Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 08 Mei 2010 (Sabtu Sore)

Markus 14:22-25 : Tentang makanan paskah
14:22 Dan ketika Yesus dan murid-murid-Nya sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: "Ambillah, inilah tubuh-Ku."
14:23 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka, dan mereka semuanya minum dari cawan itu.
14:24 Dan Ia berkata kepada mereka: "Inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.
14:25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, dalam Kerajaan Allah."

Dalam perjanjian lama, makanan paskah adalah roti tidak beragi dan daging domba/kambing.

Markus 14:17-18

14:17 Setelah hari malam, datanglah Yesus bersama-sama dengan kedua belas murid itu.
14:18 Ketika mereka duduk di situ dan sedang makan, Yesus berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku, yaitu dia yang makan dengan Aku."

Dalam perjanjian baru, makanan paskah adalah firman yang murni = ayat menerangkan ayat = firman pengajaran yang murni, dan perjamuan suci.
Makanan paskah terutama kita dapatkan dalam ibadah pendalaman alkitab di mana ada firman pengajaran yang benar dan perjamuan suci.

Perjamuan suci menunjuk pada kematian Tuhan Yesus Kristus. Yesus berkata bahwa Ia tidak akan minum anggur lagi sampai pada Kerajaan Allah, artinya adalah kebangkitan dan kenaikan Yesus ke sorga.
Tuhan mengingat kehidupan kita di dunia yang seperti meminum anggur asam dan pahit, sehingga Tuhan mengirimkan anggur baru kepada kita.

Yohanes 16:7
16:7. Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.

Anggur baru = kebahagiaan sorga dalam roh kudus.

Syarat menerima anggur baru/roh kudus:
  1. Berada di permukaan laut/titik nol = merendahkan diri serendah-rendahnya, sampai bisa mengaku segala kekurangan/kegagalan/kelemahan/ketidakberdayaan kita.
    Kejadian 1:2
    1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.

  2. Tinggal di Yerusalem = hati damai sejahtera = tidak ada kepahitan, dendam, kebencian.
    Kisah Rasul 1:4-5
    1:4 Pada suatu hari ketika Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem,dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa, yang--demikian kata-Nya--"telah kamu dengar dari pada-Ku.
    1:5 Sebab Yohanes membaptis dengan air, tetapi tidak lama lagi kamu akan dibaptis dengan Roh Kudus."

  3. Tekun dalam doa dan penyembahan.
    Kisah Rasul 1:14
    1:14 Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doabersama-sama, dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus.
Kegunaan Roh Kudus:Roh Kudus membaharui kehidupan kita dari manusia daging menjadi manusia baru seperti Yesus.

Titus 3:4-5
3:4 Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia,
3:5 pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus,

Manusia baru seperti Yesus = taat dengar-dengaran, seperti Yesus di taman Getsemani, bisa berseru "Ya Abba, Ya Bapa".

Roma 8:15
8:15 Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!"

Hasil orang yang berseru "Ya Abba, Ya Bapa":
  1. Roh Kudus melepaskan kita dari perbudakan dosa, sehingga kehidupan kita terlepas.
    Roh Kudus melepaskan kita dari ketakutan, sehingga kita bisa hidup dalam perhentian dan Roh Kudus menjadikan hidup kita enak dan ringan.


  2. Menjadi dewasa rohani.
    Galatia 4:1-3,6-7
    4:1. Yang dimaksud ialah: selama seorang ahli waris belum akil balig, sedikitpun ia tidak berbeda dengan seorang hamba, sungguhpun ia adalah tuan dari segala sesuatu;
    4:2 tetapi ia berada di bawah perwalian dan pengawasan sampai pada saat yang telah ditentukan oleh bapanya.
    4:3 Demikian pula kita: selama kita belum akil balig, kita takluk juga kepada roh-roh dunia.
    4:6 Dan karena kamu adalah anak, maka Allah telah menyuruh Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru: "ya Abba, ya Bapa!"
    4:7 Jadi kamu bukan lagi hamba, melainkan anak; jikalau kamu anak, maka kamu juga adalah ahli-ahli waris, oleh Allah.

    Ibrani 5:14
    5:14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.

    Dewasa rohani:- bisa makan makanan keras, makanan yang lebih tajam dari pedang bermata dua.- bisa membedakan pengajaran yang benar dan yang palsu.- bisa membedakan yang jahat dan yang baik, sehingga hanya berbuat baik, bahkan bisa membalas kejahatan dengan kebaikan.Orang yang membalas kebaikan dengan kejahatan = setan.

  3. Menghapus segala kemustahilan.
    Markus 14:36

    14:36 Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

    Secara jasmani: dari yang tidak ada menjadi ada, dari yang mustahil menjadi tidak mustahil.

    Secara rohani: kita dibaharui hari demi hari sampai menjadi sama mulia, sempurna seperti Yesus, sampai kehidupan kita menjadi Mempelai Wanita Sorga.

Tuhan memberkati!