Ibadah Kaum Muda Remaja Malang, 20 November 2021 (Sabtu Sore)

Salam sejahtera dalam kasih sayang Tuhan kita Yesus Kristus.

Lukas 18 dalam susunan Tabernakel terkena pada pakaian Imam Besar dan imam-imam.

Lukas 18 terbagi menjadi 3 bagian:
  1. Ayat 1-14= pakaian anak-anak kecil atau sifat anak-anak kecil (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 14 Agustus 2021sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 18 September 2021):

    1. Ayat 1= tidak jemu-jemu dalam berdoa--tidak putus harapan--(diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 14 Agustus 2021).
    2. Ayat 2-5= tekun dan sabar (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 21 Agustus 2021).
    3. Ayat 6-8= berseru/berdoa siang dan malam (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 28 Agustus 2021).

  2. Ayat 15-17= Yesus memberkati anak-anak kecil. Kalau ada sifat anak kecil, akan ada berkat (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Malang, 25 September 2021sampai Ibadah Kaum Muda Remaja, 23 Oktober 2021).

  3. Ayat 18-43= penyerahan diri (diterangkan pada Ibadah Kaum Muda Remaja, 30 Oktober 2021).
AD. 3
Lukas 18: 25-27
18:25. Sebab
lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."
18:26. Dan mereka yang mendengar itu berkata: "
Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?"
18:27. Kata Yesus: "
Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah."

Perikop: orang kaya sukar masuk kerajaan sorga.

'Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?'= Setan berusaha menjadikan keselamatan menjadi sesuatu yang mustahil bagi orang kaya--umat pilihan Tuhan--dan unta--bangsa kafir.

Oleh sebab itu Yesus tampil untuk menghapus kemustahilansehingga Israel dan kafir bisa diselamatkan bahkan disempurnakan--'Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah'.

Proses Yesus tampil untuk menghapus kemustahilan:
  1. Yohanes 19: 32-34
    19:32. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus;
    19:33. tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya,
    19:34. tetapi seorang dari antara prajurit itu
    menikam lambung-Nyadengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

    Proses pertama: Yesus harus datang ke dunia sebagai manusia yang tidak berdosa tetapi harus mati di kayu salibuntuk menyelamatkan manusia berdosa.

    Jadi, Yesus harus tampil sebagai Juruselamat.
    Dia sudah mati dengan empat luka utama--dua di tangan, dua di kaki--untuk menyelamatkan bangsa Israel.
    Setelah mati, prajurit menikam lambung-Nya dengan tombak, sehingga mengalir keluar darah dan air. Ini adalah luka terbesar dan terdalam untuk menyelamatkan bangsa kafir.

    Jadi Israel dan kafir harus menerima lima luka Yesus yang mengeluarkan tanda darah dan air untuk menerima keselamatan.
    Kisah Rasul 2: 36-40
    2:36. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kamu salibkan itu, menjadi Tuhan dan Kristus."
    2:37. Ketika mereka mendengar hal itu hati mereka sangat terharu, lalu mereka bertanya kepada Petrus dan rasul-rasul yang lain: "Apakah yang harus kami perbuat, saudara-saudara?"
    2:38. Jawab Petrus kepada mereka: "Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.
    2:39. Sebab bagi kamulah janji itu dan bagi anak-anakmu
    (bangsa Israel)dan bagi orang yang masih jauh(bangsa kafir), yaitu sebanyak yang akan dipanggil oleh Tuhan Allah kita."
    2:40. Dan dengan banyak perkataan lain lagi ia memberi suatu kesaksian yang sungguh-sungguh dan ia mengecam dan menasihati mereka, katanya: "Berilah dirimu
    diselamatkandari angkatan yang jahat ini."

    'tahu dengan pasti'= iman kepada Yesus bahwa Ia satu-satunya Juruselamat.

    Praktiksehari-hari menerima keselamatan:

    • Menerima tanda darah= percaya Yesus dan bertobat.
      Iman kepada Yesus sebagai Juruselamat mendorong kita untuk:

      1. Mengaku dosa kepada Tuhan dan sesama. Jika diampuni jangan berbuat dosa lagi.
      2. Mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

      Hasilnya: darah Yesus menutupi dan mematikan dosa, sehingga kita mati terhadap dosa--bertobat.

    • Menerima tanda air= baptisan air yang benar, yaitu orang yang sudah percaya Yesus dan bertobat--mati terhadap dosa--harus dikuburkan dalam air bersama Yesus dan bangkit--keluar dari dalam air--bersama Yesus sehingga mendapatkan hidup baru/hidup sorgawi--langit terbuka--yaitu mengalami baptisan Roh Kudus. Kita hidup dalam urapan Roh Kudus, yaitu hidup dalam kebenaran.

      Setelah hidup dalam kebenaran, kita menjadi senjata kebenaran.
      Roma 6: 12-13, 18
      6:12. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagidi dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya.
      6:13. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi
      senjata-senjata kebenaran.
      6:18. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan
      menjadi hamba kebenaran.

      Senjata kebenaran= hamba kebenaran, yaitu imam-imam dan raja-raja; pelayan Tuhan yang beribadah melayani Tuhan. Ini bukti kita hidup dalam urapan Roh Kudus.

      Roma 12: 11
      12:11. Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyaladan layanilah Tuhan.

      Setelah menjadi hamba kebenaran, Roh Kudus membuat kita setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada Tuhan, sehingga kita menjadi pelayan Tuhan yang setia dan benar.

    Hasilnya:

    • Berikat pinggang keperkasaan untuk mengalahkan musuh, halangan, dan rintangan, sehingga kita bisa menjadi pelayan Tuhan yang setia dan benar sampai garis akhir--sampai meninggal dunia atau Yesus datang kembali.
      Yesaya 11: 5
      11:5. Ia tidak akan menyimpang dari kebenaran dan kesetiaan, seperti ikat pinggangtetap terikat pada pinggang.

      Mazmur 18: 39
      18:40. Engkau telah mengikat pinggangkudengan keperkasaanuntuk berperang; Engkau tundukkan ke bawah kuasaku orang yang bangkit melawan aku.

      Kalau berhenti melayani di tengah jalan berarti tidak berikat pinggang.

      Mengalahkan musuh= menyelesaikan masalah.
      Kalau tidak setia, justru menambah masalah.

    • Hidup menjadi rapi, teratur, dan indah.
    • Kita dipakai dalam kegerakan kuda putih--pelayanan pembangunan tubuh Kristus yang sempurna.
      Wahyu 19: 11

      19:11. Lalu aku melihat sorga terbuka: sesungguhnya, ada seekor kuda putih; dan Ia yang menungganginya bernama: "Yang Setia dan Yang Benar", Ia menghakimi dan berperang dengan adil.

      Kita bebas dari gereja palsu/Babel, dosa makan-minum, dosa kawin-mengawinkan, dan kebinasaan.

  2. Matius 15: 24-28
    15:24. Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
    15:25. Tetapi
    perempuanitu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku."
    15:26. Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing."
    15:27. Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun
    anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya."
    15:28. Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh.

    'perempuan'= perempuan Kanaan.
    Dombanya Tuhan adalah umat Israel asli, tetapi ada yang terhilang.

    Proses kedua: Yesus datang pertama kali ke dunia sebagai Gembala yang baik, yang menyerahkan nyawa bagi domba-Nya--umat Israel--yang terhilang dan sesat.
    Kalau Israel tidak tergembala dengan benar dan baik, ia akan menjadi kuda liar--seperti dulu terjadi saat Israel menyembah lembu emas.

    Keluaran 32: 25
    32:25. Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang--sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka--

    Kuda liar artinya keras hati--melawan Tuhan; berbuat dosa dan puncaknya dosa.
    Kalau dibiarkan, akan menuju kebinasaan.

    Oleh sebab itu Yesus menjadi Gembala yang baik untuk menemukan kembali domba Israel yang hilang dan menggembalakannya dengan memberi roti.

    Roti menunjuk pada firman pengajaran yang membawa pada kesempurnaan--tujuh roti ada pada murid-murid Yesus.
    Matius 15: 34
    15:34. Kata Yesus kepada mereka: "Berapa roti ada padamu?" "Tujuh," jawab mereka, "dan ada lagi beberapa ikan kecil."

    Roti juga menunjuk pada kurban Kristus.
    Firman pengajaran dan kurban Kristus inilah yang mampu menyucikan sampai kembali jadi dombanya Tuhan.

    Bangsa kafir yang tidak tergembala hanya seharga anjing dan babi.
    Tandanya: perkataan dusta, perbuatan dosa dan puncaknya dosa, yaitu dosa makan-minum dan kawin-mengawinkan.
    Kalau dibiarkan, bangsa kafir akan binasa selamanya.

    Bagaimana caranya supaya bangsa kafir bisa tertolong?Bangsa kafir harus bisa memanfaatkan kesempatan selubang jarum untuk menjilat remah-remah roti, itulah pembukaan rahasia firman Allah--ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab.
    Remah roti juga menunjuk pada kurban Kristus.

    Inilah yang menyucikan bangsa kafir dari anjing dan babi menjadi dombanya Tuhan yang digembalakan dengan benar dan baik.

    Yohanes 10: 16
    10:16. Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Kutuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala.

    Israel dan kafir harus sama-sama makan firman pengajaran yang keras dan kurban Kristus, sehingga sama-sama disucikan sampai menjadi satu kawanan dombanya Tuhan--'satu kawanan dengan satu gembala'; satu tubuh dengan satu Kepala.
    Kita disucikan dari hati keras, perbuatan dan perkataan dosa.

    Hasilnya: 'takkan kekurangan aku', artinya:

    • Terpelihara secara berlimpah sampai mengucap syukur.
    • Terpelihara secara rohani: ketenangan, semua enak dan ringan.
    • Sempurna seperti Yesus.

  3. Matius 24: 30-32
    24:30. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya.
    24:31. Dan Ia akan menyuruh keluar malaikat-malaikat-Nya dengan meniup sangkakala yang dahsyat bunyinya dan mereka akan mengumpulkan orang-orang pilihan-Nya dari keempat penjuru bumi, dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain.
    24:32. Tariklah pelajaran dari perumpamaan tentang pohon ara: Apabila
    ranting-rantingnya melembutdan mulai bertunas, kamu tahu, bahwa musim panas sudah dekat.

    Proses ketiga: Yesus harus datang kembali kedua kali dalam kemuliaan sebagai Raja segala raja dan Mempelai Pria Sorgauntuk menyuruh malaikat-Nya meniupkan sangkakala yang terakhir untuk mengubahkan kita jadi sempurna seperti Dia.

    Apa yang harus diubahkan? Hati yang keras menjadi hati yang lembut--belajar dari pohon ara--:

    • Pada zaman akhir, pohon ara diberi kesempatan lagi. Hati yang bimbang, takut, dan khawatir seperti Petrus dan ayah yang anaknya sakit ayan.
      Markus 9: 23-24
      9:23. Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
      9:24. Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya.
      Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"

      Hati bimbang harus diubahkan menjadi percaya.
      Kalau bimbang, akan terjadi penyakit ayan yang tidak bisa disembuhkan.

      Penyakit ayan menunjuk pada dosa-dosa, puncaknya dosa, dan kehancuran nikah.
      Kalau percaya, semua akan dipulihkan oleh Tuhan.

    • Pada zaman Yesus, pohon ara sudah berdaun lebat tetapi tidak ada buah, sehingga dikutuk oleh Tuhan.
      Mengapa tidak berbuah? Karena akarnya tidak baik, yaitu akar kejahatan yang membuat kikir dan serakah.
      Kikir dan serakah adalah dosa yang langsung dihukum oleh Yesus.

      Harus diubahkan menjadi lebih bahagia memberi dari pada menerima.
      Kisah Rasul 10: 1-4
      10:1. Di Kaisarea ada seorang yang bernama Kornelius, seorang perwira pasukan yang disebut pasukan Italia.
      10:2. Ia saleh, ia serta seisi rumahnya takut akan Allah dan ia memberi banyak sedekah kepada umat Yahudi dan senantiasa berdoa kepada Allah.
      10:3. Dalam suatu penglihatan, kira-kira jam tiga petang, jelas tampak kepadanya seorang malaikat Allah masuk ke rumahnya dan berkata kepadanya: "Kornelius!"
      10:4. Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: "Ada apa, Tuhan?" Jawab malaikat itu: "Semua
      doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allahdan Allah mengingat engkau.

      Kembalikan milik Tuhan, yaitu persepuluhan dan persembahan khusus! Kemudian ingat pekerjaan Tuhan dan sesama yang membutuhkan.

      Kalau ini terjadi, maka kita bisa memberikan seluruh hidup kepada Tuhan--banyak menyembah. Inilah asap berbau harum yang membumbung tinggi ke hadirat Tuhan, dan Dia ingat kita. Dia siap untuk menolong kita, sampai kita menjadi saksi-Nya untuk membawa bau harum Kristus.

    • Pohon ara di taman Eden tidak berbuah, dan daunnya dipakai untuk menutupi ketelanjangan.
      Ini menunjuk pada hati yang tidak taat.
      Harus diubahkan jadi hati yang taat.

      1 Petrus 5: 5-6
      5:5. Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab: "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."
      5:6. Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

      Taat sama dengan berada di dalam tangan Tuhan, maka kita akan ditinggikan pada waktunya. Yang jatuh dalam dosa kembali hidup benar dan suci; gagal menjadi berhasil dan indah.

      Jika Yesus datang kembali kita akan diubahkan menjadi sempurna seperti Dia untuk layak menyambut kedatangan-Nya kembali kedua kali di awan-awan yang permai. Kita masuk Firdaus sampai benar-benar masuk kerajaan sorga. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, berarti di dunia juga tidak ada yang mustahil.
Tuhan memberkati.