Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 Mei 2023 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 21: 1-4 => persembahan seorang janda miskin
21:1. Ketika Yesus mengangkat muka-Nya, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan.
21:2. Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peser ke dalam peti itu.
21:3. Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu.
21:4. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya."

Peti persembahan sudah ada sejak perjanjian lama--raja Yoas dan imam Yoyada memutuskan membuat peti persembahan.
2 Raja-raja 12: 7, 9-12
12:7. Sebab itu raja Yoas memanggil imam Yoyada, dan imam-imam lain serta berkata kepada mereka: "Mengapa kamu tidak perbaiki kerusakan rumah itu? Maka sekarang, tidak boleh lagi kamu menerima uang dari kenalan-kenalanmu, tetapi serahkanlah itu untuk memperbaiki kerusakan rumah itu."

12:9.Kemudian imam Yoyada mengambil sebuah peti, membuat lobang pada tutupnya dan menaruhnya di samping mezbah, di sebelah kanan apabila orang masuk ke rumah TUHAN. Para imam penjaga pintu menaruh ke dalamnya segala uang yang dibawa orang ke dalam rumah TUHAN.
12:10. Dan apabila dilihat mereka bahwa sudah banyak uang dalam peti itu, maka datanglah panitera raja beserta imam besar, lalu membungkus dan menghitung uang yang terdapat dalam rumah TUHAN itu.
12:11. Mereka menyerahkan jumlah uang yang ditentukan ke tangan para pekerja yang diangkat mengawasi rumah TUHAN, dan mereka ini membayarkannya kepada tukang-tukang kayu, kepada tukang-tukang bangunan yang mengerjakan rumah TUHAN itu,

12:12.kepada tukang-tukang tembok dan kepada tukang-tukang pemahat batu; mereka memakainya juga bagi pembelian kayu dan batu pahat untuk memperbaiki rumah TUHANdan bagi segala pengeluaran untuk memperbaiki rumah itu.

Dalam perjanjian lama, raja Yoas dan imam Yoyada membuat peti persembahan dalam Bait Allah untuk memperbaiki Bait Allah secara jasmani yang sudah rusak.

Tadi, di Lukas 21 ditulis lagi tentang peti persembahan yang dikaitkan dengan Yesus.
Jadi, Yesus sebagai Imam Besar dan Raja segala raja mau memperbaiki Bait Allah secara rohani; artinya memperbaiki ibadah pelayanan dan kerohanian kita.

Lukas 21: 47
20:47. yang menelan rumah janda-janda dan yang mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka itu pasti akan menerima hukuman yang lebih berat."

Jika ibadah hanya menonjolkan perkara-perkara jasmani termasuk kekayaan tetapi tanpa firman pengajaran yang benar, keadaan rohani sidang jemaat akan sama seperti Bait Allah yang rusak--seperti perempuan janda yang tua dalam Lukas 21.

Wanita janda yang tuaartinya:
  1. Penuh kelemahan dan kerut.
    Artinya: tanpa firman pengajaran yang benar, kerohanian kita akan penuh kelemahan dan cacat cela.

    Kelemahan apa ini? Kelemahan iman. Tanpa firman, tidak akan ada iman, sehingga sering kecewa, putus asa, sampai meninggalkan Tuhan. Atau sering bangga/sombong dengan perkara jasmani sampai meninggalkan Tuhan.

    Kalau tidak mendengar firman, akan sering bimbang menghadapi ajaran palsu termasuk gosip, sehingga tidak bisa berpegang teguh pada firman pengajaran yang benar bahkan meninggalkan firman pengajaran yang benar.

    Orang semacam ini tidak teguh saat menghadapi dosa-dosa, sehingga bercacat cela; hidupnya tanpa kebenaran dan kesucian.

  2. Mempertahankan hidup lama= tidak mengalami keubahan hidup, sehingga tetap mempertahankan manusia daging dengan keinginan daging yang bertentangan dengan kehendak Tuhan.

    Akibatnya: tidak puas dan bahagia, dan akhirnya bosan.
    Hati-hati! Ikuti kehendak Tuhan, jangan keinginan daging.

  3. Putus hubungan dengan suami, artinya: putus hubungan dengan Tuhan sebagai kepala.

    Efesus 2: 11-12
    2:11.Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, --
    2:12.bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia.

    Kalau putus hubungan dengan Kepala, bahaya.

    Putus hubungan dengan Kepala artinya: tanpa sunat--tanpa firman Allah--, tanpa Kristus--tanpa urapan Roh Kudus--, dan tanpa Allah--tanpa kasih.
    Itulah nasib bangsa kafir, yaitu hidup dalam kekafiran yang sama dengan anjing dan babi.
    Artinya: jatuh bangun dalam dosa dan puncaknya dosa--anjing menjilat muntah; babi dimandikan kembali lagi ke kubangan.

    Puncaknya dosa, yaitu dosa makan minum (merokok, mabuk, narkoba), dan kawin mengawinkan (percabulan, tontonan yang tidak baik, perkataan dan perbuatan porno, percabulan antara pria dan wanita yang bukan suami istri sah, nikah yang salah: kawin campur, kawin cerai, dan kawin mengawinkan).

    Kehidupan semacam ini akan dipakai dalam pembangunan Babel; gereja palsu yang akan dibinasakan dalam satu jam saja.
    Wahyu 18: 2-10
    18:2.Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahatdan tempat bersembunyi semua roh najisdan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
    18:3.karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."
    18:4.Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya.
    18:5.Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya.
    18:6.Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya;
    18:7.berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung.
    18:8.Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat."
    18:9.Dan raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya.
    18:10.Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: "Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!"

    'kemuliaan dan kemewahan'= kesombongan Babel.
    Orang yang dipakai dalam pembangunan Babel adalah orang yang sombong.
    Artinya: memberikan harga setinggi-tingginya pada diri sendiri--'aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung'.

    Seringkali kita marah pada Tuhan kalau belum ditolong, itu berarti sombong--memberi harga setinggi-tingginya pada diri sendiri lebih daripada Tuhan.
    Siapa yang meninggikan diri akan direndahkan serendah-rendahnya sampai binasa dalam satu jam saja.

    Mari, mohon kepada Tuhan, supaya ibadah pelayanan kita tidak menonjolkan perkara jasmani.

    Hati-hati! Banyak yang bangga kalau bisa berdusta. Ini sama dengan sombong.
Oleh sebab itu kita harus mengutamakan perkara rohani dalam ibadah pelayanan, terutama firman pengajaran yang benar, urapan Roh Kudus, dan kasih Allah, sehingga kita mengalami penyucian dan pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti Yesus.

Efesus 4: 9
4:9.Bukankah "Ia telah naik" berarti, bahwa Ia juga telah turun ke bagian bumi yang paling bawah?

Babel naik dulu, baru turun dalam kebinasaan.
Tetapi Yesus turun dulu, baru naik untuk dipermuliakan selamanya. Ini bedanya.

Kita dibaharui seperti Yesus, yaitu merendahkan diri serendah-rendahnya. Yesus ada di sorga, tetapi turun ke alam maut yang paling dalam. Ini adalah kerendahan hati Yesus, sehingga Ia ditinggikan setinggi-tingginya.

Kita juga merendahkan diri serendah-rendahnya. Seringkali kita lupa. Ada kejadian apa, kita sudah kecewa atau sombong. Saat belum ditolong, kecewa pada Tuhan, setelah ditolong, malah lupa pada Tuhan.

Biarlah kita merendahkan diri serendah-rendahnya; mengecilkan diri sekecil-kecilnya--seperti janda yang memberikan dua peser/satu duit.
Lukas 21: 2
21:2.Ia melihat juga seorang janda miskin memasukkan dua peserke dalam peti itu.

Matius 10: 29
10:29.Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu.

Artinya: janda ini hanya merasa seperti burung pipit; tidak memberikan harga setinggi-tingginya pada diri sendiri, tetapi malah merasa tidak berharga.
Kita juga harus merasa tidak berharga dan tidak bisa apa-apa di hadapan Tuhan. Bisa hidup saja kita sudah mengucap syukur pada Tuhan.

Kita berlomba-lomba bukan untuk meninggikan diri, tetapi merendahkan diri. Kita hanya sama seperti burung pipit yang tidak bisa apa-apa tanpa Tuhan.

Mazmur 84: 4
84:4.Bahkan burung pipittelah mendapat sebuah rumah, dan burung layang-layang sebuah sarang, tempat menaruh anak-anaknya, pada mezbah-mezbah-Mu, ya TUHAN semesta alam, ya Rajaku dan Allahku!

Perikop: rindu pada kediaman Allah.

Apakah kita rindu untuk beribadah? Atau malah tersiksa?
Burung pipit merasa tidak bisa apa-apa tanpa Tuhan. Inilah kehidupan yang rendah hati; sama dengan burung pipit yang bersarang pada mezbah Tuhan.

Kebutuhan pokok burung pipit adalah sarang. Bagi kita, doa penyembahan dan beribadah melayani Tuhan adalah kebutuhan pokok kita. Kita selalu rindu untuk beribadah sampai menyembah Tuhan.

Mana yang kita rindukan? Kalau masih rindu pada perkara jasmani, berarti sombong. Bukan berarti tidak boleh kuliah. Kuliah dengan keras, tetapi untuk ibadah harus lebih keras. Ukur diri sendiri!

Biarlah kita selalu gemar beribadah melayani dan menyembah Tuhan untuk menyerahkan hidup kita kepada Dia.

Markus 14: 36-37
14:36.Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."
14:37.Setelah itu Ia datang kembali, dan mendapati ketiganya sedang tidur. Dan Ia berkata kepada Petrus: "Simon, sedang tidurkah engkau? Tidakkah engkau sanggup berjaga-jaga satu jam?

Yesus memberi teladan dan mengajak kita semua.
Yesus sudah menggunakan satu jam terakhir sebelum Ia ditangkap, untuk menyerahkan seluruh hidup kepada Bapa di sorga lewat penyembahan; sama dengan memasukkan diri-Nya dalam peti persembahan--; sama dengan memasukkan diri-Nya dalam tangan Roh Kudus.

Babel mengangkat dirinya sendiri, dan akhirnya jatuh.
Tetapi Yesus jatuh dulu, merendahkan diri-Nya, ditambah dengan menyembah sampai menyerahkan seluruh hidup-Nya kepada Bapa. Ini adalah teladan bagi kita, dan Dia mengajak kita untuk menyembah Dia.

Yesus mengajak kita supaya ibadah pelayanan dan penyembahan menjadi kebutuhan pokok kita. Kita memasukkan diri dalam tangan Yesus yang ajaib.
Kalau tidak ada kasih, kita akan non aktif dalam ibadah pelayanan dan penyembahan. Jangan tidur! Terima kasih Tuhan yang mampu menggairahkan kita!

Kalau memasukkan diri dalam tangan Yesus, pasti akan terjadi pembaharuan.
Hasilnya:
  1. Ayat 36= tangan Yesus yang ajaib sebagai Imam Besar dan Raja segala raja sanggup membaharui kitadari manusia daging menjadi manusia rohani yaitu taat dengar-dengaran sampai daging tidak bersuara.
    Tadinya Yesus berdoa supaya cawan itu dilalukan daripada-Nya, tetapi setelah menyembah, Ia merasa hanya seperti burung pipit, dan Ia bisa taat.

    Dalam segala bidang, serahkan semua pada Tuhan. Tangan Tuhan mampu melakukan semuanya bagi kita.
    1 Petrus 1: 22
    1:22.Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatankepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasihpersaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

    Kalau taat, akan ada kasih. Tanpa ketaatan tidak akan ada kasih.
    Kita mengalami penyucian oleh firman pengajaran yang benar sehingga kita hidup dalam kesucian, saling mengasihi, dan mengasihi Tuhan lebih dari semua.

    Mengapa sering menyakiti? Karena tidak ada ketaatan dan kesucian.

    Kalau taat dan suci, pasti bisa saling mengasihi sampai mengasihi orang yang memusuhi kita, ditambah dengan mengasihi Tuhan lebih dari semua--kita memiliki dua loh batu.

    Kalau sudah hidup suci dan saling mengasihi, kita akan diberi jubah pelayanan dan karunia Roh Kudus untuk dipakai dalam pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
    Efesus 4: 11-12
    4:11.Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar,
    4:12.untuk memperlengkapi orang-orang kudusbagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus,

    Ayat 11= lima jabatan pokok, bisa dijabarkan jadi tim doa, musik dan sebagainya.

    Tidak mungkin kita dipakai Babel. Yang penting kita melayani dengan setia berkobar-kobar.
    Kalau tidak setia dalam ibadah pelayanan, hidup kita akan mulai ditelanjangi, dipermalukan, sampai jatuh dalam dosa.

    Kalau setia berkobar, hidup kita akan menjadi berhasil dan indah pada waktunya.
    Tangan Roh Kudus yang memberikan kelebihan-kelebihan kepada kita.

    Apapun yang kita hadapi, jangan putus asa. Yang penting kita merendahkan diri, mengaku kalau kita tidak ada harganya. Kita hanya merindu untuk beribadah melayani dan menyembah Tuhan. Dia yang akan mengangkat kita, semua berhasil dan indah pada waktunya.

  2. Markus 14: 36
    14:36.Kata-Nya: "Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki."

    Hasil kedua: tangan Roh Kudus sanggup menghapus segala kemustahilan.

    Semua masalah diselesaikan oleh Tuhan. Hidup kita diangkat oleh Tuhan.
    Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk perjamuan kawin Anak Domba, kerajaan Seribu Tahun Damai (Firdaus yang akan datang), dan Yerusalem baru selamanya.
Kebutuhan kita adalah bersarang di mezbah Tuhan.
Mungkin kita sudah lama meninggalkan Tuhan, ini adalah kemurahan Tuhan. Kembali semangat untuk bersarang di mezbah! Kita beribadah melayani dan menyembah Dia. Tangan Roh Kudus yang menolong kita.
Serahkan semua kelemahan dan dosa kepada Tuhan! Mohon ampun kepada Tuhan! Tuhan akan menolong kita bahkan mengangkat kita sampai berhasil dan indah bahkan sempurna.

Tuhan memberkati.