Ibadah Doa Surabaya, 17 Februari 2010 (Rabu Sore)

Matius 24: 51b
= berjaga-jaga dikaitkan dengan kemunafikan.

Matius 6:
= kemunafikan dalam ibadah.
3 macam ibadah:
  1. memberi sedekah (ay. 1-4).
  2. berdoa (ay. 5-15).
  3. berpuasa (ay. 16-18).
Kita pelajari bagian ketiga.
Puasa inipun juga ada yang munafik. Puasa yang munafik ditandai dengan muka muram.
Secara jasmani, artinya mengubah air muka supaya terlihat sedang berpuasa, bahkan kelihatan hidup suci.

Secara rohani, artinya:
  1. Kejadian 4: 4-8= hati yang panas, penuh dengan iri hati, kebencian dan lain-lain.Berpuasa, tapi dengan panas hati= ini merupakan suatu kemunafikan. Contoh: Kain.
  2. 1 Samuel 1: 6, 16-18= sakit hati karena perlakuan atau perkataan yang tidak baik dari orang lain.
    Pada ibu Hana, ini juga berarti ketakutan/kekuatiran.
    Jadi, ini berpuasa, tapi disertai dengan sakit hati dan kekuatiran. Ini juga merupakan suatu kemunafikan.
  3. Lukas 24: 17-21= kecewa, putus asa, patah harapan. Contoh: Kleopas.
    Jadi, berpuasa dengan kekecewaan, itu juga merupakan kemunafikan.
Sebab itu, kita harus berhati-hati, karena kemunafikan ini juga ada dalam ibadah.

Matius 6: 17
Puasa yang benaradalah:
  1. cuci muka= dicuci dengan air.
    Muka= hati.
    Mencuci muka= hati disucikan oleh Firman pengajaran yang benar.
    Karena itu, dalam puasa, perlu membaca Firman.

  2. minyaki kepala= pikiran diurapi Roh Kudus.
Jadi, puasa yang benar adalah memberi kesempatan seluas-luasnya supaya Firman pengajaran yang benar dalam urapan Roh Kudus menyucikan hati dan pikiran.
Karena itu, kita berpuasa untuk mendapatkan kesucian.

Matius 5: 8
Kalau hati dan pikiran disucikan, maka kita bisa melihat Tuhan (= menyembah Tuhan). Lewat puasa, dosa-dosa yang sulit dilepaskan bahkan sampai berkarat, bisa ditolong dan dilepaskan oleh Tuhan.

Bilangan 6: 26
Saat kita menyembah Tuhan, saat itu Tuhan juga memandang pada kita (=Tuhan menghadapkan wajahNya pada kita). Tuhan tidak akan berpaling ke tempat lain sehingga hati kita  bisa menjadi damai sejahtera.

Hasil kalau hati kita damai sejahtera:
Asal hati kita damai sejahtera, Tuhan tidak akan pernah menipu kita!
Tuhan yang berjanji, Ia juga yang akan menggenapinya.

Tuhan memberkati.