Ibadah Doa Surabaya, 22 Oktober 2008 (Rabu Sore)

Matius 24: 26-31
= Nubuat yang ke-5; yaitu tentang kedatangan Yesus kedua kali.
Pembahasan, ayat 26-27
ay. 26-27= tanda utama kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali yaitu ditandai dengan kilat dari Timur ke Barat. Itulah cahaya injil tentang kemuliaan Kristus.

2 Korintus 4: 3-4
Injil tentang kemuliaan Kristus= Firman pengajaran Mempelai.
Jadi kedatangan Yesus kedua kali ditandai dengan kegerakan Firman Pengajaran Mempelai, Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Ibrani 4: 12-13
Firman pengajaran menyucikan mulai dari hati pikiran kita sampai kita menjadi sempurna. Inilah kegerakan Roh Kudus hujan akhir.
Berpuasa adalah salah satu cara mempersiapkan diri masuk dalam kegerakan hujan akhir.

Matius 6: 16-17
Tanda puasa yang benar (ay. 17):

  1. minyakilah kepalamu= pikiran diurapi Roh Kudus.
  2. cucilah wajahmu= penyucian hati oleh Firman Tuhan.

Jadi, kalau digabung, berpuasa adalah memberi kesempatan seluas-luasnya Firman dalam urapan Roh Kudus untuk menyucikan hati dan pikiran kita supaya kita memiliki hati dan pikiran seperti Yesus.

Filipi 2: 5
= pikiran dan perasaan yang ada dalam Tuhan Yesus.
ay. 8= puncak pikiran dan perasaan dari Yesus yaitu taat sampai mati di kayu salib.

Kalau kita tidak bisa taat, kita harus banyak puasa.

Hasilnya:

  1. ay. 9-11= kita mengalami kuasa kemenangan atas setan tritunggal. (setan dilangit dengan roh najis, nabi palsu dengan ajaran-ajaran palsu, dan antikris dengan kekuatan mamon).
    Setan tritunggal ini merupakan sumbernya dosa dan sumbernya masalah. Kalau ini dikalahkan, lidah kita bisa mengaku Yesus dan menyembah Tuhan. Wajah kita tidak muram lagi, tapi berseri-seri, bahagia bersama Yesus. Kalau tidak taat, itu hanya jadi wajah muram.

  2. Kisah Rasul 13: 2-5= ada pengutusan khusus dari Tuhan yaitu memberitakan Firman Pengajaran kepada orang-orang yang sudah diselamatkan untuk masuk dalam pembangunan Tubuh Kristus, siap menyambut kedatangan Yesus yang kedua kali.
    Untuk menunaikan tugas khusus ini dibutuhkan 2 hal (ay. 5):
    • saling membantu (Yohanes ikut sebagai pembantu). Artinya melayani sesuai dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus. Ini juga berarti melayani sesuai dengan gerakan Firman.
      Yohanes disini adalah Yohanes Markus (Kisah Rasul 12: 12). Dan karena ketekunannya, ia dipakai untuk menulis injil Markus yang menampilkan Yesus sebagai Hamba.
    • banyak berdoa (Kisah Rasul 12: 12), mohon kekuatan dan penyertaan dari Tuhan.

  3. Mazmur 69: 11-16= Kita mengalami kasih setia Allah yang besar.
    3 macam kasih setia:
    • kasih setia yang besar untuk menolong kita dari segala masalah yang sedang kita hadapi hari-hari ini.
    • kasih setia yang ajaib (Mazmur 17: 7-8) untuk melindungi dan memelihara kita bagaikan biji mataNya sendiri ditengah padang gurun dunia yang kering ini sampai pada masa antikris.
    • kasih setia yang abadi (Yesaya 54:8, 10) untuk memulihkan kita menghadapi kegoncangan akhir-akhir ini, terutama kegoncangan jiwa. Juga mengangkat kita dari kejatuhan-kejatuhan atau kegagalan-kegagalan. Salah satu contoh adalah Raja Daud yang jatuh dalam dosa perzinahan tapi diangkat oleh kasih abadi (Mazmur 51: 1-3). Makin kita mengaku dosa dan kegagalan kita, masih tinggi kasih setia Tuhan mengangkat kita, sampai satu waktu kita ditinggikan bersama dengan Tuhan. Kalau makin banyak menghakimi orang, maka hidup itu akan semakin jatuh.

Tuhan memberkati.