Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 18 Februari 2023 (Sabtu Sore)

Bersamaan dengan peneguhan dan pemberkatan nikah


Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 20: 41-44=> hubungan antara Yesus dan Daud.
20:41.Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Bagaimana orang dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah Anak Daud?
20:42.Sebab Daud sendiri berkata dalam kitab Mazmur: Tuhan telah berfirman kepada Tuanku: duduklah di sebelah kanan-Ku,
20:43.sampai Kubuat musuh-musuh-Mu menjadi tumpuan kaki-Mu.
20:44.Jadi Daud menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia anaknya pula?"

Secara pandangan jasmani, ini tidak mungkin. Tetapi secara pandangan rohani, mungkin. Bagaimana caranya? Lewat natal. Natal artinya Allah yang adalah Roh lahir menjadi manusia dari keturunan Daud, yaitu Yesus.

Jadi, kita harus memiliki pandangan rohani dalam segala hal. Yesus adalah anak Daud, tetapi Ia adalah juga Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga yang duduk di sebelah kanan takhta Allah Bapa.
Untuk masuk nikah juga harus memiliki pandangan rohani, sehingga bisa memandang Yesus sebagai anak Daud--manusia--, dan Tuhan--Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga--, sehingga nikah jasmani bisa mencapai nikah rohani antara Kristus dengan sidang jemaat di awan-awan yang permai pada saat kedatangan Yesus kedua kali.

Kidung Agung 4: 1
4:1.Lihatlah, cantik engkau, manisku, sungguh cantik engkau! Bagaikan merpati matamudi balik telekungmu. Rambutmu bagaikan kawanan kambing yang bergelombang turun dari pegunungan Gilead.

Perikop: mempelai laki-laki memuji mempelai wanita.

'Bagaikan merpati matamu'= memiliki pandangan rohani sama dengan memiliki mata merpati. Mata merpati hanya tertuju pada satu arah.

"Dulu saya suka adu merpati. Dari jauh, dia bisa tahu yang mana pasangannya sekalipun ada lebih dari satu merpati. Itulah pandangan satu arah."

Sekarang, pandangan kita juga hanya satu arah pada Yesus sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorga. Ini adalah pandangan mempelai.

Tiga tingkatan pandangan mempelai untuk masuk nikah yang sempurna:
  1. Memandang Yesus sebagai manusia--anak Daud.
    Yesus adalah satu-satunya manusia yang tidak berdosa tetap harus mati di kayu salib untuk menghapus dosa manusia.

    Yohanes 19: 33-34
    19:33.tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34.tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Prajurit Romawi= bangsa kafir.
    Sebenarnya, Yesus adalah keturunan Daud, bangsa Israel, yang sudah mati dengan empat luka utama--dua di tangan dan dua di kaki--untuk menebus dan menyelamatkan bangsa Israel, umat pilihan Tuhan.

    Tetapi prajurit Romawi menikam lambung Yesus dengan tombak--luka kelima; luka terbesar dan terdalam--, sehingga mengalir ke luar darah dan air untuk menebus dan menyelamatkan bangsa kafir.

    Jadi, memiliki pandangan rohani artinya memandang lambung Yesus yang tertikam, yang dari padanya mengalir ke luar darah dan air.
    Praktiknya:

    • Tanda darah= bertobat; berhenti berbuat dosa dan kembali pada Tuhan.
    • Tanda air= baptisan air.
      Baptisan air yang benar adalah orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi yaitu hati yang diurapi Roh Kudus; hati yang tulus ikhlas--HATI MERPATI.

      Karena itu masuk dalam nikah harus satu baptisan, supaya bisa sama-sama memiliki hati yang tulus. Kalau tidak, yang satu hatinya tulus, yang satu tidak tulus.
      Hati tulus= tidak ada iri, benci, dan sakit hati, sehingga bisa saling mengaku dan mengampuni. Ini pentingnya hati tulus.
      Hasilnya: darah Yesus mengampuni segala dosa kita, sehingga nikah menjadi damai; nikah menjadi satu, enak, dan ringan.

      Kekuatan dunia tidak bisa membuat hati damai. Hati damai hanya didapatkan dari hati yang tulus.

    Inilah pandangan merpati yang pertama.

  2. Memandang Yesus sebagai Imam Besar dan Raja segala rajayang duduk di sebelah kanan takhta Allah-; sama dengan Kepala dari imam dan raja.
    Jadi, untuk masuk nikah harus sama-sama imam dan raja--Lewi menikah dengan Lewi dan lahirlah Musa yang cantik.

    Yohanes 4: 35
    4:35.Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladangyang sudah menguning dan matang untuk dituai.

    1 Korintus 3: 9
    3:9.Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

    Ladang sama dengan bangunan Allah.

    Praktik memandang Yesus adalah kita selalu menjadi imam dan raja yang memandang ladang dan bangunan Allah.
    Artinya: kita harus aktif dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.

    Pembangunan tubuh Kristus dimulai dari nikah, penggembalaan, antar penggembalaan, sampai Israel dan kafir menjadi satu tubuh Kristus yang sempurna.

    Di sini, di dalam nikah harus saling melayani; sama dengan tolong menolong. Jangan saling meniadakan dalam nikah!

    1 Korintus 3: 11-14
    3:11.Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasarlain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
    3:12.Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
    3:13.sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh apiitu.
    3:14.Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.

    Syaratmelayani dalam pembangunan tubuh Kristus yang sempurna, mulai dari nikah:

    • Membangun di atas dasar Yesus sebagai batu karang= membangun di atas kurban Kristus, artinya melayani dengan hati damai.

    • Membangun bukan dengan kayu, rumput, dan jerami= tidak melayani atau masuk nikah dengan kekuatan, keinginan, dan tabiat daging.

      Kekuatan daging tidak akan tahan menghadapi api, satu waktu pasti akan terbakar.

      Yang benar adalah melayani dengan emas dan perak yang tahan uji.

      Perak= lidah yang benar/jujur.
      Amsal 10: 20
      10:20.Lidah orang benar seperti perakpilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.

      Kita jujur mulai dari soal Tuhan/pengajaran yang benar. Kalau tidak, nanti akan sulit untuk jujur dalam perkara lainnya.

      Emas= tabiat ilahi, yaitu taat dengar-dengaransampai daging tidak bersuara.

      Jujur dan taat, pasti tahan uji dalam nikah dan penggembalaan, bahkan lebih dari emas dan perak lebih murni.

    Mazmur 68: 14
    68:14.Maukah kamu berbaring di antara kandang-kandang? Sayap-sayap merpatibersalut dengan perak, bulu kepaknya dengan emasberkilau-kilauan.

    Kalau melayani Tuhan mulai dari nikah dengan jujur dan taat, kita akan memiliki SAYAP MERPATI.

    Mazmur 55: 6-9
    55:6.Aku dirundung takut dan gentar, perasaan seram meliputi aku.
    55:7.Pikirku: "Sekiranya aku diberi sayap seperti merpati, aku akan terbang dan mencari tempat yang tenang,
    55:8.bahkan aku akan lari jauh-jauh dan bermalam di padang gurun. Sela
    55:9.Aku akan segera mencari tempat perlindungan terhadap angin ribut dan badai."

    Kegunaansayap merpati:

    • Melindungi dan memelihara kita di tengah kesulitan dan celaka marabahaya dunia sampai Antikris berkuasa di bumi.

    • Membawa kita ke tempat yang tenang dan aman dari badai lautan dunia. Kita tetap tenteram di dekat Tuhan.

  3. Memandang Yesus sebagai Mempelai Pria Sorga.
    Yesus adalah kepala dan kita tubuh-Nya.

    Praktiknya: hubungan Kepala dengan tubuh adalah leher. Leher menunjuk pada doa penyembahan.

    Jadi, memiliki pandangan rohani artinya: banyak menyembah Tuhan.

    Tadi, kita bertobat dan lahir baru. Setelah itu jadi imam dan raja. Semua enak dan tenteram.
    Sekarang kita menyembah Tuhan. Inilah puncak ibadah pelayanan kepada Tuhan.

    Yohanes 9: 35-38
    9:35.Yesus mendengar bahwa ia telah diusirke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: "Percayakah engkau kepada Anak Manusia?"
    9:36.Jawabnya: "Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya."
    9:37.Kata Yesus kepadanya: "Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!"
    9:38.Katanya: "Aku percaya, Tuhan!" Lalu ia sujud menyembah-Nya.

    Menyembah Tuhan adalah melihat Yesus, berkata-kata dengan Dia, dan mengangkat tangan kepada Dia. Kita akan merasakan uluran tangan belas kasih Tuhan--kasih Mempelai.

    Hasilnya:

    • Roma 8: 35-27
      8:35.Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?
      8:36.Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan."
      8:37.Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

      Ayat 35= ada tujuh hal yang kita hadapi.
      Ayat 38= kita hanya domba-domba sembelihan, karena itu kita butuh kasih Tuhan. Saat kita difitnah dan sebagainya, banyak berkata-kata dengan Tuhan.

      Hasil pertama: tangan kasih Tuhan memberi kekuatan ekstrasehingga kita kuat teguh hati.
      Artinya: kita tidak kecewa, putus asa, dan terpisah dari Tuhan tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan; kita tidak terpisah dalam nikah rumah tangga. Jangan sampai nikah terpisah hanya karena menggunakan pandangan jasmani. Tetapi kita harus menjadi saksi Tuhan untuk menolong nikah yang hancur.

      Matius 15: 22-25
      15:22. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita."
      15:23. Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak."
      15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
      15:25. Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "
      Tuhan, tolonglah aku."

      'Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud'= pandangan rohani.

      Kita dilindungi dari kehancuran nikah dan buah nikah.

      Nikah dan buah nikah menjadi satu dan bahagia. Mari, banyak menyembah Tuhan!

    • Roma 8: 37
      8:37.Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita.

      Hasil kedua: kasih Mempelai membuat kita lebih dari pemenang.

      Kasih Mempelai menghapus kemustahilan. Semua masalah yang mustahil selesai.

    • Zefanya 3: 17-18
      3:17.TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia membaharui engkau dalam kasih-Nya, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai,
      3:18.seperti pada hari pertemuan raya." "Aku akan mengangkat malapetaka dari padamu, sehingga oleh karenanya engkau tidak lagi menanggung cela.

      Hasil ketiga: kasih Mempelai sanggup membaharui kitasampai sempurna seperti Yesus.

      Kita naik ke awan-awan yang permai dengan sorak: Haleluya. Inilah SUARA MEMPELAI. Kita masuk kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang) dan Yerusalem baru selamanya.
Minta pandangan rohani sampai mendapatkan kasih Allah!
Manusia daging tidak punya kasih. Minta kasih Tuhan dari kayu salib! Lihat lambung-Nya! Layani Dia! Banyak menyembah Dia! Kasih Tuhan mampu menyelesaikan segalanya.

Tuhan memberkati.