[cetak]
Ibadah Doa Surabaya, 18 September 2013 (Rabu Sore)

Bersamaan dengan penataran imam dan calon imam III

Wahyu 1: 1-3
1:1. Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepada-Nya, supaya ditunjukkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikat-Nya yang diutus-Nya, Ia telah menyatakannya kepada hamba-Nya Yohanes.
1:2 Yohanes telah bersaksi tentang firman Allah dan tentang kesaksian yang diberikan oleh Yesus Kristus, yaitu segala sesuatu yang telah dilihatnya.
1:3. Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat.

Dulu waktu Yesus di dunia (sebagai manusia), Maria duduk dibawah kaki-Nya.
Sekarang adalah posisi orang yang membaca, mendengar dan menuruti firman nubuat = posisi Maria duduk dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya.

Lukas 10: 39-42
10:39 Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
10:40 sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
10:41 Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
10:42 tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Jadi Maria duduk dekat kaki Yesus dan terus mendengarkan perkataan-Nya.

"perkataan Yesus" = firman pengajaran yang benar.
Maria mendengar dan dengar-dengaran kepada suara Gembala (tergembala). Sudah diterangkan dalam ibadah pendalaman Alkitab 18-09-2013.

Bila digabungkan Maria duduk dekat kaki Yesus dan terus mendengar perkataan-Nya sekarang artinya kehidupan yang tergembala pada firman pengajaran yang benar. Seperti carang melekat pada pokok anggur yang benar.

Maria duduk dekat kaki Yesus dikaitkan dengan pelayanan. Jadi pelayanan yang benar atau tahbisan yang benar dimulai dengan tergembala pada firman pengajaran yang benar. Ini merupakan pelayanan terbaik ("Maria telah memilih bagian yang terbaik") dan kekal selama-lamanya ("yang tidak akan diambil dari padanya").

Jika carang tidak melekat pada pokok anggur maka tidak bisa berbuat apa-apa. Jangankan melayani, hidup pun tidak bisa (tidak bisa mengambil sari-sari makanan dari tanah). Jika kita tidak tergembala maka tidak bisa melayani.

Ada 3 kemungkinan yang lain (yang negatif) yaitu

  1. Kemungkinan pertama adalah mempunyai firman pengajaran yang benar tetapi tidak tergembala. Sudah diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 September 2013.
    Contohnya adalah Martha tidak tergembala (Martha kesini-sana). Akibatnya adalah bersuasana kutukan ("engkau kuatir dan menyusahkan diri") bahkan kebinasaan.
    Suasana kutukan = susah payah, kuatir sampai kebinasaan.


  2. Kemungkinan kedua adalah tergembala tetapi tanpa firman pengajaran yang benar. Sudah diterangkan pada Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 16 September 2013.
    Contohnya adalah perempuan bungkuk 18 tahun di Bait Allah. Setelah Yesus mengajar perempuan itu menjadi sembuh. Ini berarti selama ini tidak ada pengajaran yang benar.
    Akibatnya adalah di cap 666 maka menjadi sama seperti antikris dan cacat cela (tidak sempurna dan binasa selamanya).

SEKARANG KITA MEMBAHAS KEMUNGKINAN YANG KE TIGA.

Kemungkinan ketiga adalah tidak tergembala dan menolak firman pengajaran yang benar.
Contohnya adalah
Yudas Iskariot, sehingga menjadi pengkhianat.

Prakteknya tidak tergembala dan menolak firman pengajaran yang benar adalah

  1. Markus 14: 10-11
    14:10 Lalu pergilah Yudas Iskariot, salah seorang dari kedua belas murid itu, kepada imam-imam kepala dengan maksud untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.
    14:11 Mereka sangat gembira waktu mendengarnya dan mereka berjanji akan memberikan uang kepadanya. Kemudian ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.


    Yudas Iskariot bersekutu secara sembunyi-sembunyi dengan ajaran lain. Yudas datang kepada imam-imam kepala yang ajarannya lain. Yudas ini bersekutu dengan ajaran lain untuk mendapatkan uang.

    Praktek pertama adalah bersekutu dengan ajaran lain (secara sembunyi-sembunyi) karena perkara jasmani (uang, kedudukan, keluarga dll).

    Pengajaran tabernakel mulai pintu gerbang (iman) sampai tabut perjanjian HARUS PERSIS SAMA (tidak boleh beda).

    Contohnya:


    • Iman karena mendengar. Jika ada yang mengajarkan iman karena melihat, ini berarti sudah jelas berbeda.
    • Dalam baptisan air kita diselamkan/dikuburkan bersama Tuhan. Jika ada yang mengajarkan lain, ini berarti jelas berbeda.
    • Mengenai kepenuhan Roh Kudus. Jika ada yang mengajarkan kepenuhan Roh Kudus karena menirukan orang lain, ini berarti jelas berbeda.


    Jadi persekutuan mulai dalam nikah, tergembala di Gereja, Fellowship jangan sampai ada ajaran lain.

    Lukas 22: 4-6
    22:4 Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala pengawal Bait Allah dan berunding dengan mereka, bagaimana ia dapat menyerahkan Yesus kepada mereka.
    22:5 Mereka sangat gembira dan bermupakat untuk memberikan sejumlah uang kepadanya.
    22:6 Ia menyetujuinya, dan mulai dari waktu itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka tanpa setahu orang banyak.

    Persekutuan tanpa firman pengajaran yang benar = perundingan/persekongkolan untuk menjelekkan orang lain, menggosip yang tidak baik, menghina pengajaran yang benar dan melawan firman pengajaran yang benar.

    Menghina dan melawan firman pengajaran yang benar = menjual Yesus.

    Jika kita menikah tanpa firman pengajaran yang benar maka akan terpisah/tidak akan bisa menjadi satu seterusnya (jika Tuhan datang maka satu terangkat dan yang satu tertinggal). Jika di Gereja dan Fellowship tanpa firman pengajaran yang benar maka tidak bisa menjadi satu tubuh.

    Yang bisa menyatukan menjadi satu tubuh adalah kepala (firman pengajaran yang benar) !


  2. Matius 26: 23, 25
    26:23 Ia menjawab: "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku.
    26:25
    Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: "Bukan aku, ya Rabi?" Kata Yesus kepadanya: "Engkau telah mengatakannya."

    "Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini" = firman yang menusuk.
    "Bukan aku, ya Rabi" = mengelak/menolak ketajaman pedang firman.
    Praktek yang kedua adalah selalu mengelak dari ketajaman pedang firman, bahkan menolak pedang firman. Sehingga perut hatinya tetap kotor.

    Jika mengelak ketajaman pedang firman dan mempertahankan dosa, maka lama-lama akan menolak pedang firman.

    Kita harus waspada ! biarpun Yudas ini Rasul, bendahara dan kepercayaan Yesus. Tapi kalau selalu mengelak/menolak dari pedang firman maka perut hatinya tetap kotor.
    Untuk itu kita harus mencari firman yang menusuk perut hati kita (firman yang bisa mengeluarkan dosa-dosa yang tersembunyi), supaya sedikit demi sedikit kita dibersihkan.

    Matius 15: 19
    15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.

    Isi perut hati yang kotor adalah


    • "pikiran jahat": prasangka buruk, selalu berpikir jahat kepada orang. Seperti imam-imam kepala yang selalu berpikir jahat kepada Yesus.
    • "pembunuhan": benci tanpa alasan.
    • "perzinahan"
    • "percabulan"
    • "pencurian"
    • "sumpah palsu": dusta.
    • "hujat".


    Jadi terdapat 7 hal yang berada dalam perut hati Yudas yang kotor.

    Karena perut hati Yudas kotor maka Yudas tetap mencuri milik Tuhan (perpuluhan dan persembahan khusus).
    Yudas berdusta "Bukan aku".
    Berdusta adalah berkata tidak benar dan tidak mau mengaku dosa.

    Yudas menghujat sesama dan Tuhan.
    Menghujat sesama: memfitnah orang lain (yang benar jadi salah, yang salah jadi benar) dan menjelekkan orang lain.
    Yudas berkata "Bukan aku". Ini berarti Yudas memfitnah 11 murid yang lain.
    Menghujat Tuhan: menyalahkan Tuhan/menyalahkan firman pengajaran yang benar.


  3. Lukas 6: 15-16
    6:15 Matius dan Tomas, Yakobus anak Alfeus, dan Simon yang disebut orang Zelot,
    6:16 Yudas anak Yakobus, dan Yudas Iskariot yang kemudian menjadi pengkhianat.
    Lukas 6: 12
    Yesus memanggil 12 murid.

    Pada waktu penyebutan nama maka nama Yudas Iskariot disebut paling belakang dan diberi gelar "pengkhianat".

    Nama disebutkan paling belakang dan diberi gelar pengkhianat artinya tidak sungguh-sungguh.

    Jadi praktek yang ketiga adalah tidak sungguh-sungguh.
    Artinya:


    • Kurang menghargai ibadah pelayanan kepada Tuhan (tidak menghargai hadirat Tuhan). Antara lain:


      1. Tidak sungguh-sungguh saat doa (doa pembukaan, doa firman, doa berkat).
      2. Tidak sungguh-sungguh saat menyanyi.
      3. Tidak sungguh-sungguh saat mendengar firman (mengantuk, ngomong, tertawa dll).


      Hati-hati! Kita jangan terganggu dalam ibadah, sebab disitu setan bekerja. Supaya kita menjadi tidak sungguh-sungguh seperti Yudas.


    • Tidak setia dalam ibadah pelayanan.
    • Tidak berubah, tetap mempertahankan manusia daging/dosa-dosa.


    Akibatnya adalah Yudas mati dengan isi perut terburai dan jabatan pelayanan Yudas Iskariot diganti oleh Matias. Yudas tidak bisa kembali lagi.
    Lukas 10 "yang terdahulu jadi terkemudian" sehingga binasa untuk selama-lamanya.

    Jadi dalam pelayanan Tuhan tidak melihat kehebatan (jangan bangga) dan kekurangan kita (jangan pesimis, kecewa, putus asa). Tetapi Tuhan melihat kesungguhan hati kita.

    Yang menentukan nasib hidup kita adalah kesungguhan hati dalam pelayanan dan kesungguhan dalam pemberitaan firman.

    Hasilnya jika kita sungguh-sungguh adalah

    • 2 Tawarikh 16: 9
      16:9 Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatan-Nya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan."

      "mata TUHAN menjelajah seluruh bumi" = adil, tidak membeda-bedakan.

      2 Tawarikh 14
      Raja Asa berperang melawan Etiopia 1 juta orang. Raja Asa hanya berdoa kepada Tuhan dan Tuhan memberikan kemenangan.
      2 Tawarikh 16 Lalu saat Raja Asa mau berperang lagi, dia mencari-cari teman (bersandar pada Raja Aram) dan tidak bersandar kepada Tuhan lagi.

      Hasil pertama adalah Tuhan memberikan kuasa/kekuatan untuk mengalahkan musuh = menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil.

      Jika ada masalah yang tidak kunjung selesai, bahkan lebih parah lagi. Maka kita harus memeriksa kesungguhan hati dalam pemberitaan firman, dalam ibadah.


    • Ulangan 8: 18
      8:18 Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.

      Tuhan memberikan kekuatan kepada Israel di padang gurun.

      Hasil yang kedua adalah Tuhan sanggup memberikan kuasa/kekuatan untuk memperoleh kekayaan baik jasmani dan rohani.

      Kekayaan jasmani artinya pemeliharaan secara jasmani ditengah padang gurun dunia yang semakin sulit/semakin gersang.
      Kita harus bergantung kepada Tuhan !

      Kekayaan rohani artinya pembukaan firman, Roh Kudus dan kasih Allah memberikan kepuasan/kebahagiaan surga ditengah padang gurun dunia yang tandus.

      Malam ini kita harus menjadi pelayanan Tuhan yang memiliki kesungguhan hati. Jangan seperti Yudas yang tidak sungguh-sungguh.

      Yang belum melayani, jangan ragu-ragu untuk melayani Tuhan sampai melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.
      Yang sudah melayani, harus meningkatkan kesungguhan hati.


    • 1 Tesalonika 3: 13
      3:13 Kiranya Dia menguatkan hatimu, supaya tak bercacat dan kudus, di hadapan Allah dan Bapa kita pada waktu kedatangan Yesus, Tuhan kita, dengan semua orang kudus-Nya.

      Hasil yang ketiga adalah Tuhan memberikan kekuatan ekstra supaya kita kuat dan teguh hati. Artinya:


      1. Tidak putus asa, tidak kecewa dalam menghadapi apapun juga.
      2. Tetap percaya kepada Tuhan.
      3. Tetap setia dan berkobar-kobar dalam melayani Tuhan.
      4. Tetap menanti kedatangan Tuhan dengan hidup benar dan hidup suci.

        Maka jika Yesus datang kembali ke dua kali, kita diubahkan menjadi sempurna sama mulia dengan Dia, tidak bercacat cela seperti Dia, menjadi mempelai wanita yang siap menyambut kedatangan Yesus di awan-awan yang permai.

        Kita menjadi bahagia dan tidak ada air mata. Kita masuk Firdaus 1000 tahun dan sampai masuk di tahta Yerusalem Baru.

        Kita melayani Dia siang dan malam, selama-lamanya bersama dengan Dia.


    Tidak sia-sia kita melayani Tuhan. Tuhan adil, Tuhan tidak melihat kehebatan dll. TETAPI TUHAN MELIHAT KESUNGGUHAN KITA.

Tuhan memberkati.