[cetak]
Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 06 April 2019 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 13: 10-13 => menyembuhkan orang sakit pada hari Sabat
13:10. Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
13:11. Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
13:12. Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
13:13. Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.

Ayat 10= Yesus mengajar di Bait Allah pada hari Sabat, artinya: pemberitaan firman pengajaran yang benar akan membawa kita untuk mengalami Sabat--perhentian--mulai sekarang di tengah dunia yang terkutuk (Sabat kecil; dalam urapan Roh Kudus)--kita menjadi enak dan ringan--, kemudian Sabat besar di kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), sampai Sabat kekal di Yerusalem baru.
Inilah kekuatan firman pengajaran. Mulai sekarang bisa tenang setiap hari sampai Sabat kekal selamanya.

Ayat 11-13= firman pengajaran yang benar mengadakan mujizat baik secara jasmani (kesembuhan atau pertolongan secara jasmani) maupun rohani--pembaharuan hidup sampai sempurna; bisa memuliakan Tuhan dan dipermuliakan oleh Tuhan saat Dia datang kembali kedua kali.

Lukas 13: 14-17
13:14. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."
13:15. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
13:16. Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"
13:17. Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

Pada hari Sabat, keledai dan lembu diberi minum, tetapi saat orang sakit disembuhkan mereka marah.
Sementara Yesus mengajar dan menyembuhkan perempuan bungkuk, kepala rumah ibadat malah gusar. Ini merupakan penolakan terhadap firman pengajaran yang benar.

Akibatnya: sidang jemaat menjadi sama seperti perempuan bungkuk delapan belas tahun--dicap 666:

  1. Enam pertama: tubuhnya daging.
  2. Enam kedua: jiwanya daging.
  3. Enam ketiga: rohnya daging.

Artinya: ia tetap menjadi manusia darah daging yang hanya berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan); sama dengan tampil seperti binatang buas/antikris yang akan dibinasakan selamanya.
Tanpa pengajaran, manusia termasuk hamba/pelayan Tuhan hanya seperti perempuan bungkuk delapan belas tahun. Kita harus hati-hati!

Sifat tabiat manusia darah daging:

  1. Lukas 13: 14
    13:14. Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."

    Sifat tabiat manusia darah daging yang pertama: gusar. Ada orang ditolong tetapi ia gusar, artinya marah tanpa sebab; kebencian tanpa alasan.

    Contoh:


    1. Kepala rumah ibadat gusar karena seorang disembuhkan oleh Yesus; marah karena seorang ditolong/diberkati oleh Tuhan. Seharusnya ia senang.
      Hati-hati! Ini merupakan sifat tabiat dari antikris--binatang buas.

      Dalam istilah rohani, kehidupan ini MENYUSAHKAN TUBUH KRISTUS.


    2. Yudas Iskariot.
      Matius 26: 6-12

      26:6. Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta,
      26:7. datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.
      26:8. Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: "Untuk apa pemborosan ini?
      26:9. Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin."
      26:10. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: "Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku.
      26:11. Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu.
      26:12. Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku.

      Yudas Iskariot gusar karena seorang yang mengurapi Yesus untuk penguburan Yesus.
      Penguburan adalah pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang terakhir--setelah dikubur tubuh Kristus tidak bisa diapa-apakan. Berarti perempuan ini dipakai Tuhan dalam pembangunan tubuh Kristus.

      Yudas gusar, sekarang artinya marah karena ada orang dipakai Tuhan. Ini juga MENYUSAHKAN TUBUH KRISTUS--'Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini'.


    Kaum muda, hati-hati, kalau orang lain diberkati, ditolong, atau dipakai Tuhan seharusnya kita fellowship dengan dia, bukan gusar. Kalau gusar, akan menyusahkan tubuh Kristus.
    Biasanya kalau ada orang lain celaka, kita tepuk tangan. Itulah manusia buas. Hati-hati!


  2. Lukas 13: 15
    13:15. Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?

    Sifat tabiat manusia darah daging yang kedua: munafik--pura-pura; lahir dan batin tidak sama; di dalam dan di luar tempat ibadah sudah beda; penuh dengan kepura-puraan.

    Contoh:


    1. Suka menghakimi orang lain, padahal dosanya lebih besar dari pada orang lain.
      Matius 7: 1-5
      7:1. "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
      7:2. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
      7:3. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
      7:4. Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.
      7:5. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

      Ini sama dengan MENGANIAYA TUBUH KRISTUS.


    2. Tidak setia, ditambah dengan jahat.
      Matius 24: 48-51
      24:48. Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya:
      24:49. Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk,
      24:50. maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya,
      24:51. dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

      Ini juga sama dengan MENGANIAYA TUBUH KRISTUS.
      Kalau tidak setia, pasti jahat, dan membuat susah tubuh Kristus.
      Tidak setia dalam paduan suara, akan membuat susah; gembala tidak setia, juga membuat susah; pemain musik tidak setia, membuat susah yang lain. Tuhan tolong kita semua.


  3. Lukas 13: 17
    13:17. Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.

    Sifat tabiat manusia darah daging yang ketiga: malu.
    Artinya: memalukan Tuhan; memilukan hati Tuhan.

    Memilukan hati Tuhan dimulai dari sikap kita dalam mendengar firman. Kalau Tuhan menyampaikan firman dan kita respon dengan sungguh-sungguh, kita akan memuliakan Tuhan, kalau tidak, akan memalukan dan memilukan hati Tuhan.

    Akibatnya: dipermalukan; sama dengan telanjang.
    Mari, siap dengar firman, jangan mengantuk. Begitu juga saat menyembah.
    Telanjang= dipermalukan= tidak taat. Mendengarnya saja tidak benar, tidak mungkin bisa taat. Karena itu sungguh-sungguh dari awal sampai akhir. Ini yang menentukan hidup kita dipermuliakan atau dipermalukan.

    Ingat! Saat Hawa makan buah pohon yang dilarang Tuhan, ia langsung telanjang.
    Saya senang kaum muda kerja dan kuliah yang semangat, tetapi ibadah juga harus lebih semangat lagi sampai selesai. Itu menentukan nasib kita.

    Telanjang juga berarti berbuat dosa sampai puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan antara laki-laki dan perempuan yang bukan suami isteri sah, hubungan sejenis, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan). Hati-hati! Yang masih berbuat dosa, berhenti.
    Hargailah setetes darah Yesus yang menebus kita supaya hidup kita berharga.

    Sekarang ini setan benar-benar merusak rencana Allah dalam nikah yang sempurna--laki-laki dan perempuan antara Kristus dan sidang jemaat. Setan mau merusak terang-terangan lewat hubungan sejenis. Hati-hati!
    Lebih celaka lagi, sekarang hubungan dengan binatang untuk merusak gambar Tuhan--menjadi gambar binatang buas.

    Jangan coba-coba makan minum! Jangan main-main, kalau tidak, nanti akan ditelanjangi (dipermalukan), dan hidup itu tidak ada gunanya.

    Ini sama dengan MERUSAK TUBUH KRISTUS SAMPAI MEMBINASAKAN TUBUH KRISTUS.
    Karena itu jangan mengantuk saat mendengar firman. Kalau mengantuk, itu sama dengan menolak firman. Bahaya, akan jadi binatang buas seperti perempuan bungkuk di bait Allah.

Inilah sifat tabiat manusia darah daging: gusar--marah tanpa sebab, kebencian tanpa alasan yang menyusahkan tubuh Kristus--, munafik--tidak setia, yang menganiaya tubuh Kristus--, dan malu--telanjang, yang merusak sampai membinasakan tubuh Kristus.

Jadi kehidupan yang menolak firman pengajaran yang benar adalah kehidupan termasuk hamba/pelayan Tuhan yang menyusahkan, menganiaya, sampai merusak dan membinasakan tubuh Kristus.
Akibatnya: ia akan dibinasakan selamanya.

Mulai malam ini, jangan membuat kesalahan terutama dalam hal mendengar firman. Hati-hati! Kami hamba Tuhan menyampaikan firman yang sungguh-sungguh dari Tuhan. Ini yang menentukan nasib sidang jemaat. Jangan bercanda saat menyampaikan firman Tuhan! Doakan saya, supaya menyampaikan firman yang benar dan sungguh-sungguh dalam persiapan yang benar, saya tidak mampu juga. Ngeri sekali kalau semua menjadi binatang buas.
Karena itu gereja Tuhan dihancurkan lewat kaum mudanya. Gereja isinya tinggal orang-orang tua. Kaum muda dihantam sampai habis. Waspada!
Karena itu saya capek sedikit tidak apa-apa, tiap sabtu saya sampaikan firman.

Sikap yang benar: kita harus menerima firman pengajaran yang benar, artinya mendengar dengan sungguh-sungguh sampai dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.
Saat-saat doa terakhir juga jangan keluar, tetapi sungguh-sungguh.

Hasilnya: kita akan menjadi manusia rohani seperti Yesus.
Praktiknya--kebalikan dari sifat manusia darah daging di atas--:

  1. Praktik pertama manusia rohani: mengucap syukur saat yang lain diberkati, ditolong, dan dipakai Tuhan, dan menjadi landasan bagi kita bahwa kita juga pasti diberkati, ditolong, dan dipakai juga oleh Tuhan.
    Sama seperti kaki, kaki kiri maju, satu waktu kaki kanan akan maju juga.


  2. Praktik kedua manusia rohani: setia dan jujur; setia berkobar.
    Lebih baik jujur mengakui dosanya sendiri dari pada menghakimi orang lain.


  3. Praktik ketiga manusia rohani: taat dan suci.

Inilah kehidupan yang dipakai dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna; menjadi Bait Allah yang memuliakan Tuhan.
Ini sama dengan menempatkan Yesus sebagai Kepala.

Jangan ragu-ragu kalau dipakai dalam nikah--taat pada orang tua--, kemudian dalam penggembalaan, antar penggembalaan, sampai tubuh sempurna.
Tidak rugi kita melayani karena kita sedang menempatkan Yesus sebagai Kepala.

Bukti menempatkan Yesus sebagai Kepala: banyak menyembah Tuhan; banyak berdiam diri; mengatupkan bibir terhadap sesama dan membuka mulut kepada Tuhan. Tidak boleh dusta, bergosip dan lain-lain, tetapi hanya menyembah Tuhan.

Amsal 17: 28
17:28. Juga orang bodoh akan disangka bijak kalau ia berdiam diri dan disangka berpengertian kalau ia mengatupkan bibirnya.

'bodoh'= bisa juga berarti kehidupan yang kecil tak berdaya.
Biar kita kecil tak berdaya kalau kita banyak mengulurkan tangan kepada Tuhan, Ia akan mengulurkan tangan hikmat dan kuasa-Nya untuk mengatupkan mulut singa. Saat dicaci maki, kita diam, dan banyak menyembah Tuhan; berseru berserah kepada Dia sampai keluhan yang tak terucapkan--hancur hati, mengakui kita bodoh, kecil tak berdaya, tidak mampu menghadapi apa-apa.

Contoh: Daniel. Begitu diancam akan dimasukkan gua singa--dalam keadaan bodoh, kecil tak berdaya--, dia justru masuk kamar--mengatupkan bibir dan menaikkan doa dengan keluhan tak terucapkan.
Daniel 6: 11, 23-25
6:11. Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya.
6:23. Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa itu, sehingga mereka tidak mengapa-apakan aku, karena ternyata aku tak bersalah di hadapan-Nya; tetapi juga terhadap tuanku, ya raja, aku tidak melakukan kejahatan."
6:24. Lalu sangat sukacitalah raja dan ia memberi perintah, supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua itu, dan tidak terdapat luka apa-apa padanya, karena ia percaya kepada Allahnya.
6:25. Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka.

Ayat 11= 'demi didengar Daniel'= masalah datang. Daniel hancur hati dengan keluhan-keluhan yang tak terucapkan.
'Malaikat'= uluran hikmat dan kuasa Tuhan untuk mengatupkan mulut singa.

Ayat 25= 'menuduh'= hati-hati, kalau menghakimi orang benar, tinggal tunggu waktu, sebentar lagi akan habis, sampai anak isterinya. Karena itu jangan bergosip apalagi terhadap orang yang benar, suci, dan setia berkobar. Sangat berbahaya!

Mari, banyak berkeluh kesah kepada Tuhan; mengulurkan tangan kepada Dia apapun yang kita hadapi. Sebut: Yesus, tolong saya.

Daniel 6: 26-29
6:26. Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: "Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu!
6:27. Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang
harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir.
6:28. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa."
6:29. Dan Daniel ini mempunyai kedudukan tinggi pada zaman pemerintahan Darius dan pada zaman pemerintahan Koresh, orang Persia itu.

Kalau kita mengulurkan tangan kepada Tuhan, Ia akan mengulurkan tangan kepada kita.
Hasilnya:

  • Tangan Tuhan sanggup memelihara kita secara ajaib di tengah kesulitan dan kemustahilan dunia, sampai antikris berkuasa di bumi. Kita akan disingkirkan ke padang gurun selama tiga setengah tahun; dipelihara langsung oleh Tuhan.


  • Tangan Tuhan sanggup menyelesaikan semua masalah sampai yang mustahil.
  • Tangan Tuhan mampu memberikan masa depan yang berhasil dan indah tepat pada waktunya--Daniel diberi kedudukan tinggi.
  • Kita dipakai menjadi saksi Tuhan lewat kabar baik kepada orang-orang yang belum percaya supaya selamat, dan kabar mempelai kepada orang-orang yang sudah selamat supaya disempurnakan--Daniel bersaksi sampai raja berkata: orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel.


  • Saat Yesus datang kita diubahkan jadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya dengan sorak sorai.
    Sekarang banyak berkeluh kesah, nanti kita bersorak sorai di awan-awan.

Tuhan memberkati.