[cetak]
Ibadah Doa Surabaya, 18 Maret 2020 (Rabu Sore)

Dari rekaman ibadah doa malam di Medan

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus.

Ibrani 12: 26-27
12:26. Waktu itu suara-Nya menggoncangkan bumi, tetapi sekarang Ia memberikan janji: "Satu kali lagi Aku akan menggoncangkan bukan hanya bumi saja, melainkan langit juga."
12:27. Ungkapan "Satu kali lagi" menunjuk kepada perubahan pada apa yang dapat digoncangkan, karena ia dijadikan supaya tinggal tetap apa yang tidak tergoncangkan.

Keadaan yang kita hadapi hari-hari ini adalah kegoncangan-kegoncangan di bidang jasmani dan rohani.
Mengapa Tuhan izinkan terjadi? Untuk membedakan antara kehidupan yang tergoncangkan--hancur dan rubuh--dan yang tidak tergoncangkan --tahan uji sampai Tuhan datang kembali.

Kalau tidak ada goncangan, tidak bisa terlihat mana yang tahan uji dan mana yang tidak.
Tahan uji artinya kita harus hidup dalam ketenangan; damai sejahtera--menghadapi apa saja kita harus tenang, jangan ikut-ikut goncang.
Yesaya 32: 17

32:17. Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

Jaga hati damai saat menghadapi apapun juga!
Damai sejahtera artinya:

  1. 'Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera'= hidup dalam kebenaran; tidak ada dosa.
    Kalau ada dosa, kita tidak akan bisa tenang.

    Bagaimana caranya supaya tidak ada dosa? Oleh dorongan pedang firman kita bisa berdamai dengan Tuhan dan sesama--saling mengaku dan mengampuni. Kalau salah, kita mengaku, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Kalau benar, kita mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

    Hasilnya: darah Yesus membasuh dosa-dosa kita, dan kita hidup dalam kebenaran. Ini yang membuat kita mengalami damai sejahtera. Selama masih ada yang tidak benar, tidak akan bisa hidup damai, tetapi goncang.


  2. Hidup dalam ketenangan--menguasai diri sehingga tidak ada lagi kebimbangan, kekuatiran, kebanggaan, ketakutan dan sebagainya tetapi kita hanya percaya dan berharap Tuhan; kita bisa berdoa kepada Tuhan.
    1 Petrus 4: 7
    4:7. Kesudahan segala sesuatu sudah dekat. Karena itu kuasailah dirimu dan jadilah tenang, supaya kamu dapat berdoa.

Hidup dalam kebenaran dan kebenaran adalah doa orang benar--seperti doa Elia.
Yakobus 5: 14-18
5:14. Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan.
5:15. Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.
5:16. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
5:17. Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujanpun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan.
5:18. Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan
bumipun mengeluarkan buahnya.

Doa orang benar adalah

  • Doa dari orang yang hidup dalam kebenaran--sudah menyelesaikan dosa.
  • Doa dari orang yang hidup dalam ketenangan.
  • Berdoa dengan sungguh-sungguh--tekun. Kalau doa belum dijawab, tetap tekun.
  • Berdoa dengan iman--hanya percaya dan berharap kepada Tuhan.

Hasilnya: kita akan mengalami kuasa Tuhan yang bekerja di tengah-tengah kita--'bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya'.

Paling sedikit ada tiga macam kuasa dari doa orang benar:

  1. Ayat 14-16= kuasa kesembuhan= pertolongan dan keselamatan--'doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu'.
    Tuhan bukan hanya menolong tetapi juga menyelamatkan--dosanya diampuni.
    Kalau hanya sembuh saja tetapi tidak selamat, tidak ada gunanya.

    Penyakit jasmani, nikah, ekonomi disembuhkan dan diselamatkan.


  2. Ayat 17= kuasa perlindungan dan pemeliharaan Tuhan mulai sekarang di zaman yang sulit sampai zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
    Kalau belajar dari zaman Israel, mereka hidup di padang gurun--sulit untuk menabur dan menuai.
    Pada zaman Yesus lebih sulit lagi bagaikan harus mengubah batu menjadi roti--mustahil.
    Di zaman kita keadaannya sulit ditambah dengan mustahil sampai antikris berkuasa di bumi. Tetapi Tuhan yang memelihara kita semua.

    Mari, banyak berdoa, jangan putus asa, kita berdoa dengan kebenaran, ketenangan, ketekunan, dan iman, biar kuasa Tuhan yang bekerja, dan saat antikris berkuasa di bumi, kita akan disingkirkan ke padang belantara dengan kekuatan kedua sayap burung nasar yang besar, jauh dari mata antikris. Kita dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan secara langsung lewat firman pengajaran dan perjamuan suci.


  3. Ayat 18= kuasa pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--berbuah sama dengan berubah ('bumipun mengeluarkan buahnya').
    Kita menjadi ciptaan yang baru; seperti ciptaan semula.

    Pengkhotbah 7: 29
    7:29. Lihatlah, hanya ini yang kudapati: bahwa Allah telah menjadikan manusia yang jujur, tetapi mereka mencari banyak dalih.

    Biarlah kesempatan ini kita mohon kuasa pembaharuan, yaitu jujur, tidak berdalih; ya katakan: ya, tidak katakan: tidak, benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.

    Jujur sama dengan menjadi rumah doa. Kalau bisa jujur, mujizat rohani akan terjadi, dan mujizat jasmani juga terjadi: dari tidak ada menjadi ada, mustahil menjadi tidak mustahil, busuk menjadi harum, hancur menjadi baik. Biar kuasa Tuhan bekerja dalam doa kita.

    Sampai kalau Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, untuk kayak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk Yerusalem baru, segala sesuatu sudah menjadi baru. Jangan ragu!

    Wahyu 21: 5
    21:5. Ia yang duduk di atas takhta itu berkata: "Lihatlah, Aku menjadikan segala sesuatu baru!" Dan firman-Nya: "Tuliskanlah, karena segala perkataan ini adalah tepat dan benar."

Banyak berdoa, tingkatkan doa penyembahan sampai seperti doa Elia yaitu doa orang benar--dinaikkan dengan kebenaran (jangan ada dosa), ketenangan (jangan ada kebimbangan, ketakutan, iri, benci, kepahitan dan sebagainya), disertai ketekunan dan iman (hanya mengandalkan Tuhan). Doa akan dijawab Tuhan, dan kita mengalami tiga kuasa Tuhan: kuasa pertolongan dan keselamatan, kuasa perlindungan dan pemeliharaan, dan kuasa pembaharuan. Mujizat pasti terjadi!

Tuhan memberkati.