Ibadah Doa Surabaya, 29 Juni 2018 (Jumat Sore)

Dari rekaman Ibadah Doa di Semarang

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah kita sekalian.

Yohanes 15: 7
15:7 Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Kita belajar tentang syaratdoa penyembahan yang berkenan kepada Tuhan--doa yang dikabulkan oleh Tuhan--, yaitu firman Allah harus tinggal di dalam kita.

Prosessupaya firman Allah tinggal di dalam kita yaitu:
  1. Mendengar firman Allah dengan sungguh-sungguh.
  2. Mengerti firman Allah dengan sungguh-sungguh.
  3. Percaya/yakin kepada firman Allah.
  4. Sampai mempraktikkan firman Allah di dalam kehidupan kita. Jika firman Allah dipraktikkan--firman mendarah daging dalam kehidupan kita--, firman Allah akan tinggal di dalam kehidupan kita.
Pengertianfirman Allah tinggal di dalam kita; mendarah daging dalam kita:
  1. Pengertian pertama firman Allah tinggal di dalam kita: doa kita sesuai dengan firman Allah; sesuai dengan kehendak Tuhan, sehingga doa dijawab oleh Tuhan.
    Lawan katanya: Yakobus 4: 3
    4:3 Atau kamu berdoa juga, tetapi kamu tidak menerima apa-apa, karena kamu salah berdoa, sebab yang kamu minta itu hendak kamu habiskan untuk memuaskan hawa nafsumu.

    'kamu tidak menerima apa-apa' = doa yang tidak dijawab.
    Jika doa didorong oleh keinginan dan hawa nafsu daging, Tuhan tidak akan mengabulkan doa kita karena keinginan dan hawa nafsu daging hanya membawa kita kepada maut.

    Bukan berarti Tuhan tidak menjawab/mendengar doa kita. Jika Tuhan menjawab doa yang sesuai dengan keinginan daging, itu akan membawa kita kepada maut atau kebinasaan. Oleh sebab itu Tuhan tidak berkenan.
    Tetapi doa yang sesuai dengan firman Allah/kehendak Tuhan pasti dijawab Tuhan, sebab kehendak Tuhan akan membawa kita kepada kehidupan kekal selama-lamanya.

  2. Pengertian kedua firman Allah tinggal di dalam kita: terjadi penyucian, mulai dari hati sampai menjadi seperti bayi.
    Hati merupakan pusat dari kehidupan rohani kita.

    Tandamenjadi seperti bayi/anak kecil yaitu:

    • Polos; tulus; jujur--ya katakan: ya, tidak katakan: tidak; benar katakan: benar, tidak benar katakan: tidak benar.
    • Hanya menangis; hanya berharap belas kasihan Tuhan(tidak berharap kepada yang lainnya).

  3. Pengertian ketiga firman Allah tinggal di dalam kita: iman/percaya dan taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara lagi.
    Percaya sama dengan tidak bimbang. Hati-hati!

    Kebimbangan adalah sama seperti gelombang laut yang dahsyat; gelombang laut yang mengombang-ambingkan kehidupan kita sampai menenggelamkan.

    Yakobus 1: 6-8
    1:6 Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.
    1:7 Orang yang demikian
    janganlah mengira, bahwa ia akan menerima sesuatudari Tuhan.
    1:8 Sebab orang yang mendua hati
    tidak akan tenangdalam hidupnya.

    'mendua hati' = bimbang.
    Jadi kebimbangan membuat kita:

    • Tidak tenang; tidak damai sejahtera, sehingga letih lesu, berbeban berat, susah payah dan lain sebagainya.
      Bimbang artinya tidak percaya dan tidak taat.

    • Tidak mendapatkan apa-apa; kosong; gagal total. Dalam bidang apapun juga, jika kita bimbang, kita tidak akan mendapat apa-apa--tidak menangkap apa-apa.
      Kalau hamba Tuhan bimbang, gerejanya akan kosong.

    • Jika dibiarkan saja, akan sampai pada ketenggelaman; kebinasaan untuk selama-lamanya.

    Waspada! Jangan sampai kita bimbang, melainkan harus percaya dan taat dengar-dengaran kepada firman Allah.
    Malam ini, mari kita berdoa dengan iman/percaya dan taat dengar-dengaran, ini sama dengan mengulurkan tangan iman kepada Tuhan. Dan Tuhan juga mengulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita.

    Dari pihak kita ada iman, dan dari pihak Tuhan ada belas kasihan.
    Galatia 5: 6
    5:6 Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih.

    'bersunat atau tidak bersunat' = kepada bangsa Israel atau bangsa kafir.

    Iman ditambah dengan belas kasihan akan menghasilkan mujizat.

    Hasilnya:

    • Markus 1: 40-42
      1:40 Seorang yang sakit kusta datang kepada Yesus, dan sambil berlutut di hadapan-Nya ia memohon bantuan-Nya, katanya: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku."
      1:41 Maka tergeraklah hati-Nya oleh
      belas kasihan, lalu Ia mengulurkan tangan-Nya, menjamah orang itu dan berkata kepadanya: "Aku mau, jadilah engkau tahir."
      1:42 Seketika itu juga
      lenyaplah penyakit kustaorang itu, dan ia menjadi tahir.

      '
      Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku' = iman.

      Hasil pertama: kuasa kesembuhanatas penyakit kusta; penyakit apapun:

      1. Penyakit jasmani; penyakit ekonomi, studi dan sebagainya.
        Mari kita bawa kepada Tuhan pada malam hari ini; kita mendengar firman dengan sungguh-sungguh, mengerti, percaya/yakin kepada firman sampai praktik firman--firman mendarah daging, sehingga kita berdoa sesuai dengan kehendak Tuhan. Di sinilah kunci kita berdoa kepada Tuhan.

        Lalu ada penyucian hati sampai seperti bayi, ditambah kita percaya dan taat dengar-dengaran kepada Tuhan. Kuasa kesembuhan akan terjadi.

      2. Penyakit rohani. Kusta artinya:

        1. Kenajisan. Mungkin selama ini dari ujung rambut sampai dengan kaki najis; pikiran, pandangan dan lain-lain najis. Mari malam ini berseru kepada Tuhan, percaya/yakin, maka kita bisa hidup benar dan suci.

        2. Kebenaran sendiri yaitu kebenaran di luar alkitab.
          Mari semuanya kembali ke alkitab.

          Kebenaran sendiri juga berarti menutupi dosa dengan cara menyalahkan orang lain dan Tuhan; tidak mau mengaku dosa. Mari kita melembut; mengakui dosa, dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.

      Inilah kuasa kesembuhan. Jika kita mengulurkan tangan iman dan Tuhan mengulurkan tangan belas kasihan, maka terjadi kuasa kesembuhan.

    • Lukas 7: 12-14
      7:12 Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
      7:13 Dan ketika Tuhan melihat janda itu,
      tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!"
      7:14 Sambil menghampiri usungan itu
      Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"

      'Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya'= Tuhan mengulurkan tangan belas kasih-Nya.
      Seorang ibu yang anaknya sudah mati, tetapi dibangkitkan oleh Tuhan.

      Hasil kedua: kuasa kebangkitanuntuk menghapus segala kemustahilan--mati jadi bangkit. Masalah yang mustahil apapun, serahkan kepada Tuhan.

      Kuasa kebangkitan juga untuk menolong nikah dan buah nikah yang sudah mati; hancur; penuh tangisan, pahit getir, sehingga nikah menjadi penuh tawa dan kebahagiaan--'Tuhan berkata:"Jangan menangis!"'
      Mungkin kaum muda; remaja penuh tangisan, pahit getir, biarlah semua ditolong oleh Tuhan, sehingga menjadi penuh tawa dan kebahagiaan.

      Ibu-ibu; (permisi) ibu janda mungkin sangat kecil, tidak berdaya, penuh tangisan, pahit getir, akan ditolong malam ini oleh kuasa kebangkitan, sehingga menjadi penuh tawa dan bahagia.

    • Matius 15: 22, 24-28
      15: 22 Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
      15: 24 Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
      15: 25 Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
      15: 26 Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
      15: 27 Kata perempuan itu: "
      Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
      15: 28 Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya
      sembuh.

      Hasil ketiga: kuasa pembaharuandari anjing yang menjilat muntah menjadi domba-domba Tuhan yang menjilat roti.

      Lidah (terutama bangsa kafir) yang mengeluarkan perkataan sia-sia: dusta, gosip, fitnah, hujat, akan mengundang setan untuk menghancurkan semuanya: perkara jasmani (ekonomi), nikah-buah nikah, pelayanan, kerohanian, sampai menderita di dunia ini--suasana kutukan di dunia--, bahkan kebinasaan kekal selamanya.

      Malam ini, mari datang dengan iman dan Tuhan datang dengan belas kasihan, sehingga lidah diubahkan menjadi berkata benar dan baik; lidah memuliakan Tuhan; lidah bersaksi, berseru nama Yesus, dan Tuhan akan datang untuk menjadikan semuanya baik, semuanya berhasil dan indah.

      Kaum muda yang sudah dirasuk setan: dalam narkoba dan sebagainya, masa depan hancur dan suram, tetapi semuanya bisa diubahkan menjadi berhasil dan baik.

      Sampai jika Tuhan datang kedua kali, kita diubahkan menjadi sempurna seperti Dia, yaitu tidak salah lagi dalam perkataan untuk menyambut kedatangan Yesus kedua kali di awan-awan permai. Kita bahagia bersama dengan Dia untuk selama-lamanya.
Mari ulurkan tangan iman, maka Tuhan akan ulurkan tangan belas kasih-Nya kepada kita malam ini di manapun kita berada, sehingga mujizat terjadi; kuasa Tuhan akan menolong kita semuanya. Kita mengangkat tangan, dan Dia mengulurkan tangan-Nya kepada kita semuanya.
Apapun keadaan kita, Dia sanggup untuk menolong kita. Belas kasih-Nya sanggup menolong kita.

Kita hanya seperti bayi yang tulus, polos, dan hanya bergantung kepada belas kasih-Nya, tidak bergantung siapapun. Tuhan menolong kita semuanya. Kita menyembah Dia dengan iman dan ketaatan, jangan bimbang sedikitpun, kita hanya mengulurkan tangan kepada-Nya--seperti bayi menangis kepada-Nya.

Tuhan memberkati.