Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 19 Agustus 2017 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 11:37-39
11:37 Ketika Yesus selesai mengajar, seorang Farisi mengundang Dia untuk makan di rumahnya. Maka masuklah Ia ke rumah itu, lalu duduk makan.
11:38 Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan.
11:39 Tetapi Tuhan berkata kepadanya: "Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan.

Mengundang Yesus makan artinya bersekutu dengan Yesus untuk menikmati firman Allah dengan sungguh-sungguh seperti orang lapar, mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar, sehingga kita disucikan.
Orang Farisi dan ahli taurat hanya memperhatikan perkara luar, sehingga tidak memperhatikan firman, tidak disucikan, sehingga dikecam oleh Yesus dengan 6 kali celaka.

Lukas 11:42-43
11:42 Tetapi celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu membayar persepuluhan dari selasih, inggu dan segala jenis sayuran, tetapi kamu mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.
11:43 Celakalah kamu, hai orang-orang Farisi, sebab kamu suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan suka menerima penghormatan di pasar.

Celaka kedua: orang Farisi hanya mencari kehormatan dan kemuliaan secara lahiriah, kehormatan dari manusia.

2 Tesalonika 2:3-4
2:3 Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga! Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa,
2:4 yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.


Ini mengarah pada antikris yang mau disembah seperti Tuhan.

1 Samuel 2:8
2:8 Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu, dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, dan membuat dia memiliki kursi kehormatan. Sebab TUHAN mempunyai alas bumi; dan di atasnya Ia menaruh daratan.

Tuhan sanggup memberikan kehormatan dan kemuliaan kekal asalkan menghargai firman Tuhan, mendengar dan dengar-dengaran pada firman pengajaran yang benar.

Proses untuk menerima kemuliaan dan kehormatan dari Tuhan:
  1. Menghargai, mengindahkan firman pengajaran yang benar.
    Amsal 13:18
    13:18 Kemiskinan dan cemooh menimpa orang yang mengabaikan didikan, tetapi siapa mengindahkan teguran, ia dihormati.

    2 Timotius 4:2
    4:2 Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

    Hasilnya:
    • Firman pengajaran menunjuk dosa-dosa yang tersembunyi, sehingga kita menjadi sadar, menyesal, dan mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama.

    • Firman pengajaran yang benar menegor kita, sehingga kita bertobat, berhenti berbuat dosa dan kembali kepada Tuhan. Jika berhenti mendengar firman, maka akan terus berbuat dosa sampai puncaknya dosa.

    • Firman pengajaran yang benar menasehati kita supaya tetap hidup benar dan suci. Sehingga kita menjadi kehidupan yang berharga di hadapan Tuhan.

      Amsal 10:2
      10:2 Harta benda yang diperoleh dengan kefasikan tidak berguna, tetapi kebenaran menyelamatkan orang dari maut.

      Hidup benar sama dengan diselamatkan dari maut. Inilah kehormatan dan kemuliaan yang sesungguhnya.
  2. Melayani Tuhan dalam tahbisan yang benar, yaitu tahbisan mempelai, tahbisan dalam kasih.
    Yohanes 12:26
    12:26 Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Barangsiapa melayani Aku, ia akan dihormati Bapa.

    Di mana Yesus berada, di situ kita berada.
    Praktiknya:
    1. Melakukan kehendak Tuhan = taat dengar-dengaran.
      Yohanes 14:15
      14:15 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.


      Jadi, ukuran pelayanan yang benar adalah taat dengar-dengaran kepada Tuhan.

      Matius 3:13-17
      3:13 Maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya.
      3:14 Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya: "Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan Engkau yang datang kepadaku?"
      3:15 Lalu Yesus menjawab, kata-Nya kepadanya: "Biarlah hal itu terjadi, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah." Dan Yohanespun menuruti-Nya.
      3:16 Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,
      3:17 lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan."


      Yesus bukan manusia berdosa, tetapi ia harus dibaptis, dianggap berdosa, untuk melakukan kehendak Bapa dan menjadi teladan baptisan yang benar.

      Roma 6:4
      6:4 Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru.

      Kita dibaptis sehingga menjadi anak-anak Tuhan, hidup dalam kebenaran dan menjadi senjata kebenaran.

      Lukas 3:21-23
      3:21 Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit
      3:22 dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."
      3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,


    2. Taat dan setia sampai garis akhir.
      Yohanes 4:34
      4:34 Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.

      Kita bagaikan memberi makanan Yesus. Kita melakukan pelayan untuk memuaskan Tuhan. Tugas kita hanya memberi makan Tuhan, dan Tuhan yang akan memelihara kehidupan kita. Ada jaminan kepastian dari Tuhan untuk hidup sekarang, masa depan yang baik, sampai hidup kekal, sampai duduk bersanding bersama dengan Tuhan di takhta Sorga selama-lamanya.

  3. Mengalami ujian iman.
    1 Petrus 1:6-7
    1:6 Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan.
    1:7 Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu--yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api--sehingga kamu memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan diri-Nya.


    Kita mengalami sengsara daging bersama dengan Yesus, percikan darah, untuk mendapat kehormatan dan kemuliaan kekal di awan-awan yang permai saat kedatangan Yesus kedua kali.

    Percikan darah adalah supaya kita mendapat iman yang teguh dan iman yang murni seperti emas murni. Kita tetap percaya dan berharap Tuhan, hanya berserah dan berseru kepada Tuhan.

    Daniel 3:16-18, 24-25

    3:16 Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini.
    3:17 Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja;
    3:18 tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."
    3:24 Kemudian terkejutlah raja Nebukadnezar lalu bangun dengan segera; berkatalah ia kepada para menterinya: "Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?" Jawab mereka kepada raja: "Benar, ya raja!"
    3:25 Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

    Hasilnya adalah tangan anugerah Tuhan yang besar sanggup menyelesaikan segala masalah yang mustahil. Kita diubahkan sedikit demi sedikit, mulai dengan menjadi jujur dan terang-terangan. Sampai diubahkan menjadi sempurna saat kedatanganNya kedua kali.


Tuhan memberkati.