[cetak]
Ibadah Doa Surabaya, 26 April 2019 (Jumat Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 11-12
9:11. Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.
9:12. Celaka yang pertama sudah lewat. Sekarang akan menyusul dua celaka lagi.

Ayat 11= belalang memiliki raja; roh jahat dan najis ada rajanya--kepala atau komandonya yang disebut dengan Abadon atau Apolion (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 24 April 2019).
Artinya: setiap dosa ada rajanya yang mengatur, mengarahkan, dan memerintah, itulah malaikat jurang maut.
Contoh: perbuatan zinah dikomando oleh malaikat jurang maut--roh najis--sehingga memaksa manusia berbuat zinah; mencuri dikomando oleh roh jahat sehingga memaksa manusia berbuat jahat. Dan manusia sulit bahkan tidak bisa terlepas, karena mencuri dan berzinah bukan sekadar berbuat dosa, tetapi ada malaikat jurang maut yang mengikat manusia.

Jadi, kita harus terlepas bukan hanya dari perbuatan dosa--zinah, mencuri--, tetapi juga dari malaikat jurang maut (Abadon dan Apolion), sehingga kita benar-benar terlepas.
Kalau hanya bebas dari perbuatannya saja, sebentar lagi akan kembali berbuat dosa karena masih ada rohnya--malaikat jurang maut.

Bagaimana caranya melepaskan diri dari Abadon? Kita harus menempatkan Yesus sebagai Kepala atas kehidupan kita.
Hanya ada dua kepala, kalau bukan Yesus yang jadi kepala, maka Abadon yang akan jadi kepala.

Praktik menempatkan Yesus sebagai Kepala adalah doa penyembahan--hubungan paling erat Kepala dan tubuh adalah leher; leher menunjuk pada doa penyembahan.

Doa penyembahan adalah proses perobekan/penyaliban daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya, sehingga Roh Kudus dicurahkan dalam hati kita, berarti tidak ada tempat lagi bagi malaikat jurang maut--roh jahat dan roh najis.

Kalau ada hawa nafsu dan keinginan, di situ Abadon (roh jahat dan roh najis) masuk. Tetapi kalau menyembah Tuhan, daging dengan segala hawa nafsu keinginannya diperas/disalib, sehingga Roh Kudus yang dicurahkan ke dalam hidup kita (tidak ada tempat lagi bagi Abadon-Apolion).

Malam ini, pilih salah satu: Abadon--roh jahat dan roh najis--atau Yesus--Roh Kudus--yang menjadi kepala.

Kegunaan Roh Kudus:

  1. Yohanes 16: 13
    16:13. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang.

    Kegunaan pertama: Roh Kudus adalah Roh kebenaran yang memimpin kita kepada seluruh kebenaran--kalau Abadon-Apolion memerintah kita untuk berbuat dosa.
    Artinya: kita berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran--'segala sesuatu yang didengar-Nya' menunjuk pada mendengar firman--, sehingga kita hidup dalam kebenaran dan kesucian. Benar-benar Abadon tidak ada tempat dalam hidup kita.

    Efesus 4: 11-12
    4:11. Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12. untuk
    memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ayat 11 = lima jabatan pokok.
    Kalau sudah hidup benar dan suci, kita akan diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; sama dengan memakai jubah indah. Kita menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan yang permai, dan hidup kita menjadi tertata rapih, teratur, dan indah.
    Contoh jabatan pelayanan lainnya: tim doa, pemain musik, paduan suara, penerima tamu dan sebagainya.

    Kalau tidak benar tetapi berbuat dosa akan dipakai dalam pembangunan babel. Selalu terpisah, kepalanya Yesus atau Abadon, tinggal Pilih.

    Inilah kegunaan Roh Kudus; Roh Kebenaran--memimpin kita kepada seluruh kebenaran. Kita tahu firman pengajaran yang benar, berpegang teguh, kemudian praktikkan, kita bisa hidup benar-suci dan kita akan dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Kalau berbuat dosa, kita akan dipakai dalam kegerakan pembangunan tubuh babel/pelacur besar--kesempurnaan dalam kejahatan dan kenajisan--; hanya mengalami kekacauan, kehancuran, menderita, sampai kebinasaan.

    Mari pilih Yesus sebagai kepala! Pilih pengajaran yang benar dan praktikkan, sehingga kita hidup benar dan suci.


  2. Yohanes 15: 25-27
    15:25. Tetapi firman yang ada tertulis dalam kitab Taurat mereka harus digenapi: Mereka membenci Aku tanpa alasan.
    15:26. Jikalau
    Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku.
    15:27. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku."

    'Roh Kebenaran'= Roh Kudus; Roh Penghibur.

    Yohanes 16: 1-2 => perikop: bertekun
    16:1. "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.
    16:2. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah.


    Ayat 1 = kita menghadapi dunia akhir zaman--kebencian dan sebagainya--, jangan kecewa, jangan menolak Tuhan.
    Ayat 2 = zaman antikris.

    Kegunaan kedua: Roh Kudus adalah Roh penghibur yang memberikan kekuatan ekstra kepada kita untuk menghadapi keadaan akhir zaman yang gelap, penuh kesulitan, kebencian tanpa alasan, penganiayaan, pengucilan, sampai pembunuhan pada zaman antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.

    Untuk apa kekuatan ekstra? Supaya kita tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan tetapi tetap bertekun dalam kandang penggembalaan--ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok--, tetap setia berkobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan sampai garis akhir--pelita menyala.

    Kita memang menghadapi kebencian tanpa alasan, dikucilkan, sandungan-sandungan, tetapi itu adalah ujian apakah pelita kita menyala atau tidak.
    Menghadapi kegelapan harus dengan terang. Kita juga tetap bersaksi untuk memancarkan terang di rumah tangga, di hadapan semua orang, sampai menjadi terang dunia--mempelai wanita sorga.

    Wahyu 12: 1
    12:1. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.

    Ayat 1= perempuan dengan matahari, bulan dan bintang; mempelai wanita sorga.

    Yesus berkata: 'Akulah terang dunia'--Mempelai Pria Sorga--, 'kamulah terang dunia'--mempelai wanita sorga. Tidak ada gelap sedikitpun.

    Mari, dalam doa penyembahan ini kita tempatkan Yesus sebagai Kepala. Peras hawa nafsu keinginan daging, supaya Roh Kudus dicurahkan.


  3. 1 Petrus 4: 14
    4:14. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.

    Kegunaan ketiga: Roh Kudus adalah Roh kemuliaan yang memberikan kebahagiaan sorga di tengah penderitaan, dan mengubahkan kita dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus--mujizat rohani--yaitu jujur dan taat dengar-dengaran--'Ya Abba, ya Bapa!'

    Roma 8: 15
    8:15. Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

    Jujur dan taat inilah yang dicari hari-hari ini.
    Dan mujizat jasmani juga terjadi.

    1 Raja-raja 17: 7, 11-13, 15
    17:7. Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu.
    17:11. Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti."
    17:12. Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya
    tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."
    17:13. Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.
    17:15. Lalu pergilah perempuan itu dan
    berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya.

    Ayat 7 = dalam kekeringan; kelaparan.
    Ayat 11: 'perempuan' = janda Sarfat= bangsa kafir.
    Ayat 12= perempuan ini jujur.
    Ayat 15= taat.

    Jujur dan taat, mujizat jasmani terjadi yaitu dari tidak ada menjadi ada--kuasa pemeliharaan Tuhan secara ajaib di tengah kesulitan dunia sampai antikris berkuasa di bumi selama tiga setengah tahun.
    Yang penting jujur dan taat!

    Tadi, Roh Kudus adalah Roh kebenaran yang mengarahkan kita pada kebenaran dan kesucian, kita dipakai Tuhan dan hidup menjadi indah.
    Kemudian, Roh Kudus adalah Roh penghibur sehingga kita menjadi saksi Tuhan--tidak pernah kecewa--, dalam rumah tangga, sampai menjadi terang dunia.
    Dan terakhir, Roh Kudus adalah Roh kemuliaan yang mengubahkan kita menjadi jujur dan taat--mujizat rohani--, dan mujizat jasmani juga terjadi.

    1 Raja-raja 17: 17-23
    17:17. Sesudah itu anak dari perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi.
    17:18. Kata perempuan itu kepada Elia: "Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?"
    17:19. Kata Elia kepadanya: "Berikanlah anakmu itu kepadaku." Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya.
    17:20. Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?"
    17:21. Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya."
    17:22. TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali.
    17:23. Elia mengambil anak itu; ia membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan memberikannya kepada ibunya. Kata Elia: "
    Ini anakmu, ia sudah hidup!"

    Dari mati jadi hidup; dari mustahil menjadi tidak mustahil= kuasa untuk menghapus kemustahilan; yang gagal jadi berhasil dan indah; nikah dan buah nikah yang hancur menjadi baik kembali. Roh kemuliaan bekerja, sampai terjadi mujizat yang terakhir, yaitu saat Tuhan datang kembali kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia--tidak bercacat cela--, menjadi mempelai wanita sorga yang siap untuk menyambut kedatangan-Nya di awan-awan permai. Kita bersama Dia selamanya.

Abadon mau jadi kepala, tetapi Yesus juga mau menjadi kepala dalam hidup kita. Tempatkan Dia sebagai Kepala dalam hidup kita. Kita menyembah Tuhan--peras daging--dan Roh Kudus dicurahkan bagi kita. Inilah kekuatan kita untuk menghadapi roh jahat dan roh najis. Bukan hanya perbuatannya tetapi juga malaikat jurang mautnya yang harus dilawan dengan Roh Kudus.

Tuhan memberkati.