Ibadah Doa Surabaya, 23 Januari 2013 (Rabu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya Tuhan kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan Firman Tuhan. Biarlah damai sejahtera bahagia dari Tuhan senantiasa dilimpahkan di tengah-tengah kita sekalian.

Matius 28= menunjuk pada Shekina Glory(sinar kemuliaan atau kuasa kebangkitan Tuhan).

Matius 28 terbagi menjadi 3 bagian:
  1. ay. 1-10= tentang kebangkitan Yesusatau sinar kemuliaan menyinari hati yang keras(batu yang besar terguling), sehingga terjadi pembaharuan(sudah diterangkan mulai dariIbadah Raya Surabaya, 23 September 2012).

  2. ay. 11-15= dusta mahkamah agama= penyebaran kegelapan.
    Sementara ada sinar kemuliaan, kegelapan menyusup di dalamnya (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Doa Surabaya, 28 November 2012).

  3. ay. 16-20= perintah untuk memberitakan injil= penyebaran terang shekina gloryatau sinar kemuliaan (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 06 Januari 2013).
Malam ini, kita masih membahas bagian ketiga(PENYEBARAN TERANG SHEKINA GLORY).

Penyebaran sinar kemuliaan= kita dipakai dalam kegerakan besar sesuai dengan amanat agung Tuhan.

2 macam kegerakan besaryang sesuai dengan amanat agung Tuhan:
  1. ay. 19= 'pergilah, jadikanlahsemua bangsa murid-Ku'= kegerakan Roh Kudus hujan awal= kegerakan dalam injil keselamatan.

  2. ay. 20= 'ajarlahmereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu'= kegerakan Roh Kudus hujan akhir= kegerakan dalam cahaya injil tentang kemuliaan Kristus= Firman pengajaran= kabar mempelai.
Malam ini, kita masih membahas ayat 19 (mulai diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 20 Januari 2013).

Matius 28: 19
28:19. Karena itu
pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Kudan baptislahmereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,

Injil keselamatan= Firman penginjilan= kabar baik= untuk membawa orang berdosa supaya diselamatkan lewat BAPTISAN AIR.

Dalam tabernakel, baptisan air ditunjukan oleh bejana pembasuhan.

Keluaran 38: 8
38:8. Dibuatnyalah bejana pembasuhandan juga alasnya dari tembaga, dari cermin-cermin para pelayan perempuanyang melayani di depan pintu Kemah Pertemuan.

Bejana pembasuhan ini terbuat dari tembaga yang diambil dari cermin-cermin para pelayan wanita.
Segera negatif, wanita menggambarkan daging.
'cermin'= pada jaman dulu dibuat dari tembaga yang digosok sampai mengkilap.
cermin= alat untuk memperindah daging.
Artinya: menyuburkan hawa nafsu daging.

Supaya cermin-cermin ini bisa menjadi bejana pembasuhan, cermin-cermin tembaga harus dihancurkan.
Inilah yang disebut dengan PEMBAHARUAN(dari cermin menjadi bejaha pembasuhan).

Begitu juga, untuk mendapatkan hidup baru, kita harus rela mengorbankan kehidupan yang lamauntuk mendapatkan kehidupan yang baru(menghancurkan kehidupan lama, yaitu hawa nafsu daging, perbuatan daging, dan tabiat daging). Kalau mempertahankan daging, akan tetap cermin, tidak bisa menjadi bejana pembasuhan.

Jadi, baptisan air(bejana pembasuhan) adalah proses perobekan daging/penghancuran daginguntuk dibangun menjadi alat yang berguna(menjadi hamba Tuhan/pelayan Tuhan yang berguna bagi Tuhan dan sesama).

Dalam Matius 25, ada hamba Tuhan yang tidak berguna (tidak memperkembangkan talenta).

Paling sedikit yang dihancurkan adalah jahat dan malas.

Matius 25: 26, 30
25:26. Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam
25:30. Dan campakkanlah
hamba yang tidak bergunaitu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."

'jahat'= dimulai dengan iri hati dan memukul hamba-hamba Tuhan yang lain (terjadi di kebun anggur).

'iri hati'= tidak menghargai berkat Tuhan, pemakaian Tuhan dan kemurahan Tuhan.

'memukul hamba-hamba Tuhan'= gosip-gosip yang tidak dapat dieprtanggung jawabkan kebenarannya, menjelek-jelekkan orang lain, memfitnah, dsb. Kalau dibiarkan, akan menjadi benci tanpa alasan.

Kalau tidak setia, sekalipun hebat, kehidupan itu tidak ada gunanya.

Malam ini, biarlah kita mengalami proses perobekan daging.

Dalam kitab Keluaran 30, bejana pembasuhan ditulis 1 pasaldengan mezbah dupa emas(penyembahan), sekalipun dalam susunan tabernakel, tempatnya berjauhan.

Mengapa demikian?
Sebab, sama-sama berbicara soal perobekan daging.

Doa penyembahan juga merupakan proses perobekan daging.

Jadi, secara rohani, baptisan air bicara soal penyembahanatau baptisan air merupakan bagian dari penyembahan.

1 Petrus 3: 20-21
3:20. yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu.
3:21. Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan--maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk
memohonkanhati nurani yang baikkepada Allah--oleh kebangkitan Yesus Kristus,

'memohonkan'= istilah dalam doa penyembahan.
Kalau selama ini hati nurani belum baik, masih ada doa penyembahan untuk memohonkan hati nurani yang baik(hati yang taat dengar-dengaran).

Praktik hati yang taat dengar-dengaran:
  1. tergembala dengan baik.
    Untuk bisa tergeembala dengan baik, kita harus tekun dalam 3 macam ibadah pokok (kandang penggembalaan).

    Yohanes 21: 15-17
    21:15. Sesudah sarapan Yesus berkata kepada Simon Petrus: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka ini?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlahdomba-domba-Ku."
    21:16. Kata Yesus pula kepadanya untuk kedua kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Jawab Petrus kepada-Nya: "Benar Tuhan, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "
    Gembalakanlahdomba-domba-Ku."
    21:17. Kata Yesus kepadanya untuk
    ketigakalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlahdomba-domba-Ku.

    = 3x kali pertanyaan Yesus merupakan 3 macam ketekunan dalam kandang penggembalaan.
    Karena hati nuraninya baik, Petrus bisa tergembala dengan baik.
    Di dalam kandang penggembalaan, kita benar-benar terpelihara dengan baik oleh Gembala Agungditengah kesulitan dunia.

  2. Yohanes 21: 17
    21:17. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: "Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?" Maka sedihhati Petruskarena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: "Apakah engkau mengasihi Aku?" Dan ia berkata kepada-Nya: "Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau." Kata Yesus kepadanya: "Gembalakanlah domba-domba-Ku.

    Praktik hati taat dengar-dengaran yang kedua: sedih= memeriksa diri(kesadaran bahwa ada sesuatu yang belum beres dalam diri kita).
    Kalau ada yang belum beres, diakui pada Tuhan dan sesama. Jika diampuni, jangan berbuat dosa lagi.

    Kalau hati nurani tidak baik, akan menyalahkan orang lain.

    Kalau dosa diselesaikan, hati kita akan mengalami perhentian (damai sejahtera). Dan semuanya menjadi enak dan ringan.

    Kalau sudah ada hati nurani yang baik, Tuhan mampu memberikan berkat-berkatNya (hati nurani yang baik menjadi landasan yang kuatuntuk menampung berkat Tuhan).

  3. Yohanes 21: 18-19
    21:18. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya ketika engkau masih muda engkau mengikat pinggangmu sendiri dan engkau berjalan ke mana saja kaukehendaki, tetapi jika engkau sudah menjadi tua, engkau akan mengulurkan tanganmudan orang lain akan mengikat engkau dan membawa engkau ke tempat yang tidak kaukehendaki."
    21:19. Dan hal ini dikatakan-Nya untuk menyatakan bagaimana Petrus akan mati dan memuliakan Allah. Sesudah mengatakan demikian Ia berkata kepada Petrus: "Ikutlah Aku."

    Praktik hati taat dengar-dengaran yang ketiga: mengulurkan tangan pada Tuhan.
    Artinya: taat dengar-dengaran sampai rela berkorban apapun untuk Tuhan (menyerah sepenuh pada Tuhan= menyembah Tuhan= hanya berkata 'terserah Engkau, Tuhan' seperti dilakukan oleh Sadrakh dkk. Kita tidak menuntut apa-apa dari Tuhan).

    Kalau kita mengulurkan tangan pada Tuhan, Tuhan juga mengulurkan Tangan pada kita untuk membereskan segala sesuatu(membereskan jala).

    Markus 1: 19
    1:19. Dan setelah Yesus meneruskan perjalanan-Nya sedikit lagi, dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes, saudaranya, sedang membereskan jaladi dalam perahu.

    'jala'= ekonomi kita, masalah-masalah yang sudah mustahil, dsb.

    Tuhan juga mampu membereskan tempat tidur(nikah dan buah nikah dibereskan).

    Kisah Rasul 9: 34
    9:34. Kata Petrus kepadanya: "Eneas, Yesus Kristus menyembuhkan engkau; bangunlah dan bereskanlah tempat tidurmu!" Seketika itu juga bangunlah orang itu

    'Eneas'= artinya: terpandang.
    Artinya: orang-orang yang terpandang diincar dalam masalah nikah dan buah nikah.

    Malam ini, biarlah kita mengulurkan tangan pada Tuhan dan megatakan 'saya tidak bisa apa-apa Tuhan, terserah Engkau Tuhan'.
    Dan biarlah Tuhan membereskan segala sesuatu dalam hiup kita sampai kita disempurnakan jadi sama mulia dengan Dia.

    Saat orang lain tidak bisa menolong, itulah saat bagi kita untuk menyerah sepenuh pada Tuhan. Sampai kita beres sempurna saat Yesus datang kembali.
Tuhan memberkati.