Ibadah Doa Surabaya, 15 November 2023 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat mendengarkan firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dilimpahkan Tuhan di tengah-tengah kita.

Wahyu 21: 1-8 terbagi dalam tiga bagian:
  1. Ayat 1= langit yang baru dan bumi yang baru (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2023).

  2. Ayat 2-3= manusia baru.
  3. Ayat 4-8= suasana baru.

AD. 1
Wahyu 21: 1

21:1.Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru, sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan lautpun tidak ada lagi.

Rasul Yohanes melihat langit yang baru dan bumi yang baru, karena langit yang pertama dan bumi yang pertama sudah berlalu/lenyap/musnah oleh kiamat.
Ini menunjuk pada pembaharuan, yaitu:
  1. Pembaharuan perhatian= memusatkan perhatian kepada perkara Tuhan; perkara rohani; perkara kekal, yaitu: firman pengajaran yang benar, kemurahan Tuhan, dan kerajaan sorga yang kekal (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 29 Oktober 2023sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 November 2023).

  2. 'lautpun tidak ada lagi'= pembaharuan hati(diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Malang, 09 November 2023).
    Yakobus 1: 6
    1:6.Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.

    Laut bergelombang menunjuk pada hati bimbang.
Ad. 2
Hati dibaharui menjadi tidak boleh ada lagi hati yang bimbang.

Mengapa tidak boleh ada hati bimbang?
Markus 4: 37, 40
4:37. Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air.
4:40. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut?
Mengapa kamu tidak percaya?"

Kalau hati bimbang, keadaan kita akan sama seperti perahu murid-murid yang ditimbus angin gelombang, dan mulai penuh dengan air, berarti sudah mulai tenggelam. Kalau dibiarkan, pasti akan tenggelam di lautan dunia; semua merosot, gagal total, bahkan tenggelam di lautan api dan belerang; binasa selamanya.

Kalau gembala bimbang, pelayanannya akan merosot.
Kita biasanya bimbang terhadap pribadi Yesus dan kuasa-Nya. Saat itu sudah mulai merosot sampai binasa selamanya.

Sehebat apapun keadaan kita, dibandingkan dengan luasnya lautan dunia, kita sangat tidak berarti, lemah, tidak berdaya, dan tidak bisa apa-apa.

Oleh sebab itu, jalan satu-satunya adalah Yesus harus selalu berada dalam perahu kehidupan kita; sama dengan kita harus diisi dengan firman pengajaran yang benar.

Markus 4: 38
4:38. Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

Penyebutan 'Guru' artinya sudah menerima pribadi Yesus sebagai Kepala; sudah menerima firman pengajaran yang benar.
Tanpa pengajaran, tidak akan ada pribadi Yesus, dan keadaannya benar-benar ngeri.

Selagi kita masih bisa mendengar firman pengajaran yang benar, berarti masih ada pertolongan Tuhan. Jangan putus asa! Hidup mati kita di dalam tangan Tuhan, bukan bergantung pada angin gelombang.

Kalau sudah mendengar firman dan menerima dengan sungguh-sungguh, Yesus akan bangun untuk menolong kita.
Sikap terhadap firman ini yang menentukan nasib hidup kita tertolong atau tenggelam.
Pusatkan perhatian untuk mendengar firman hari-hari ini!

Saat semua sudah kita lakukan tetapi masih tidak tertolong, jangan kecewa dan putus asa karena masih ada pemberitaan firman pengajaran yang benar. Kita harus mencari firman pengajaran yang benar; sama dengan mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, yang sanggup untuk menolong dan menuntun kita ke pelabuhan damai sejahtera--Yerusalem baru.

Di mana firman pengajaran yang benar diberitakan di sana terjadi dua hal besar:
  1. Yesus selalu berada dalam perahu kehidupan kita.
    Buktinya:

    • Kita selalu setiaberkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan dan tekundalam doa penyembahan apapun tantangan rintangannya.

      Tenggelam atau tidaknya perahu kehidupan kita bukan bergantung pada besar kecilnya ombak, tetapi ada Yesus ada tidak; bergantung pada kesetiaan dalam ibadah pelayanan dan ketekunan kita dalam menyembah Tuhan. Kalau setia dan tekun, sekalipun ombaknya besar kita tidak akan tenggelam.

    • Tidak ada ketakutan dan kebimbangan terhadap angin dan gelombang, tetapi kita takut akan Tuhan, yaitu membenci dosa sampai membenci dusta; sama dengan taat dengar-dengaranpada Tuhan.

      Markus 4: 40-41
      4:40. Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"
      4:41.
      Mereka menjadi sangat takutdan berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga angin dan danaupun taat kepada-Nya?"

      Hati yang bimbang adalah gelombang terbesar untuk menenggelamkan perahu kehidupan kita. Karena itu tidak boleh bimbang terhadap pribadi Yesus--firman pengajaran yang benar.

    • Diam dan tenang.
      Markus 4: 39
      4:39. Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.

      Diam= berdiam diri; koreksi diri lewat ketajaman pedang firman Allah. Kalau ditemukan dosa, kita mengaku pada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--bertobat.
      Kalau tidak ada dosa, jangan membela diri--bertobat.

      Saat kita bertobat, saat itu ketenggelaman berhenti, dan kita tidak dibanting lagi oleh Setan.

      Tenang=

      1. Menguasai diri supaya tidak beredar-edar tetapi tergembala dengan benar dan baik. Yakub tenang di kemah, tetapi Esau beredar-edar.

      2. Menguasai diri supaya tidak kecewa dan putus asa, tetapi selalu mengucap syukur pada Tuhan.
      3. Menguasai diri supaya tidak berharap yang lain, tetapi hanya kepada Tuhan sehingga bisa berdoa.

      Diam dan tenang= bertobat dan berdoa; mengulurkan tangan imankepada Tuhan; menyerah sepenuh pada Tuhan. Kita menyerahkan segala kekurangan dan kelemahan kita secara jasmani dan rohani kepada Tuhan.

  2. Yesus bangun; sama dengan Dia bergairah untuk mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.
    Iman ditambah dengan belas kasih, mujizat akan terjadi. Laut menjadi teduh sekali.

    Hasilnya:

    • Hati damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan. Mungkin belum ditolong tetapi hati sudah damai karena segala beban sudah dipikul oleh Tuhan.
      Hati damai adalah pertolongan Tuhan yang ajaib. Wajah kita berseri.

    • Semua masalah yang mustahil diselesaikan oleh Tuhan.
    • Tuhan memberikan masa depan berhasil dan indah.
    • Kita dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna sesuai dengan jabatan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita, mulai dari nikah--suami mengasihi istri, istri tunduk pada suami, anak taat pada orang tua--, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

      Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita bersorak-sorai: Haleluya. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Ada pemberitaan firman, berarti ada Yesus. Serahkan segala kebimbangan kepada Tuhan. Kita setia, tekun, diam, dan tenang--bertobat dan berdoa. Tuhan akan mengulurkan tangan belas kasih-Nya untuk menolong kita semua.

Tuhan memberkati.