[cetak]
Ibadah Doa Surabaya, 22 Januari 2014 (Rabu Sore)

Disertai dengan puasa

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia dan bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Kita beryukur bisa mendapatkan kesempatan dari Tuhan untuk bisa berdoa dan berpuasa hari ini.

Doa penyembahan adalah proses perobekan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya.

Doa puasa adalah mempercepat proses perobekan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya, sehingga kita bisa mencapai ukuran penyembahan.

Ukuran penyembahan yaitu sampai daging tidak bersuara lagi.

Mengapa kita harus mempercepat proses perobekan daging? sebab kita harus berlomba dengan waktu kedatangan Yesus kedua kali yang tidak lama lagi. Kita harus cepat mengalami perobekan daging dan saat Yesus datang kedua kali kita sudah memenuhi ukuran penyembahan, sehingga kita sempurna seperti Dia dan kita layak untuk menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

Kegunaan doa puasa antara lain:

  1. Puasa dikaitkan dengan pelayanan, yaitu


    • 2 Korintus 6: 4-5
      6:4 Sebaliknya, dalam segala hal kami menunjukkan, bahwa kami adalah pelayan Allah, yaitu: dalam menahan dengan penuh kesabaran dalam penderitaan, kesesakan dan kesukaran,
      6:5 dalam menanggung dera, dalam penjara dan kerusuhan, dalam berjerih payah,
      dalam berjaga-jaga dan berpuasa;

      Kegunaan pertama adalah


      1. supaya pelayanan kita berkenan kepada Tuhan (tidak ditolak oleh Tuhan),
      2. supaya kita sabar dalam penderitaan,
      3. berjaga-jaga dalam penderitaan.


      Dengan demikian, kita tetap bisa melayani Tuhan sampai garis akhir, sampai Tuhan datang kedua kali (tidak tinggalkan pelayanan).

      Kalau pelayanan kita berkenan kepada Tuhan, kita akan bertahan (tidak mundur dalam pelayanan).


    • Kisah Para Rasul 13: 2-3, 5
      13:2 Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka."
      13:3 Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi.
      13:5 Setiba di Salamis
      mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.

      Kegunaan kedua adalah supaya kita dipakai dalam pelayanan khusus oleh Tuhan, yaitu memberitakan firman Allah/firman pengajaran kepada orang yang sudah selamat ("di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi"), untuk ditingkatkan sampai kesempurnaan atau masuk pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Ini sekarang menunjuk kepercayaan Tuhan kepada kita lewat ibadah-ibadah kunjungan.

      Kebaktian kunjungan ini harus diperhatikan dan didoakan. Jangan sampai kepercayaan dari Tuhan kepada kita dipindahkan kepada yang lain!


  2. Puasa dikaitkan dengan nikah dan buah nikah.
    1 Korintus 7: 3-5

    7:3 Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap isterinya, demikian pula isteri terhadap suaminya.
    7:4 Isteri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi isterinya.
    7:5
    Janganlah kamu saling menjauhi, kecuali dengan persetujuan bersama untuk sementara waktu, supaya kamu mendapat kesempatan untuk berdoa. Sesudah itu hendaklah kamu kembali hidup bersama-sama, supaya Iblis jangan menggodai kamu, karena kamu tidak tahan bertarak.

    Berpuasa ini penting untuk perobekan daging, sehingga suami istri didalam nikah tidak saling menuntut hak, tetapi saling memenuhi/melakukan kewajiban.

    Jika suami, istri dan anak saling menuntut hak, maka nikah itu akan hancur dan kacau. Untuk itu perlu dirobek lewat doa puasa!

    Kewajiban suami, istri dan anak adalah


    • suami banyak kewajibannya, tetapi kewajiban yang mutlak adalah mengasihi istri seperti diri sendiri dan tidak berlaku kasar. Suami juga harus memenuhi kewajiban yang lain dalam rumah tangga/kewajiban secara jasmani.

      Sampai dalam 1 Korintus 7: 5 dikatakan "suami istri tidak boleh berpisah terlalu lama, berpisah hanya untuk berpuasa, setelah itu harus berkumpul kembali".


    • istri tunduk kepada suami dalam segala sesuatu. Istri juga harus memenuhi kewajiban yang lain didalam rumah tangga/kewajiban secara jasmani.

      Jika suami istri tidak menuntut hak, tetapi saling melakukan kewajiban (1 Korintus 7: 4), hasilnya:


      1. Jika suami melakukan kewajiban, maka istri adalah hak sepenuh dari suami yang tidak bisa diganggu gugat oleh siapapun.
      2. Jika istri melakukan kewajiban, maka suami adalah hak sepenuh dari istri dan tidak bisa diganggu guguat oleh pihak ketiga.


    • anak-anak taat dengar-dengaran kepada orang tua sampai memiliki masa depan yang indah.

      Kaum muda juga harus berpuasa, sebab banyak hawa nafsu, keinginan dari orang muda.


    Selain untuk nikah, berpuasa ini juga untuk menghadapi masalah buah nikah, sebab banyak buah nikah yang diancam oleh penyakit ayan.

    Matius 17: 14-15, 21
    17:14. Ketika Yesus dan murid-murid-Nya kembali kepada orang banyak itu, datanglah seorang mendapatkan Yesus dan menyembah,
    17:15 katanya: "
    Tuhan, kasihanilah anakku. Ia sakit ayan dan sangat menderita. Ia sering jatuh ke dalam api dan juga sering ke dalam air.
    17:21 (
    Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan berdoa dan berpuasa.)"

    Berdoa dan berpuasa untuk menghadapi penyakit ayan (gila babi) yang menyeret:


    • kedalam air = kesegaran dunia, pengaruh dunia yang tidak baik (ini yang menenggelamkan).
    • kedalam api = hawa nafsu daging, sehingga berbuat dosa sampai puncaknya dosa (membabi buta hidupnya).


    Secara jasmani, jika orang sakit ayan jatuh kedalam air dan api, secara tidak sadar akan tenggelam dan terbakar. Secara rohani, artinya:


    • kaum muda secara tidak sadar akan dijauhkan dari Tuhan menuju pengaruh dunia, bukan terangkat tetapi tenggelam (kebinasaan).
    • kaum muda secara tidak sadar diseret kedalam api (hawa nafsu) sampai masuk dalam api neraka (kebinasaan).


    Oleh sebab itu kita perlu mengambil waktu untuk berpuasa demi pelayanan/tahbisan dan nikah rumah tangga.


  3. Puasa untuk menghadapi masalah.
    2 Tawarikh 20: 1-3
    , 12
    20:1. Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.
    20:2 Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "
    Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi.
    20:3 Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.
    20:12 Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena
    kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."

    Doa puasa untuk menghadapi pencobaan/masalah yang besar (masalah yang mustahil), yang membuat kita tidak damai sejahtera, tidak tenang, tidak bahagia, tetapi berada dalam ketakutan, kekuatiran, kesedihan, kesusahan, stres.

    Jika kita menghadapi masalah apa saja yang membuat tidak damai, stres, itulah saatnya bagi kita untuk berpuasa.

    Keadaan kita dalam menghadapi masalah yang mustahil ini seperti keadaan Yosafat yaitu


    • tidak punya kekuatan untuk menyelesaikan masalah.
    • tidak tahu apa yang harus dilakukan (tidak tahu jalan keluarnya = jalan buntu).


    Jika kita menghadapi masalah, tetapi tidak punya kekuatan dan menghadapi jalan buntu, ini adalah saat yang tepat untuk berpuasa.

    Dalam berpuasa kita mengalami perobekan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsu, sehingga:


    • kita tidak berharap yang lain, tetapi MATA kita hanya tertuju kepada Tuhan (memandang Tuhan)= hanya percaya dan berharap kepada Tuhan, hanya bergantung sepenuh pada kasih setia dan kemurahan Tuhan.


    • 2 Tawarikh 20: 21
      20:21 Setelah ia berunding dengan rakyat, ia mengangkat orang-orang yang akan menyanyi nyanyian untuk TUHAN dan memuji TUHAN dalam pakaian kudus yang semarak pada waktu mereka keluar di muka orang-orang bersenjata, sambil berkata: "Nyanyikanlah nyanyian syukur bagi TUHAN, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!"

      MULUT tidak mengomel (tidak bersungut-sungut), tidak salahkan orang, tetapi mulut hanya memuji, menyembah, dan menyeru nama Tuhan.


    JIka mata kita hanya tertuju kepada Tuhan dan mulut menyeru nama Tuhan, saat itu mata Tuhan tertuju kepada kita dan tangan kasih setia Tuhan diulurkan untuk menolong kita semua.

    Hasilnya:


    • 2 Tawarikh 20: 24
      20:24 Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.

      Hasil pertama: tangan kasih setia Tuhan menolong kita untuk menyelesaikan masalah.

      Masalah yang besar/mustahil menjadi bangkai= menjadi tidak berarti apa-apa, menjadi selesai semuanya dan sudah ditolong oleh Tuhan.


    • Yohanes 11: 32
      11:32 Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."

      Saat Lazarus mati 4 hari menjadi bangkai, Maria duduk tersungkur kepada Tuhan dan memandang Yesus ("melihat Dia").

      Hasil kedua: saat kita menghadapi bangkai (kehidupan yang sudah menjadi bangkai), maka tangan kasih setia Tuhan mampu membangkitkan bangkai.

      Lazarus yang sudah mati 4 hari (bangkai) dibangkitkan artinya kehidupan yang tidak berharga, tidak berarti, menjadi beban bagi orang lain, sudah busuk dalam dosa dan najis, Tuhan bisa bangkitkan, Tuhan ubahkan menjadi kehidupan yang baru, yang berkenan kepada Tuhan.

      Sampai satu waktu jika Yesus datang ke dua kali kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia, kita memandang Dia muka dengan muka di awan-awan yang permai, kita bersama dengan Yesus untuk selama-lamanya.

Kita menggunakan waktu untuk berada di bawah kaki Tuhan malam ini. Kita berjuang untuk tahbisan, berjuang untuk nikah rumah tangga (supaya bahagia dalam Tuhan dan tetap dalam kesucian dan kesatuan) dan berjuang untuk masalah-masalah kita.

Tuhan memberkati.