Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 03 Desember 2016 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 10:25-37 tentang orang Samaria yang murah hati.
Ada orang yang turun dari Yerusalem (pusat kegiatan rohani) ke Yerikho (pusat kegiatan jasmani), sama dengan merosot secara rohani. Seorang imam bangsa Israel dan orang Lewi tidak bisa menolong, yang bisa menolong hanya orang Samaria. Berarti orang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho tersebut adalah orang Samaria (sebab orang Israel tidak bergaul dengan orang Samaria), sama dengan bangsa kafir yang merosot kerohaniannya. Keadaannya sama seperti jemaat Laodikia yang suam-suam kuku.

Wahyu 3:15-16
3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkanengkau dari mulut-Ku.


Praktik suam-suam kuku:
  1. Tidak panas, artinya tidak ada kasih Tuhan, yaitu tidak setia dan tidak berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan.
  2. Tidak dingin, artinya tidak sejuk, tidak damai sejahtera. Artinya ada ketakutan, kekuatiran, gelisah, mengalami letih lesu dan berbeban berat, tidak bahagia.
  3. Hidupnya seperti muntah, yaitu najis. Artinya perkataannya najis, sia-sia, dusta, fitnah, porno, dan lain-lain. Juga perbuatannya najis, mengarah pada dosa makan-minum (merokok, mabuk, narkoba) dan dosa kawin-mengawinkan (percabulan). Najis juga menunjuk kusta, yaitu kebenaran diri sendiri, menutupi dosa dengan menyalahkan orang lain dan menyalahkan Tuhan.
Lukas 10:30
10:30 Jawab Yesus: "Adalah seorang yang turun dari Yerusalem ke Yerikho; ia jatuh ke tangan penyamun-penyamun yang bukan saja merampoknya habis-habisan, tetapi yang juga memukulnya dan yang sesudah itu pergi meninggalkannya setengah mati.

Keadaan orang Samaria yang merosotadalahberada di tangan setan (penyamun) sampai setengah mati, sengsara, habis-habisan, sampai binasa selamanya.

Yohanes 8:48
8:48 Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?"

Namun ada orang Samaria yang baik hati dan mau menolong, yaitu Yesus. Yesus rela dianggap sebagai orang Samaria dan kerasukan setan, artinya Yesus rela mati di kayu salib untuk menolong bangsa Kafir yang sedang dirasuk setan.

Cara Yesus menolong:
  1. Yesus menutup dosa-dosa kita.
    Lukas 10:34-35

    10:34 Ia pergi kepadanya lalu membalut luka-lukanya, sesudah ia menyiraminya dengan minyakdan anggur. Kemudian ia menaikkan orang itu ke atas keledai tunggangannya sendiri lalu membawanya ke tempat penginapan dan merawatnya.

    10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.


    Yesus membalut luka-luka dan menyirami dengan minyak dan anggur.
    Anggurmenunjuk pada darah Yesus. Minyak menunjuk pada urapan Roh Kudus. Membalut luka-luka artinya menutupi (mengampuni) dosa-dosa sampai puncaknya dosa.

    Dari pihak kita, bangsa Kafir harus mengaku dosa sejujur-jujurnya kepada Tuhan dan sesama, sehingga darah Yesus mengampuni dosa kita sampai tidak berbekas lagi, seperti kita tidak pernah berbuat dosa itu.

    Maka kita bisa hidup benar oleh darah Yesus dan urapan Roh Kudus, tidak setengah mati lagi. Selama masih ada dosa, pasti setengah mati hidupnya. Namun jika hidup benar, kita hidup dalam tangan Tuhan, hasilnya adalah selamat dan diberkati oleh Tuhan.

  2. Yesus membawa kita ke kandang penggembalaan.
    Yesus membawa orang Samaria ke tempat penginapan, yaitu kandang penggembalaan atau Ruangan Suci. Ada 3 macam alat, menunjuk ketekunan dalam 3 macam ibadah:
    • Pelita emas = kebaktian umum, persekutuan dengan Allah Roh Kudus dalam karunia-karunia Roh Kudus.
    • Meja roti sajian = kebaktian pendalaman Alkitab dan perjamuan suci, persekutuan dengan Anak Allah dalam firman dan korban Kristus.
    • Mezbah dupa emas = kebaktian doa penyembahan, persekutuan dengan Allah Bapa dalam kasihNya.
    Maka tubuh, jiwa, roh kita melekat pada Allah Tritunggal sehingga setan tidak bisa merampok/ menjamah. Kandang penggembalaan merupakan tempat perawatan rohani supaya kita bisa mantap dalam keselamatan, hidup menjadi enak dan ringan, bisa bertumbuh secara rohani ke arah kedewasaan rohani/ kesempurnaan.

    Tuhan membayar biaya penginapan dengan dua dinar. Artinya perjanjian lama dan perjanjian baru, yaitu firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua untuk menyucikan mulai dari hati yang adalah gudangnya dosa.

    Matius 15:19
    15:19 Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
    Hati disucikan dari 7 keinginan jahat dan najis yang membuat pelita gelap, hidupnya gelap, membabi buta, masa depan gelap.
    Juga menyucikan perbuatan dosa sampai puncaknya dosa, serta menyucikan perkataan dosa sehingga bisa jujur, tidak berdusta.

    Efesus 4:11-12
    4:11 Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12 untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,


    Jika kita disucikan, maka kita diperlengkapi dengan jabatan pelayanan dan karunia Roh Kudus sehingga bisa dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus. Mulai dalam nikah rumah tangga, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh yang sempurna. Ini sama dengan bekerja di kebun anggur (kebun mempelai) untuk mendapat upah satu dinar, sama dengan kemurahan/ anugerah Tuhan yang besar. Dua dinar menunjuk upah untuk suami istri, masing-masing satu dinar. Artinya masing-masing harus melayani Tuhan, jangan satu dinar dibagi dua, tidak akan cukup untuk menembusi kesulitan di akhir jaman.

    Wahyu 6:6
    6:6 Dan aku mendengar seperti ada suara di tengah-tengah keempat makhluk itu berkata: "Secupak gandum sedinar, dan tiga cupak jelai sedinar. Tetapi janganlah rusakkan minyak dan anggur itu."

    Satu dinar merupakan kemurahan/ kasih karunia/ anugerah Tuhan yang memelihara hidup kita mulai sekarang di jaman yang sulit, sampai jaman antikris.

    Lukas 10:35
    10:35 Keesokan harinya ia menyerahkan dua dinar kepada pemilik penginapan itu, katanya: Rawatlah dia dan jika kaubelanjakan lebih dari ini, aku akan menggantinya, waktu aku kembali.

    Namun jika 2 dinar masih kurang, Tuhan akan ganti saat Dia kembali. Artinya, sekalipun kita sudah diampuni, digembalakan, dipakai dalam pelayanan, namun masih ada kekurangan/ kelemahan, baik secara jasmani dan rohani. Tangan kasih Tuhan sanggup menolong, menyucikan dan mengubahkan sampai sempurna saat Tuhan datang kembali kedua kali.

    Yakobus 3:2
    3:2Sebab kita semua bersalah dalam banyak hal; barangsiapa tidak bersalah dalam perkataannya, ia adalah orang sempurna, yang dapat juga mengendalikan seluruh tubuhnya.

Tuhan memberkati.