak pernah menipu dan merugikan kita.

    Kalau kita rela berkorban segala sesuatu utnuk pembangunan tubuh Kristus--berkorban karena dorongan firman, bukan karena emosi--, maka kita akan bertemu dengan Jehova Jireh--Allah telah menyediakan; dari tidak ada menjadi ada. Segala pengorbanan kita justru tidak menjadi sia-sia, tetapi kita bertemu dengan Jehova Jireh.

    Biar malam ini, kita juga bertemu dengan Jehova Jireh, seperti dialami oleh Abraham. Kita meneladani iman Abraham, yaitu


    • iman yang benar--lepas dari dosa-dosa, diberkati dan mengembalikan persepuluhan milik TUHAN.
    • memiliki iman yang teguh/iman yang teruji--tidak goyah sedikitpun saat menghadapi kemustahilan dan tetap yakin pada janji TUHAN/firman pengajaran yang benar. Mungkin mata memandang yang mustahil, mungkin kita dikucilkan dan dihina, tenang saja, karena ada waktunya Ishak pasti lahir.


    • dan ada perbuatan iman--rela berkorban, sehingga kita bertemu Jehova Jireh.


    Hasilnya:


    • TUHAN menyediakan yang tidak ada menjadi ada; mujizat jasmani terjadi.
      TUHAN hanya menguji kita, bukan membunuh. Tinggal kita tahan atau tidak--yakin atau tidak pada firman.

      "Maaf kalau saya selalu bersaksi. Saat baru pertama mau menjadi hamba TUHAN, saya diuji tidak bisa makan dan minum, tidak ada uang. Hanya diuji saja, tidak dibunuh. Lalu bagaimana? Sedangkan pengajaran yang saya terima sebagai hamba TUHAN sepenuh adalah tidak boleh minta dan tidak boleh hutang. Tinggal mau pegang firman atau tidak. Saya tetap pegang firman. Dan ternyata, TUHAN bisa kirim, ada Jehova Jireh. Saya sudah mengalami, karena itu, saya berani mengajarkan kepada murid-murid, hamba TUHAN dan sidang jemaat. Kalau kita rela berkorban apapun dan tahan saat menghadapi ujian, maka Jehova Jireh benar-benar ada."


    • yang mustahil menjadi tidak mustahil; semua masalah selesai.
    • Bukan hanya yang jasmani, tetapi mujizat rohani juga TUHAN sediakan.
      Wahyu 19: 6-7
      19:6. Lalu aku mendengar seperti suara himpunan besar orang banyak, seperti desau air bah dan seperti deru guruh yang hebat, katanya: "Haleluya! Karena Tuhan, Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.
      19:7. Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia.

      Hasil ketiga: TUHAN menyediakan kita untuk menjadi mempelai wanita-Nya; artinya menyucikan dan mengubahkan kita sampai sempurna seperti Dia, mulai dari takut akan TUHAN seperti Abraham, yaitu taat dengar-dengaran. Sampai saat Yesus datang kembali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--mujizat terakhir--, kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai dengan sorak-sorai 'Haleluya'; dari empat penjuru bumi--satu tubuh Kristus--hanya satu suara 'Haleluya'. Kita bersama Dia selama-lamanya.

Inilah iman ditambah dengan perbuatan iman, supaya menjadi sempurna. Ini emas yang telah diuji kemurniaannya dalam api dan harus kita beli malam hari ini kepada TUHAN, yaitu:

  • dimulai dari iman yang benar; dengan bukti: lepas dari dosa, diberkati dan ada pengakuan bahwa kita diberkati oleh TUHAN dan terlpeas dari Sodom Gomora. Jangan ditawan oleh Sodom Gomora!


  • Yang kedua, kita lulus dari ujian iman sekalipun mata memandang yang mustahil. Kita tetap yakin Allah akan menggenapi janji-Nya dan tetap pegang pengajaran yang benar. TUHAN sanggup menolong kita semua.


  • Yang ketiga, jangan ragu! Ada perbuatan iman, yaitu rela berkorban apapun untuk kegerakan pembangunan tubuh Kristus--mulai dari ibadah pelayanan dan nikah kita--, kecuali firman pengajaran benar jangan dikorbankan. Di sanalah kita bertemu dengan Jehova Jireh. Mujizat jasmani terjadi--tidak ada menjadi ada, mustahil menjadi tidak mustahil--, mujizat rohani juga terjadi.--kita disucikan dan diubahkan mulai dari takut akan TUHAN/taat dengar-dengaran. Dan saat TUHAN datang, kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia; kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali dengan sorak-sorai 'Haleluya'.

Semoga malam ini, kita bertemu dengan Jehova Jireh yang tidak pernah menipu dan merugikan kita, tetapi selalu menguntungkan kita: 'ibadah yang disertai rasa puas, memberikan keuntungan besar', itulah 2 sayap burung nasar yang bear.

Malam ini kita menyembah Dia dalam mezbah yang lebih besar dibandingkan dengan mezbah rumah tangga. Tetapi nanti, di awan-awan kita menyembah Dia di mezbah yang terbesar--mezbah dari seluruh dunia. Malam ini, kita belajar menyembah Dia. Jangan tidur, tetapi menyembah Dia.

TUHAN memberkati.