[cetak]
Ibadah Jumat Agung Surabaya, 19 April 2019 (Jumat Siang)

Salam sejahtera dalam kasih sayangnya TUHAN kita Yesus Kristus. Selamat siang, selamat mendengarkan firman TUHAN. Biarlah damai sejahtera, kasih karunia, dan bahagia senantiasa dilimpahkan TUHAN di tengah-tengah kita sekalian.

Wahyu 9: 1-12 merupakan peniupan sangkakala yang kelima; penghukuman yang kelima dari Anak Allah atas manusia di bumi yaitu sengatan kalajengking lima bulan lamanya (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Februari 2019).
Wahyu 9: 7-12 bicara tentang belalang dan kalajengking (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019).

Wahyu 9: 7
9:7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

Penyebab hukuman adalah belalang dan kalajengking--roh jahat dan najis--yang keluar dari lobang jurang maut.

Dua hal tentang belalang:

  1. RUPA BELALANG yang seperti kuda yang dipersiapkan untuk peperangan (sudah diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019 sampai Ibadah Raya Surabaya, 17 Maret 2019).

    Hati-hati, roh jahat dan najis memiliki kekuatan dan kecepatan--seperti kuda--untuk berperang melawan manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan sehingga menguasai hati dan pikiran untuk dua hal:


    1. Supaya hamba/pelayan Tuhan memiliki pemikiran yang salah terhadap segala sesuatu; yang penting kaya, tidak peduli harus korupsi; yang penting jodoh, tidak peduli harus berbuat apa.

      Juga pemikiran yang salah tentang ibadah pelayanan sehingga ibadah pelayanan hanya untuk mencari perkara jasmani, bukan lagi mengutamakan hidup kekal atau firman (diterangkan pada Ibadah Raya Surabaya, 10 Maret 2019) sampai Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 13 Maret 2019).


    2. Supaya hati dan pikiran kita menjadi tanah hati yang tidak baik (diterangkan mulai dari Ibadah Pendalaman Alkitab Surabaya, 06 Maret 2019 sampai Ibadah Doa Surabaya, 08 Maret 2019).
      Sudah ada penaburan benih firman yang benar, tetapi tanah hatinya tidak baik, sehingga firman tidak bertumbuh dan berbuah.


  2. EKOR BELALANG, yang sama dengan sengat kalajengking (diterangkan mulai dari Ibadah Raya Surabaya, 07 April 2019).
    Wahyu 9: 10
    9:10. Dan ekor mereka sama seperti kalajengking dan ada sengatnya, dan di dalam ekor mereka itu terdapat kuasa mereka untuk menyakiti manusia, lima bulan lamanya.

AD. 2
Apa itu sengat kalajengking? Sengat maut, itulah dosa-dosa.
1 Korintus 15: 55-56
15:55. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"
15:56.
Sengat maut ialah dosa dan kuasa dosa ialah hukum Taurat.

Jadi, belalang--roh jahat dan najis--adalah pemicu dosa yang membuat manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan berbuat dosa dan puncaknya dosa sehingga mengalami sengatan kalajengking lima bulan lamanya, sampai kebinasaan selamanya di neraka--ditelan maut.
Kita harus hati-hati. Roh jahat dan najis menguasai hati dan pikiran sampai tidak mau menerima firman, dan memiliki pemikiran yang salah termasuk dalam ibadah. Kemudian roh jahat dan najis juga menjadi pemicu dosa.

Keadaan belalang atau dosa:

  1. Wahyu 9: 7
    9:7. Dan rupa belalang-belalang itu sama seperti kuda yang disiapkan untuk peperangan, dan di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas, dan muka mereka sama seperti muka manusia,

    Yang pertama: 'di atas kepala mereka ada sesuatu yang menyerupai mahkota emas'= kepala menunjuk pada otak--otak seperti mahkota emas berarti bernilai tinggi, itulah otak yang cemerlang tetapi dalam kejahatan.
    Artinya: dosa memiliki otak yang sangat cemerlang untuk membuat rencana-rencana jahat dan najis.


  2. Yang kedua: 'muka mereka sama seperti muka manusia'= pada wajah ada panca indera.
    Artinya: dosa menguasai panca indera manusia.
    Panca indera adalah pintu masuknya dosa.

    'muka mereka sama seperti muka manusia'= muka belalang tetapi seperti muka manusia, artinya dosa tidak memandang muka; orang kaya, miskin, tua, muda, sehat, (maaf) cacat, diserang semuanya lewat panca indera.
    Jangan berkata: orang kaya bebas. Tidak! Siapapun dihantam oleh dosa. Kita harus hati-hati.


  3. Wahyu 9: 8
    9:8. dan rambut mereka sama seperti rambut perempuan dan gigi mereka sama seperti gigi singa,

    Yang ketiga: 'rambut mereka sama seperti rambut perempuan'= dosa adalah sama seperti rambut perempuan, artinya: banyak jenisnya dosa dan cepat berkembang--seperti ragi.
    Jangan dibiarkan! Begitu ragi ditutup/disembunyikan di tempat gelap, dosa akan berkembang sampai pada puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan kawin mengawinkan. Kita harus hati-hati.

    Rambut panjang, artinya panjang ceritanya; dosa tidak mudah selesai apalagi kalau ditutupi. Tidak mudah selesai bahkan tidak bisa selesai--selalu mengikat manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan.


  4. Yang keempat: 'gigi mereka sama seperti gigi singa'= dosa adalah sama seperti gigi singa, artinya mempunyai kekuatan untuk merobek-robek--menceraiberaikan--tubuh Kristus lewat iri hati, perselisihan, kebencian tanpa alasan, dendam dan lain-lain.
    Mulai dari nikah mau dirobek oleh dosa. Misalnya ada dosa kebencian tanpa alasan, suami dinasihati yang baik, malah marah, begitu juga isteri, sehingga terjadi pertengkaran dan lain-lain. Ini yang merobek-robek tubuh Kristus.
    Kemudian dalam penggembalaan, antar penggembalaan juga harus hati-hati. Kalau ada iri hati, perselisihan, dan kebencian tanpa alasan, yang benar justru dibenci' yang tidak benar malah bersekongkol untuk melawan yang benar.

    Contoh: Esau membenci Yakub yang benar; kakak-kakak Yusuf membenci Yusuf; orang Farisi dan ahli Taurat membenci Yesus sampai lebih memilih Barabas--pembunuh--dari pada Yesus. Tidak masuk akal! Tetapi itulah giginya dosa, kejam sekali.

    Akibatnya: tidak bisa mencapai kesatuan tubuh Kristus yang sempurna--mempelai wanita sorga--; ketinggalan saat Yesus datang kembali kedua kali, berarti masuk penghukuman dan kebinasaan selamanya.

Segala yang hebat di dunia: kepandaian--orang pandai malah korupsi--, kekayaan, dan kedudukan tidak bisa menyelesaikan dosa, malah seringkali menjadi pemicu dosa. Dan semua manusia di dunia termasuk rohaniawan: pendeta, rasul, nabi, guru tidak bisa menyelesaikan dosa karena semua manusia sudah berbuat dosa, untuk menyelesaikan dosanya sendiri tidak bisa, apalagi dosa orang lain.
Jadi dari dalam dunia tidak ada penyelesaian dosa. Seharusnya manusia menerima nasib yaitu datang ke dunia untuk mati terkutuk dan binasa. Seperti Adam dan Hawa berbuat dosa, dan diusir ke dunia, lalu keturunannya juga berbuat dosa. Tidak ada jalan keluarnya!

Oleh sebab itu, jalan keluarnya adalah Jumat Agung--merayakan kematian Yesus di kayu salib.
1 Yohanes 4: 9-10
4:9. Dalam hal inilah kasih Allah dinyatakan di tengah-tengah kita, yaitu bahwa Allah telah mengutus Anak-Nya yang tunggal ke dalam dunia, supaya kita hidup oleh-Nya.
4:10. Inilah kasih itu: Bukan kita yang telah mengasihi Allah, tetapi Allah yang telah mengasihi kita dan
yang telah mengutus Anak-Nya sebagai pendamaian bagi dosa-dosa kita.

Yesus harus turun dari sorga ke dunia sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa, tetapi harus mati di kayu salib untuk memperdamaikan dosa-dosa kita; menyelesaikan segala dosa dan puncaknya dosa; menyelamatkan manusia berdosa supaya tidak dihukum dan dibinasakan selamanya, tetapi hidup kekal selamanya.

Inilah makna kita memperingati kematian Yesus; jumat agung. Kalau Dia tidak turun ke dunia, tidak mati di kayu salib, kita hanya menunggu nasib--manusia lahir ke dunia, terkutuk, susah payah sampai mati binasa. Hanya itu siklus manusia.
Tetapi bersyukur, ada Yesus yang turun dari sorga sebagai satu-satunya manusia yang tidak berdosa, bahkan tidak mengenal dosa tetapi harus mati di kayu salib untuk menjadi korban pendamaian--memperdamaikan; menyelesaikan; menyelamatkan manusia berdosa.

Ada tiga kegunaan/manfaat kematian Yesus--terutama bagi bangsa kafir--:

  1. Yohanes 19: 31-34
    19:31. Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib--sebab Sabat itu adalah hari yang besar--maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan.
    19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu
    menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Kegunaan pertama kematian Yesus: kematian Yesus bagi bangsa kafir merupakan anugerah/kemurahan Tuhan yang besar untuk memberikan darah dan air, yang keluar dari luka kelima pada lambung Yesus.

    Kematian Yesus bagi bangsa Israel (umat pilihan Tuhan) merupakan kasih-Nya. Tetapi bagi bangsa kafir merupakan anugerah Tuhan yang besar. Seperti perempuan Kanani berkata: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Tuhan berkata: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."

    Yesus disalib bersama dua penjahat pada saat menjelang hari Sabat, dan ketentuannya adalah tidak boleh ada mayat tergantung pada hari Sabat. Kalau belum mati, kakinya harus dipatahkan supaya cepat mati, dan mayatnya diturunkan. Dua penjahat belum mati dan kakinya dipatahkan.
    Tetapi ketika sampai kepada Yesus, Dia sudah mati, sehingga kaki-Nya tidak boleh dipatahkan.

    Di sinilah bangsa kafir mendapatkan kemurahan, yaitu saat Yesus sudah mati, prajurit (bangsa kafir) menikam lambung Yesus sehingga mengalir keluar darah dan air--luka kelima.

    Sebenarnya Yesus sudah mati dengan empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki--untuk menyelamatkan bangsa Israel. Ini merupakan kasih Allah bagi Israel. Seharusnya sudah tidak ada bagian bagi bangsa kafir.
    Tetapi setelah mati, lambung Yesus ditikam--luka terdalam dan terbesar; luka kelima. Sekalipun sudah mati, Ia masih ingat pada bangsa kafir. Ini adalah anugerah Tuhan bagi bangsa kafir. Di atas kasih adalah kemurahan/anugerah.
    Anugerah Tuhan adalah pemberian kepada orang yang tidak layak menerimanya.

    Kasih diberikan kepada orang yang layak untuk menerimanya. Memang Israel merupakan umat pilihan, dombanya Tuhan, sebab itu dikasihi oleh Tuhan. Tetapi bangsa kafir adalah anjing-babi yang tidak ada kaitannya dengan Tuhan. Kalau bangsa kafir bisa diselamatkan, ini lebih dari kasih Tuhan, itulah anugerah Tuhan.

    Bangsa kafir harus memanfaatkan anugerah Tuhan, yaitu selalu memandang dan meratapi lambung yang tertikam; sama dengan selalu berusaha untuk menerima tanda darah dan tanda air yang keluar dari lambung Yesus. Ada apa-apa kita harus meratapi lambung-Nya. Itulah kuncinya!

    Tanda darah= percaya kepada Yesus sebagai satu-satunya Juruselamat dan bertobat--mezbah korban bakaran. Dulu binatang korban disembelih, dibakar dagingnya untuk pengampunan dosa, sekarang sudah digenapkan oleh kurban Kristus di kayu salib.
    Berhenti berbuat dosa hari-hari ini.

    "Jadi ada pertanyaan: Om mengapa tidak usah membawa korban binatang, dulu orang Israel membawa korban binatang? Pertanyaan yang bagus, dulu memang kalau beribadah membawa korban binatang; minimal bawa burung tekukur, kelas menengah bawa kambing-domba, kelas atas bawa lembu. Sekarang tidak usah membawa korban binatang lagi, sebab sudah digenapkan oleh korban Kristus (salib Kristus) di kayu salib. Kalau kita membawa korban binatang, malah meniadakan korban Kristus."

    Bagaimana manusia yang sudah terlanjur berbuat dosa bisa bertobat? Prosesnya: oleh dorongan pedang firman yang diulang-ulang kita bisa menyadari dosa kita, menyesali, dan mengakuinya kepada Tuhan--vertikal--dan sesama--horizontal; tanda salib. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi--berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan--; mati terhadap dosa.

    Pedang firman yang diulang-ulang itulah firman penggembalaan. Diulang terus menusuknya bertambah dalam--gunanya ada gembala, supaya bisa mengulangi firman.
    Firman diulang-ulang sebagai makanan untuk mendewasakan kerohanian kita dan menyucikan kita lebih dalam sampai menyadari/menyesali dosa. Dewasa rohani itu bukan, berapa tahun ikut Tuhan? Dewasa itu seberapa kita disucikan.

    Memperingati jumat agung, kita tidak usah mati di kayu salib, tetapi kita mati terhadap dosa. Sampai detik ini, berhenti berbuat dosa! Tuhan tidak akan menghukum kita. Sadari, akui, dan tinggalkan dosa, beres. Kalau berhenti berbuat dosa, kesedihan dan kehancuran akan berhenti.
    Sebenarnya dunia diciptakan baik, semuanya bak, tetapi karena manusia berbuat dosa, semuanya hancur. Jadi penyebab masalah, air mata, kehancuran adalah dosa. Kalau kita berani mati terhadap dosa, air mata, masalah, dan kehancuran akan berhenti. Tetapi kalau mengulangi dosa, lama-lama akan habis. Tuhan tolong kita semua.

    Tanda air= baptisan air--kolam pembasuhan.
    Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu hidup dalam kebenaran; sama dengan hidup dari iman dan menjadi senjata kebenaran--hamba/pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan dengan setia dan benar.

    Roma 6: 2, 4
    6:2. Sekali-kali tidak! Bukankah kita telah mati bagi dosa, bagaimanakah kita masih dapat hidup di dalamnya?
    6:4. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh
    baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

    Kalau hidup dari iman (hidup dalam kebenaran), kita akan diangkat menjadi anak-anak Abraham (keturunan Abraham secara rohani). Di sinilah pengangkatan bangsa kafir; dari anjing dan babi--binatang haram--menjadi dombanya Tuhan yang juga berhak menerima berkat Abraham sampai ke anak cucu, bahkan hidup kekal.

    Galatia 3: 7
    3:7. Jadi kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.

    'hidup dari iman' = hidup dalam kebenaran.
    Tadinya bangsa kafir hidup dalam kutukan; tidak mendapat janji apapun dari Tuhan, tetapi lewat tanda darah dan air, kita bisa menerima janji Tuhan. Janji Tuhan hanya kepada Abraham dan keturunannya.

    Jadi kalau kita mengaku hidup dari Tuhan (hidup dari iman) kita akan hidup dalam kebenaran dan beribadah melayani Dia dengan setia dan benar. Kalau hidup dari dunia, korupsi, menipu orang dan sebagainya. Kalau tidak mau beribadah berarti bukan hidup dari iman, melainkan hidup dari gaji, kepandaiannya.

    Mazmur 37: 25-26
    37:25. Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
    37:26. tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan
    anak cucunya menjadi berkat.

    Inilah berkat Abraham yaitu sampai ke anak cucu, dan menjadi berkat bagi orang lain--'memberi pinjaman', bahkan sampai hidup kekal selamanya.

    "Bukan berarti kita memberi pinjaman kepada semua orang. Seringkali hamba Tuhan berkata: Kumpulkan untuk orang ini. Saya bilang: Stop dulu, dilihat dulu, nanti saya telepon orangnya, bagaimana keadaannya. Seumpama terkena gempa, jangan-jangan tanahnya hanya longsor sedikit tetapi berkata: Tolonglah kami. Ini buat reklame. Saya minta maaf, sebab ini banyak terjadi. Benar miring atau tidak gerejanya, nanti saya cek. Setelah dicek, cuma bergetar saja gerejanya. Baru bergetar sudah ngomong-ngomong, kalau roboh sudah tidak bisa ngomong lagi. Jadi jangan sembarangan, minta hikmat dari Tuhan."

    Tekad kita adalah menjadi orang benar, yang bisa kita wariskan kepada anak cucu. Warisan uang bisa habis, tetapi warisan kebenaran sampai hidup kekal. Didik anak cucu dalam kebenaran apapun resikonya, supaya dia bisa hidup terus sampai hidup kekal selamanya.


  2. Matius 15: 22-27
    15:22. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
    15:23. Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
    15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
    15:25. Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
    15:26. Tetapi Yesus menjawab: "
    Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    15:27. Kata perempuan itu: "Benar Tuhan,
    namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."

    'Kanani'= bangsa kafir.
    'Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak'= roti untuk anak-anak--bangsa Israel; domba.

    Kegunaan kedua kematian Yesus: kematian Yesus adalah kemurahan yang besar untuk memberikan remah-remah roti kepada bangsa kafir.
    Remah-remah roti adalah


    • Pembukaan rahasia firman Allah  yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab; sama dengan firman pengajaran yang benar.
    • Perjamuan suci. Saat ini memperingati kematian Tuhan ada perjamuan suci; roti--tubuh Kristus--, anggur--darah Kristus.


    Di sini, bangsa kafir sama dengan anjing yang hanya menjilat muntah (Surat Petrus), bukan roti. Inilah tabiat anjing. Hati-hati!
    Menjilat muntah artinya menjilat ajaran palsu, gosip, fitnah, sampai perkataannya sia-sia.
    Selama bangsa kafir belum menjilat remah-remah roti tetapi hanya menjilat muntah, hidupnya akan sama seperti anak perempuan yang kerasukan setan. Rugi! Tidak bisa tidur--tidak ada damai tetapi letih lesu, susah payah, beban berat, penderitaan, stres, air mata, kejahatan, kenajisan, perkataan jahat dan najis. Kemudian mengalami kehancuran nikah dan buah nikahnya, bahkan berada di dalam tangan setan untuk dihancurkan dan dibinasakan selamanya. Di tangan setan tidak ada masa depan.

    Karena Yesus mati di kayu salib, Ia bisa membukakan rahasia firman dan memberikannya kepada bangsa kafir.
    Wahyu 5: 4-6, 9
    5:4. Maka menangislah aku dengan amat sedihnya, karena tidak ada seorangpun yang dianggap layak untuk membuka gulungan kitab itu ataupun melihat sebelah dalamnya.
    5:5. Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."
    5:6. Maka aku melihat di tengah-tengah takhta dan keempat makhluk itu dan di tengah-tengah tua-tua itu berdiri
    seekor Anak Domba seperti telah disembelih, bertanduk tujuh dan bermata tujuh: itulah ketujuh Roh Allah yang diutus ke seluruh bumi.
    5:9. Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena
    Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa.

    Rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos sendirian, pulau yang berbatu-batu, tidak ada makanan dan lain-lain.

    Ayat 4= kalau firman tertutup, itulah tangisan yang sungguh-sungguh; sedih sekali.
    Ayat 6 ='seekor Anak Domba seperti telah disembelih'= Yesus yang disalib.

    Yesus mati di kayu salib bagaikan Anak Domba yang disembelih untuk bisa membukakan rahasia firman Allah; memberikan remah-remah roti; termasuk memberikan tubuh dan darah-Nya terutama bagi bangsa kafir.
    Banyak tangisan kita karena pencobaan dan lain-lain, tetapi apakah kita menangis saat tidak bisa ibadah atau saat tidak bisa dengar firman?

    Oleh sebab itu kita harus mengubah tangisan kita, bukan untuk perkara jasmani, tetapi untuk mendapat pembukaan firman--bisa menjilat remah-remah roti; bisa menikmati firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci--sehingga kita mengalami pengangkatan dari anjing menjadi dombanya Tuhan (domba-domba yang bisa digembalakan).

    Menikmati firman= mendengar dan taat dengar-dengaran, sehingga berada di dalam tangan Gembala Agung. Tabiat domba yaitu mendengar dan taat dengar-dengaran.

    Tadi, bangsa kafir bukan keturunan Abraham bisa jadi keturunan Abraham; bukan anak Allah bisa jadi anak Allah yang diselamatkan dan diberkati.
    Sekarang ditingkatkan lagi menjadi dombanya Tuhan lewat menjilat remah-remah roti. Kita menangis untuk bisa mengerti dan menikmati firman pengajaran yang benar. Hargai remah-remah roti! Tadi, hargai tanda darah dan air! Berusaha untuk bertobat, hidup benar, dan beribadah melayani Tuhan dengan setia benar, kemudian berusaha untuk menjilat remah-remah roti.

    Kalau kita ada di dalam tangan Tuhan, hasilnya:


    • Yohanes 10: 27-28
      10:27. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
      10:28. dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan
      mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.

      Hasil pertama: 'seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku'
      = kita menang atas segala masalah; semua masalah yang mustahil selesai.


    • Hasil kedua: 'mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya' = ada jaminan kepastian untuk hidup sekarang, masa depan yang indah, sampai hidup kekal selamanya.


    Inilah hasilnya kalau berada di dalam tangan Tuhan. Kalau di tangan setan, kelihatannya saja baik, tetapi kita akan dibanting-banting sampai habis. Hati-hati, jangan menjilat muntah, tetapi firman. Harus tegas! Di tangan Tuhan hidup kita jelas dan pasti.

    "Dari sejak saya menyerahkan diri, saya diuji, saat tidak bisa makan dan minum, tidak punya uang, saya bertekad tidak mau pinjam. Ada kepastian di tangan Tuhan apapun resikonya."


  3. Yohanes 16: 7
    16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

    'jika Aku pergi' = Yesus mati, bangkit, dan naik ke surga.

    Kegunaan ketiga kematian Yesus: kematian Yesus adalah kemurahan/anugerah Tuhan yang besar untuk memberikan Roh Kudus--air kehidupan--kepada kita.

    Yesus mati, bangkit, dan naik ke surga untuk mencurahkan Roh Kudus kepada kita semuanya.
    Mengapa butuh air kehidupan? Belajar dari perempuan Samaria (bangsa kafir), tanpa Roh Kudus, kita akan haus terus. Itulah dunia. Jangan mencari kepuasan di dunia! Itu sama seperti minum air sumur, sebentar lagi haus lagi.
    Celakanya, kepuasan dunia sekarang dimasukkan dalam gereja--kemakmuran, hiburan, tanpa kesucian--, malah mencari kepuasan yang aneh-aneh.

    Tidak ada kepuasan sorga= kering rohani, mulai dari mulutnya kering, sering kecewa, putus asa, atau bangga dengan sesuatu, pahit getir hidupnya, dan najis--lima kali kawin cerai.

    Yohanes 4:9
    4:9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: "Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?" (Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.)

    Waktu Yesus minta minum, ia berkata: Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?--ada kepahitan, iri, benci, dendam. Hati-hati! Kepahitan hanya membuat hidup menjadi pahit, tidak ada manisnya.

    Kawin cerai tidak bisa menyelesaikan masalah, malah menambah masalah--perempuan Samaria ini lima kali kawin cerai. Lima kali kawin cerai sama dengan melawan luka kelima Yesus.
    Tuhan perintahkan: Panggil suamimu, maksudnya panggil suami pertamamu. Kalau tidak bisa kembali kepada suami pertama (karena keras), maka harus tinggal sendiri.
    Kaum muda, hati-hati untuk masuk dalam nikah. Jangan sampai salah!

    Banyak berdoa hari-hari ini, supaya anjing menjilat air.
    Hakim-hakim 7: 2-6
    7:2. Berfirmanlah TUHAN kepada Gideon: "Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku.
    7:3. Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead." Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.
    7:4. Tetapi TUHAN berfirman kepada Gideon: "Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi."
    7:5. Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah TUHAN kepadanya: "Barangsiapa yang
    menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum."
    7:6. Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.

    Mari menjilat roti dan menjilat air--Roh Kudus. Jangan menjilat muntah lagi.
    Menjilat air= banyak menyembah; berlutut. Menghadapi apapun--kehausan--, mari banyak menyembah Tuhan. Jangan banyak cerita kepada orang lain, tetapi banyak cerita kepada Tuhan. Untuk masalah nikah jangan sembarangan bertanya sekalipun kepada pendeta, karena banyak yang tidak mengerti. Banyak menyembah Tuhan.
    Mungkin hidup kita pahit getir, najis, mari banyak menyembah. Roh Kudus akan dicurahkan kepada kita.

    Seharusnya Roh Kudus hanya untuk orang Israel (Kisah Rasul 2, Pentakosta; hanya kepada bangsa Israel), tetapi bangsa kafir juga dapat kemurahan Tuhan untuk menerima Roh Kudus (Kisah Rasul 10).

    Kegunaan Roh Kudus:


    • Roma 15: 16
      15:16. yaitu bahwa aku boleh menjadi pelayan Kristus Yesus bagi bangsa-bangsa bukan Yahudi dalam pelayanan pemberitaan Injil Allah, supaya bangsa-bangsa bukan Yahudi dapat diterima oleh Allah sebagai persembahan yang berkenan kepada-Nya, yang disucikan oleh Roh Kudus.

      'bangsa-bangsa bukan Yahudi' = bangsa kafir.

      Yang pertama: Roh Kudus menyucikan--membakar--bangsa kafir yang seperti anjing--mulutnya bau--dan babi--badannya bau; perbuatannya bau. Dibakar sampai berbau harum di hadapan Tuhan.

      Kita dipakai Tuhan untuk membawa bau harum Kristus ke mana-mana. Kita bersaksi tentang kabar baik kepada jiwa-jiwa yang belum percaya Yesus. Mungkin belum berani bersaksi lewat perkataan, mari bersaksi lewat perbuatan kebenaran. Keselamatan itu kebenaran.
      Juga bersaksi tentang kabar mempelai untuk membawa orang-orang yang sudah selamat dan diberkati ke arah pembangunan tubuh Kristus yang sempurna. Sudah selamat dan diberkati lalu mau ke mana? Mari digembalakan, disucikan sampai sempurna.

      Bawa bau harum Kristus hari-hari ini! Minta Roh Kudus!


    • Efesus 3: 16
      3:16. Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,

      Yang kedua: Roh Kudus membaharui kita dari manusia daging--kecewa--menjadi manusia rohani seperti Yesus yaitu kuat teguh hati, artinya:


      1. Tidak kecewa, putus asa, dan meninggalkan Tuhan apapun yang kita hadapi, tetapi tetap berpegang teguh pada pengajaran yang benar dan taat dengar-dengaran, sehingga kita hidup benar dan suci.


      2. Tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan apapun yang kita hadapi.
      3. Tetap bahagia dan mengucap syukur di tengah penderitaan--'Berbahagialah kamu, jika kamu dinista karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu.'
        Semuanya hanya ujian; kita kuat atau tidak. Berjuang untuk tetap beribadah melayani Tuhan!


      4. Tetap menyembah Tuhan (tetap percaya dan berharap Tuhan); mengulurkan tangan kepada Tuhan dan Dia akan mengulurkan tangan Roh Kudus kepada kita semuanya.


    Kesempatan memperingati kematian Tuhan, mari pandang dan tangisi lambung-Nya (tanda darah dan air); percaya, bertobat, dan hidup benar (hidup dari iman).
    Kemudian, tangisi firman untuk bisa menikmati firman, biar kita berada di dalam tangan Tuhan--sebab tangan kita hanya satu hasta (satu detak jantung).
    Terakhir jilat air, biar Roh Kudus menyucikan dan mengubahkan kita menjadi kuat teguh hati menghadapi apapun.

    Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tetap menyembah Tuhan baik Tuhan tidak menolong ataupun Dia menolong mereka. Dan Tuhan ulurkan tangan Roh Kudus kepada Sadrakh, Mesakh, Abednego (sekarang kepada kita semuanya), sehingga masalah yang mustahil selesai, ada pemeliharaan secara ajaib dari Tuhan (Sadrakh, Mesakh, Abednego bisa keluar dari api), ada masa depan yang baik (Sadrakh, Mesakh, Abednego diberikan kedudukan yang lebih tinggi lagi), sampai kesempurnaan jika Dia datang kembali. Kita layak menyambut kedatangan-Nya kedua kali.

Jika kita mengalami kuasa kematian-Nya, kita juga akan mengalami kuasa kebangkitan-Nya.
Siang ini ada darah dan air--berhenti berbuat dosa, kita diberkati--, kemudian remah-remah roti, dan Roh Kudus melakukan apa saja yang tidak bisa kita lakukan.
Kasih Tuhan hanya kepada bangsa Israel. Sebenarnya kita sudah tidak mendapat apa-apa, tetapi ada kemurahan dan belas kasih Tuhan dari lambung yang tertikam. Padang itu! Itulah kuncinya bangsa kafir, yaitu bisa percaya, bertobat, dan menghargai roti firman. Kita hidup dalam tangan Tuhan dan digembalakan, sehingga ada Roh Kudus, dan mujizat-mujizat terjadi.
Yang tidak bisa kita pikir dan lakukan, mungkin dosa-dosa, pekerjaan, studi, penyakit, masalah dan lain-lain, serahkan kepada Dia.

Perjamuan suci adalah kuncinya. Lambung yang tertikam untuk bangsa kafir--ada darah dan air, tetapi juga ada firman dan perjamuan suci, bahkan ada Roh Kudus. Sudah lengkap untuk bangsa kafir; menjamin semuanya. Apapun keadaan kita sampai detik ini, bisa ditolong. Perempuan Kanani ditolong, anak yang kerasukan setan juga ditolong. Itulah kematian Tuhan bagi bangsa kafir. Manfaatkan sungguh-sungguh!
Segala kekafiran dan hidup lama, berhenti sekarang, dan mohon kepada Tuhan untuk mengalami hidup baru!

Jangan ragu-ragu! Apapun yang kita hadapi, lihat lambung itu! Apa saja bisa Dia lakukan bagi kita. Jangan batasi kuasa Tuhan untuk masalah jasmani, rohani, rumah tangga, pelayanan, masa depan dan sebagainya. Semua ada di lambung-Nya, terutama untuk hidup kekal selamanya.
Perjamuan suci adalah uluran tangan Tuhan--firman, kasih, dan kemurahan-Nya--yang bisa melakukan apa saja bagi kita bangsa kafir sampai menyempurnakan kita.

Tuhan memberkati.