Ibadah Kaum Muda Malang, 20 Desember 2008 (Sabtu Sore)

Markus 12:35-37bicara tentang pandangan hidup, yaitu pandangan jasmani dan pandangan rohani.

Ahli-ahli Taurat memiliki pandangan jasmani, yaitu mengatakan bahwa Yesus adalah keturunan Daud. Ahli Taurat ini menggambarkan kehidupan Kristen yang memiliki pandangan jasmani, artinya beribadah melayani Tuhan hanya untuk mencari perkara daging, seperti kepandaian, kedudukan, kekayaan, jodoh, dll. Ini tidak salah, bahkan Tuhan Yesus mau dan mampu memberikannya kepada kita.

Tapi lewat firman pengajaran, Tuhan mau meningkatkan pandangan kita dari pandangan jasmani menjadi pandangan rohani yang kekal. Sebab perkara-perkara jasmani ini hanya untuk hidup di dunia ini saja, tidak ada kaitan dengan kedatangan Yesus kedua kali dalam kemuliaan, tidak ada kaitan dengan Kerajaan Surga.

Contohnya di sini adalah Daud. Raja Daud sangat diberkati secara jasmani, tetapi pandangan rohaninya meningkat, yaitu memandang Yesus yang duduk di sebelah kanan tahta Allah Bapa dalam kemuliaan kekal. Daud menggambarkan kehidupan Kristen yang memiliki pandangan kekal, yaitu beribadah melayani Tuhan untuk mencapai kemuliaan Surga, kemuliaan seperti Yesus.

Kolose 3:1-4
Lewat firman pengajaran yang benar, kita bisa mengenal jalan untuk mencapai kemuliaan kekal seperti Yesus, yaitu jalan kematian, kebangkitan, dan kemuliaan. Hati-hati, sebab ada ajaran sesat juga yang mengajarkan jalan untuk mencapai kemuliaan kekal lewat kemuliaan di bumi (kekayaan, kepandaian, dll.).
  1. Jalan kematian, I Petrus 2:21-24, prakteknya adalah:
    1. Bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan, tidak mengulang dosa.
    2. Tidak membalas kejahatan dengan kejahatan.
    3. Tidak ada tipu dalam mulut.

  2. Jalan kebangkitan, prakteknya adalah:
    1. I Petrus 2:24, hidup untuk kebenaran.
    2. Kolose 3:1-2, mengutamakan ibadah pelayanan lebih dari segala perkara di bumi.
    Kalau hidup dalam kebenaran dan mengutamakan ibadah pelayanan, maka hilang segala kekuatiran, sebab Tuhan yang akan memelihara hidup kita sekarang dan masa depan kita dalam tanganNya, Matius 6:31-34. Tuhan tidak pernah menipu kita.

  3. Jalan kemuliaan, yaitu keubahan hidup, pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani.
    Paling sedikit lewat 2 cara, yaitu:
    1. Doa penyembahan.
    2. Percikan darah, sengsara daging bersama Yesus.

    Kalau banyak menyembah dan ada sengsara daging, jangan mundur, sebab itu nanti akan menghasilkan keubahan. II Korintus 4:16-17. Keubahan hidup adalah mulai dari hati diubahkan menjadi kuat dan teguh hati, tidak gampang kecewa, tidak gampang putus asam, juga tidak gampang bangga, tetapi hanya bersandar sepenuh pada kemurahan dan belas kasihan Tuhan.

    Daniel adalah contoh kehidupan yang menghadapi sengsara tetapi tetap menyembah Tuhan. Di situ Daniel mengalami keubahan, menjadi kuat dan teguh hati. Daniel 6:11. Saat diberkati, saat diuji coba, Daniel tetap beribadah kepada Tuhan. Dia berharap pada kekuatan dan belas kasihan Tuhan saja.

    Hasilnya adalah tangan Tuhan yang kuat dan penuh belas kasihan:
    1. Daniel 6:20-23, mengatupkan mulut singa-singa itu.
    2. Daniel 6:29, mengangkat kehidupan kita, memberi keberhasilan.
Kemuliaan di dunia itu hanyalah pantulan dari kemuliaan rohani. Kehidupan kita harus memiliki padangan rohani, melalui jalan kematian, kebangkitan, dan kemuliaan sedikit demi sedikit, sampai masuk dalam kemuliaan yang sama dengan Dia, bersama Dia selamanya.

Tuhan memberkati.