[cetak]
Ibadah Doa Surabaya, 28 Mei 2018 (Senin Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

2 Tawarikh 20: 1-3
20:1. Setelah itu bani Moab dan bani Amon datang berperang melawan Yosafat bersama-sama sepasukan orang Meunim.
20:2. Datanglah orang memberitahukan Yosafat: "Suatu laskar yang besar datang dari seberang Laut Asin, dari Edom, menyerang tuanku. Sekarang mereka di Hazezon-Tamar," yakni En-Gedi.
20:3. Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN. Ia menyerukan kepada seluruh Yehuda supaya berpuasa.

Perikop: kemenangan atas Moab dan Amon; akhir pemerintahan Yosafat.

Ini adalah cerita tentang raja Yosafat berperang melawan bani Amon dan Moab yang memiliki laskar yang besar, sehingga Yosafat menjadi takut dan berpuasa. Ini adalah tindakan yang benar.
Jadi kita hidup di dalam dunia ini merupakan perjuangan/peperangan:

  • Mulai perjuangan/peperangan untuk hidup secara pribadi.
  • Perjuangan/peperangan untuk nikah dan buah nikah kita di dunia.
  • Kalau kita menjadi imam dan raja--hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan--juga merupakan perjuangan/peperangan.
  • Kita menjadi imam dan raja, dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir; pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, juga merupakan perjuangan.

Melawan apa semuanya itu? Laskar yang besar; musuh yang lebih kuat yaitu:

  • Setan tritunggal, sumber segala yang negatif: masalah, air mata dan sebagainya.
  • Dunia dengan segala pengaruhnya: kesibukan, kesulitan, kejahatan, kebencian dan sebagainya.
  • Daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya--musuh dari dalam.

Semua lawan ini membuat kita takut, kuatir, bimbang, bahkan kecewa dan putus asa, sampai meninggalkan Tuhan.
Ini kenyataan yang kita hadapi.

Jalan keluarnya: berdoa menyembah Tuhan, bisa ditambah dengan puasa atau doa semalam suntuk untuk mempercepat.
Doa penyembahan adalah dasarnya.
Doa penyembahan adalah proses perobekan daging sehingga:

  1. Kita bisa mengaku bahwa kita tidak berdaya; tidak punya kekuatan; tidak tahu apa yang harus dilakukan; dan tidak tahu jalan apa yang harus kita ambil.
    2 Tawarikh 20: 12
    20:12. Ya Allah kami, tidakkah Engkau akan menghukum mereka? Karena kami tidak mempunyai kekuatan untuk menghadapi laskar yang besar ini, yang datang menyerang kami. Kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan, tetapi mata kami tertuju kepada-Mu."

    Kita semua dipakai Tuhan, dalam nikah seringkali menghadapi lawan-lawan yang lebih kuat sampai tidak tahu harus berbuat apa.

    "Menghadapi acara di Square Ballroom kita tidak merasa berpengalaman tetapi merasa tidak berdaya, tidak ada kekuatan. Banyak yang bertanya: Jadi atau batal? Kita maju saja selama tidak ada peringatan dari mana-mana dan masih diizinkan oleh pemerintah."

    Kita mengaku tidak berdaya, tidak punya kekuatan, dan tidak tahu apa yang harus kita lakukan; mengaku tidak layak, banyak kekurangan dan kelemahan kita.


  2. 'tetapi mata kami tertuju kepada-Mu'= mata kita hanya tertuju kepada Tuhan; hanya memperhatikan Tuhan. Justru saat menghadapi kemustahilan, mata kita hanya tertuju pada Tuhan.
    Kita hanya memandang wajah Tuhan.

    "Banyak nasihat: Kita harus memandang wajah Tuhan, bukan pencobaannya. Baik, tetapi ada praktiknya. Kalau kita memperhatikan hanya kepada Tuhan, itu sama dengan memandang wajah Tuhan."

    Praktik memandang wajah Tuhan:


    • 2 Petrus 1: 19
      1:19. Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.

      'firman yang telah disampaikan oleh para nabi'= firman nubuat.

      Yang pertama: memperhatikan firman nubuat--firman pengajaran yang benar, yang dibukakan rahasianya--, dengan sungguh-sungguh= mendengar dan taat dengar-dengaran sehingga kita mengalami pembaharuan hidup, mulai dari hati yang gelap disinari yaitu kuat teguh hati--bintang timur bersinar di dalam hati.

      Seringkali kita salah, saat ada pencobaan malah tidak datang ibadah dengan alasan mau bergumul memandang Tuhan. Justru bergumul adalah mendengarkan firman. Dalam persoalan yang mustahil, cari firman!

      Bintang timur ada dua: Lucifer, tetapi ia jatuh, hancur, dan menjadi setan; dia tidak kuat teguh hati tetapi sombong. Tetapi bintang timur berikutnya adalah Yesus, tidak pernah jatuh--kuat teguh hati.
      Kita tidak bisa bergumul sendiri, karena itu harus mendengar firman dan taat dengar-dengaran, supaya kita mengalami keubahan hidup sampai menjadi kuat teguh hati.

      Kuat teguh hati, artinya:


      1. Tetap hidup benar dan suci apapun yang kita hadapi; tidak jatuh.
      2. Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi, tetapi tetap percaya dan berharap Tuhan.
      3. Tetap menyembah Tuhan.
        Penyembahan yang benar didorong oleh firman pengajaran yang benar. Karena itu dengar firman dulu, baru bisa menyembah.


    • Kolose 4: 17
      4:17. Dan sampaikanlah kepada Arkhipus: Perhatikanlah, supaya pelayanan yang kauterima dalam Tuhan kaujalankan sepenuhnya.

      Yang kedua: memperhatikan pelayanan yang Tuhan percayakan kepada kita. Jangan kendor!

      Sekalipun banyak masalah, kita tetap melayani Tuhan; setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan sepenuhnya, sampai garis akhir.


    • Mazmur 107: 43
      107:43. Siapa yang mempunyai hikmat? Biarlah ia berpegang pada semuanya ini, dan memperhatikan segala kemurahan TUHAN.

      Yang ketiga: memperhatikan kemurahan/belas kasih/anugerah Tuhan yang besar.

      Kita hanya bergantung sepenuh pada kemurahan Tuhan yang besar; berserah dan berseru kepada-Nya; hanya mengulurkan tangan kepada-Nya. Dan Ia akan mengulurkan tangan-Nya kepada kita.

      2 Tawarikh 20: 17
      20:17. Dalam peperangan ini tidak usah kamu bertempur. Hai Yehuda dan Yerusalem, tinggallah berdiri di tempatmu, dan lihatlah bagaimana TUHAN memberikan kemenangan kepadamu. Janganlah kamu takut dan terkejut. Majulah besok menghadapi mereka, TUHAN akan menyertai kamu."

      'tidak usah kamu bertempur'= kita tidak usah bertempur tetapi hanya mengangkat tangan--bertempur secara rohani.
      Tuhan berperang ganti kita; Dia mengerti, memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk memberikan kemenangan kepada kita.
      Timbal balik, kita perhatian kepada Tuhan saat menghadapi sesuatu yang mustahil; perhatian pada firman, pelayanan, dan kemurahan Tuhan (banyak menyembah Tuhan), maka Dia juga akan mengulurkan tangan--berperang ganti kita--; Dia memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul bagi kita, untuk memberikan kemenangan kepada kita.

Hasilnya:

  1. 2 Tawarikh 20: 24
    20:24. Ketika orang Yehuda tiba di tempat peninjauan di padang gurun, mereka menengok ke tempat laskar itu. Tampaklah semua telah menjadi bangkai berhantaran di tanah, tidak ada yang terluput.

    Hasil pertama: laskar besar jadi bangkai= masalah besar dan mustahil jadi tidak berarti. Tangan kemurahan Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah yang mustahil.


  2. 2 Tawarikh 20: 25
    20:25. Lalu Yosafat dan orang-orangnya turun untuk menjarah barang-barang mereka. Mereka menemukan banyak ternak, harta milik, pakaian dan barang-barang berharga. Yang mereka rampas itu lebih banyak dari pada yang dapat dibawa. Tiga hari lamanya mereka menjarah barang-barang itu, karena begitu banyaknya.

    Hasil kedua: tangan kemurahan Tuhan yang besar sanggup memberkati kita secara berkelimpahan--sampai mengucap syukur kepada Tuhan. Jika kita butuh Tuhan selalu sediakan tepat pada waktunya.

    "Banyak pengalaman kita, saat butuh Tuhan selalu menyediakan tepat pada waktunya. Tuhan tolong saya, saya bersyukur pada Tuhan. Saat pembelian tanah di Malang, uang benar-benar tidak cukup. Sampai ada satu orang yang mau menjual rumahnya, dan uangnya untuk membeli tanah itu. Nanti saya beli rumahnya gampang. Tetapi tepat waktunya, semua ada."

    Mari banyak memandang Tuhan, tidak ada yang mustahil bagi Dia.


  3. Hasil ketiga: tadi musuh yang hebat jadi bangkai--dari luar--, sebaliknya bangkai Lazarus dibangkitkan, artinya kuasa pembaharuan:


    1. Bari busuk jadi harum--mujizat rohani.
      Bangkai Lazarus= musuh dari dalam; banyak kehidupan seperti bangkai.


    2. Dalam dosa-dosa dan puncaknya dosa bisa jadi harum, kita bisa hidup benar dan suci; berkenan pada Tuhan.

    3. Yang sudah hancur jadi baik.
    4. Gagal total jadi berhasil dan indah pada waktunya.
    5. Air mata menjadi kebahagiaan.


    Sampai kalau Tuhan datang kembali kita dibaharui jadi sempurna seperti Dia. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai; pembangunan tubuh Kristus sudah selesai. Tidak ada lagi air mata, dan kita bersama Dia selamanya.

Hidup itu perjuangan, nikah dan buah nikah perjuangan, menjadi imam dan raja suatu peperangan, dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna juga peperangan melawan tentara yang besar, yang mustahil bagi kita, itulah setan tritunggal, dunia dengan segala pengaruhnya, dan dari dalam yaitu daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
Ini yang membuat kita takut, kuatir, kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan, sampai binasa.

Cara menghadapinya adalah doa penyembahan--perobekan daging--sampai mata memandang kemurahan Tuhan; mengaku tidak layak, dan Dia akan memperhatikan, mempedulikan, dan bergumul untuk kita.

Dia berperang untuk kita.
Laskar besar jadi bangkai, bangkai dibangkitkan jadi hidup baru.

Apapun yang kita hadapi, mungkin seperti bangkai dalam rumah tangga dan pelayanan, ada bau busuk atau kegagalan, serahkan kepada Tuhan. Mata memandang Tuhan, dan Dia memperhatikan kita.
Dia tidak pernah meninggalkan kita bergumul sendirian, asal kita memperhatikan Dia.
Banyak perkara tidak bisa kita pikir, serahkan kepada Dia!

Jangan lihat persoalannya, tetapi lihat Tuhan/firman, kita menjadi kuat teguh hati; lihat pelayanan, kita setia berkobar; lihat wajah Yesus/kemurahan Tuhan, Dia akan memperhatikan kita semua.
Tidak ada yang tahu, Tuhan yang tahu segala pergumulan kita. Dia tidak menipu kita.
Dalam kebusukan, kegagalan, kemustahilan, Dia tidak membiarkan kita.

Tuhan memberkati.