[cetak]
Ibadah Doa Surabaya, 30 November 2016 (Rabu Sore)

Dari siaran tunda Ibadah Doa di Pekanbaru

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat malam, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah kasih sayang, damai sejahtera dan berkat TUHAN senantiasa dilimpahkan dalam hidup kita sekalian.

Wahyu 12: 14
12:14. Kepada perempuan itu diberikan kedua sayap dari burung nasar yang besar, supaya ia terbang ke tempatnya di padang gurun, di mana ia dipelihara jauh dari tempat ular itu selama satu masa dan dua masa dan setengah masa.

(terjemahan lama)
12:14. Maka dikaruniakanlah kepada perempuan itu kedua sayap burung nasar yang besar itu, supaya ia dapat terbang ke padang belantara kepada tempatnya, yaitu tempat ia dipeliharakan di dalam satu masa dan dua masa dan setengah masa lamanya, jauh daripada mata ular itu.

Antikris akan berkuasa di bumi selama 3,5 tahun--'satu masa dan dua masa dan setengah masa'--, sehnigga membuat krisis ekonomi yang dahsyat di bumi ini, membuat sengsara dan menganiaya bahkan membunuh pengikut TUAHN--memenggal kepala pengikut Kristus--itulah hamba TUHAN dan pelayan TUHAN yang tidak memiliki dua sayap burung nasar yang besar.

Kekayaan, kedudukan dan apapun juga di bumi tidak bisa menolong kita, sebab semua sudah dikuasai oleh antikris. Satu-satunya yang bisa menolong kita adalah dua sayap burung nasar yang besar, supaya kita bisa lepas dari aniaya antikris--jauh dari antikris.

Siapa yang menjadi sasaran aniaya antikris?
Wahyu 12: 17
12:17. Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

Yang menjadi sasaran antikris adalah gereja TUHAN--hamba/pelayan TUHAN--yang memiliki hukum-hukum Allah (meja roti sajian dalam TAbernakel) dan kesaksian Yesus (pelita emas dalam TAbernakel), tetapi tidak memiliki mezbah dupa emas.
Artinya:

  • Tidak mau menyembah TUHAN.
  • Penyembahannya terpaksa; mungkin ditandai dengan bosan, mengantuk dan lain-lain.
  • Penyembahannya tidak mencapai ukuran yaitu sampai daging tidak bersuara (tirai terobek).
    Jadi, daging masih bersuara: ada iri hati, kebencian, sungut-sungut, tidak setia dan lain-lain.

Akibatnya: masuk dalam aniaya antikris selama 3,5 tahun.

Mengapa orang yang tidak sungguh-sungguh dalam doa penyembahan diizinkan mauk aniaya antikris? Ini masih merupakan kesempatan dan kasih karunia/anugerah TUHAN yang besar, supaya hamba TUHAN/pelayan TUHAN yang ketinggalan bisa memenuhi ukuran doa penyembahan yaitu sampai daging tidak bersuara lagi, lewat pemancungan kepala.

Oleh sebab itu, kita harus menggunakan kesempatan dan kasih karunia TUHAN yang besar mulai sekarang ini, untuk meningkat dalam doa penyembahan yang benar sampai daging tidak bersuara lagi, sehingga kita mendapat dua sayap burung nasar yang besar, yang menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris. Kita tidak akan mengalami aniaya antikris.
Kita harus menggunakan kesempatan dan kasih karunia TUHAN yang besar untuk bisa sungguh-sungguh dalam doa penyembahan!

Yohanes 4: 23-24
4:23. Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian.
4:24. Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."

Doa penyembahan yang benar harus didorong oleh kebenaran dan roh.
Roh= urapan Roh Kudus.

Yohanes 17: 17
17:17. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

Kebenaran adalah firman Allah dan kebenaran adalah sesuatu yang menguduskan/menyucikan.
Kalau digabung, kebenaran adalah firman Allah yang menyucikan, itulah firman pengajaran yang benar.

Jadi doa penyembahan yang benar harus didorong oleh firman pengajaran yang benar/firman penyucian dalam urapan Roh Kudus.
Mari, sungguh-sungguh malam ini!

Ke mana arah doa penyembahan yang benar?
Mazmur 43: 3-4
43:3. Suruhlah terang-Mu dan kesetiaan-Mu datang, supaya aku dituntun dan dibawa ke gunung-Mu yang kudus dan ke tempat kediaman-Mu!
43:4. Maka aku dapat pergi ke mezbah Allah, menghadap Allah, yang adalah sukacitaku dan kegembiraanku, dan bersyukur kepada-Mu dengan kecapi, ya Allah, ya Allahku!

(terjemahan lama)
43:3. Suruhkanlah
terang-Mu dan kebenaran-Mu, supaya keduanya itu memimpin aku dan membawa akan daku ke bukit kesucian-Mu dan ke dalam tempat kediaman-Mu;

'terang'= Roh Kudus.
'kesetiaan'= kebenaran= firman pengajaran yang benar
Jadi, firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus membuat kesucian kita semakin bertambah-tambah/meningkat (seperti naik gunung) sehingga kita bisa meningkat dalam doa penyembahan, sampai daging tidak bersuara lagi--kita bagaikan sudah berada di puncak gunung. Ke situlah arah doa penyembahan yang benar--tirai sudah terobek.

Pertanyaannya, apa yang harus disucikan secara bertambah-tambah/meningkat?
Mazmur 24: 3-4
24:3. "Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
24:4. "Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.

  1. 'murni hatinya'= hati disucikan dari keinginan jahat dan najis.
    Keinginan najis= dosa makan-minum (merokok, mabuk, dan narkoba) dan kawin-mengawinkan (percabulan).
    Keinginan jahat= keinginan akan uang, membuat kikir dan serakah.
    Kikir= tidak bisa memberi.
    Serakah= merampas milik orang lain, terutama persepuluhan dan pesembahan khusus milik TUHAN.

    Ini yang harus disucikan secara meningkat/bertambah-tambah/berulang-ulang.


  2. 'bersih tangannya'= perbuatan disucikan menjadi perbuatan benar, suci, dan baik.
  3. 'tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu'= mulut disucikan sehingga tidak ada dusta; menghasilkan perkataan yang benar, suci, dan baik; menjadi saksi bagi orang lain; perkataan yang jujur sampai nanti tidak salah dalam perkataan--sempurna.

Malam ini kita sedang naik gunung. Kesucian dan doa penyembahan meningkat sampai di puncak gunung, daging tidak bersuara lagi--tirai sudah terobek.
Apa yang harus disucikan? Mulai dari hati, kemudian perbuatan, perkataan, sampai jujur dan tidak salah dalam perkataaan--sempurna.

Tadi di Mazmur 43: terang dan kebenaran--firman dalam urapan Roh Kudus membawa kita naik ke gunung kesucian/ gunung penyembahan yang semakin meningkat.
Sekarang kita bandingkan dengan Ayub 39, ada juga yang membawa kita naik ke gunung penyembahan, yaitu sayap rajawali.

Ayub 39: 30-31

39:30. Atas perintahmukah rajawali terbang membubung, dan membuat sarangnya di tempat yang tinggi?
39:31. Ia diam dan bersarang di bukit batu, di puncak bukit batu dan
di gunung yang sulit didatangi.

Jadi, firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus yang menyucikan kita terus menerus sama dengan membawa kita naik ke gunung, juga sama dengan dua sayap burung nasar/rajawali yang membawa kita naik ke gunung yang tinggi smapai ke puncak gunung--seperti rajawali bersarang di puncak gunung.

Jadi, kalau kesucian meningkat, penyembahan akan meningkat, dan sayap burung nasar akan membesar.
Kalau kesucian sudah sampai sempurna, penyembahan sudah mencapai ukuran yaitu daging tidak bersuara lagi, dan sayap burung nasar sudah menjadi dua sayap burung nasar yang besar, yang bisa menyingkirkan kita ke padang gurun, jauh dari mata antikris.

Dua sayap burung nasar ytang besar sama dengan pelukan dua tangan TUHAN dengan anugerah yang besar.
Mari, malam ini biarlah firman pengajaran dan urapan Roh Kudus membuat kesucian kita semakin meningkat, supaya doa penyembahan kita meningkat, dan dua sayap juga meningkat, sampai satu waktu kesucian sudah menjadi sempurna, penyembahan sudah mencapai daging tidak bersuara lagi, dan sayap sudah menjadi dua sayap burung nasar yang besar, yang bisa melindungi dan menyingkirkan kita jauh dari mata antikris. Kita mengalami pelukan dua tangan TUHAN dengan anugerah yang besar.

Hasilnya:

  1. 'membuat sarangnya'=> di sarang itu terjadi pemeliharaan dan perlindungan.
    Artinya: dua sayap burung nasar yang besar--pelukan dua tangan TUHAN dengan anugerah yang besar--sanggup memelihara dan melindungi kita yang tidak berdaya--anak-anak burung nasar tidak berdaya--, sampai ke anak cucu; mulai sekarang di zaman yang sulit, sampai zaman antikris.

    Kita meningkatkan pekerjaan dan kuliah kita, boleh, tetapi tidak ada artinya kalau tidak meningkat dalam penyembahan, kesucian, dan dua sayap burung nasar. Tidak mungkin kita bisa menghadapi antikris.
    Kita bekerja dan kuliah yang keras, tetapi kita juga berusaha juga untuk mengalami penyucian, penyembahan, dan dua sayap yang meningkat.


  2. 'di gunung yang sulit didatangi'=> musuh-musuh tidak bisa datang.
    Artinya: dua sayap burung nasar yang besar--pelukan dua tangan TUHAN dengan anugerah yang besar--sanggup memberikan ketenangan dan damai sejahtera--teduh--, sehingga semua menjadi enak dan ringan; semua berhasil dan indah; semua bahagia pada waktunya.


  3. Ayub 39: 32-33
    39:32. Dari sana ia mengintai mencari mangsa, dari jauh matanya mengamat-amati;
    39:33. anak-anaknya menghirup darah, dan di mana ada yang tewas, di situlah dia."

    (terjemahan lama)
    39:33. Maka anak-anaknya mencaruk darah! dan di tempat ada
    bangkai di sana juga tempatnya.

    Hasil ketiga: dua sayap burung nasar yang besar--pelukan dua tangan TUHAN dengan anugerah yang besar--sanggup membawa kita kepada bangkai.
    Bangkai menunjuk pada kurban Kristus.
    Bangkai adalah makanan burung nasar.
    Jadi, 'membawa pada bangkai', artinya kita menghargai kurban Kristus; meninggikan kurban Kristus/salib TUHAN; rela sengsara daging bersama TUHAN; rela menderita karena TUHAN hari-hari ini.

    Inilah kekuatan dua sayap burung nasar yang besar--pelukan dua tangan TUHAN dengan anugerah yang besar.
    Tangan TUHAN membuat kita sqnggup bertahan, rela menderita dan lain-lain. Ini sama dengan kuat teguh hati.

    Hari-hari ini kita kuat teguh hati. Kita kuat teguh hati untuk menghadapi badai di lautan dunia dan menanti kedatangan TUHAN kedua kali.
    Kuat teguh hati artinya:


    • Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan TUHAN apapun yang kita hadapi, tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir--sampai TUHAN datang.


    • Tetap percaya dan berharap pada pelukan tangan TUHAN dengan anugerah yang besar--dua sayap burung nasar yang besar--; kita tetap menyembah TUHAN.


    Itulah hidup kita di akhir zaman. Naungan sayap TUHAN, itu yang kita percayai hari-hari ini. Jangan yang lain! Yang lain tidak tahan menghadapi badai dan gelombang di lautan dunia, hancur semua. Kehebatan atau kepandaian manusia hancur semua.
    Kita harus mengandalkan pelukan tangan anugerah TUHAN.

    Contoh: Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.
    Daniel 3: 16-18, 24-25
    3:16. Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
    3:17. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
    3:18. tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
    3:24. Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
    3:25. Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

    Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadapi api yang dipanaskan tujuh kali--menghadapi antikris, kesulitan-kesulitan, kemustahilan, ajaran palsu, penyembahan palsu, dosa-dosa sampai puncaknya dosa--, ini juga yang kita hadapi. Tetap kuat teguh hati, sehingga TUHAN menyertai ('yang keempat itu rupanya seperti anak dewa'); Yesus yang menyertai dan memeluk kita dengan dua tangan anugerah yang besar--naungan sayap burung nasar yang besar--untuk:


    • Melintasi badai lautan dunia.
    • Menyelamatkan kita. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego selamat, tidak ada yang terbakar.
    • Memuliakan kita. Sadrakh, Mesakh, dan Abednego dipakai oleh TUHAN menjadi saksi-Nya.
      Daniel 3: 28
      3:28. Berkatalah Nebukadnezar: "Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya, dan melanggar titah raja, dan yang menyerahkan tubuh mereka, karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah manapun kecuali Allah mereka.

      Kita harus tegas hari-hari ini. Kita hanya melihat TUHAN--pengajaran yang benar. Jangan melihat raja, orang hebat, kekayaan dan lain-lain!
      Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak peduli raja, tetapi mereka tetap melihat TUHAN--pengajaran yang benar--dan penyembahan yang benar.

      TUHAN sanggup menyelamatkan, memuliakan, memakai Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menjadi saksi TUHAN--sekarang kita dipakai dalam kegerakan Roh Kudus hujan akhir--, memberkati--semua pekerjaan meningkat--,dan mengubahkan--tadi yang keempat berwajah malaikat, seperti anak dewa. Ini yang terakhir.

      Tangan TUHAN dengan anugerah yang besar sanggup mengubahkan kita sedikit demi sedikit dari manusia daging menjadi manusia rohani.
      Dan jika Yesus datang kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali di awan-awan yang permai; juga disertai dengan api yang dahsyat.

      Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menghadapi api yang dipanaskan tujuh kali, tetapi tidak terbakar. Luar biasa! Musa melihat semak duri dimakan api tetapi tidak terbakar. Hebat!
      Tetapi nanti yang paling luar biasa adalah kita di awan-awan bersama dengan api yang menyambar-nyambar, dan kita sudah mulia. Ini yang akan kita alami, luar biasa!

      2 Tesalonika 1: 7
      1:7. dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala,

      Kita bersama Yesus di dalam api yang bernyala-nyala, sementara dunia hancur/kiamat. Kita dimuliakan bersama Dia untuk sampai di takhta sorga selama-lamanya.

Mari, banyak kebutuhan kita, tetapi semua sudah tercakup dalam naungan sayap burung nasar. Firman pengajaran dalam urapan Roh Kudus meningkatkan kesucian kita, doa penyembahan juga meningkat sampai daging tidak bersuara, sehingga sayap juga semakin meningkat. Kita memeliki dua sayap burung nasar yang besar. Dua tangan TUHAN dengan anugerah yang besar memeluk kita.

Dia sanggup memelihara seperti sarang di puncak gunung, memberikan ketenangan dan damai sejahtera--enak, ringan, bahagia, berhasil, dan indah hidup kita--, dan membawa kita ke bangkai--menghargai kurban Kristus, yaitu kuat teguh hati. Menghadapi apapun kita dipeluk tangan TUHAN, seperti dialami oleh Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.

Percaya dan mempercayakan diri pada naungan sayap burung nasar--pelukan dua tangan TUHAN dengan anugerah yang besar--! Menghadapi apapun, jangna putus asa, tetapi tetap kuat teguh hati! Berseru kepada Dia!
Serahkan semua kepada Dia! Ada tangan anugerah yang besar--naungan sayap yang besar.

Yang masih di lembah-lembah, dalam kegagalan dan lain-lain, TUHAN sanggup mengangkat. Yang sudah berhasil jangan sombong! Antikris akan menguasai dunia ini. Serahkan semua kepada Dia! Dia ada bersama kita, Dia mengulurkan tangan anugerah yang besar--naungan sayap burung nasar yang besar. Kita menyerah kepada Dia.

TUHAN memberkati.